
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Dery kembali menatap Cassino milik Griffin yang sudah di segel oleh Badan Intelligent Negara.
Dery sampai harus menghela nafasnya panjang, karena misi inilah dia akhirnya kembali pada masa lalunya.
Masa lalu yang sudah banyak mengajarkannya apa arti perjuangan dalam hidup. Masa lalu yang juga membuatnya sampai seperti bisa sekarang ini.
Dia juga mengingat momen di mana Zein memungutnya di jalan, dan menjadikan seorang pria yang begitu kuat tanpa pamrih sedikitpun.
“Paman, apakah jika diriku memerangi Griffin seperti ini, kamu akan menyukainya? Atau bahkan kamu akan membencinya?” Gumamnya berbicara sendiri pada angin yang mungkin akan menghembuskannya pada Zein yang sedang di atas sana.
Setelah puas menatap bangunan yang baru saja di robohkan itu, Dery menghela nafasnya dan ingin sekali beranjak dari situ. Namun langkahnya terhenti ketika melihat sosok yang tak lain adalah Papahnya Aditiya yang sedang berdiri di sana.
“Papah.” Lirihnya pelan, dan itu membuat Aditiya tersenyum melihatnya.
“Sudah puas bermainnya?” Tanya Aditiya, semakin melangkah mendekat ke arah Dery.
“Papah, apa yang kamu lakukan di sini?” Tanya Dery bertanya balik, tidak ada niat sedikitpun menjawab pertanyaan Papahnya.
Aditiya tersenyum, lalu memberikan kode pada anak buahnya untuk menangkap anaknya yang paling kurang ajar itu.
Buggghhhh, satu pukulan yang sangat keras di layangkan anak buahnya pada pundak Dery, sampai pria itu pingsan.
“Tuan, apakah Anda yakin ingin menangkapnya? Bukankah tuan Dery sekarang sedang berada di tangan Aiden?” Tanya anak buahnya, merasa ragu dan khawatir jika Aiden akan menyerang mereka karena sudah menyakiti Deri.
“Kenapa? Bukankah harusnya tidak masalah, ini sudah seminggu dari kabar penikahaanya, sudah cukuplah satu bulan mereka bersama.” Jawab Adit tidak ada keraguan sama sekali yang terpancar di wajahnya.
“Hidup anak ini ada karenaku! Jika bukan aku yang menyelamatkannya dari serangan Aiden, anak itu sudah lama mati!” Tambahnya lagi merasa semakin benci pada Anaknya ini.
“Bawa dia!” Perintah Adit pada anak buahnya juga untuk membawa Deri ke Mansionnya.
“Baik Tuan!” Balas anak buahnya, dan segera memasukan tubuh Deri di dalam mobil yang sudah di siapkan.
Aditiya merasa sangat puas saat ini, di tangannya dia sudah mempunyai Kintan dan Deri. “Hahahahahahahahahahahahaha. Sekarang aku sangat yakin bahwa kekuasaan ada di tanganku! Tunggu saja Mario aku pasti akan membalaskan dendamku!” Aditiya sudah benar - benar yakin untuk menghadapi keluarga itu.
Sudah lama dia menunggu sampai keyakinan ini benar - benar terwujud. Dengan ketidakadaab Arvan, tidak akan pernah lagi ada yang menghalanginya.
Menurutnya rencana ini sangatlah sempurna, tinggal menunggu waktu saja maka bom itu benar - benar akan meledak.
__ADS_1
Tak lupa Aditiya meminta anak buahnya mengirim foto Dery yang berada di dalam sekapannya pada nomor Lyla.
Jangan di tanya, dari mana dia mendapatkannya, karena menurutnya itu sangatlah mudah sekali untuk di dapatkan.
“Permainan akan di mulai!” Lirih Aditiya, lalu dirinya bergegas masuk ke dalam mobil untuk balik ke Mansionnya agar bisa kembali menyusun rencana dengan baik.
*****
Saat liburan di Hawai memang Dery meminta izin pada Lyla dan mertuanya agar dirinya bisa memenuhi panggilan ke Italia. Dan sebenarnya Griffin juga sudah tahu tentang masalah Cassinonya yang sedang di tahan Negara. Namun, Albert melarang Griffin untuk ikut campur dan merelakan akan hal itu.
Lyla yang sedang bermain dengan Hanna anak dari Aunty Brinanya kini tersenyum dengan bahagia. Dia mengepang rambut sepupunya itu dengan telaten.
“Aduh sayang, kamu mau punya anak cewek ya?” Tanya Freya pada putrinya.
