Cassino Kings ( Griffin Struggle )

Cassino Kings ( Griffin Struggle )
Chapter 36


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


“Ha – hamil?” Tanya Lyla, meyakinkan bahwa pendengarnya tidak salah.


“Iya saya lagi mengandung, masih 6 minggu sih,” jawabnya dengan begitu bahagia, memberitahukan kehamilannya kepada seluruh keluarga Griffin.


Jujur saja, di hati kecil Lyla merasakan sakit, tetapi jika Historia benar – benar hamil, maka jangan sampai Griffin ada lagi niat untuk membunuhnya.


Tetapi, di dalam hati kecilnya juga merasa sangat bersyukur, bahwa kenyataan Griffin telah menikah dengan wanita baik seperti Historia adalah memang pilihan yang tepat, dari pada sepupunya out harus menikah dengan wanita jahat seperti Kintan.


Deri tahu, arah pandangan Lyla mengarah pada perut Historia. Perlahan dia menggengam tangan wanita yang saat ini telah menjadi istrinya itu. “Kita juga akan segera memilikinya setelah ini.” Bisiknya pada Lyla. Dia tahu, bahwa mungkin sekarang Lyla merasa ingin memiliki janin seperti Historia.


Ucapan selamat dan bahagia terlihat jelas dari wajah bahagia seluruh keluarga, tidak terkecuali Eden dan Jenni yang begitu bahagia memperkenalkan cucu menantu dan calon cicit mereka kepada kerabat dekat. Tanpa mereka perdulikan seseorang yang sedari tadi sudah menahan rasa amarah yang menggungung.


“Aku tidak akan membiarkan ini semua terjadi!!!! Griffin hanya milik aku!!!” Batinnya, yang lalu memilih pergi dari acara itu. Hatinya sudah tidak tahan lagi melihat sosok yang sudah mengambil tempatnya sebagain Nyonya Griffin Manopo itu.


****


Sedangkan di sisi lain, Griffin yang baru saja mendapatkan informasi, bahwa Historia baru saja mendatangi pesta pernikahan Deri dan juga Lyla, kini menatap ke arah layar komputernya.


Di sana terdapat sebuah foto hasil USG yang dikirimkan oleh Historia minggu kemarin, dia begitu serius menatap foto itu sampai dia tidak perduli sama sekali dengan panggilan telpon yang terus masuk ke dalam ponselnya.


“Kintan,” gumamnya pelan, tanpa ada sedikitpun niat untuk mengangkatnya.


Entah mengapa, sekarang dirinya seperti sama sekali tidak ada getaran perasaan untuk wanita itu semenjak dia menikah dengan Historia.


Alih – Alih mengangkat panggilan telpon dari Kintan, Griffin lebih memilih untuk menonto CCTV rumah yang dia berikan pada istrinya. Apa lagi semenjak Historia mengatakan bahwa dirinya hamil, Entah perasaan senang atau apa sebenarnya yang dia rasakan.

__ADS_1


Tetapi, dia sama sekali memilih untuk membesarkan rasa gengsinya, dia memilih untuk bersikap biasa aja dan seolah dirinya tidak mau perduli sama sekali.


“Nona Kintan pasti sudah mengetahui tentang Ratu Historia Lord,” suara yang tidak lain dari Zake kini terdengar oleh Griffin.


“Perketat penjagaan untuk Historia!!!” Perintah Griffin pada Zake.


“Keamanan untuk Ratu Historia sudah sangat ketat Lord, terlebih pengawal bayangan dari kakek Anda Tuan Mario, juga mulai membayang di sekitaran Ratu Historia.” Sahut Zake, memberikan informasi kepada Lordnya itu.


“Kalau begitu, awasi terus penjagaan untuk Kintan, perintahkan seluruh pelayan di rumahnya itu untuk melaporkan apa pun tindakkan yang Kintan lakukkan, jangan sampai dia merencanakan sesuatu yang buruk terhadap Historia, karena dengan keadaan seluruh keluarga sudah mengetahui tentang kehamilannya, maka akan bahaya jika sampai cicit keluarga Manopo jika sampai terjadi suatu hal yang tidak diinginkan.” Perintahnya lagi.


