
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Kartu kembali di acak oleh Antonis dan juga Gema, untuk mencegah kecurangan yang ada.
Antonis dan Gema masing - masing mengambil kartu yang lalu di saat bersama memberikannya pada Griffin dan Adit.
Griffin terlihat senyum, sepertinya dia mulai meremehkan permainan ini, sedangkan Adit terlihat kesal berpikir kenapa dia harus bermain dengan seorang anak - anak. Padahal dia niatnya ingin bermain bersama dengan Albert yang merupakan lawan yang sangat tidak spadan. Dia tahu kalau Albert tidak bisa bermain kartu makanya tadi dia yakin untuk menang.
Tapi karena lawanya adalah Griffin, maka dia tidak bisa bermain - main lagi saat ini.
Griffin mulai melihat - lihat kartu yang dia dapatkan, Albert yang ada di belakangnya juga ikut penasaraan dan mengintip kartu yang putranya pegang.
“Old Maid Angka 5.” Batinya merasa mulai khawatir dan dia melihat Griffin memberikan kartu kembar pada Antonis menyisahkan 3 kartu di tangannya yang salah satunya adalah kartu Maid.
Adit mulai mengangkat dua kartunya dan membiarkan Griffin mulai menebak dan mengambil salah satu kartu yang dia pegang.
Dengan penuh keyakinan Griffin menarik kartu angka 2 dan menyatukan dengan angka dua yang di tangannya dan memberikan lagi pada Antonis.
“Pak Tua, apakah kamu mau mengambil kartu yang ini? Ini gratis loh.” Tanya Griffin, menunjuk kartu yang ada di sebelah kanan tanganya. Padahal kartu itu adalah karru Old Maid.
“Percayalah padaku, jika kartu ini adalah kartu keberuntungan, maka tariklah.” Griffin menyuruh Adit untuk menarik kartu mati di tangannya.
Sampai - sampai Albert menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Bisa - bisanya anak ini bermain - main di saat yang seperti ini, menggap semua orang bodoh dan akan mengikutinya.
Tetapi Adit malah menarik kartu yang ada di sebelah Kiri, lalu tertawa melihat kartu angka 6 di tanganya.
“Hahahahaha, kamu akan selesai hari ini.” Ucap Aditiya begitu merasa yakin jika dia bisa mengalahkan Griffin.
Sedangkan Griffin hanya bisa tersenyum tipis menanggapinya, dan melihat angka Old Maid 5 di kartunya.
“Bodoh sekali anak ini! Jangan bertingkah jika ini semua akan baik - baik saja!” Maki Briell yang menonton tayangan itu dari rumah.
Sedangkan Albert mulai merasa khawatir. “Langsung angka 5” lirihnya pelan.
Lalu tak lama kemudian, keluar beberapa orang mulai merakit kayu yang akan menjadi sebuah tiang gantung.
Griffin hanya tersenyum, bahkan seperti takjub melihat tiang Hangman itu berdiri.
“Tiang utama dengan 4 kaki penyanggah, lima bagian lengkap. Hanya 6 tersisa.” Lirih Gema, meremehkan kekuatan Griffin.
Kembali Griffin tersenyum, dan menggaruk tengkuknya. “Ya ampun, ini akan terjadi semudah itu,”
Ronde 2
__ADS_1
kembali Gema dan Antonis menacak kartu dan memberikan kepada dua pemain.
Albert kembali mengintip kartu Griffin, dan tidak ada sama sekali kartu Old Maid. “Bagus.” Gumamnya merasa akan memimpin fi ronde ke dua ini.
“Kali ini, Tuan Aditiya yang akan memulai.” Ucap Gema.
Dan mulailah Griffin mengangkat kartunya. Sepanjang permain Griffin hanya terlihat senyum saja, sedangkan Aditiya sudah terlihat mulai tegang.
Ketima sudah tersisa dua kartu, Griffin kembali mempermainkan Aditiya. Dan tidak mengambil kartu itu.
“Apakah kartu yang ini?” Tanya Griffin padanya.
“Maka cepat tarik kartu ini!” Teriak Aditiya merasa Griffin sangat mengulur waktu.
Griffin menarik kartu yang ada di tangan kanan Aditiya, yang memperlihatkan Angka 4 old Maid.
“Angka 4?” Gumam Albert, yang kembali merasa lesuh.
“Angkat kartumu dan akan aku akhiri permainan ini!” Perintah Adit, yang meminta Griffin mengangkat kartunya.
