
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Walaupun mereka sudah keluar, tetapi mereka masih di lingkungan Cyberaya, namun Robert sudah meminta agar Mario bisa menangani mereka agar tidak masuk dulu.
Awalnya Mario menanyakan alasannya, namun Robert beralasan jika masih ada rangkaian yang mau dia periksa.
“Sudah 13 menit berlalu, tabib, kamu tolong berhentikan terlebih dahulu pendarahaan Albert.” Pinta Robert pada tabib Achong.
“Okelah,” balas Achong, lalu mengambil peralatannya.
Robert menghela nafasnya, ternyata ini semua lebih cepat dari waktu yang dia perkirakan.
Robert mulai menyungikan dua Epinephrine di dada Briell, namun masih tidak mempan, sampai Robert mencoba yang ke 12 kali, dan akhirnya Briell terbatuk dang mengeluarkan semua air yang masuk ke dalam tubuhnya.
“Aku selamat.” Ucap Briell, ketika dirinya melihat Robert dan yang lainnya.
“Kamu selamat, tapi Albert -“ ucap Robert, membuat Briell menoleh.
“Siapkan alat - alatnya, aku akan mengoperasi suamiku sendiri!” Perintah Briell pada Robert.
“Umhh, Uncle. Apakah ada jantung yang bisa di donorkan? Pasalnya sepertinya jantung Albert sudah bocor dan kita harus cari pendonor lain.” Pinta Briell, karena ketika dia melakukkan Cpr Epinephrine jantung Albert masih merespon, dan dia kembali berdekat, dan yang berarti hanya permasalah di jantung bocor saja.
“Segera akan saya siapkan.” Sahut Robert, lalu pergi ke ruang tahanan Cyberaya.
Di sana memang begitu banyak manusia yang sudah siap untuk menjadi, bukan sudah siap hanya saja itu hukuman untuk mereka karena berani melawan Arvan.
Robert memilih salah satu dari mereka untuk mengambil jantung mereka sebagai pendonor untuk Albert.
Flashback OFF
__ADS_1
Semua yang ada di sana kini mengerti, jika memang lagi - lagi kematian mereka benar - benar adalah sebuah rekayasa yang sangat - sangat merugikan banyak pihak.
“Kalau memang waktu itu kalian selamat, kenapa kalian tidak cepat kembali, dan mengurus anak kalian itu?!” Aiden menggebrak meja, merasa begitu marah dengan keputusaan ke dua orang ini yang bersembunyi sekian lama.
“Aiden benar, kenapa kalian bersembunyi sekian lama ini? Dan membiarkan Kakak aku meninggal karena menanggung kesalahan anak kalian?!” Kini suara Stella yang terdengar.
Wanita itu jarang sekali merasa marah atau bahkan menyalahkan orang lain untuk masalahnya. Namun, apa pun yang di lakukkan oleh Albert dan Briell terkait dengan alasannya. Tetap saja itu sangat merugikan orang banyak.
“Maafkan kami, selama ini kami hanya mendengar jika kabar Griffin sangat baik, dan dia adalah anak yang penurut, karena begitulah yang diceritakan oleh Papah.” Seru Albert, merasa menyesal karena ternyata sepertinya apa yang di sampaikan oleh Arvan pada mereka itu sangatlah berbeda dengan apa yang terjadi sebenanrnya.
“Baik?” Aiden tersenyum kecut ketika mendengar jawaban dari Albert ayah Griffin ini.
“Ternyata, kakakku masih menutupi semua kelakuann buruk Griffin pada kalian.” Ucap Stella, menundukkan kepalanya, merasa perbuatan mendiang kakaknya itu sangatlah tidak adil.
“Kamu tahu, anak kamu mem per ko sa putriku, menghamilinya lalu memaksa Lyla untuk mengu gurkannya.” Ungkap Aiden, membuat ke Albert dan Briell terkejut mendengarnya.
“Apa?” Seru Albert merasa bahwa yang di dengar itu adalah sebuah omong kosong belaka.
“Semua itu benar Briell,” kini giliran Mario yang bersuara, karena dia juga ingin putrinya tahu yang sebenanrnya.
“Dan kakak aku meninggal karena melindungi putramu,” tungkas Stella, membuat Briell menutup mulutnya, karena tidan tahu harus merespon seperti apa.
“Kalau memang kalian akan kembali, please kembali dan kontrol anak kalian itu!” Ucap Alson, saudara kembar Albert.
“Mamah sampai sakit - sakitan karena terus memikirkan nasib putramu itu!” Tambahnya lagi, membuat Briell dan Albert kini harus memijat keningnya pusing.
“Jangan salahkan Griffin atas semua kesalahan ini.” Seru Jenni, membuat semua orang menoleh ke arahnya.
“Semua ini dia lakukkan karena kemarahaannya pada kita semua, karena sudah mengasingkan dirinya jauh dari keluarga, dia di bully, dia di rundung bahkan dia di hina karena dia yatim piatu dan miskin.” Jelas Jenni, membuat Albert dan Briell kini kembali menoleh ke arahnya.
“Di tambah lagi dengan kematian Zein yang merupakan panutannya tetap dengan egoisnya Arvan membunuhnya, itu membuat Griffin semakin dendam pada kita semua.” Tambahnya, ikut menjelaskan pada Albert dan Briell apa yang sebenanrnya terjadi pada putra mereka.
__ADS_1
Satu persatu keluhan dan amarah dari mereka di dengar dengan baik oleh Briell dan Albert, bahkan sampai dia tidak tahu bagaimana caranya harus meminta maaf mewakilkan anak mereka.
“Kita akan bertemu dengannya, untuk masalah Griffin, kalian sudah tidak perlu mengurusnya, karena aku dan Briell, akan kembali pada posisi kita sebagai orang tua Griffin dan kembali mendidik anak itu dengan baik.” Janji Albert, membuat semua orang yang ada di situ merasa senang mendengarnya.
“Oh ya, Albert, sekarang Mamah dan aku sudah tinggal di Indonesia, semua Harta Papah dan juga kedudukan semuanya sudah jatuh pada Griffin, sesuai permintaan Papah.” Alson kembali memberitahukan ke adiknya tentang keputusannya yang tinggal di Indonesia.
Albert menghela nafasnya, “akan aku berikan kembali apa yang sudah seharusnya jadi milik kalian,” balas Albert dengan bersungguh - sungguh.
“Aku adalah suami Briell, dan ayah Griffin, anak itu belum bisa memimpin perusahaan dan mengambil alih kekuatan keluarga Manopo, aku akan menghendel semuanya.” Janjinya lagi, dan membuat semua yang ada di situ kini tersenyum bahagia.
“Aku juga akan mengakhiri perang ini, aku yang akan maju membunuh pria yang bernama Aditiya itu, tidak akan pernah aku izinkan di menyentuh kulit putraku!” Serunya dengan semangat yang berapi - api.
Sudah cukup dia bertahan selama 25 tahun ini, membiarkan Aditiya merasa bahwa dirinya berkuasa. Kali ini sudah masuk eranya Albert dan dia berjanji pada istri dan mendiang Papahnya bahwa dia akan menuntaskan semua dendam yang ada.
Karena setelah ini, mereka yakin jika mereka akan bisa bernafas dengan legah. Tidak ada lagi rasa khawatir akan tersangkut dengan kasus Griffin.
Karena memang harus di akui, jika di antara mereka, Albert dan Briell lah yang paling bijak, serta ke dudukan mereka sangatlah beda dengan ke dudukan yang lainnya. Terutama Albert yang sebenarnya merupakan pewaris tahta selanjutnya setelah Arvan.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
__ADS_1