Cassino Kings ( Griffin Struggle )

Cassino Kings ( Griffin Struggle )
The End


__ADS_3

“Apakah kamu bodoh? Tidak tahukah kamu bahwa sistem yang menggunakan stimulasi listrik pada saraf optik itu adalah buatan pamanku Brio?” Tanyanya Pada Aditiya yang kaki ini hanya diam saja.


Dia yang menyuruh anak buahnya membeli alat itu, dan tidak tahu jika pembuatnya adalah salah satu dari anggota keluarga Jonathan.


Merasa tidak terima dengan kekalahan bosnya, Gema langsung mengeluarkan pistolnya dan menembak ke arah Griffin.


Doorr,,doooorrr, suara tembakan terdengar membuat Griffin kini terduduk karena dua luka tembakan di perutnya.


Antonis yang melihat hal itu, tentu saja tidak tinggal diam, dia mendekat ke arah Gema dan merampas pistol itu. “Dari awal kamulah yang paling mencolok!” Tegasnya, tetapi dia mendapatkan tendangan dari Gema. Hingga perkelahianpun tidak bisa di elakkan.


Gema terlalu meremehkan seseorang hingga dia tidak sadar bahwa pria yang dia tantang ini adalah seniornya.


Dan terbukti, perkahian selesai dengan Antonis yang mematahkan leher Gema.


Sebuah tim kesehatan langsung membawakan tandu untuk Griffin, bertujuan ingin memberikan Griffin pertolongan pertamanya dulu. “Tidak, aku tidak akan pergi sebelum aku melihat pria tua ini di gantung hidup - hidup.” Tolaknya tidak ingin melewati kesempatan ini.


“Anu, tidak bisakah kalian melepaskan asistennya itu?” Tanya Albert, mencoba menyelamatkan Dery dari hukuman tiang gantung.


Namun Antonis hanya menjawab dengan senyum. “Dari awal permainan ini sudah jelas, terlepas dari dia siapa, yang kalah harus menerima hukum gantung.” Jawab Antonis, menolak permintaan Albert.


“Dari awal, kalian yang memilih untuk terlibat langsung dengan Kakero. Kami tidak perduli dengan hasil kalian, tapi kami mendapatkan untung dari taruhan ini.” Ujar Antonis lagi.


“Lihatlah, mereka semua menunggu kematian dari dua pria yang kalah.” Timpalnya lagi.


Dery yang mendapatkan Albert membelanya kini mulai mendekat. Albert sedari tadi tidak sadar jika wajah Dery terlihat sangat pucat.


“Paman, sudah tidak apa - apa,” Derry meminta agar Albert tidak lagi memperjuangkannya.


Uhuuukkk, Dery kembali terbatuk, dan bahkan seluruh tubuhnya sudah menjadi dingin. Albert melihat tubuh Dery yang sudah di penuhi dengan darah. Rupanya luka tadi benar - benar tidak di obati oleh Aditiya. Sehingga tubuh Dery kini mulai dingin dan membiru karena terlalu banyak keluar darah.

__ADS_1


“Sampaikan - uhukkkk,” lagi dan lagi Dery terbatuk, dan bahkan dia terkapar begitu saja.


“Tolong, To - tolong sampaikan, pa - da, Lyla jangan.”


“Jangan menungguku pulang.” Ucapnya, lalu dia menutup mulutnya karena tidak kuat lagi menahannya.


Sedangkan Griffin yang lebih dulu pingsan sudah di bawa oleh tim dokter untuk di lakukkan operasi mengeluarkan peluru yang bersarang di perutnya.


“Dery, jangan seperti itu, kita akan pulang bersama,”


“Tim Dokter! Obati dia!” Teriak Albert, meminta untuk mengobati Dery dan menyelamatkan Dery dari mautnya.


Sedangkan dari layar, Lyla dan Aiden yang melihatnya, sudah tidak tahan lagi. “Deryyy bertahanlah! Kamu tidak melihat di sini aku menunggumu?!” Teriak Lyla, setelah dia meminta izin pada panitia untuk menyalakan Micnya.


Dengan mata yang sudah sayup - sayup, Dery tersenyum, lalu menoleh ke arah salah satu kamera yang ada di sana. Dia melambaikan tangannya.


“Hukum gantung sudah bisa di mulai.” Pinta Antonis yang memberitahu Albert bahwa dia harus menjauh.


Lyla yang berteriak membuat panitia kembali membisukan Micnya. Mau tidak mau, terima atau tidak ini adalah kekalahan dari tim Aditiya.


Dery yang sudah tidak punya kekuatan, hanya bisa memaksakan senyumnya sebelum hukum gantung di laksanakan.


“I love you Lyla.” Kalimat terakhirnya sebelum dirinya benar - benar di gantung.


Albert yang melihat kejadian itu di depan matanya. Hanya bisa menghela nafasnya karena dirinya tidak mempunyai kekuatan seperti Papahnya Arvan yang mampu berkonspirasi dengan petinggi - petinggi organisasi.


Dia pun merasa bingung dia harus bersyukur atau apa. Di satu sisi ancaman terbesar keluarga mereka kini sudah mati. Sedangkan di sisi lain, ada suami dari Lyla yang sudah di anggap seperti anak sendiri kini harus meregang nyawa di dalam perdamaian ini.


****

__ADS_1


Dua hari setelah di hari itu, kini Lyla baru selesai pulang dari Italia.


Yah, Lyla meminta pada Papahnya agar mayat Dery di kuburkan di Italia saja. Dan dia juga akan menetap di Italia sendiri. Tetapi, Aiden tidak menyetujuinya dan berkata akan mengerus perusahaan Arvan yang ada di Italia, sedangkan Alson akan mengurus yang di Indonesia seperti keinginnanya.


Lyla memandang kosong keluar, dia teringat di mana di saat dia pertama kali bertemu dengan Dery, bagaiman dia bisa jatuh cinta pada pria itu dan akhirnya bisa bersama.


“Terima kasih untuk satu bulan kebersamaan kita, terima kasih karena kamu memberikanku kesempatan untuk menjadi istri yang baik.”


“Hiskk,hiskkk, Dery, apakah saat ini kamu sudah berkumpul bersama Mamahmu? Apakah berkumpul dengannya lebih baik dari pada bersamaku?” Tangisnya kembali pecah, di saat hati kecinya masih mengatakan bahwa dia belum bisa merelakan Dery yang pergi meninggalkannya begitu saja.


Dia tidak menyangka, untuk mendapatkan sebuah kedamaian dalam keluarga, harus ada nyawa yang di korbankan.


Tetapi Lyla merasa bangga, karena suaminya meninggal bukan karena sebuah pengkhianatan, melainkan karena menolang keluarga kita menuju perdamaian.


“Semoga setelah ini, tidak ada lagi kesedihan yang akan menimpa seluruh keluarga kita ini. “Aminn.”


\~\~\~\~\~The End \~\~\~\~\~\~\~


RIP Dery



Note: Hallo Gengs karya ini ada Season 2nya ya. Besok mimin update.


Karena Derry sudah meninggal dan karya ini adalah Pov Dery jadi Mimin pisahkan saja kisah Griffin, Lyla dan Historia ya.


Jangan lupa ya Besok 😘🙏🏻


Dan Oh ya, Mimin juga akan Update Kisahanya Hanna ya. Anaknya Brina dengan Judul The Silence Girl That Is My Toys ( gadis bisu itu adalah mainanku.”

__ADS_1


Di tunggu ya gengs 😘😘


__ADS_2