Celana Dalam

Celana Dalam
BAB 16


__ADS_3

"Nona Chika tunggu, nona tunggu" Cikko mengejar nona itu tapi kalah langkah. Karena nona itu sudah hilang ditengah kerumunan orang disana"


Melihat sekretarisnya hilang ditengah kerumunan, Rymon terpaksa ikut masuk. Tapi karena langkahnya lambat karena badan yang besar.


Susah melewati kerumunan orang, tiba-tiba bunyi benda terjatuh membuat semua orang kaget dan menoleh benda apa yang terjatuh.


Tergeletak dilantai Rymon yang tergelincir karena berdesakan dengan orang banyak. Mana sepatu kerjanya yang licin, membuat Rymon terjatuh ditengah kerumunan orang.


Vika mendengar benda jatuh yang tak jauh darinya, mencoba meraih Rymon yang tergeletak dilantai. Sementara kerumunan orang tertawa terbahak-bahak melihat posisi Rymon terjatuh.


Cepat Cikko keluar dari dalam toko dan berjalan kearah tuannya. Membantu Vika membangunkan tubuh besar Rymon.


"Apa tuan baik-baik saja"


Meskipun kesal dengan sikap pria dihadapannya itu, Vika mencoba bekerja seprofesional mungkin.


"Mari masuk lewat samping, kita bicara disana ucap Vika menarik tangan Rymon seperti menarik anak kecil yang berbadan besar"


Cikko mengikuti langkah bosnya yang dibawa menuju ruang tamu toko tersebut.

__ADS_1


"Silahkan duduk, maaf kondisi disini agak sempit karena hanya toko kecil-kecilan. Dan saya tahu tuan pasti sanggup memiliki toko yang lebih besar dari milik saya ini.


Rymon menatap Vika dengan malu, karena perkataan itu sempat dia ucapkan kala dimobil tadi.


"Maafkan perkataan saya bila membuat anda tersinggung, saya minta maaf karena tidak sopan saat berbicara"


Mimpi apa saya semalam dengar bos mau merendahkan dirinya untuk minta maaf pada orang lain bahkan baru dikenalnya gumam Cikko yang masih setia berdiri disamping sofa bosnya.


"Bagus anda menyadari perkataan anda yang salah, anda dan orang-orang diluar sana adalah pelanggan saya. Uang memang sangat saya perlukan tapi tidak dengan cara tadi saya mendapatkan uang"


"jika anda ingin, menggunakan jasa saya. Silahkan menunggu pembeli diluar saya layani. Karena membuat suatu karya walaupun hanya ****** ***** juga harus meluangkan waktu lebih tidak terburu-buru agar hasilnya memuaskan"


Rymon pamit pulang diikuti Cikko dibelakangnya.


Vika menarik nafasnya lega karena satu masalah terselesaikan. Bukan tidak senang mendapatkan pelanggan baru yang ingin order, tapi dia menyama ratakan. Semua yang membeli ditokonya dengan pelanggan yang order banyak.


Vika kembali membantu Ayu yang sibuk melayani pembeli. Ada Ibu kost juga disana yang sukarela membantu anak-anaknya berjualan.


Vika, Ayu dan Ibu kost bergantian untuk beristirahat serta menunaikan Salat Asar. Sebenarnya toko biasa tutup sebelum salat Asar, tapi karena pembeli masih ramai jadi mereka bergantian untuk melayani pembeli.

__ADS_1


Jam mulai menunjukan waktu pukul 5 sore, toko mulai sepi. Cepat Vika dan Ayu menutup toko agar bisa beristirahat. Ibu kost juga sudah meninggalkan toko Vika sebelum mereka tutup. Karena harus memasak makan malam keluarganya.


Disaat Vika dan Ayu bersantai disofa ruang tamu mendengar ada mobil yang berhenti didepan toko mereka. Vika lupa akan janjinya dengan pria besar itu.


"itu pasti pria besar tadi pagi yang sombong ingin membeli toko ini agar dia cepat dilayani"


"oh pria gendut yang terjatuh ditengah-tengah kerumunan orang tadi mba Vik?" tanya Ayu.


Tok tok tok


Pintu samping toko Vika diketuk seseorang, Ayu menawarkan diri membukanya. Saat Ayu membuka pintu itu ada pria berjas yang berdiri terpaku menatapnya. Dan seorang pria besat dibelakangnya.


"Ada yang bisa dibantu pa?" tanya Ayu


Tapi Cikko masih terdiam dan terpana, melihat itu Rymon yang heran kenapa Cikko tidak menyahut perkataan wanita didepannya.


Rymon menepuk keras pundak Cikko dan menggeser posisi Cikko yang masih mematung itu.


Reflek pandangan Cikko buyar saat posisinya digantikan bosnya. Dia kaget saat mata bosnya melototinya seperti itu. Aduh gumam Cikko lagi-lagi aku terpana melihat gadis manis didepannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2