
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Sejahat – jahatnya Griffin, mereka berdualah yang sebenarnya tahu, apa yang sebenarnya dirasakan oleh pria itu, terlebih mereka berdua juga yang pernah lihat tatapan kehangatan yang sangat Ia butuhkan.
“Sekarang kamu beristirahatlah,” Deri berkata dengan begitu lembut, lalu dia menggendong tubuh Lyla yang sedari tadi duduk di kursi, untuk pindah ke tempat tidur.
“Dulu, Mamah pernah cerita, jika Papah juga pernah membuat kaki Mamah aku lumpuh,” Lyla bercerita, selama dia berada di gendongan Deri.
Dari sini dia bisa menatap wajah tampan suaminya itu lebih jelas, dengan tangan yang melingkar di leher suaminya, Lyla tidak berhenti menganggupi setiap lekukkan wajah Deri.
“Oh ya, lalu? Apa yang terjadi?” Tanya Deri antusias, sembari meletakan tubuh Lyla dengan perlahan.
“Hemm, bahkan tidak hanya itu, Mamah pernah menjadi pasien sakit jiwa, karena kehilangan bayi ke duanya,” ujarnya lagi.
Di sini Deri sempat terkejut, bayi ke dua? Berarti Lyla ini bayi ke berapa? Batinnya yang ternyata membenarkan saja bahwa Lyla adalah anak kesayangan. Jika sampai sebesar itu ujian pernikahaan orang tuanya.
“Aku tidak menyangka jika dulu Mamah bisa begitu benci dengan Papah, tetapi lama kelamaan bisa tumbuh cinta di antara mereka,” Lyla kembali bercerita, dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
“Kita akan seperti itu nantinya,” sambung Deri, yang mampu membuat Lyla langsung diam membisu.
Muacchh, suara kecupan di berikan oleh Deri dikening Lyla, “selamat malam,” ucapnya, lalu mematikan lampu yang ada di sebelah tempat tidur bagian Lyla.
Lyla yang masih diam membisu, kini menoleh ke arah Deri yang sudah berada di sisi ranjang sebelahnya. “Selamat malam,” balasnya, lalu melihat Deri juga mematikan lampu tidur di sisinya.
**
Sedangkan di sisi lain, Historia yang baru saja sampai di rumah, kini dikejutkan dengan kehadiran Griffin dihadapannya.
“Sejak kapan kamu pulang?” Tanyanya dengan raut wajah kebingungan.
“Aku tidak perlu mengatakan kepadamu apapun hal yang aku lakukkan,” ucapnya dingin pada Historia.
Wanita cantik itu terlihat menghela nafasnya, “Terserah saja,” balas Historia, yang sudah sangat mengetahui sikap dingin suaminya.
__ADS_1
Merasa tidak akan ada percakapan lagi, Historia kini memilih untuk kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. “Apakah kamu bertemu dengannya?” Tanya Griffin, yang kini sudah berada tepat dihadapan istrinya.
“Siapa?”
“Kintan,”
“Siapa dia bagi kamu?” Tanya Historia balik.
“Bukan urusanmu -,”
“Siapa dia dan aku akan menjawab pertanyaanmu!” Tegas Wanita itu.
Griffin sadar, bahwa wanita yang dia nikahi ini, adalah sosok wanita tangguh yang bahkan tidak bisa ditindas oleh siapapun.
“Dia adalah mantan pacarku, sebelum aku menikahimu.” Jawab Griffin dengan wajah yang datar.
“Apa hubungan kalian berakhir karena mencintaiku? Atau kamu masih berhubungan dengan dia sampai saat ini?” Tanya Historia dengan tatapan menyelidik.
“Dengar suamiku! Aku tidak akan perduli bagaimana hubunganmu di luar sana, tetapi jangan pernah kamu membahayakan aku dan anak ku dalam jeratan musuh – musuhmu!”
“Tergantung jika kamu menganggapnya,” balas Historia dengan nada pelannya.
Griffin terlihat mengambil segelas birnya yang ada di atas meja, lalu menegguknya dengan cepat dan langsung menghabiskkannya. “Pergilah ke kamarmu, aku tidak mau kamu kelelahan.” Ucapnya pada Histo, yang sedari tadi hanya memandangnya heran.
Historia menganggukan kepalanya pelan, lalu mencoba melangkah melewati suaminya yang berdiri tidak jauh dari tangga menuju kamar. Tetapi setelah dia melewati Griffin, entah kenapa dia ingin sekali mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya kepada lelaki yang berada di belakangnya ini. Lalu kemudian dia kembali membalikkan tubuhnya, dan melihat punggung belakang Griffin.
