
Sampai dikediaman Rymon, gegas Rymon masuk kerumah dan pergi kekamarnya untuk pergi kekamar mandi dan membersihkan dirinya.
Tidak butuh waktu lama pria gembul itu kini sudah wangi dan rapi. Baju hem kotak-kotak warna merah menjadi pilihan Rymon dengan celana panjang serta sepatu sneakers putih.
Walaupun badan gembul Rymon punya style sendiri agar menunjang penampilannya. Segala sesuatu terlihat pas dibadan besar itu dan kini dia siap menjemput putri mimpinya.
Menurunin anak tangga dan melihat Cikko masih dengan baju yang sama saat bekerja tadi.
"Kenapa masih belum mandi, lihat aku sudah tampan belum?" tanya Rymon bak model yang berputar-putar dihadapan Cikko.
"Haaaaa"
"Kenapa???? Apa buruk dengan penampilan saya ini? Hem" menatap Cikko yang berani menertawakannya.
"Tampan sih tampan tuan Rymon, tapi label baju harus ngikut juga haaa" ucap Cikko yang tidak bisa menahan tertawanya.
Menepuk badan Cikko yang masih tertawa dan berlalu meninggalkan Cikko. Sampai dimobil lekas Rymon menaiki mobilnya dan menginjak gas untuk segera menuju tempat Vika
Dalam perjalanan Rymon masih menebak-nebak apa yang akan dibicarakan Vika padanya. Semakin dekat dengan Toko Vika. jantung Rymon tidak karuan.
Padalah begitu pedenya berangkat dari rumah dengan bersiul-siul. Saat berhenti didepan Toko Vika, sosok Vika sudah menunggu dan masuk kedalam mobil Rymon.
"Terima kasih atas jemputannya padahal tinggal melangkahkan beberapa langkah saja saya sudah sampai dicafe, maaf mendadak bertemu hari ini juga dikesibukan anda bekerja" ucap Vika saat bokongnya sudah duduk.
"Santai saja, ini juga sudah jam pulang kerja jadi saya bisa keluar kapan saja" dan sampai lah mobil itu diparkiran 'Cafe Enjoy Hits'.
Berjalan beriringan menunu Cafe, layak orang pacaran kedua-duanya suka duduk dipojokan. Pilihan mereka tertuju karena dekat dengan AC alam yang sepoi-sepoi malam hari.
Pelayan datang memberikan menu, mereka memilih makan-makanan berat. Serta minuman yang sehat seperti jus dan air mineral.
Sambil menunggu pesanan datang, Vika memulai obrolan ringan dengan menanyakan keberadaan Cikko.
"Tumben Cikko tidak terlihat malam ini Rymon, apa dia sedang bekerja?" tanya Vika.
Kenapa jadi Cikko yang Vika tanyakan, dia merasa cemburu karena Cikko ada dalam pikirannya.
__ADS_1
"Hei, kok diem?" melambaikan tangan pada Rymon.
"Maaf saya malah melamun, jika pulang kerja Cikko tidak ikut kecuali ada pekerjaan yang mengharuskan Cikko ikut, apa kamu merindukan sosok Cikko?" menatap Vika yang juga menatapnya.
Entah kenapa jantung Vika berdegup kencang, seolah ada pemain Drum dalam jantung, sakit sih tidak tapi detakannya sangat kencang dan kuat.
Hal serupa dirasakan Rymon, saat bertatapan muka dengan Vika. Hal yang hadir dalam mimpinya seolah nyata tapi Rymon teringat setangkai bunga mawar yang dipilih Cikko. Entah Vika suka atau tidak.
"Vika boleh saya tanya? Apa kamu suka bunga mawar?" tanya Rymon yang sebenarnya tidak ingin dia tanyakan karena bukan barang mahal.
"Tentu saya suka, saya suka dengan bunga-bunga Rymon. Hampir tiap malam saya bermimpi selalu berada ditaman yang penuh bunga" terhenti perkataan Vika karena Rymon pamit ada yang tertinggal dimobil.
Vika mengijinkan Rymon mengambil barang yang tetrtinggal. Gegas Rymon melangkah dan menunju mobilnya mengambil bunga mawar itu.
