
Vika dan Ayu kembali melakukan aktivitas malamnya, sebelum beristirahat mereka harus bisa menyelesaikan orderan pelanggan.
Ruko Vika juga hampir selesai, bukan masalah viral toko karena dua kali viral dimedsos karena beberapa orang yang merekam kejadian itu membagikan dimedsos mereka.
Vika bersyukur meskipun banyak kejadian terjadi ditoko. Orderan tidak pernah sepi, masing-masing orderan sudah diberikan DP agar tanda jadi orderan.
Dibalik duka pasti akan ada kebahagian. Belajar bersyukur dengan segala kejadian, karena hidup tidak lepas dari masalah.
Kejadian yang terjadi ditoko bukan fitnah dari Vika melainkan hasil perbuatan Pa Rektor sendiri.
Rekaman Pa Rektor yang memporak-poranda Toko Vika beredar dimedsos bahkan dengan mudah Vika bisa menang dalan sidang pertama nanti.
Tidak ingin terlalu percaya diri yang tinggi takut semua hanya pikiran sementara. Karena orang beruang seperti Pa Rektor akan menggunakan berbagai cara dengan uang mereka.
Vika yang hanya masyarakat biasa saja, hanya bisa mengandalkan doa dan keyakinan dalam persidangan pertama nanti.
Sujud Vika dalam keheningan malam, agar disertai segala langkanya. Diberikan keringan hati serta sabar dalam menghadap masalah. Walaupun kalah dipersidangan, Vika memohon ketegaran hati dan mengaminkan doanya.
Berbaring disamping Bu Cantika dan memeluk tubuh itu dalam tidurnya. Bu Cantika yang selalu terbangun jika tangan itu mendekapnya.
Bu Cantika juga selalu bersyukur ada bersama Vika selama ini. meskipun tidak ada baju mewah, tas mewah, makanan yang wah.
Bu Cantika merasa nyaman dengan keadaanya yang sederhana bersama anak-anak kampungan yang disematkan orang-orang untuk mereka.
Bahkan jualan mereka pun dikatakan kampungan yang membeli juga kampungan. Mereka tidak tahu seorang CEO telah membeli ribuan pcs pakaian dalaman ditempat Vika.
Hanya orang sirik yang mengatakan semua itu, Vika selalu maju dalam langkahnya menapaki kehidupan berat dikota.
Bu Cantika menarik tangan Vika agar tidak lepas dari badannya. Tenang dan bahagia itu yang dirasakan Bu Cantika tinggal bersama Vika dan Ayu.
Pagi Hari
__ADS_1
Kediaman Rymon akan selalu sibuk karena Rymon sudah bersiap untuk berolah raga. Tidak tanggung-tanggung dia membawa anak buahnya yang ada dirumah untuk ikut lari pagi.
itu dia lakukan agar anak buahnya tidak lemah saat bahaya menghampiri. Bahkan jalan kompleks selalu ramai suara kaki orang berlari.
Melihat banyaknya orang lari bersama Rymon, Rymon merasa semangat untuk bisa menjalani hidup sehat.
Dan meninggalkan kebiasaannya yang doyan minum diclub malam. Rymon melampiaskan seluruh masalahnya hanya dengan minum. Wanita sudah mati dalam pikirannya sampai dia mimpi bertemu Vika tiap malam.
Rymon dan Cikko kina berada dibelakang rumah yang menghadap kolam renang, sekedar minum teh disana dan membicarakan pekerjaan.
Tapi kali ini mereka membicarakan kasus Vika yang tidak ingin didampingi pengacara. Cikko hanya bisa berpendapat, segala sesuatu pasti sudah Nona Vika pikirkan ucap Cikko.
"Kita ikuti saja keinginan Nonw Vika Tuan, karena saya percaya apapun keputusan yang dia ambil sudah dia pikir matang-matang. Dia memang masih muda terlihat tapi dia sudah mempunyai pemikiran yang matang dan itu terlihat dalam dia menyikapi segala masalah yang hadir dalam hidupnya" ucap Cikko panjang lebar.