“Baik. Lord,,” jawab Zake dengan segera, dengan sedikit senyum di wajahnya karena sudah berhasil membuat posisi Kintan bergeser dari sisi Griffin.


Sedangkan Griffin sendiri sebenarnya sudah sangat paham sikap Kintan, dia khawatir Kintan akan menyakiti Historia dan calon bayinya.


Di saat telah selesai acara, kini Deri dan Lyla terlihat baru saja memasuki kamar pengantin mereka. Ke duanya terlihat gugup dan sama sekali tidak mengeluarkan sedikitpun kalimat untuk memecah keheningan mereka.


“Lyla,”


“Kamu saja dulu,” ujar Lyla mempersilahkan Deri untuk mengungkapkan kalimatnya lebih dulu.


“Lyla, aku ingin meminta maaf kepada kamu, atas kesalahan yang telah aku lakukkan, hingga membuat kamu seperti ini, aku bahkan mungkin bisa paham jika kamu tidak bisa memaafkan aku –“


“Aku sudah memaafkan kamu,” Lyla memutuskan kalimat Deri, karena dia sepertinya paham, kemana arah pembicaraan suaminya ini.


Sontak saja, Deri yang mendengar kalimat itu dari Lyla, terperanjat serta mengucapkan syukur di hatinya, “benarkah? Tapi bagaimana bisa kamu semudah itu memaafkan aku, setelah apa yang aku lakukkan kepadamu?” Deri masih belum yakin, jika Lyla kini telah benar – benar memaafkannya.


Lyla terlihat menarik nafasnya dalam, lalu menghembuskannya dengan perlahan. “Aku pernah mendengar Dunia berkata seperti ini , kasihanlah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu,” ucapnya pada Deri, membuat sosok pria itu, kini mengerutkan keningnya bingung.


Lyla yang memahami itu, kini bergerak mengambil ponselnya, dan membuka aplikasi alkitab di dalamnya, “tetapi di dalam Firman Tuhan aku mendapatkan sajak kalimat seperti ini,”

__ADS_1


“Sekarang aku berkata kepadamu: cintailah musuh – musuhmu dan doakanlah orang – orang yang menganiaya kalian, (45) supaya kalian menjadi anak – anak Bapamu yang di Surga. Sebab Allah menerbitkan matahari – Nya untuk orang baik dan orang jahat juga. Ia menurukan hujan untuk orang yang berbuat benar dan untuk orang yang berbuat jahat juga. ( Matius 5:43-45 ),” ucap Lyla lagi.


Tetapi, setelah mendengarkan ungkapan ayat tadi, Deri kini malah terlihat menundukkan kepalanya, termenung dengan pemikiran yang sangat berat.


“Ada apa Deri? Apakah ada lagi yang mengganggu pikiranmu saat ini?” Tanya Lyla, yang sedikit khawatir dengan beban pikiran suaminya saat ini.


“Perbuatanku, yang kemarin pasti sangat salah.” Deri berucap dengan pelan, berharap Lyla tidak mendengar kalimat yang dia ucapkan itu.


“Tidak ada yang menyalahkanmu.” Sahut Lyla, dengan menampilkan senyum ramahnya.


Deri menoleh menatap wajah istrinya itu dengan dalam. “Wajar jika kamu berbuat seperti dengan alasan yang kamu ceritakan tadi, dan aku, pasti akan membantumu, untuk mencari tahu, siapa pembunuh dari Mamah kamu itu. Tetapi untuk Griffin dan Papah kamu -,” Lyla menghentikan kalimatnya, karena dia sendiri ragu dengan apa yang akan terjadi di masa yang mendatang.


“Aku hanya ingin menyelamatkan ke duanya saat ini, tetapi jika aku harus kehilangan salah satunya, maka aku akan menerimanya.” Balas Deri, yang sudah siap dengan konsekunsi yang akan dia hadapi.


“Lalu sekarang bagaiamana?” Tanya Lyla begitu penasaraan.


Deri menarik nafasnya sejenak, lalu dia menghembuskannya dengan kasar, “aku akan mencoba menyelamatkan Griffin terlebih dahulu, hidupnya sudah terlalu terjun dalam kegelapan, hingga dia sama sekali tidak bisa merasakan apa itu kehangatan.” Lyla menyetujui apa yang dikatakan oleh Deri.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2