Celana Dalam

Celana Dalam
BAB 47


__ADS_3

Vika memberikan amplop putih pada tukang sebagai bonus karena pekerjaan mereka sudah sangat baik. Waktu yang cepat membuat Vika dapat menempati pembangunan ruko itu.


Vika juga minta para tukang membantu dia dalam membangun rumah kecil disamping Ruko ini.


Para tukang begitu senang karena selain upah kerja mereka juga mendapat bonus. Siapa yang tidak mau bekerja dengan Vika jika sang empunya kerjaan begitu baik.


kini mereka bertiga kembali ke toko untuk berkumpul bersama yang lain.


Di dalam penjara Pa Gunawan bersandar dinding tembok jeruji besi. Karena memiliki uang, jadi Pa Gunawan dengan mudah memiliki sel sendiri.


Terpisah dari anaknya, Pa Gunawan berpikir keras agar bisa bebas kembali. Dia akan membalas perbuatan anak itu agar tidak dapat kuliah dimana pun nantinya.


Usahanya akan aku buat hancur, tunggu saja pembalasan saya. Gumam Pa Gunawan yang memikirkan balas dendam.


Sedangkan Korry sang anak harus tinggal dijeruji besi yang banyak orangnya. Itu lantaran sang Ayah masuk penjara dan tidak bisa mendapatkan sel yang hanya dirinya saja.


Sialan siapa sih pemilik kantor itu sampai berani membela wanita itu. Bukannya pemilik kantor itu orang yang gendut dan jelek. Wajar cocok dengan si Vika kampungan dan miskin itu.


Kenapa juga Papi ikut masuk penjara jadi susah kan aku keluarnya sekarang, mana bau lagi selnya. Ihhh aku mual berada disini, benar-benar muak dengan orang-orang ini. Gumam Korry yang tiap malam susah untuk tidur.


Wajah dan rambutnya yang dahulu selalu perawatan membuat Korry kucel dan tidak terurus lagi.


Semua yang ada dalam sel Korry tidak berani menyentuh Korry karena sempat disogok oleh Ayah Korry sebelum dia juga masuk penjara.


Ibu Korry yang sekarang tinggal sendiri dengan ART hanya bisa menunggu hasil dari pengacara keluarga, dia tidak menyangka kini keluarga mereka diambang kehancuran.


Suaminya yang harus mendekam dipenjara lantaran merusak dagangan orang. Demi membela putrinya dan anak semata wayang yang masuk Bui juga lantaran membuly orang yang nyata-nyata tidak selevel dengan mereka.


Ibu Korry kini memikirkan nasib mereka kedepan, kalau suaminya Gunawam tidak keluar penjara habis lah mereka jabatan sebagai rektor akan digantikan.


Dan lebih parah lagi dipecat karena saat bertugas sebagai penjabat diuniversitas besar itu terjerat hukum.


Bagaimana ini gumam Bu Korry yang tidak bisa berpikir lagi sekarang. Menunggu persidangan akan memakan waktu, apa aku mengalah saja.

__ADS_1


Meminta maaf kepada wanita itu agar menarik laporannya. Terpaksa aku harus kesana untuk membujuk Wanita itu gumam Bu Korry.


Dikantor Rymon sedang sibuk menyelesaikan berbagai berkas yang harus di tanda tangani. Mengecek laporan keuangan yang membuat kepalanya pusing.


Untuk Cikko setia menemani bahkan mampu bekerja dengan cepat jadi bisa berkurang beban pekerjaannya.


"Permisi Tuan ini laporan dari keuangan ada selisih banyak, sepertinya ada yang mencoba mengganti bahan utama yang bagus dengan bahan yang jelek" ucap Cikko yang menunjukkan laporan keuangan dan laporan dari lapangan.


"Astaga siapa lagi itu Cikko, kenapa semua orang selalu mengambil keuntungan sendiri apa gaji yang kita berikan kurang untuk mereka" jawab Rymon yang menghela nafasnya kasar dan bersandar dikursi kebersarannya dengan memijat pelipisnya.


Suara Gawai Rymon berbunyi ada panggilan Video disana, dia kaget itu adalah Vika. Ada angin apa sehingga dia bisa mendapatkan video call dari Vika wanita dalam mimpinya.


