Cassino Kings ( Griffin Struggle )

Cassino Kings ( Griffin Struggle )
Chapter 14


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


“Akhirnya kamu kembali fokus dalam misi ini,” Sindir Sarah ketika dirinya mendengar rencana yang sudah di atur oleh Deri.


“Pernahkah kamu berpikir tentang penjualan organ manusia?” tanya Deri kepada Sarah.


“Aku sering mendengar tentang kasus kehilangan, tetapi aku belum berpikir hingga ke sana, Apakah kamu berpikir dalang semua ini adalah dalang yang sama dengan hal itu?” Tanya Sarah kembali.


“Aku belum tahu, dan belum bisa memastikannya sebelum kita benar – benar mengungkap kasus ini.”


“Baiklah, here we go,” Sahut Sarah, yang langsung mengenakan kaca mata hitamnya, dan keduanya terlihat masuk ke dalam pesawat yang akan membawa mereka terbang ke Italia.


***


Tiba di Italia dengan memakan waktu 18 jam lamanya, saat ini Deri dan Sarah tidak ingin membuang waktu kembali.


Jam menunjukan waktu dini hari, dan tanpa istirahat, mereka langsung berkunjung ke Cassino tersebut.


Di dalam Cassino itu, Deri dan Sarah bisa melihat tulisan besar WOLF CASSINO yang mereka ketahui adalah nama besar dari Club itu.


“Are you Ready?” Tanya Deri kepada Sarah yang terlihat ragu saat ini.


Sarah menganggukan kepalanya pelan, lalu mereka semakin melangkahkan kaki mereka masuk ke dalam.


Cassino ini terbagi menjadi tiga bagian. Di lantai awal ini hanya terlihat sebuah diskkotik paradis dengan wanita – wanita yang sangat terlihat berumur, namun, Deri dan Sarah sudah mengatakan kepada penjaga di luar, jika dia ingin bermain Black Jet bersama yang lainnya.


“Tidak bisa Tuan, Anda hanya bisa bermain Cassino, ketika sudah mendapatkan izin dari Nona Kintan,” Ucap Penjaga itu.


Dan mau tidak mau Mereka harus mengikuti arahan itu, Dan di sinilah Deri dan Sarah, di dalam sebuah Club yang sebenarnya. Di mana ruangan ini terletak di lantai bawah nomor dua.


Seperti Club Paradise pada umumnya, di sinu Deri bisa melihat anak – anak muda yang baru ingin beranjak dewasa.


Bahkan dia bisa dengan mudahnya melihat banyaknya Sexx bebas di tempat ini, sepertinya wanita – wanita di sini sudah di wajibkan hanya mengenakan segitiga yang sangat tipis serta kain renda yang hanya menutupi put**ing mereka.


“Huffftt, luar biasa,” Deri sampai harus mengehela nafasnya berat, karena senormal apapun, pasti dirinya juga akan merasa teraanggsang jika seperti ini terus.


Namun berbeda dengan Sarah. Wanita itu hanya diam dan memperhatikan wajah wanita itu satu persatu, “Mereka semua berada di sini, bukan karena kemauan mereka,” Bisik Sarah pada Deri.

__ADS_1


“Maksudnya?” Tanya Deri bingung, namun di detik selanjutnya, dia mengikuti arah pandang Sarah, yang melihat wajah – wajah Tertekan dari gadis – gadis Peelllaccur itu.


“Aku bisa menebak, usia mereka tidak ada yang di atas 20 tahun, gadis – gadis Ini, semua hanya bersekitaran usia 13 tahun sampai 19 tahun.” Ucap Sarah lagi. Dan itu adalah kenyataanya.


Dan bahkan Sarah bisa menebak, bahwa di Diskotik atas itu adalah wanita – wanita yang dulunya ada di sini, namun mungkin karena sudah berumur, mereka dipindahkan ke tempatnya sendiri.


Deri cukup cerdik mengamati semua ini, wanita – wanita ini terlihat sangat kecil dan bahkan, besarnya gunung kembar mereka, benar – benar tidak setara dengan bentuk tubuh mereka.


Satu yang menjadi pertanyaan Deri saat ini, Bagaimanakah caranya pemilik Wolf Cassino ini menadapatkan semua anak – anak remaja ini?


Hanya itu, yang lebih dulu menjadi pertanyaan baginya.


**


Di saat keduanya tengah diam dan terus memperhatikan sekelilingnya, tiba – tiba saja, ada sesosok wanita yang mendekat ke arahnya.


