Cassino Kings ( Griffin Struggle )

Cassino Kings ( Griffin Struggle )
Chapter 45


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Ketika Arvan sudah pergi, Briell mendengar ada suara yang samar - samar terdengar. “Daddy.” Gumanya, lalu segera naik ke tempat tidur untuk berpura - pura koma.


Dengan samar Briell dengan Mario Daddnya dan seseorang masuk ke dalam ruang perawatah mereka.


Orang itu terdengar seperti menjelaskan tentang keadaan mereka pada Mario, dan Briell sedari tadi tahu bahwa orang itu menyebutkan bahwa dirinya adalah seorang tabib yang handal.


Mario mendengar semuanya secara terperinci, dan setelah menjelaskan semuanya, tabib tadi kembali meracik tumbuh-tumbuhan yang sudah di dapat oleh Robert dengan mencarinya di seluruh penjuru dunia, karna banyak tamanan dan tumbuhan langkah yang hanya terdapat di Negara dan Daerah tertentu saja.


Dan untungnya saja Arvan mempunyai Jet tercepat di Dunia, membuat Robert tidak begitu kesulitan untuk berpindah dari Negara satu ke Negara lainya.


Di saat Tabib sedang meracik obatnya, dan Mario yang sedang berdiri memperhatikan putrinya. Tiba-tiba saja Albert terlihat membuka matanya dengan perlahan.


“Ah, Albert sudah sadat.” Batin Briell, karena mendengar suara yang sangat dekat dengannya.


Sontak Mario langsung berjalan mendekatinya. “Albert kamu sudah sadar?” tanyanya melihat Menantunya yang sudah membuka matanya itu.


Sedangkan Tabib Achong langsung memeriksa keadaan Albert, yang merupakan Mukjizat dari Tuhan, pasalanya jika di lihat dari kondisi ini, harusnya Briell dululah yang tersadar baru setelah itu Albert, karna mengingat kondisinya yang belum pulih bahkan masih di bilang kristis. Padahal dirinya sama sekali tidak tahu bahwa memang Briell dulu lah yang sudah sadar di sana.


“A,,aku,,aku dimana?” tanya Albert dengan suara seraknya.


Sontak membuat Mario tersenyum bahagia, “kamu selamat Albert,,kamu selamat Nak.” Tangis harus Mario dan langsung memeluk tubuh Albert yang masih sangat-sangat lemah.


Dan Tabib Achong terlihat sibuk meracik ramuan kembali dan memberikanya pada Albert. “Ini lu minum dulu ha.” Titahnya dengan suara khas logat Chinesenya.


Albert telihat bingung dan berpikir sejenak mengingat apa yang terjadi saat ini, namun Mario menatapnya dengan lembut, dan memberikan kode agar dia meminum ramuan itu.

__ADS_1


Dengan ragu Albert mengambil gelas itu, dan mencium ramuan yang terlihat dengan warna yang sangat aneh itu. “I,,ini apa?” tanyanya dengan mengembalikan gelas itu dan enggan untuk meminumnya.


“Lu mesti minum, ini banyak bagus buat lu punya badan, bisa kembali sehat loh.” Jawab tabib Achong.


“Minumlah Albert, itu adalah ramuan traditional yang bagus untuk tubuhmu dan menyembuhkan luka tusukan itu,” sahut Mario yang meminta agar Albert menurut saja saat ini.


Albert yang melihat wajah mertua dan tabib itu, dengan ragu meminumnya dengan menutup hidungnya agar tidak menghirup aromanya, dan dengan sekali tegukan obat itu berhasil dia minum dengan wajah yang mau muntah menahan rasa pahit obat itu.


Namun Albert tersadar akan satu hal, dan langsung bangkit dari posisinya dengan perlahan. “Briell, istriku?” tanyanya dan langsung mengalihkan pandanganya ke sebelah dimana tempat Briell berada. “Sayang hissk,,hisskk, Kamu belum sadar sayang? Mengala lama sekali?” Tangisnya pecah melihat istrinya yang masih saja terbujur tidak sadarkan diri itu.


Dan dia kembali menoleh pada Mario, “kenapa istri Albert belum sadar Dad?” Tanyanya pada Mario dan menatap ke arah tabib itu, “keadaanya sudah stabil, dan harusnya dialah yang sadar lebih dulu di bandingkan Tuan Albert ini, tapi entah mengapa dia masih belum sadarkan diri seperti ini.” Sahut Tabit itu, dengan terus memeriksa keadaan Briell.


