
Dimobil Ibu Cantika dan Ayu menenangkan Vika yang masih menangis karena ketakutan.
Cikko yang sudah menyuruh bagian cctv untuk mengecek dan mengirim file cctv dilorong toilet wanita.
Karena sudah larut, Cikko hanya mengantar sampai depan toko, langsung kembali ke tempat acara.
Notif masuk, sebuah rekaman cctv ditoilet dikirim untuknya. Cikko melihat beberapa wanita yang tidak Cikko kenal mengunci nona Vika. Tapi yang satunya seperti pernah bertemu gumam Cikko.
Saat rekaman ditonton sampai habis, Cikko tersenyum sendiri. Karena disana dia melihat tuan Rymon tertindih nona Vika.
Dari kejauhan Rymon melihat Cikko yang sedang tersenyum sendiri sambil melihat gawainya.
"Cikko, kamu sudah datang kenapa tidak mendatangi saya. Bagaimana kamu sudah cek cctv" tanya Rymon menatap Cikko.
"Ini Tuan, wah Tuan ketiban rejeki hari ini hee" ucap Cikko yang menyerahkan gawainya yang berisi rekaman cctv.
Tersenyum Rymon saat cctv diputar dibagian dia tertindih Vika. Rasanya Rymon tidak dapat tidur malam ini, ternyata ini yang Cikko bilang ketiban rejeki.
"Apa kamu kenal wanita-wanita itu?" tanya Rymon.
"Salah satunya kalau tidak salah adalah wanita yang pernah Vika cebloskan kedalam penjara karena menyuruh preman menghancurkan toko waktu itu. Tapi hebat juga dia sudah bebas, setahu saya Nona Vika tidak menarik laporannya. Mungkin karena Orang tuanya merupaka rektor universitas terbesar dikota ini jadi bisa membebaskan putrinya" ucap Cikko yang menyampaikan infonya dan kini mereka berdua sudah ada diruangan Rymon.
"Begitu biar saya yang akan mencebloskannya kembali, bagaimana kondisi Vika tadi saat kamu antar pulang?" tanya Rymon kembali.
"Masih menangis dan gemetaran, Nyonya Besar dan Ayu sudah menenangkannya tapi Nona Vika sepertinya masih trauma." jawab Cikko.
~ Ditempat lain ~
Vika masih meringkuk dikamarnya, ditemani Bu Cantika dan Ayu mereka berada dikamar yang sama. Tertidur bertiga agar Vika bisa kembali seperti biasanya.
Malam ini tidak dilalui Vika dan Ayu untuk menjahit orderan. Mereka kini sudah terlelap dalam mimpi masing-masing.
Vika lagi-lagi bermimpi Bos Cikko, bahkan dimimpi itu mereka bisa akur bergandengan tangan. Melangkah kemana kaki melangkah, seperti tidak lelah.
Vika merasa tubuhnya berguncang dan Vika terbangun karena Ayu membangunkannya untuk Sholat. Bu Cantika datang dengan wajah yang basah karena selesai mengambil Wudhu.
Vika dan Ayu juga berdiri untuk mengambil wudhu, bergabung bersama bu Cantika untuk menyelesaikan Sholat.
Aktivitas kembali seperti biasa, Vika dapat melupakan kejadian malam tadi dengan melepas ketakutannya dengan doa.
__ADS_1
Gawai Vika berbunyi, nama Cikko tertera disana.
Vika : Halo
Cikko : Selamat Pagi, bagaimana dengan kabar anda Nona?
Vika : Saya sudah baik tuan, maaf jika saya tidak sopan meninggalkan acara syukuran dengan tidak pamit pada tuan Rymon.
Cikko : Tidak perlu minta maaf nona, karena ini bukan salah anda. Tuan Rymon sudah menyuruh pihak kepolisian mengurus masalah ini.
Vika : Tunggu jangan diusut biarkab saja, saya tidak mau berurusan dengan pihak kepolisian lagi tuan. Saya maafkan para pelaku.
Cikko : Kenapa jadi begitu nona, Apa anda tahu siapa pelaku yang mengunci anda.
Vika : Tidak
Cikko : Teman anda sendiri yang pernah merusak toko nona dulu, entah kenapa bisa bebas.
Vika : Apa??? Biarkan saja Tuan saya tidak mau mengurusnya, saya mau fokus dengan usaha saya. Terima kasih.
Telepon terputus langsung oleh Vika.
