Cassino Kings ( Griffin Struggle )

Cassino Kings ( Griffin Struggle )
Chapter 26


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Saat ini Griffin baru saja kembali dari Canbera Australia untuk melakukan perjalanan bisnis.


Dia begitu lelah, hingga tidak memedulikan pengawal – pengawal yang sedang menunduk hormat kepadanya.


Langkahnya yang begitu gagah, diikuti oleh Zake asistennya kini terhenti ketika dia melihat seorang pengawal tua yang sudah lama ada di Kastel keluarganya, menjaga Jenni, Namun karena neneknya itu sudah tidak membutuhkannya, akhirnya pengawal paruh baya itu di tetapkan untuk menjaga Kastel Mansion di luar.


Griffin menatap Pixios itu dengan lekat, dan karena merasa paham dengan apa yang ada di dalam pikiran Tuannya, Zake memilih untuk lebih dulu menyapa pria paruh baya itu.


“Selamat siang Pixios,” sapanya dengan menjabat tangan yang sudah rentah itu.


Dan karena terlalu merasa senang berada di hadapan Tuannya, Pixios sampai lupa ketika dia ingin menjabat tangan Griffin, “Pixios, kamu tahukan apa peraturan di sini?” seru Zake, sebelum Griffin marah akan sikap pengawal tua itu.


“Maaf – Maaf Lord,” ucapnnya gugup, dia benar – benar merutuki kebodohannya yang lupa, bahwa tidak bisa sembarangan orang menyentuh kulit Griffin yang sangat sensitif itu.


Peraturan itu dibuat oleh mendiang Arvan, yang tidak ingin kulit dan tubuh cucunya terkontaminasi oleh kotoran – kotoran yang mereka bawa.


“Zake, lakukan apa yang harus kamu lakukan!” titah Griffin dengan Lugas, sebelum akhirnya dia kembali melangkahkan kakinya untuk segera menuju Kastel utama.


“Baik Lord,” jawab Zake, dengan menundukkan kepalanya hormat.


Setelah Griffin menjauh, barulah Zake mengangkat kembali tubuhnya untuk tegap menatap Pixios.


“Pixios, kamu tahu bahwa peraturan di sini, pengawal yang sudah berusia 50 tahun, sudah tidak diperbolehkan berada di Kastel Utama, bukan?” jelas Zake, yang seketika membuat Pixios paham, bahwa sudah saatnya dia harus Pansiun.


“Maaf Tuan, saya –“


“Pergi ke ruangan Sasah dan dia akan mengurus semuanya!” perintah Zake mutlak, dan setelah mengatakan hal itu, barulah Zake kembali melangkah untuk menyusul Griffin ke ruang utama.


**


Griffin yang berjalan dengan santai, kini langsung masuk ke dalam lift khusus yang menuju kamarnya.


“Apakah pekerjaanmu sudah selesai Zake?” tanya Griffin, ketika dirinya menyadari kehadiran asistennya itu sedang berdiri di belakang tubuhnya.


“Sudah Lord,” jawab Zake dengan tenang.


Ketika Lift sudah terbuka Griffin masuk ke dalam, dan melihat Zake yang sedang berdiri di luar.


“Pergilah beristirahat, dan jangan lupa, besok sore kamu harus menemuiku,” ucap Griffin, sebelum pintu lift itu tertutup.

__ADS_1


“Baik, Lord,” jawab Zake, dengan kembali menundukan tubuhnya, walaupun pintu lift itu telah tertutup.


****


Sesampainya di kamar, Griffin langsung menghirup udara sebanyak – banyak mungkin.


“Kintan,” gumamnya, ketika menghirup aroma tubuh wanita yang sangat dia rindukan.


“Aahhhh, penciumanmu memang begitu tajam, aku sampai tidak bisa bersembunyi,” ucap Kintan, yang akhirnya membuka selimutnya, karena Griffin sudah lebih dulu mengetahui keberadaanya.


Bola mata Griffin langsung membulat sempurna, ketika melihat Kintan ada di depannya saat ini.


Dengan langkah yang cepat, Griffin langsung mendekap tubuh mungil wanita itu.


Bahkan sangking cepatnya langkah itu, Kintan sampai terkejut ketika mendapatkan pelukan tiba – tiba dari kekasihnya.


Rasa rindu, rasa takut akan kehilangan itu akhirnya sirna, ketika mendapatkan bahwa Griffin baik – baik saja.


