
Kenapa wanita itu mengejarnya dengan membawa ****** *****. Dia memang orang yang susah dalam urusan ****** *****. Karena ukuran badannya yang big, membuat Rymon harus membuat ****** ***** tersendiri ditempat tukang jahit andalannya.
Memang susah bagi Rymon untuk dapat desainer khusus ****** ********. Itupun harus melewati seleksi ketat, sang sekertaris harus menyeleksi berbagai desainer yang pas untuk tuannya.
Sampai dikediamannya Rymon dipapah 2 bodyguardnya untuk masuk kedalam rumah. Karena kepalanya masih pusing, kebanyakan mengonsumsi alkohol hari ini.
Melihat Rymon dipapah masuk, Ibuku mengikuti langkah mereka sampai aku dibaringkan diranjang dobel Size milikku yang berbadan Big.
Dengan telaten Ibu mengganti bajuku. Tanpa bantuan pembantu, Ibu sudah biasa menggantikan bajuku, dengan ciri khasnya yaitu ceramah yang tak habis-habisnya.
"Badan sudah sebesar tonk masih minum-minum yang banyak, apa tidak bisa kamu diluar sana mencarikan ibu ini menantu dan memiliki cucu seperti teman-teman ibu yang lain" kata-kata itu bahkan ribuan kali terucapnya.
Walaupun kondisiku mabuk berat, tapi perkataan Ibu tetap terdengar indah. Sampai aku terlelap didunia mimpi, lagi-lagi aku bermimpi wanita yang membawa ****** *****.
Entah kenapa mimpi itu selalu saja datang akhir-akhir ini. Yang aku tahu, desainer yang Cikko pakai adalah lelaki kenapa ini wanita yang hadir dimimpinya.
Wanita itu selalu membanggakan hasil jahitannya kepada Rymon, bahkan Rymon hapal betul dengan wajah wanita itu. Saking tiap malam dia selalu mendapatkan mimpi yang sama.
Hanya dalam mimpi, kalau didunia nyata Rymon tidak pernah bertemu wanita itu.
~ Pagi Hari Kediaman Rymon ~
"Selamat pagi bu?" sapa Rymon pada Ibunya yang sudah duduk dimeja makan.
__ADS_1
"Selamat pagi, bagaimana enak tidurnya semalam"
"Iya bu tapi malam tadi aku lagi-lagi bermimpi wanita yang membawa ****** ***** bu. Kan waktu itu aku pernah ceritakan mimpiku pada Ibu."
"hmm, mungkin dia jodoh kamu" ucap Ibu yang mengoles roti untukku.
"Sudahlah bu, Rymon masih ingin bebas diluar sana. Tidak ingin terikat dengan wanita manapun"
"Enak saja kamu bicara! Kamu pikir enak hidul tua tanpa keluarga"
"Loh, kan ada Ibu yang selalu menemaniku hee"
"Ibu ini tidak selamanya bisa bernafas Rymon, apa kamu ga kasian sama ibu. Ibu iri liat teman-teman ibu semua sudah punya cucu"
"Siapa bilang, nanti Ibu carikan untuk anak Ibu. Kamu kan CEO masa tidak ada yang mau"
"Berarti orang itu nikah sama aku karena aku CEO donk bu, bukan cinta" aku berdiri dan mencium pipi ibuku, pamit untuk berangkat kekantor.
Anak itu selalu saja menunda-nunda keinginanku. Liat saja biar Ibu bawakan wanita pilihan ibu buat Rymon gumam ibu dihatinya.
"Pagi tuan" sapa Cikko
"Pagi, berangkat sekarang" aku masuk mobil dan mulai berpikir. Kemana aku mencari wanita yang ada dalam mimpi-mimpiku.
__ADS_1
"Tu-an" ucap Cikko terbata-bata.
"Ada apa?"
"Maaf tuan, saya mendapat kabar dari keluarga pa Halim, kalau pa Halim. Desainer yang membuat ****** ***** tuan selama ini. Meninggal malam tadi tuan dan tidak ada anak atau keluarga beliau yang bisa meneruskan profesi almarhum" ucap Cikko.
"Ohh, tenang saja. Kamu carikan saya wanita yang ada dalam mimpi saya. Saya yakin wanita yang ada dalam mimpi saya merupakan petunjuk kalau wanita itu akan menggantikan posisi Pa Halim" ucap Rymon dengan senyum merekah.
Cikko bingung dengan pernyataan tuannya, mencari wanita yang ada dalam mimpinya?
"Siapa wanita itu tuan, siapa namanya dan dimana alamatnya? Tanya Cikko.
"Kenapa kamu bodoh Cikko, saya menyuruh kamu mencarinya tapi kenapa kamu bertanya balik hahh??" mood ku tiba-tiba berubah, tapi betul juga dimana Cikko dapat menemukannya,kan wanita itu ada dalam mimpinya.
"Saya tidak mau tahu, carikan wanita yang berprofesi sebagai desainer ****** ***** saya yang sama persis dalam mimpi saya, paham kamu Cikko?"
"Pa-ham tuan, tapi tua.." belum selesai kata-kata Cikko habis.
"Kamu kenal saya Cikko, jadi kamu harus segera mendapatkan apa yang saya inginkan"
Rymon turun dari mobilnya di ikuti Cikko yang kusut karena perintah tuannya yang tidak masuk diakalnya.
Bersambung
__ADS_1