"Emm Tuan Cikko bu, mengabari kalau pelaku yang mengunci toilet itu adalah orang yang pernah merusak toko ini dulu dan tuan Rymon telah melapor kepihak kepolisian. Kalau menurut Vika, Vika tidak mau bu berurusan dengan pihak kepolisian lagi, aku mau ngurus orderan saja" jawab Vika panjang lebar sambil mengerjakan jahitan yang malam tadi terbengkalai.
"Oh begitu, biar saja kalau memang anak Ibu melaporkan nak. Lebih baik, orang itu pantas mendapatkan hukuman. Kamu lanjut saja ya, Ibu mau kembali kedepan bersama Ayu dan bu Rahma" ucap Bu Cantika.
"Baik Bu, terima kasih sudah bantu Vika cari uang hee" kata Vika yang mulai kembali tertawa.
~ Dikantor Rymon ~
Cikko mengetuk pintu ruangan tuannya untuk memberi kabar kelanjutan kejadian ditoilet malam tadi.
tok tok tok
"Masuk"
"Maaf Tuan, menganggu"
"Bagaimana apa Vika baik-baik saja dan apa dia setuju kita melaporkan kejadian malam tadi" tanya Rymon.
__ADS_1
"Nona Vika sudah membaik Tuan, tapi dia tidak ingin melapor kejadian itu. Dengan alasan tidak ingin berurusan lagi dengan pihak kepolisian.
"Apa??? Masa dibebaskan begitu saja, emm.."
"Maaf Tuan kalau saya boleh usul, kita bisa melapor tanpa Nona Vika. Karena kejadian ini terjadi dikantor kita, kita bisa melapor karena sudah mengganggu tamu saat acara kita berlangsung. Kita punya bukti cctv tuan" usul Cikko.
"Baik saya setuju, biar memberi efek jera untuk wanita-wanita itu. Mentang-mentang dia anak Rektor lalu seenaknya membuly orang lain" tegas Rymon.
"Baik Tuan saya permisi" pamit Cikko yang berlalu dari ruangan Tuan Rymon.
Cikko keluar kantor untuk memberi laporan kepada kepolisian dan menjelaskan kejadian tadi malam. Cikko juga memberikan salinan cctv dari kantor, setidaknya ini menjadi efek jera kembali untuk anak rektor itu.
Selesai dari sana Cikko kembali kekantor, untuk mengabarkan kalau laporan sudah diterima kepolisian.
Saat jam makan siang, lagi-lagi Rymon membawa Cikko mendadak untuk makan siang dengan Ibunya.
Membeli makanan dari restaurant langganan Cikko, Cikko mendapat kabar kalau tersangka kejadian ditoilet sudah ditangkap dan dimintai keterangan. Apa bisa kekantor siang ini tanya kepolisian agar segera memproses laporan mereka. Dan Cikko menyetujuinya, setelah mereka makan siang akan langsung kekantor polisi.
Kabar dari kepolisian sudah Cikko sampaikan dan Tuan Rymon setuju. keadaan toko sedang tutup karena jam akan sholat dhuha.
Siang itu bertepatan dengan jam sholat, Rymon dan Cikko sempat mengikuti Sholat bersama orang-orang yang ada dalam toko.
Selesai Sholat, mereka mulai menyiapkan makan siang dan berkumpul untuk makan bersama.
Rymon memperhatikan Vika yang sudah ceria tidak sedih seperti malam tadi. Cikko juga tak pernah bosan memandang wajah Ayu yang sesuai namanya begitu ayu.
Makan siang berakhir, Rymon dan Cikko pamit pada semua orang. Mereka pergi kekantor polisi. Sebenarnya bagi Rymon hal seperti itu sangat membuang waktu, tapi dia melakukan semua ini demi Vika.
Badan Vika yang gemetaran dan tangis yang berderai dapat Rymon rasakan saat itu Vika benar-benar ketakutan.
Rymon merasa berbunga-bunga jika mengingat kejadian itu. Meskipun itu memang seharusnya tidak terjadi.
Dalam mobilnya Rymon sempat memandang pembangunan toko Vika yang sudah 50%. Hebat hanya hasil menjahit bisa membangun sebuah ruko. Pekerja keras gumam Rymon, dia ingin sekali ada kesempatan bisa berbicara berdua dengan Vika.
Pertemuan mereka yang kurang baik selama ini membuat Rymob ingin memulainya dengan hal yang baik. Tapi itu hanya ada dalam mimpinya.
Rymon tidak bisa menceritakan kepada siapa-siapa akan mimpinya. Takut dia ditertawakan karena memimpikan wanita baik sopan dan pintar seperti Vika.
Bersambung
__ADS_1