“Kintan?” lirih Griffin dengan pelan.


“Ya, ini aku Kintan Fin, aku –“


“Aku tidak ingin mendengar apa pun alasanmu, aku hanya ingin tahu bagaimana keadaanmu sekarang?” Griffin benar – benar merindukan wanita itu, sampai – sampai dia sama sekali tidak ingin melepaskan pelukannya walau hanya sedetik saja.


“Di luar, ada Deri,” ucap Kintan, yang memberitahu keberadaan pria yang sudah menculiknya dulu.


“Griffin,” tegur Kintan, yang lebih dulu menarik tangan kekasihnya itu.


“Tan, Lepaskan aku! Aku tidak ingin menyakitimu saat ini.”


“Tidak, sebelum kamu mendengar cerita sebenarnya dulu,” bantah Kintan, yang lebih tahu, bahwa Griffin tidak akan membantahnya.


Griffin tidak mengiyakan kalimat Kintan, akan tetapi dia juga tidak menolaknya, “Deri, menculikku, karena dia merasa frustasi ketika cintannya ditolak oleh Lyla,” ungkap Kintan, pada Griffin.


“Apa maksudmu Tan?” tanya Griffin dengan sedikit membentak.


“Aku tidak berbohong, Deri mencintai Lyla, Namun sepupumu itu menolaknya, dan dia menculikku untuk mengetahui semua kesukaan dari Lyla, dan karena aku tidak banyak mengetahuinya, akhirnya aku memintanya untuk bertemu dengan kamu.”


“Tidak ada salahnya bukan? Kalau kita kembali berteman seperti dulu,” jelas Kintan, yang kini mendapatkan tatapan tajam dari Griffin.


“Jadilah Griffin yang dulu, dan aku akan lebih mencintaimu, setidaknya cairkanlah sedikit perasaan sakit ini,” pinta Kintan, yang tidak mungkin di tolak oleh Griffin.


Bagi pria itu, mendapatkan kembali rasa Cinta Kintan seperti seratus persen seperti dulu, rasanya tidak masalah jika dia harus berteman dengan Deri.

__ADS_1


Yang jelasnya, dia tahu bahwa pria brenggsek itu menginginkan Lyla, bukan kekasihnya.


“As you want baby,” jawab Griffin final, dan dia langsung meluumat bibir sexy Kintan.


“Tapi aku menginginkanmu sekarang,” pinta Griffin dengan suara sensualnya.


“Lakukanlah sayang,” jawab Kintan, karena sungguh dia juga sangat menginginkannya.


Dia merindukan setiap sentuhan yang Griffin berikan kepadanya.


Mereka berdua akhirnya larut pada rindu yang sangat menggairahkan, Kintan benar – benar larut dengan rasa rindunnya hingga wanita itu lupa, bahwa di luar sana tengah ada seseorang yang menonton live perbuataanya bersama Griffin secara live.


“Brengggseek, harusnya aku yang ada di sana menikmati tubuh Kintan dan mencurahkan semua perasaan cintaku,” batinnya, yang merasa marah dengan perbuataan Kintan saat ini.


***


Setelah menidurkan Griffin, akhirnya kini Kintan telah bebas dari pelukan kekasihnya itu.


Dia lelah dengan sinyal gelang yang sejak tadi bergetar menandakan panggilan dari Deri.


“Ada apa kamu memanggilku?” tanya Kintan yang begitu kesal, sambil memasang kancing kemeja Griffin yang dia gunakan saat ini.


Deri yang sedang menatap Kintan dari jauh, bisa melihat jelas semua tanda merah yang bahkan sampai ada di seluruh paha wanita itu.


Dan ketika tatapan Deri jatuh pada Gunung kembar Kintan yang memang tidak menggunakan Braa itu, secepat kilat Kintan langsung menutupinya dengan ke dua tangannya.


“Percuma kamu tutupi? Bahkan aku sudah melihat seluruhnya tadi,”


“Melihat bagaimana tubuhmu ini merasa sangat haus akan sebuah sentuhan yang diberikan oleh Griffin tadi,” terang Deri, dengan sedikit memutari tubuh Kintan dan menghirup aromanya.


“Bahkan sekarang, aroma pria itulah yang menempel pada tubuhmu,” sambung Deri, dengan tangan yang mulai mengelus jemari Kintan yang begitu lembut.


Plaaakkkkk, satu tamparan mendarat sempurna di pipi Deri, membuat pria itu sontak menatapnya tajam.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2