Cikko bukan punya indera keenam tapi semua bisa Cikko baca dari karakter pribadi Nona Vika sendiri.
Berbekal pengalaman Cikko yang berasal dari kampung juga, jadi Cikko percaya Vika tahu yang dilakukannya.
"Kamu siapkan pengacara kita, kamu ceritakan kejadian Vika dari perbuatan anak sampai Pa Gunawan sendiri. Ini hanya persiapan saja, barang bukti berikan juga pada pengacara kita, meski aku tahu Vika akan menolak semua ini" kata Rymon.
Yang dijawab "Siap Tuan" oleh Cikko dan kini mereka kembali kedalam rumah untuk membersihkan diri dan berangkat kekantor.
Ditoko Vika mulai ramai pembeli yang memang langganan mereka juga.
Semua bekerja pada porsi masing-masing. Hanya Adi dan Pa Becak yang sibuk mengurus orderan yang akan diambil ekspedisi langganan mereka.
Sekarang Pa Becak atau dipanggil Pa Budi, bekerja ikut Vika. Becaknya hanya khusus mengantar Vika kemana pergi, jika Vika tidak kemana-mana Pa Becak membantu Adi mengepak orderan yang akan diambil.
Gaji yang diberikan pada Pa Becak lumayan bagi pa Becak bisa membantu perekonomian keluarganya. Diusia senjanya dia bisa berhenti mengayuh sepada setiap hari.
Hanya sewaktu-waktu Vika meminta tolong pada Pa Becak.
__ADS_1
Vika dan Rini khusus menjahit, Vika tetap bekerja dalan tokonya sendiri. Tidak membiarkan dirinya hanya duduk-duduk saja meskipun dia sekarang mengecap hasilnya.
Siang ini setelah makan siang Vika berniat melihat kembali Rukonya. Karena sebentar lagi akan Vika tempati, Vika hanya melayani pembeli grosiran dan reseller saja.
Dia tidak membuka lapak eceran lagi, ini dilakukannya atas saran dari Cikko dan Ibu Cantika waktu itu.
Dia juga berpikir jika dia menjual ecer, maka pedanggang yang berjualan mengambil barang ditempatnya akan punya saingan dan modal lama berputar.
Tidak terasa siang menjelang, Seperti biasa Rymon dan Cikko datang untuk ikut makan siang dan membawa makan siang lebihan.
Ini hanya taktik Rymon saja, agar bisa melihat Vika setiap hari. Cikko yang diam-diam tahu tujuan tuannya hanya diam saja. Dia jadi bisa bertemu Ayu tiap hari.
Acara makan siang selesai Rymon dan Cikko kembali kekantor. Vika dan Bu Cantika serta Bu Rahma mengunjungi Ruko yang sudah bisa ditempati itu.
Para tukang yang ada disana masih setia menunggu Vika karena akan ada yang dibicarakan Vika.
"Nak ruko ini sepertinya sudah selesai Ibu liat, apa kamu punya niat untuk waktu dekat ini pindah?" tanya bu kost yang ikut berkeliling.
"Secepatnya bu, agar toko yang lama Vika rehab agar bisa jadi tempat tinggal nanti. Kalau tidur diruko selamanya itu tidak mungkin kan Bu"
"Ibu Setuju" ucap Bu Cantika yang juga mengekori Vika dari tadi.
Bi Rahma mengganguk paham dengan pemikiran Vika. Karena ini Ruko yang bisa ditempati tidur belum tentu nyaman seperti rumah.
"Apa dananya ada nak? Ibu takut nantinya kamu jadi hutang sana sini karena membuat rumah itu biayanya hampir sama seperti kamu membuat ruko ini" tanya Bu Kost kembali.
Vika tersenyum dan menjawab dengan sopan "insyaallah Bu Vika masih ada dana tabungan hasil menjahit, minta doanya ya bu" jawab Vika yang memeluk bu Rahma disampingnya dan Bu Cantika ikut merasakan kebahagian Vika mengelus pundak Vika dan Vika membalas mengusap tangannya lembut.
Mereka bertiga larut dalam butiran air mata kebahagian.
Bersambung
__ADS_1