“Kintan,” batin Deri, yang begitu jelas mengingat wajah dari wanita yang dia cintai.


Wajah yang selama 12 tahun ini masih tersimpan rapat di dalam hatinya, Wajah yang selalu membuat dirinya bercermin, apakah pantas seorang yatim piatu sepertinya yang tidak memiliki apapun keistimewaan diri bersanding dengan seorang wanita cantik sepertinya.


“Hallo, kalian yang pengunjung baru itu ya?” tanya Kintan, menyapa Deri dan Sarah.


“Ehhh, iya benar,” jawab Deri dengan gugup.


“Saya Deri, dan ini Kekasih saya Sarah,” ucapnya memperkenalkan diri.


“Kintan,” ucapnya dengan tersenyum tipis.


“Ahhh, Nampaknya dia lupa akan diriku,” ucap Deri dalam hati, merasa kecewa ketika cinta pertama yang selalu dia ingat, kini bahkan lupa kepadanya.


Deri tidak salah dalam mengenalinya. Ini adalah Kintan, tapi bagaimana bisa wanita pemalu dan pendiam sepertinya berada di sini?


Itulah pertanyaan kedua yang muncul di otaknya. Deri tidak akan memberitahu Sarah terlebih dahulu soal ini.


Mereka berdua kini di arahkan oleh Kintan ke sebuah ruangan bawah tanah di lantai tiga, yang pintunya saja benar – benar tersembunyi.


Deri saja tidak menyadari bahwa itu adalah pintu.


Braakkkk pintu itu tertutup otomatis, membuat jantung Sarah kembali berdegup kencang.

__ADS_1


Kintan yang tanpa menengok ke arah mereka, masih tetap bisa mengetahui bahwa kedua orang yang berada di belakangnya ini sedang merasa ketakutan.


“Siapapun yang sudah memasuki ruangan ini, tidak akan pernah ada yang bisa keluar, kecuali sudah mendapatkan kemenangan sebanyak sepuluh kali,” ucap Kintan pelan, namun cukup membuat Deri dan Sarah terkejut mendengarnya.


“It’s so Crazy, bagaimana bisa peraturan itu kamu katakan setelah kita masuk ke dalam sini?!” sentak Sarah kepada Kintan.


Dia baru menyadari, bahwa inilah permainan sesungguhnya yang mereka tawarkan kepada masyarakat.


“Beb, tenanglah, aku yakin kita akan bisa memainkannya, Setelah itu kita akan menikah setelah mendapatkan uangnya, bukankah begitu yang kita inginkan?” Deri berusaha menenangkan temannya itu.


Dia tidak mau jika sampai Sarah yang tidak bisa menahan emosinya sampai harus membongkar penyamaran mereka.


Kintan hanya bisa tersenyum kecut mendengarnya, betapa memalukannya pria Ini, hingga harus bermain judi untuk menikahi kekasihnya.


Namun, bagi Kintan itu bukanlah urusannya, yang jelas dia hanya tahu, jika keduanya ini tidak akan pernah berakhir di altar, melainkan Neraka.


Kintan mempersilahkan RJ, pria yang di khuskan bertugas di dalam sana, namun, lagi – lagi Deri tercengang melihatnya, dia adalah RJ, anak dari Uncle Martin, yang merupakan satu pelatihannya dulu bersama dengan Griffin.


“Mulailah permainan,” Suara RJ yang kini mengejutkannya, untuk ikut dalam permainan ini, walaupun sedikit demi sedikit kepingan Puzzle itu mulai terbentuk di dalam otaknya, tetapi dia tidak akan pernah memberitahu dulu hal itu kepada Sarah.


“Aaaahhhhh, tidaaakkkk Ampuuuunnn Tuaannn, aaampuuunnn,” jeritan seorang pria yang diseret keluar oleh anak buah RJ.


Deri bisa melihat dengan jelas, bahwa pria itu di seret tanpa ampun, sedangkan RJ dan Kintan hanya diam dengan tersenyum penuh kemenangan.


“Sudahlah jangan terlalu tegang, anggap saja pria itu adalah sampah yang harus dibasmi,” Ucap RJ lagi. Dan kini mempersilahkan Deri untuk ikut serta main ke arena.


Sarah yang begitu penasaran, tentang kemanakah pria itu di bawa, kini pamit kepada Deri, berpura – pura ingin ke toilet.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2