Bunga Mawar yang berada dijok belakang Rymon ambil dan mencium wangi mawar itu begitu menggoda.
Saat menutup mobilnya, Rymon mendengar Vika suka dengan bunga-bunga yang berada ditaman dan selalu hadir dalam mimpinya.
Apa aku salah dengar??apa jangan-jangan Vika bermimpi hal yang sama seperti aku alamin selama ini, ucap Rymon yang mematung disamping mobilnya.
Vika yang membantu pelayan menata makanan yang mereka berdua Rymon pesan datang.
Rymon berhenti dimeja dimana dia dan Vika makan, Vika kebingungan karena Rymon sedang mengatur nafasnya dan ingin menyampaikan sesuatu.
Vika memberikan minuman mineral pada Rymon dan Rymon menegaknya sampai habis.
Duduk ditempatnya semula dan memberikan Bunga Mawar itu ditangan Vika.
"Ini apa?" tanya Vika dan mengambilnya dari taangan Rymon dan mencium wangi Bunga Mawarnya yang begitu wangi baginya.
"Aku tidak sempat pergi kemall untuk memberikan suatu untuk pertemuan kita malam ini, jadi bunga ini saja yang aku dapat dari perjalanan saya menuju kemari." ucap Rymon berbohong, padahal Bunga mawar itu adalah ide Cikko sendiri.
"Astaga jangan seperti itu, sebaiknya kita makan malam dulu agar tidak masuk angin" kata Vika yang mulai meminum air mineral didepannya.
"Ok, silahkan nikamti hidangan yang ada"
__ADS_1
Kini mereka hening tidak ada pembicaraan yang berarti. Bunyi sendok saja yang beradu dari tadi.
Selesai makan, Rymon yang tidak sabar ingin mendengar penjelasan Vika tentang mimpinya ditaman.
"Bisa ceritakan kepada saya tentang mimpi anda dengan taman dan banyak bunga" tanya Rymon.
"Oh itu hanya bunga tidur, tapi aneh juga setiap hari mimpi itu datang dalam tidur saya" ucap Vika.
"Apa pria gendut dan besar ini yang bersama kamu ditaman bunga-bunga itu??" tanya Rymon lagi yang sebenarnya malu bertanya hal demikian.
"Anda bisa tahu, maafkan saya lancang membuat anda ada dalam mimpi saya. Saya benar-benar tidak tahu kenapa saya selalu memimpikan itu selalu" menangkup kedua tangannya dan mengucapkan maaf atas kekonyolan mimpinya itu.
"Mengapa kita mempunyai mimpi yang sama?"Tanya Rymon.
"Maksudnya?"
"Sebelum saya kenal dengan anda ,saya sudah bermimpi bertemu anda. Anehnya saya saat itu dikejar anda dengan membawa maaf Pekaian Dalaman yang anda jahit. Sehingga mimpi itu membuat saya menyuruh Cikko mencari sosok yang ada dalam mimpi saya itu.
Sampai saya melihat anda ada dikoran ternama dikota ini sedang ditanyain masalah Pakaian Dalaman. Dari situ saya tidak dikejar lagi dalam mimpi.
Karena mimpi itu kini berubah latar, menjadi taman bunga dan berjalan beriringan tanpa debat dan ribut dengan anda lagi" ucap Rymon panjang lebar.
"Ya ampun jadi mimpi kita hal yang sama, hee" tertawa kecil Vika didepan Rymon.
Ada apa ini kenapa semakin mendengar cerita Rymon aku menjadi panas dingin dan jantungku, yaa ampun apa aku sakit jantung. Tidak-tidak. Aku harus sehat gumam Vika dalam hatinya.
"Hei kenapa jadi kamu lagi yang melamun??" tanya Rymon menatap wajag Vika yang cantik dan sederhana tapi memiliko aura yang dapat memikat lawanya.
"kita bahas yang lain dulu yaa, aku merasa jantungku sakit karena.."
"Karena jatuh cinta" ucap Rymon reflek. Dan Vika melongo dan mematung beberapa detik dan sadar akan ucapan Rymon.
"kita yang jatuh cinta maksudnya??" menatap Rymon.
Bersambung
__ADS_1