“Lyla mau cowok cewek mah, kan Papah kembar jadi Lyla berharap Lyla bisa hamil anak kembar,” jawabnya penuh harapan.
Dia sangat gemas sekali dengan Hanna, tetapi Papahnya juga meminta agar dirinya melahirkan anak laki - laki agar bisa menjadi penerus perusahaan Papahnya.
“Aminnn sayang, semoga hasil dari bulan madu ini jadi ya,” balas Freya juga penuh dengan harapan.
Di saat dirinya tengah mengobrol dengan Mamahnya, Lyla melihat sebuah pesan masuk, yang dia pikir itu dari Dery, makanya dia membuka tanpa melihat terlebih dahulu nama yang ada di sana.
“Dery, Dery,” teriak Lyla, mengejutkan Hanna yang ada di pangkuannya.
“Kak Lyla, Kak Lyla kenapa meneriaki Hanna?” Tanya Hanna dengan bingung.
Freya yang mendengar hal itu, langsung mengambil alih Hanna dan memindahkannya ke sofa lain.
“Lyla, ada apa sayang? Ada apa dengan Dery?” Tanya Freya bingung, karena putrinya tiba - tiba saha histeris.
“Mamah, Lyla harus tolong Dery Mah, Dery di culik!” Jawabnya, lalu berusaha mengambil kursi rodanya.
“Sayang sabar dulu sayang,” Freya kesusahan karena kekuatan anaknya jauh lebih kuat.
“Aiden, Aiden.” Teriaknya memanggil suaminya, dan sontak saja bukan hanya Aiden yang keluar namun sama dengan yang lainnya.
“Ada apa? Lyla astaga.” Aiden yang melihat putrinya terjatuh dan menangis histeris memanggil suaminya itu, langsung mendekat dan menggendong putrinya agar bisa kembali duduk di sofa.
“Aldo, please bawa Hanna ke kamar dulu!” Pintanya Brina Mommy Hanna pada suaminya.
Aldo menganggukan kepalanya pelan, lalu menggendong putrinya. “Ayo sayang, kita main ke kamar dulu.” Ajak Aldo.
__ADS_1
“Kakak Lyla jahat, kakak Lyla meneriakiku.” Akhirnya Hanna yang sejak tadi tersentak karena teriakan Lyla, membuat anak kecil itu menangis ketika melihat Mommy dan Daddynya.
“Sayang, anak Mommy, Kakak Lyla tidak bermaksud seperti itu, nanti Mommy minta Kak Lyla untuk minta maaf ya, tapi sekarang Hanna bermain dulu di kamar sama suster ya.” Brina menenangkan putrinya, agar tidak membuat masalah lebih runyam.
Hanna menganggukan kepalanya, lalu dia menurut untuk ikut bersama dengan Daddnya.
Lyla sudah tidak bisa di kontrol, dia benar - bebar histeris sampai dia tidak bisa menjawab pertanyaan Papahnya.
“Siapa yang berani melakukkan hal ini?!” Sentak Aiden, ketika melihat foto Dery yang sedang di sekap dalam ponsel putrinya.
“Biar aku lacak Kak.” Sahut Brio, yang bergegas mengambil laptopnya dan mengambil ponsel milik Lyla.
Aiden menyerahkan urusan itu pada Brio, dan kembali fokus dengan putrinya. “Papah, Papah, please selamatkan Dery Pah, selamatkan suami Lyla,” pintanya pada Aiden.
Lyla yang seperti ini, tentu saja sangat membuat Aiden benar - benar marah. “Pasti sayang, Papah pasti akan menyelamatkan Dery, Papah Janji.” Ucap Aiden berjanji pada putrinya jika dia akan menyelamatkan pria yang anaknya cintai.
Ketika di bawah sedang ribut - ribut, seorang pelayan mengetuk sebuah pintu kamar yang di dalamnya ada Albert, Briell dan Griffin.
Mereka sedang mengobrol untuk mengatur Strategi menyerang musuh.
“Ada apa?” Tanya Briell, ketika dia yang membuka pintu untuk pelayan.
“Maaf Nyonya Briell, tapi saya di minta oleh Tuan Besar Mario melaporkan pada Kalian jika Tuan Deri di culik.” Jawabnya, menjelaskan laporan yang disuruh oleh Mario kepadanya.
“Di culik?” Tanya Briell, membuat Albert menoleh melihat ke arah istrinya yang sedang berdiri di depan pintu.
“Iya, dan penculiknya masih dalam pencarian yang dilakukkan tuan Brio.” Jawabnya lagi. Lalu Briell menganggukan kepalanya paham, dan kembali menutup pintu ruangan itu.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
__ADS_1