Celana Dalam

Celana Dalam
BAB 18


__ADS_3

"Sudah jangan kamu pikirkan, hari sudah malam mba mau sholat dulu. Kamu bersihkan tempat ini, agar malam nanti kita bisa melanjutkan jahitan kita." ucap Vika menenangkan Ayu dan masuk dalam kamarnya.


Vika bersiap untuk menyelesaikan Sholatnya agar hatinya tenang dalam menghadapi persoalan hidupnya. Berserah kepada yang empunya hidup.


Bersimpuh dan memohon ampun atas segala kesalahan dan kehilafan. Kesombongan dan perkataan yang tak baik dari mulut manusia berdosa sepertinya. Mohon tuntunan dan penyertaan yang maha kuasa atas kehidupan yang dijalaninya.


Selesai Sholat dan berdoa, Vika keluar menuju dapur disana sudah ada Ayu yang sibuk dengan masakannya.


"Ayu sudah sholat, kalau belum biar mba yang lanjutin masaknya." ucap Vika berada disamping Ayu.


"Sudah sholat kok mba, mba tunggu dimeja makan saja. tinggal menuangnya dalam wadah saja." jawab Ayu yang lihai denga alat spatula itu.


"Terima kasih adik mba, kamu memang the best" mencolek pipi Ayu yang berkeringat karena menghadap api kompor.


"Mba ini sempat-sempatnya menggoda"


Ayu dan Vika menyantap makan malam mereka dengan diam. Karena saat makan semua orang membutuhkan ketenangan.


Selesai acara makannya, Vika dan Ayu bergelut dengan jahitan masing-masing. Sambil bercengkrama, Vika juga memberi tahu Ayu akan ada bahan datang besok.

__ADS_1


"Ayu besok mba mau keluar beli alat jahit 2 buah untuk orang baru yang akan bantu kita menjahit. Jadi mba minta kamu bantu orang baru itu menjelaskan jahitan apa saja yang harus mereka kerjakan" ucap Vika disela menjahitnya.


"Asik Ayu jadi punya teman baru donk mba"


"Kamu bantu mba ditoko aja melayani pembeli, tapi sekali-kali pantau juga pekerjaan teman kamu"


"Siap Bos"


Ditempat Lain


Rymon yang gusar diperlakukan orang lain seperti itu tidak bisa meredam emosinya. Sialan wanita itu pikir dia siapa, tersenyum meledek ku saat aku kepanasan gumamnya dalam hati yang marah karena merasa dipermalukan.


Cikko yang melihat bosnya diam tapi aura mukanya marah padam. Tidak berani mengajak bosnya berbicara. Dia hanya diam tapi pikirannya kemana-mana.


"Kenapa kearah jalan pulang Cikko, aku ingin pergi ke club malam ini. Awas kau mengadukan ini pada Ibu, cepat putar balik. Kalau tidak aku pecat kalian semua" ucap Rymon yang masih emosi saja.


Cikko memberi kode pada bodyguard yang menyopir untuk putar arah dan pergi ke club sekarang juga.


Saat sampai diclub malam, Rymon turun dari mobilnya dan masuk kedalam seorang diri. Sedangkan Cikko menunggu dimobil.

__ADS_1


Alamat pulang larut kalau begini gumam Cikko yang bersandar didalam mobil. Apa yang harus aku katakan kalau nyonya besar tiba-tiba menelponny pikir Cikko yang serba salah.


Tidak lama gawai Cikko berdering disaku celananya, dia menebak kalau nyonya besar yang menghubunginya. Betul saja nama dalam gawai itu adalah nyonya besar.


Cikko ( selamat malam Nyonya besar )


Nyonya besar ( Kalian dimana, jangan katakan dia berada diclub malam ini)


Cikko ( . . .)


Nyonya Besar ( Cikko kenapa diam, cepat bawa Rymon pulang sekarang juga atau saya yang kesana )


Cikko ( bai-k Nyonya )


Mematikan sepihak telepon itu dan berlari masuk menemui bosnya didalam. Penjaga disana sudah hapal dengan wajah Cikko yang keluar masuk club itu.


Kesana kemari Cikko menoleh mencari keberadaan tuannya. Astaga kenapa tuan ada diatas meja dan berjoged disana. Tanpa mereka ketahui seseorang merekam perbuatan Rymon malam itu.


Lekas Rymon menarik tuannya agar turun dari meja, untunglah tuannya yang mabuk berat mau menuruti perkataan Cikko untuk turun dari meja.

__ADS_1


"Brengsek aku baru saja naik kau malah menurunkan aku, berani sekali kamu. Apa kamu mau saya pecat hah!" ucap Rymon tanpa sadar sudah ada diluar club dan bodyguard membantu Cikko memasuki bos mereka kedalam mobil.


Bersambung


__ADS_2