
Pulang dari ekspedisi, Vika meminta pa Becak melintasi Universitas tempatnya kuliah. Meminta Pa becak untuk menepi sebentar, menatap dengan seksama mahasiswa mahasiswi yang keluar masuk universitas itu.
Pa becak yang prihatin melihat pelanggannya itu bersedih, menepuk pundak Vika.
"Neng kenapa sedih? Apa neng mau kuliah juga seperti orang-orang itu?" tanya pa becak pada Vika yang menoleh pada pa becak disampingnya.
"Tidak pa, hanya rindu tempat ini saja. Sempat masuk kuliah tapi saya berhenti karena kekurangan dana. Kasian Ayah saya hanya petani, kalau uang sudah terkumpul saya pasti bisa kuliah lagi" jawab Vika pada pa becak.
"Amin neng, Bapak doakan semoga usaha neng lancar, biaa kuliah lagi"
"Ayo pa kita berangkat lagi, saya masih harus menjahit lagi" menggandeng tangan pa becak yang Vika lihat seperti Ayahnya dikampung.
Pa becak tersenyum, karena baru kali ini ada orang yang mau menggandeng dirinya yang tua dan bau keringat.
"let's go pa " Vika menyemangati pa Becak yang mengayuh.
Tanpa Vika sadari sebuah mobil hitam sedan sedang mencoba mendekati becak yang dinaikinya.
Kaca jendela mobil terbuka beberapa orang wanita disana menertawakannya bahkan mengatainya gembel, cocok lu naik itu. Rakyat jelata, jangan mimpi lu kuliah di Unviersitas gede haaaa
__ADS_1
Vika menoleh melihat orang-orang yang meledeknya. Yaa tentu saja dia tahu siapa wanita-wanita yang ada didalam mobil itu.
Tanpa Vika sadari botol minuman yang masih berisi air dilempar dari dalam mobil dan mengenai Vika yang duduk didalam Becak.
"Aaaaa" teriak Vika yang kaget botol itu membasahinya. Dan pa Becak yang melihat kejadian itu segera menepi.
Mobil sedan itu juga pergi setelah melempari Vika dengan botol yang berisi air.
"Neng basah, kenapa orang tadi bersikap seperti itu pada neng?"
"Tidak apa-apa pa, mereka teman-teman neng dikampus dulu. Mereka hanya bercanda" terpaksa Vika berbohong agar pa Becak tidak khwatir padanya.
"jalan lagi saja pa becaknya, Vika baik-baik saja" ucap Vika pada pa becak.
Kembali pa Becak menjalankan becaknya dan tidak beberapa lama Vika dan pa becak sudah sampai ditoko Vika.
Dari kejauhan Vika melihat ada orang yang duduk didepan tokonya. Saat sampai depan toko, ternyata ibu kost serta pemilik toko yang menunggunya.
Vika sampai depan toko, memberi 2 lembar uang berwarna merah pada pa becak yang menemaninya hari ini.
__ADS_1
"Banyak sekali ini neng?"
"Ambil pa, rejeki Bapak lah itu. Biar hari ini pulang cepat, bisa kumpul keluarga" ucap Vika dan pamit pada pa becak.
"makasih banyak ya neng, kalau butuh apa-apa bapak siap antar neng kemana-mana"
"Siap Bos" ucap Vika dan berlalu pergi serta melambaikan tangannya pada pa becak.
"Assalamu'alaikum…" mencium tangan Ibu kost dan menyalami seorang wanita muda yang ada disebelah ibu kost.
"wa'alaikumussalâm wa rahmatullâhi wa barakâtuh nak dari mana kenapa toko baru buka jadi tutup"
"ohh itu Vika antar pesanan orang yang order buat dikirim kekotanya bu, ayo bu masuk kedalam diluar panas. Didalam biar adem ngobrolnya,maaf ibu jadi menunggu Vika lama." ucap Vika berlalu membuka pintu toko dan mempersilahkan ibu kost dan tamunya duduk disofa yang disediakan Vika untuk tamu-tamunya.
"Wah mulai dapat orderan lagi nak, syukur lah semoga rejeki lancar"
"Amin bu, ibu sama ade ini mau minum apa?" tanya Vika menjamu bu kost dan teman ibu kost yang terlihat lebih muda dari Vika.
Bersambung
__ADS_1