Dengan ragu Griffin mulai mengangkatnya, dan betapa pusingnya dia ketika melihat Adit menganbil kartu di tangan kanannya dan menyisahkan karti Old Maid Angka 4.
Aditiya tertawa, dan memperlihatkan kartunya. “Aku menang.” Ujarnya, lalu membuang kartu itu begitu saja.
Tiang gantung mulai di rakit kembali dengan 4 bagian. membuat Albert merasa tidak ada harapan lagi. “Griffin.”
“Tinggal dua bagian, maka tiang gangung Hangman akan lengkap.” Ujar Gema lagi.
“Jika kalian ingin menakutiku, percayalah itu tidak akan berhasil.” Seru Griffin, memberikan peringatan kepada Adit dan Antek - anteknya.
“Ayo cepat, kita mulai Ronde ke tiganya.” Timpalnya lagi, lalu kembali bediri di tengah arena.
***
Ronde 3
“Tuan Aditiya yang memulai,” unar Gema, yang membuat Griffin langsung mengangkat kartunya.
Permainan ronde ke tigapun di mulai, terlihat permainan itu baik - baik saja sampai Griffin kembali menarik Kartu Angka 1 Old Maid.
“Papah, apa yang harus aku lakukkan sekarang?” Tanya Griffin pada Albert. Kali ini berulah dia merasa sangat ketakutan, karena kurang satu bagian lagi, maka tiang gantung itu akan lengkap.
“Maaf Pah, sepertinya aku tidak bisa mengalahkannya.” Ujar Griffin, menatap Papahnya penuh penyesalan.
“Bahkan yang katanya seorang Cassino king, sepertinya telah habis keberuntungan.” Ujar Gema, berbicara pada Aditiya.
__ADS_1
“Berhenti bicara omong kosong!” sentak Aditiya dengan Gema.
“Keberuntungan itu tidak ada, anak itu hanya fokus pada taktik dan main curang, dia hanya sampah yang bahkan tidak siap untuk mati.”
“Pada akhirnya dia tidak punya apa yang diperlukan, jika kamu masih mempunyai Nyali untuk membuang hidupmu, maka kamu akan pulang dengan membawa kemenangan, mencapai hal yang hebat di dunia.” Sambungnya lagi, dengan penuh keyakinan.
****
Ronde ke 4.
Griffin kembali menampilakan senyumnya, layaknya dia akan mampu untuk membalikkan keadaan.
Ketika mendapatkan pembagian kartu, Griffin kembali melihat seluruh kartu ya dia dapatkan. Dan terlihat dia memegang kartu angka 3 old Maid.
Ketika permainan di mulai, tatapan Griffin kali ini mulai terlihat tajam. Dia terlihat mulai serius seperti bisa membaca kartu yang ada.
Di saat kartu terisa dua di tangannya, Griffin dengan sengaja menjatuhkan kartu itu, lalu menatap tajam ke arah Adit dengan senyum semeriknya.
Sedangkan Adit terlihat masa bodoh dengan apapun yang di lakukan oleh bocah ini.
Lalu Griffin kembali berdiri dan mengacak kartunya, dengan tatapan yang terus lurus ke depan. “Silahkan pilih, yang atas atau bawah!” Pinta Griffin, di saat membentuk tanganya atas dan bawah seperti tangga.
Adit terlihat berdecit sejenak, dia merasa kesal karena di permainkan oleh Griffin.
“Ada apa? Tinggal pilih, atas atau bawah?” Tanya Griffin lagi.
Adit sejenak menghela nafasnya, “bawah,” pilihnya, dan itu semakin membuat Griffin tersenyum.
“Wah - wah, ini pertama kalinya kamu menarik kartu Old Maid ya.” Seru Griffin, seperti menandakan bahwa dirinya benar karena melihat ekspresi dari Adit itu sangat tidak baik.
“Jangan terlalu bersemangat, cepat tarik kartu ini!” Tegas Aditiya, lalu mengangkat kartu di ke dua tangannya.
Dan dengan cepat Griffin menarik kartu angka 3 dari tangan Aditiya dan menyisahkan kartu Old Maid Angka 3 juga di tangan pria tua itu.
Griffin kembali menampilkan senyumnya, dan memperlihatkan kartunya pada Adit yang menunjukan angka 3 kembar. “Aku menang.” Ucapnya, membuat Adit marah, dan membuang kartunya begitu saja.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
__ADS_1
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*