Catatan Tanpa Judul

Catatan Tanpa Judul
Kunjungan


__ADS_3

Masa-masa ujian terlewati dengan perasaan jengah juga tak sabar ingin dilewati oleh ke-5 manusia yang berpijak di bumi ini dengan gelar mahasiswi pun mahasiswa. Nea, Arka, dan Fai bersama dengan rasa lelahnya, Yaza bersama dengan rasa frustasinya, dan Balqis bersama dengan Ghai yang selalu hadir di sampingnya untuk membantu ujian seni musik milik Balqis agar berjalan dengan lancar. Nea cemburu, tentu saja. Beberapa kali ia menunjukkan rasa cemburunya dengan bentuk protes pada Arka dan Fai katanya, harusnya ia memilih jurusan seni musik jika begini caranya.


Momen akhir tahun dan natal bagi yang merayakannya membuat seisi kota Bandung penuh. Penuh oleh mereka yang memilih menghabiskan momen ini bersama dengan keluarganya di kampung halaman, adapun dari mereka yang memilih menghabiskan momen ini bersama dengan kerjaan miliknya di kota rantau ditemani atau bahkan lebih buruknya tidak ditemani siapapun.


Biasanya, momen akhir tahun milik Nea akan dihabiskan dengan quality time bersama dengan keluarga Arka, Fai, dan Yaza, lalu setelahnya Nea beserta keluarganya akan mengakhiri tahun penuh kenangan itu bersama dengan keluarga besarnya. Namun, berbeda dengan tahun ini. Nea beserta ke-6 sahabatnya lebih memilih merencanakan liburan tanpa ditemani orangtua mereka masing-masing. Biarlah orangtua mereka menghabiskan waktu di vila milik Arka, sedangkan anak-anaknya di vila milik Nea.


Setelah setuju, orangtua Nea sampai harus meminta izin kepada keluarga besarnya perihal ketidakikutsertaan Nea di momen tahun baru kali ini. Hal itu tentunya berbuah jutaan pertanyaan dari keluarga besarnya, tapi masing-masing dari mereka paham betul alasan rencana itu. Nea anak muda, berlibur bersama teman-temannya di akhir tahun untuk merayakan momen tahun baru adalah suatu hal yang wajar. Alhasil baik Nea maupun ke-4 sahabatnya mendapatkan izin dan restu untuk rencana mereka tahun ini.


Lalu, di sinilah Nea beserta ke-6 orang lainnya berdiri di depan kampus tercinta-nya. Tepat di tanggal 26 Desember tahun 2018, lengkap ditemani oleh ransel yang dibawa di balik punggungnya masing-masing berdiri dengan rasa siap mengukir kenangan baru. Bukan, bukan dengan pakaian selengean dan dandanan seadanya seperti mau ngampus. Kali ini mereka, baik yang gadis maupun yang laki-laki, semuanya berpakaian dengan outfit siap berlibur.


Rencananya, mereka akan menghabiskan waktu bersama dimulai dengan hari ini sampai dimulainya tahun 2019 dengan identitas tanggal 1 Januari. Maka dari itu, Nea membawa tas ransel yang terhitung cukup besar. Lucunya, seolah tidak cukup dengan tas ransel, Fai sampai membawa koper. Katanya barang bawaannya akan menyelamatkan perut mereka nantinya. Sepertinya yang bawannya paling santai di sana hanyalah Ghai dan Derren. Bukan apa-apa, soalnya mereka berdua hanya membawa badan untuk liburan kali ini.


"Lo bawa apaan jir? Gak cukup satu tas?" tanya Yaza.


"Jangan gitu lo sama kesayangan gue!" protes Arka.


"Heh, berisik! Awas aja ya lo kalau misalnya malem-malem minta apa yang ada di koper gue" jawab Fai.


Semua orang di sana tertawa mendengar jawaban Fai, tak terkecuali Yaza. Setelahnya Balqis mulai mengecek satu persatu barang bawaannya.


"Udah siap semuanya?" tanya Balqis.


"Gue sih udah" jawab Ghai.


Nea menatap Ghai dengan tatapan menusuk, pasalnya setelah masa ujian terlewati, Ghai dan Balqis menjadi lebih dekat. Balqis kemudian tertawa.


"Kagak Nea, gak akan direbut kok tenang aja" ujar Balqis yang mengundang tatapan sendu dari Yaza.


"Lo kayak yang gak tau aja siapa yang ada di hatinya Balqis, Ne" sindir Derren.


"Udahlah, yuk sekarang masuk mobil si Yaza. Lama amat dah!" protes Arka.


"Ya udah ayo" ujar Yaza.


"Nitip!" ujar Nea sembari melempar tas bawaannya yang terhitung cukup berat ke pangkuan tangan Yaza. Hal itu mampu membuat Yaza sedikit oleng.


"Nitip juga ya Za!" ujar Fai yang kemudian menaruh tasnya di samping kaki Yaza, lengkap beserta kopernya.


"Nitip Za, lo kan cowok paling keker di sini" ujar Arka sembari menaruh tasnya di samping koper milik Fai.

__ADS_1


Padahal, jika dibandingkan dengan badan Arka, Yaza jauh lebih kecil ketimbang Arka. Lalu, dengan santainya Arka berlalu melewati Yaza yang mulai menghela napasnya.


