Celana Dalam

Celana Dalam
BAB 33


__ADS_3

Karena lama tidak bertemu, mereka memutuskan untuk mengobrol dikantin rumah sakit. Dan Cikko lupa tujuan awalnya.


Tok tok tok


Pintu kamar Rymon diketuk, Rymon mempersilahkan orang yang diluar kamar masuk.


Saat pintu terbuka, Rymon melihat orang yang datang adalah Vika. Vika yang bingung kamar pasien hanya ada anak Bu Cantika.


Vika memandang setiap sudut kamar mencari keberadaan Bu Cantika atau Cikko yang pagi tadi sudah lebih dahulu kerumah sakit.


"Cari siapa kamu celingak celinguk" ucap Rymon yang masih dalam posisi duduk karena amarahnya selalu Ibunya sekehendak sendiri.


"Maaf Tuan tadi pagi Ibu Cantika dijemput Tuan Cikko katanya mau kesini. Saya mau mengantarkan pakaian Ibu yang tertinggal dan bubur Ibu. Karena Ibu suka bubur buatan ade saya. Tapi kenapa makanan tuan berantakan, apa Tuan tidak suka makanan rumah sakit?" Vika menaroh bubur yang dibawa dinakas yang ada didekat Tuan Rymon dan cekatan membersihkan makanan yang tumpah dengan tisu yang ada dimeja tamu.


"Banyak bicara kamu, kamu lihat saya hanya sendiri disini. Ibu sudah termakan omongan orang miskin seperti kamu. Sampai-sampai Ibu membela kamu, meninggalkan saya sendiri disini. Memang kamu cocok membersihkan bubur yang tumpah itu, karena orang miskin seperti kalian pekerjaannya menjadi Babu. Kalau selesai dengan membersihkan lantai cepat kamu pergi dari kamar saya, saya tidak menyukai kamu membawa virus diruangan ini" ucap Rymon yang tanpa beban mengucapkan semua itu pada Vika.


Cikko dibalik pintu menyaksikan semua yang ada didalam kamar Tuannya. Dia sedih melihat Nona Vika dikatakan sedemikian rupa. Aneh saat jauh Tuan selalu menanyakan keaadan Nona Vika. Tapi saat sudah dekat begitu kenapa Tuan jadi murka.


Vika yang membersihkan tumpahan bubur dilantai tidak dapat menjawab perkataan Tuan Rymon. Hanya air mata yang mengalir dipipinya mendengar segala hinaan padanya.


Vika bangkit berdiri setelah sempat membersihkan air matanya dan tersenyum.


"Lihat sekarang lantai Tuan jadi bersih, taraaaa. Sebentar saya ambil piring dulu, saya yakin Tuan pasti belum sempat makan buburnya, kebetulan saya membawa lebih banyak bubur hari ini."


Kenapa wanita ini tidak marah saya kata-katain seperti itu, pasti dia juga akan merayuku agar bisa baik seperti Ibu. Dasar Ibu aneh, wanita miskin begini dibela. Gumam Rymon dalam hatinya.


Vika yang selesai menyiapkan bubur, memberikan piring itu pada Tuan Rymon. Lagi-lagi Tuan Rymon menyingkirkannya dan membuat bubur itu terjatuh dilantai.

__ADS_1


Cikko yang geram dengan perbuatan Tuannya akan masuk kamar Rymon tapi ditundanya. Setelah dia melihat Nona Vika malah tersenyum dengan perbuatan Tuannya. Terbuat dari apa hati wanita itu sampai tidak marah akan perbuatan Tuan.


"Ini piring yang baru, tapi kali ini biar saya yang suap. Dan lantai itu, biar nanti saya bereskan lagi. Buka mulutnya tuan, ayo Tuan mumpung bubur ini masih hangat" Vika menyodorkan sendok bubur itu tepat dimulut Rymon.


Lagi-lagi Rymon menepis sendok itu dan hampir saja tumpah untung Vika cekatan menahannya.


"Tuan redam dulu amarah Tuan, Tuan boleh menghina saya dengan semau Tuan. Saya tidak marah, anggap saja saya ini perawat rumah sakit ini. Tuan lihat perut Tuan bunyi dari saya datang tadi. Setelah Tuan makan saya berjanji akan meninggalkan ruangan ini. Jadi saya mohon Tuan makanlah demi diri anda sendiri" sebenarnya Vika sangat ingin memakan pria gendut didepannya ini tapi Vika teringat Ibu Cantika, setidaknya dia dapat pahala membantu sesama.