Cikko yang heran melihat tuannya hanya memandang saja panggilan itu. Menyadarkan tuan Rymon dan menyuruhnya menganggkat panggilan itu.


Rymob yang gugup memasang muka biasa-biasa saja tapi keringatnya bercucuran diruangan yang ber Ac.


"Hallo *** Rymon..apa kamu masih bekerja?"


"Maaf Ibu ingin berbicara dengan panggilan Video, ini aku serahkan pada Ibu ya"


Saat gawai itu berpindah pada Ibu, Ibu hanya ingin memastikan dimana anaknya berada sekarang. Dan berbicara agak jauh dari Vika dan yang lainnya.


"Bu dimana gawai Ibu, kenapa harus pakai punya orang sih bu. Apa Ibu kehabisan uang?"


"Diam kamu, jangan bahas itu. Cepat kamu suruh pengacara kita mendampingi Vika dipengadilan nanti, meskipun Vika menolak tetap kamu sediakan. Apa kamu paham maksud Ibu??"


"Rymon tahu bu, sebelum Ibu meminta sudah saya suruh Cikko yang mengurusnya."


"Ya sudah ibu tutup panggilan ini"


Rymon menghela nafas dan mengelap dahi dan tengkuknya yang banjir keringat. Hampir saja dia pingsan karena Vika melakukan panggilan Video.


Cikko yang mengamati tuannya diam-diam tersenyum sambil melirik ekspersi tuannya.

__ADS_1


"Jangan pura-pura bego kamu Cikko, saya tahu kamu sedang tersenyum mengejek saya karena saya gugup saat Vika telepon"


"Wah ada yang sedang akrab rupanya, panggilan Vika dan Rymon seperti gimana gitu" goda Cikko yang sekarang sedang kejer tertawa. Lupa Cikko mahluk siapa yang sedang ditertawakannya.


Rymon hanya menatap sinis pada ekspresi Cikko yang tertawa lebar tanpa takut padanya.


"Maaf tuan anda mungkin marah karena saya menertawakan anda, saya tertawa berbahagia karena tuan dan Nona Vika bisa akrab. Seperti ada cinta yang terpendam diantara kalian" ucap Cikko yang tahi jika Tuannya mengaggumi nona Vika.


"Apa terlihat jelas kalau saya menyukai Vika?".


"Sangat tuan, apa tuan ingin curhat dengan saya?"


"Tidak belum waktunya, karena kamu tidak dapat dipercaya, mau saya pecat kamu Cikko. Tidak takut-takutnya dengam saya. Tertawa sampai kejer didepan saya, urus laporan itu kalau tidak saya tarik fasilitas kamu selama ini!! kata Rymon yang melempar tisu yang digumpalnya kearah Cikko.


Cikko berlari dan berteriak "Maafkan saya Tuan, saya akan selesaikan masalah ini" dan Cikko pun hilang dibalik pintu.


Rymon yang sudah berdiri dari kursinya ingin menghajar Cikko diurungkannya, dia hanya bercanda mengancam Cikko. Dia tidak bisa hidup tanpa Cikko karena hanya Cikko yang setia padanya dari dahulu sampai perusahaan ini maju.


Dia sudah menganggap saudara terhadap Cikko, jadi setiap pulang kerja Rymon selalu menghalau jalan Cikko pulang. Karena dia takut akan kesepian.


Ibunya pun tidak sanggup tinggal bersama dia, karena semua yang Ibunya inginkan belum bisa dia lakukan.


Meskipun sekarang Rymon menyadari arti sebuah Sholat untuk dirinya. Mampu menjaganya dari hal buruk, entah sudah berapa malam Rymon tidak menginjakkan kakinya di club malam.


Dia merasa dia bisa kembali seperti dirinya dulu, apalagi sekarang dia sedang mengejar wanita yang ada didalam mimpinya.


Wanita yang kuat dan tangguh terhadap kehidupan, rajin beribadah, pintar masak, sederhana dan manis itu yang Rymon mimpikan tiap malam.


Dia akan membantu Vika sesuai pesan Ibunya, karena Rymon tahu bagaimana piciknya Pa Rektor itu memutarbalikkan sebuah kejadian.


Dia akan membantu Vika sedemikian rupa, karena tidak mungkin suatu kebenaran kalah oleh kebohongan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2