“Suamiku, aku tahu kamu tidak suka dengan apa yang akan aku katakan, tetapi, setelah sedikit banyaknya aku dengar tentang kamu, tentang semuanya, dari Nenek dan Kakekmu.” Ucapnya pelan, lalu kembali melangkah untuk bisa berada di hadapan suaminya.
“Aku hanya ingin bilang, Ketika kamu disakiti, aku tahu kamu juga akan menyakiti, tetapi jika kamu terus menyakiti seseorang, maka akan banyak orang yang tidak menyukaimu, termasuk keluarga besarmu. Dan jika bisa, rubahlah rasa sakit itu agar kamu bisa berbuat kebaikan. Karena aku tahu, mengenal rasa sakit itu akan membantumu untuk lebih dewasa. Terutama, dapat meningkatkan kekuatan untuk berpikir, dan memutuskan semuanya sendiri.”
“Kenali, dan pikiran lagi tentang rasa sakit itu, lalu ketika kamu sudah mendapatkan jawabnnya, maka putuskan dan ungkapkan jawaban itu sendiri.” Historia menatap Griffin dengan lekat, memancarkan sebuah rasa perduli yang tidak pernah pria itu lihat sebelumnya.
“Historia, jika kamu sampai kelelahan, dan membahayakan jiwa putraku, maka akan aku bunuh kamu.” Balas Griffin, yang malah membahas hal lain.
Histori, sejenak langsung menyipitkan matanya tajam, “hish, dia merusak suasana saja.” Umpatnya pelan, dan lalu segera melangkah dengan cepat menaiki tangga kamarnya.
__ADS_1
Griffin menggelengkan kepalanya pelan, dengan senyum tipis di bibirnya, selama ini baru wanita itu yang berani sekali menasehatinya. “Jauh beda dengan Kintan,” lirihnya pelan, lalu kembali meneguk minumannya.
Sedangkan Historia yang baru saja sampai di dalam kamar, kini melihat ke sekelilingnya, jika barang – barang di dalam kamarnya kini terlihat lebih banyak. “Kok hawanya jadi tidak enak ya,” gumamnya pelan, lalu beralih membuka lemari baju. “Kenapa banyak sekali pakaian Griffin di sini?” Tanyanya pada diri sendiri.
“Bukannya sejak tadi kamu sendiri yang mengatakan, suamiku – suamiku,” suara bariton yang terdengar, membuat Historia langsung menutup pintu lemarinya. “Kamu bukannya akan tinggal di Italia, kenapa jadi ? –“ kalimantnya terhenti, ketika melihat Griffin yang sudah lebih dulu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Historia kembali menatap pria itu heran, apa sebenarnya maksud pria ini, bukankah kemarin dia yang mengatakan akan meninggalkannya dan tidak perduli dengan semua tentangnya, lalu apa ini?”
“Suamiku, kamu –“ ucapnya terhenti, ketika mendengar suara pecahan kaca dari bawah lantai satu rumahnya.
Prangggg,,praangggg,,,praanggg, “pelacur keluar kamu!!!” Suara seorang wanita, yang di susul dengan suara lelaki, yang sepertinya suara anak buah dari Griffin.
Pria yang hampir saja menutup matanya itu, sontak saja terbangun, lalu memeluk tubuh istrinya yang terlihat sedang kebingungan. “Siapa dia Fin?” Tanya Hsitoria dengan nada yang tegas.
“Kamu tunggu di sini, aku akan bereskan dia,” pesan Griffin yang dijawab anggukan dari istrinya.
“Oke, tapi lepaskan dulu pelukkanmu, perut aku terasa sesak!” Pintanya dengan memukul lengan kekar pria itu.
Sontak saja, Griffin langsung melepaskannya, dia juga heran kenapa paniknya dia langsung memeluk tubuh istrinya.
Historia yang memandang bingung ke arah Griffin, kini hanya bisa terdiam saja melihat suaminya itu kini melangkahkan kakinya keluar dari kamar untuk menemui wanita yang sedang mengamuk di bawah sana.
Tetapi, Historia, tidak bisa diam begitu saja, dia bahkan mempunyai rasa Kepo yang jauh lebih besar dari pada apa yang Griffin kira, dia perlahan juga ikut melangkahkan kakinya keluar kamar, dan melihat dari atas siapa yang sebenarnya datang ke rumahnya untuk marah – marah seperti itu.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
__ADS_1
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*