
Malam semakin larut, Vika masih bersimpuh dalam doa panjangnya. Dia mohon perlindungan dan tuntunan menjalani kehidupan dikota. Kalau ada kata perkataan perbuatannya yang salah, hamba mohon ampuni dosa dan kesalahan hamba. Berkah'i usaha kecil hamba ya Allah, jauhi hamba dari kejahatan manusia yang menzalimi hamba. Amin
Setelah berdoa Vika membaringkan badannya untuk beristirahat dari rehat dunia.
Didalam kamarnya, Ayu juga bersimpuh dan berdoa. Karena Ayu sebatang kara jadi dia mendoakan Mba Vikanya agar diluputi dari marabahaya.
Membaringkan badannya, Ayu mulai berpikir agar besok dia akan membantu merapikan dan menyusun barang toko agar cepat beres. Dan bisa dijual lagi barang jahitan mba Vika gumamnya.
Jam masih menunjukan pukul 4 pagi, Ayu sudah bangun menyiapkan sarapan, mandi dan Sholat. Semua beres, Ayu merapikan isi toko mereka.
Menyapu dan menatanya agar dapat membuka toko hari ini. 2 jam Ayu membereskan semua, dan Vika terbangun dari tidurnya.
"Ayu sudah bangun, wah kamu habis beresin toko ya. Kan mba suruh istirahat 2 hari ini, sementara mba berurusan dikantor polisi." Ucap Vika sambil mengikat rambutnya.
"kan yang kekantor polisi mba Vika, biar Ayu jualan saja mba. Sayang barang kita masih banyak, pelanggan kita nanti kabur kalau kelamaan tutupnya" ucap Ayu tersenyum.
"De, kalau kamu buka. Takutnya kamu diserang orang lagi, siapa yang nolong kamu. Warga cuma nonton dan video in kita saja, boro-boro bantukan" penjelasan Vika yang khwatir Ayu jika sendirian.
"Percaya deh mba gusti Allah pasti menjaga Ayu dan Mba juga. Mba mandi sarapan biar bisa kekantor polisi hari ini, biar kita tahu mba siapa bos preman itu" ucap Ayu yang mendorong tubu Vika agar bergegas.
__ADS_1
"keras kepala yu ayuu" jawab Vika yang berlalu mandi dan sarapan.
Ayu membuka toko dengan Bismillah, semoga banyak pelanggan lagi ya Allah. Gumam Ayu yang menyapu halaman toko.
Lagi menyapu Bude Rahma datang dengan senyum dan kresek makanan ditanggannya.
"Bude selamat pagi" sambut Ayu dan menyalami Budenya
"Jualan kalian hari ini yu?
"Ia bude, biar pelanggan gak kabur kelamaan tutup" menuntun Budenya masuk.
"Kok buka nak, katanya kemaren tutup dulu selama kamu berurusan sama polisi" ucap Ibu kost yang menuju meja tamu dan duduk disana.
Vika ngekor dari belakang dan ikut duduk juga dengan membawa nampan minum untuk mereka duduk dan mengobrol.
"Ayu itu bu, kekeh buat buka. Aku sih niatnya tutup, takut preman balik lagi"
"Ada gusti Allah bude, yakin pasti dijaga. Serahkan pada yang diatas pasti kita baik-baik saja. Orang jahat pasti dapat balasannya" ucap Ayu percaya diri.
__ADS_1
"Wes biar Ibu bantu Ayu jaga, kamu nak hati-hati dijalan. Semoga urusan cepat beres. Doa ibu percaya kalau apa yang Ayu bilang ada benarnya.
"Amin" kompak Vika dan Ayu
Mobil hitam berhenti didepan toko, Vika kenal mobil itu. Berjalan kedepan diikuti Ayu dan Ibu.
"Ada apa tuan Cikko datang kemari?" tanya Vika
"Hari ini kan kata pihak polisi kita disuruh kembali, jadi saya akan antar nona Vika sekalian. Karena hari ini saya tidak kerja karena tuan masih belum sehat"
"Astaga saya kira kenapa, saya bisa sendiri tuan. Nanti tuan direpotkan oleh saya"
"Tidak nona, saya akan bantu sampai orang yang menyuruh preman itu tertangkap. Mari kita berangkat nona" jawab Cikko membuka mobil bagian belakang.
"Terima kasih tuan, maaf saya merepotkan. Ayu ambil tas mba dimeja"
Ayu datang mengantar tas mba Vika dan Vika pamit pada Ibu dan Ayu. Cikko memerintahkan seorang bodyguard yang menyopir biasanya agar menjaga toko Vika sementara mereka kekantor polisi.
Bersambung
__ADS_1