
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Saat ini, tengah diadakanya perjamuan makan malam keluarga serta kerabat terdekat, tidak terkecuali Kintan, Aiden dan Freya yang tidak mengetahui tentang permasalahan putrinya dengan teman kecilnya itu, membuat mereka tetap saja mengundangnya.
“Selamat ya, Lyla, Deri akhirnya kalian menikah juga,” ucapnya dengan penuh semangat. Terlihat sekali, bahwa di pernikahan Deri dan Lyla, jika dirinya lah yang paling merasa sangat bahagia.
Bagaimana tidak, jika sekarang Deri dan Lyla sudah menikah, itu berarti, sudah tidak akan pernah ada hambatan untuknya terus selalu bersama dengan Griffin.
Lyla yang sudah begitu sangat benci kepada wanita ular ini, hanya memasang wajah datarnya saja, begitupun juga dengan Deri, dia yang awalanya ingin membalas senyuman Kintan, kini dia urungkan agar tidak menyakiti hati istrinya.
Kintan yang sangat tidak perduli dengan reaksi sepasang pengantin itu, kini beralih kepada Aiden dan Freya untuk menyalami ke duanya.
“Hallo Uncle, Aunty, selamat ya untuk kalian, semoga segera dapat cucu ya Aunty Uncle,” ujarnya dengan suara yang begitu manis.
Aiden tetaplah dengan wajahnya yang datar, sedangkan Freya membalas senyuman Kintan dengan begitu tulus, “Terima Kasih ya Kintan, sudah menyempatkan waktunya untuk datang ke sini.” Sahut Freya.
“Ah tidak perlu berterima kasih Aunty, Lyla sahabat Kintan, tentu saja, Kintan harus datang ke acara paling bahagia untuk Lyla,” balasnya lagi, benar – benar membuat Lyla ingin sekali muntah mendengarnya.
“Ah iya Aunty, saya dari tadi tidak melihat Griffin, apakah dia tidak datang Aunty?” Tanyanya pada Freyaz.
__ADS_1
Aiden yang mendengar pertanyaan Kintan itu, kini menyeritkan keningnya bingung, “Kenapa dia harus datang ke acara ini? Saya tidak mengundangnya!” Tegas Aiden, yang lalu mendapatkan teguran sikut dari Freya.
Tentu saja Kintan merasa bingung dengan jawaban Aiden, karena dirinya belum tahu tentang permasalahan antara Keluarga mereka.
“Ahh Kintan, Uncle kamu jangan didengarkan.” Sambung Freya, benar – benar merasa Aiden terlalu sembarangan dalam berbicara.
“Griffin tidak datang hari ini, karena dia ada perjalanan bisnis keluar,” tungkas Freya, yang membuat perasaan Kintan merasa tenang, karena beberapa minggu ini dia sudah merasa bahwa Griffin memang sengaja menghindarinya dengan alasan perjalanan bisnis.
“Tetapi, Griffin mengirim istrinya datang ke sini.” Ucapan Freya, nyaris membuat Kintan, Bahkan Lyla dan Deri yang mendengarnya seketika membulatkan matanya besar.
“Istri, Mamah?” Sahut Lyla yang lebih dulu protes dengan kalimat mamahnya itu.
Freya menganggukan kepalanya pelan, dan lalu melihat ke arah seorang wanita yang berdiri tidak jauh dari pintu masuk melangkah mendekat ke arah mereka.
“Kenapa istrinya datang Mah? Papah tidak mengundang mereka?” Bisik Aiden kesal kepada istrinya.
“Mamah tidak mengundangnya Pah, yang mengundangnya itu, Aunty Eden dan Jenni,” balas Freya yang tidak terima jika disalahkan oleh suaminya.
Historia, wanita yang memang tidak mengerti situasi buruk yang ada, kini hanya memasang senyum yang begitu lembut, di saat dirinya sudah tepat berada di depan pasangan pengantin yang baru saja menikah itu.
“Hallo, saya Historia, istri dari Griffin Manopo,” salamnya dengan mengulurkan tangan pada Lyla.
__ADS_1
Sejenak Lyla terkejut, lalu mengalihkan pandangnya kepada Kintan, “Ohhh, ya, kamu Istrinya Griffin sepupu aku ya.” Suara Lyla kali ini benar – benar terdengar sinis, bukan ditujukan kepada Historia itu sendiri, melainkan kepada wanita yang saat ini telah mengeluarkan api di kepalanya.
Dengan polosnya Historia menjawab dengan anggukan kepalanya pelan, lalu beralih kepada Deri, “kita sudah pernah bertemu di Mansion Griffin pada saat itu bukan?” Ucapnya pada Deri.
“I – iya,” balas pria itu dengan terbata – bata. Dia masih tidak menutup rasa keterkejutannya kepada situasi ini.
“Selamat ya untuk kalian, semoga kalian bisa segera dapat momongan, seperti saya dan Griffin,” tandasnya, dengan gerakan mengelus perutnya pelan.
Lagi dan lagi, kenyataan Griffin telah menikah saja, sudah mampu membuat geger situasi di sana, apa lagi, dengan polosnya Historia mengatakan bahwa dia tengah mengandung anak Griffin, pasti sangat membuat semua orang di sana spot jantung.
“Ha – hamil?” Tanya Lyla, meyakinkan bahwa pendengarnya tidak salah.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
__ADS_1
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*