Namun Tabib tadi merasa ada yang aneh dengan tubuh Briell, namun Robert yang berdiri di belakanganya, memberikan kode agar tabib itu diam dan tidak mengatakan apa pun.


Albert yang mendengar itu, langsung menggengam erat jemari Briell dengan lembut. “Sayang bangunlah, kita selamat sayang, bangunlah, ayo bangun ingat Griffin sayang dia masih butuh kita,” lirinnya pelan, dengan menaruh harapan penuh dengan kesadaraan istrinya.


Mario melangkah mendekat ke arah Briell putrinya, lalu kini dia juga menggengam erat tangan putrinya “bangunlah putri Daddy sayang, Griffin butuh kamu anak, bangun lah,” lirihnya juga yang terus menerus berintraksi dengan Briell.


Dan lalu kini Mario menatap ke arah Albert, “saat ini keadaan Griffin sedang kritis, dia menderita penyakit Hernia dan sudah melakukan operasi, namun operasi itu gagal, dan kali ini dia harus menjalani operasi untuk yang kedua kalinya, dia sangat menderita, Daddy tidak bisa melihatnya seperti itu lagi, Daddy merasakan sesak melihat baby mungil yang harus merasakan sakitnya alat-alat rumah sakit, hisskk,,hiksskk, kuatkan Daddy Albert, sembuhlah untuk mendukung Griffin, dia butuh kamu sebagai ayahnya, dia butuh orang tuanya, bangkitlah dan bantu dia untuk berjuang.” Lirihnya benar-benar tidak tahu lagi harus berbuat apa, kekayaan dan kekuatan diri rasanya sangat tidak berguna sama sekali saat ini untuk menolong cucunya.


“Anak ku, Ya Tuhan jangan berikan rasa sakit ini padanya,hisskk,,hisskk Dad antar Albert menemui putraku Dad,tolong,” pintanya memohon pada Mario.


“Pulihkan dulu keadaanmu Albert ba-“


“Hish, Daddy, kalau nanti - nanti rencana ini malah gak akan berjalan Dad.” Batin Briell, merasa Daddynya ini sangatlah tidak mengerti akan situasi


“Enggak Dad, Albert mau sekarang, Albert harus menemani anak Albert,,” mohonya dengan sangat kepada Mertuanya.


Mario yang bingung saat ini langsung menatap ke arah Tabib itu meminta jawaban, “apakah saya boleh membawanya pergi?” Tanya Mario pada tabin achong.

__ADS_1


Tabib itu terlihat berpikir sejenak, lalu melangkah membuat sebuah ramuan khusus agar luka di tubuh Albert itu secepatnya mengering.


“Minum ini dulu,” ucap Tabib itu dengan memberikan sebuah ramuan lagi pada Albert yang langsung di terima tanpa basa basi dan segera meneguknya tanpa sisa.


Tak lupa Tabib itu memberikan beberapa kantong ramuan yang sudah dia siapkan. “Ini adalah ramuan penyembuh luka, kamu wajib meminumnya sampai habis, dan ingat jaga kesehatan tubuh kamu sampai luka tusukan itu benar-benar mengering, dan saya di sini tetap akan berusaha untuk menyelamatkan istrimu.” Ucap Tabib itu dengan sangat ramah.


“Baik, saya pasti akan menghabiskanya,” jawab Albert yang sebenarnya sedang menahan sakit di dadanya akibat luka tusukan yang masih basah itu.


Bahkan tidak lupa dia melihat luka yang sama berada di dada istrinya, “cepat bangun ya sayang, berjuanglah demi anak kita, demi Grffin kita, aku menunggu mu sayang.” Bisiknya di telinga Briell, lalu memberikan sebuah kecupan kecil di kening istrinya yang seperti orang tidur.


“Aku pergi dulu ya sayang, aku mau bertemu putra kita untuk memberikanya dukungan ya sayang, kamu jangan khawatir, karna aku sangat yakin jika putra kita akan baik-baik saja, karna dia putra kita,” ucapnya lagi dengan pelan, dan langsung beralih pada Mario.


“Dad aku sudah siap.” Yakinya menatap Mario agar segera berangkat.


Mario langsung menganggukan kepalanya pelan, dan melangkah menuju jet yang terparkir dengan Albert yang mengikuti di belakangnya. Tak lupa Mario menghubungi Arvan terlebih dahulu untuk memberitahukan tentang kedatangan Albert yang ingin memeluk putranya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2