"Bang*at emang temen-temen gue!" umpat Yaza yang kemudian mulai membawa satu-persatu tas milik temannya ke bagasi mobil.


"Sorry bukan gak mau bantu, tapi gue hantu" ujar Ghai yang kini mulai merubah kosakata aku-kamu menjadi gue-lo. Derren berjalan lalu menepuk pundak Yaza sembari menatapnya naas.


"Sabar ya bro" Derren pergi berlalu pada Yaza yang masih melakukan aktivitasnya memasukan tas ke dalam mobil miliknya.


"Sini aku bantu Za" Balqis datang memberi bantuan.


"Gak apa, lo cewek. Lagian ini berat, sono gabung sama temen-temen bangsul gue, gue gak butuh bantuan untuk bawa barang-barang lo semua yang beratnya udah kaya mikul dosa. Iya, gue emang kuat kok tau. Duh! Ini tas si Arka bawa batu kali ya?!" uja Yaza.


"Dih, nyuruh gue pergi tapi lo-nya ngedumel mulu. Udah gak apa-apa sini gue bantu" ujar Balqis yang kini mulai membawa koper Fai.


"Makasih loh udah bantu walau cuma bawa koper yang gak usah diangkat" ujar Yaza dengan nada menyindir.


"Hahahaha, katanya gue cewek. Jangan protes lah!" ujar Balqis memberikan pembelaan.


"Yayaya."


***


Mobil yang dibawa Yaza bukan mobil seperti Brio dan Yaris, melainkan Toyota Nav1. Yaza supir-nya, sedangkan Arka yang duduk di sampingnya. Perjalanan dimulai.


"Ya sabar dikit princess, FYI tangan gue masih pegel ya bawain tas lo semua!" ujar Yaza.


"Halah, lebay lo! Hiperbola, hiperbola!" ledek Arka.


"Sono lo coba angkat tas yang bejibun kek gitu. Lagian tas lo bawa batu apa gimana sih an*ir?! Perasaan tas lo yang paling berat diantara yang lain" ujar Yaza.


"Kok lo tau gue bawa batu bata?!" tanya Arka.


"Bangsul!"


"Makannya, kayak kita. Gak usah bawa banyak barang udah auto. Tinggal ngedip mau pake apaan" ujar Ghai.


"Apaan sih lo?! Gak sirik ya gue" ujar Fai.


"Lah, gak bermaksud buat bikin lo semua sirik kok" ujar Ghai dengan kekehan yang terdengar menyebalkan.

__ADS_1


"Gue laper!" ujar Nea tiba-tiba.


"Nah, ini fungsinya gue bawa koper" Fai kemudian membuka kopernya yang terisi penuh oleh makanan.


"Baju lo taro mana?" tanya Derren.


"Ransel gue" jawab Fai enteng sembari mengambil dua snack dari dalam kopernya.


"Lucu!" ujar Derren dengan nada menyindir.


"Kita ke makam Renren dulu ya?" tanya Yaza.


"Oke!" jawab semuanya.


Fai kemudian membuka snack miliknya, lalu memakannya bersama dengan yang lain. Arka kemudian memainkan musik dengan mode karaoke, jadi orang-orang di dalamnya mulai bernyanyi dan hanyut di momen kebersamaan selama perjalanan itu.


***


Mereka sampai di sebuah pemakaman, tempatnya jauh dari kata mengerikan. Banyak pohon pinus di sana, lalu tempatnya benar-benar terawat. Sepertinya itu adalah sebuah tempat pemakaman elit.


"Yuk turun dulu semuanya, kita udah sampai di tujuan pertama" ajak Yaza.


"Eh bentar, gue bawa buket bunga tadi" ujar Balqis yang lalu mulai mencari buket bunga bawaannya tadi.


"Gue juga bawa" ujar yang lainnya sembari mengeluarkan satu persatu bunga bawaan mereka masing-masing.


Setelah semuanya keluar dari dalam mobil, Yaza menuntun jalan mereka. Hari itu matahari tampak bekerja sama dengan baik, tidak ada awan yang terlihat menutupi langit hari ini. Ketika hampir sampai di tempatnya, mereka dapat melihat dua orang dewasa dengan umur kisaran awal 40.


"Jangan bilang." Nea mulai menduga-duga.


"Iya, orangtua Renren. Mau sapa?" tanya Yaza.


"Gue gak masalah, udah lama juga" jawab Nea.


"Oke, ayo ke sana kalau gitu" Yaza kemudian mulai berjalan diikuti ke-6 sahabatnya di belakang.


Mereka sampai tepat di depan makam Renren. Ke-dua orang dewasa itu menanggakan kepalanya untuk dapat melihat ke-7 orang yang kini tengah berada di hadapan makam Renren.


"... Siapa ya? Oh mau ke sebelah ya?" tanya ibu itu dengan senyuman manis, lalu mulai menyingkir takut-takut pasangan itu menghalangi jalannya ke-7 sahabat itu.

__ADS_1


"Halo om, halo tante, perkenalkan saya Yaza, kita teman Renren. Di sini mau mampir ke makam sahabat kita semua. Lama gak bertemu om, tante"


"Kalian kenal Renren?"


__ADS_2