Rymon yang heran karena bertemu dengan wanita yang tidak menyerah meskipun dihina pikirnya. Karena memang benar dia lapar, jadi dia akan memakan bubur itu secepatnya sebelum ada orang masuk dan melihat dia sedang disuap wanita miskin.


"Ini Tuan, buka mulutnya. Nah pintar, anak pintar kalau makannya banyak nanti bisa tumbuh besar dan cepat ngomel-ngomel lagi" kata Vika yang reflek lupa kalau kata-katanya nyeleneh.


"astaga maaf Tuan saya hanya bercanda, nah ini pesawat datang membawa makanan dibuka mulutnya anak pintar"


Dan Rymon membuka mulutnya tapi dia merasa dihina karena wanita itu mengucapkan tumbuh besar kan dia berbadan besar.


"unyuu unyuu, pintaii bayi besar bisa minta nambah" terkekeh Vika dalam hati saat kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu spontan.


"Diam saya bilang, sini biar saya suap sendiri." Rymon merebut mangkok bubur itu tapi Vika menahannya.


"Tidak biar saya saja Tuan, saya perawat anda. Ayo buka mulutnya lagi anak gendut"


"Apa kamu bilang??!!"


"Maaf keceplosan Tuan, ini dimakan Tuan."


"..." terdiam Rymon saat Vika menyebut dirinya bayi Gendut.

__ADS_1


"Ayo Tuan sedikit lagi, buburnya akan habis"


"Cerewet"


"Pintar dan Buburnya sudah habis. Ok ini minuman Tuan, karena sudah makan saya permisi Tuan. Mohon maaf orang miskin ini berani menginjak lantai yang mahal ini Tuan"


Rymon terdiam saat Vika akan meninggalkan kamarnya. Dia merasa aneh, saat dekat wanita itu dia selalu tak pernah akur tapi saat jauh sungguh Rymon ingin melihatnya.


Cepat Cikko.bersembunyi dibalik dinding kamar sebelah karena takut Vika ketahuan telah menguping.


Vika keluar dari rumah sakit untuk pulang saja karena tidak bertemu Bu Cantika.


Tidak beberapa lama Cikko masuk dengan santai, tanpa mengetuk pintu.


"kamu untuk apa kamu kembali! Pergi saja kamu bersama Ibu" ucap Rymon yang aneh tatapan Cikko seperti tatapan membunuh.


"Enak buburnya Tuan?? Sungguh Tuan manusia yang tidak punya hati. Selama ini saya bertahan disamping Tuan karena saya tahu kalau tuan sedang patah hati, penghianatan yang Tuan alami membuat saya iba dengan Tuan. Dan sampai hari ini saya tetap memilih menunggu Tuan dari pada ikut Nyonya Besar yang sebenarnya sudah baik mempekerjakan saya orang kampung. Dan tadi juga Tuan menghina Nona Vika semau Tuan, tapi dia tetap membantu menyuap Tuan dengan bubur. Kalau Tuan tetap keras kepala saya mundur tuan, saya akan kembali kekampung. Tidak ada yang menghina saya disana, bahkan saya begitu bahagia bisa bercanda dan bersua dengan orang-orang dekat saya." Cikko meninggalkan Tuannya setelah pengabdiannya selama ini, dia merasa Tuannya sudah sungguh keterlaluan.


"Sialan semua orang membangkang saya, mereka pikir mereka siapa!!!!" Cikko tidak berbalik dengan gertakan itu tetapi yang dikatakan Cikko ada benarnya dia sudah kerlaluan selama ini.


"Berhenti Cikko, saya bilang berhenti!!"


Sampai depan pintu ruangan Cikko tetap tidak berhenti sampai dia mendengar suara benda terjatuh. Dan berpaling ternyata Tuannya terjatuh dari ranjang dan mencabut infusnya.


Lekas Cikko berpaling dan menyelamatkan Tuannya yang terjatuh. Dengan tenaga yang ada Cikko membantu Tuannya untuk bisa kembali keranjang.


Lekas Cikko memencet bel darurat dan perawat datang. Lalu perawat memasang Infus yang terlepas paksa oleh Rymon sendiri. Setelah selesai perawat keluar meninggalkan Rymon dan Cikko diruangan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2