Celana Dalam

Celana Dalam
BAB 36


__ADS_3

Cikko membisikkan sesuatu ditelinga tuannya dan lekas Rymon memakan makanan yang ada dihadapannya. Enak juga gumam Rymon karena sayuran itu bercampur dengan buah-buah yang manis dan ada saus mayones yang menemani.


Cikko ada dimobil bersama bodyguard untuk mengantar Rymon kemana saja. Tidak lama Rymon datang dan masuk kedalam mobil.


"Cikko siang nanti siapkan beberapa makanan, saya ingin makan bersama Ibu ditoko nona itu." ucap Rymon yang mengetik gawainya mengirim pesan pada klien.


"Baik Tuan"


Mobil melaju mengarah kekantor, hari ini Rymon meeting dengan klien. Berbeda dari biasanya, Rymon lebih cerah dari biasanya mungkin efek olahraga.


Cikko keluar menghubungi Nyonya Besar, menyampaikan niat Rymon ingin makan bersama Nyonya Besar takutnya Nyonya Besar tidak berkenan.


Tidak lama telepon Cikko disambut oleh Nyonya Besar.


Cikko ( Pagi Nyonya, maaf saya mengganggu)


Bu Cantika ( Pagi Cikko, bagaimana kabar kalian disana)


Cikko ( kabar baik Nyonya, ada sedikit kemajuan Nyonya. Tuan Rymon mulai berolahraga pagi tadi dan makan makanan sehat yang khusus saya beli langsung dari restaurant yang Nyonya recom waktu itu)


Bu Cantika (Bagus kalau begitu, dia bisa mendengar saran kamu Cikko)


Cikko (Iya berkat ide Nyonya juga, maaf Nyonya tadi Tuan Rymon mengatakan niatnya ingin makan siang bersama Nyonya ditoko Nona Vika. Apakah berkenan Nyonya?)


Lama Bu Cantika berpikir dan Cikki masih setia menunggu jawaban Nyonya besar diseberang sana.


Cikko (Halo Nyonya bagimana?)


Bu Cantika ( Baik belikan juga untuk orang-orang disini, Ibu tutup dulu Cikko)


Karena Nyonya setuju Cikko menelpon restaurant langganan Cikko. Selain disana banyak pilihan, ada menu sehat untuk Tuan Rymon.


Waktu semakin berlalu, tidak terasa sudah jam siang. Rymon yang nampak sedang bersalaman dengan kliennya dimuka gedung mengakhiri pertemuan siang itu.


Cikko menghampiri Tuan Rymon yang masih berdiri didepan gedung.

__ADS_1


"Tuan apakah jadi makan siang ditempat Nyonya Besar?" tanya Cikko.


"Jadi, aku mau minta maaf sama Ibu atas sikap aku yang kasar waktu itu. Apa makanan sudah tersedia?" tanya Rymon.


"Sudah didalam mobil Tuan"


"Berangkat sekarang saya sudah lapar hanya makan sayur pagi tadi" ucap Rymon yang melangkah kedalam mobil yang sudah parkir didepan gedung.


Perjalanan cukup lama, karena jam sibuk. Terlihat Rymon menegak minuman botolnya yang sudah habis 3 botok. Karena perutnya benar-benar lapar.


Cikko yang kwhatir karena perjalanan sedikit lama, tapi dari wajah Rymon tidak menunjukan kejenuhan karena dia bermain dengan gawainya.


Tidak beberapa lama, Mereka sampai didepan Toko yang padat kendaraan tapi toko terlihat tutup. Sepertinya kendaraan itu parkir menunggu toko kembali dibuka.


Cikko dan Rymon berjalan melewati pintu samping dan Bodyguard mengikuti dari belakang dengan membawa kantongan berisi makan siang.


Tok tok tok


Ketukan pertama tidak ada jawaban, cikko mencoba kembali tapi tetap tidak ada jawaban. Berniat membuka pelan pintu toko, ternyata orang didalam sedang sholat berjamaah.


Cikko dan Rymon menunggu beberapa menit, sampai pintu samping terbuka. Dan Nyonya Besar yang membukanya karena dia yakin itu adalah anaknya.


"Ibu'


Sahut Cikko dan Rymon yang menoleh saat pintu terbuka.


"Masuklah, anak-anak sudah kelaparan kalian lama sekali, kalian yang membuat janji tapi kenapa lama" ucap Bu Cantika yang membuka lebar pintu samping.


Cikko masuk lebih dahulu dan mengucap salam, disambut oleh orang-orang yang sudah berkumpul disana.


Rymon masuk tapi berhenti tepat didepan Ibunya. Hening terjadi beberapa detik, tapi Vika datang dari dapur membawa piring.


"Selamat Siang tuan Cikko, kami senang kalian datang dan mau makan siang bersama kami disini tapi maaf meja makan agaknya kurang cukup. Jadi makannya beralaskan tikar" ucap Vika memberi piring pada Ayu.


"Siap yang penting perut kenyang nona Vika" Cikko memberikan makan siang itu pada Vika yang sudah diambilnya dari Bodyguard tadi.

__ADS_1


Rymon menatap wajah Ibunya yang menatapnya lama.


"Mengambil tangan Ibunya, apa kabar bu? Maaf atas sikap Rymon waktu itu, Rymon bersalah sudah keras kepala" ucap Rymon yang masih memegang tangan Ibunya.


"Ibu sudah memaafkan tapi kamu harus bisa berubah demi dirimu sendiri, ayo masuk kita makan bersama anak-anak Ibu yang lainnya." ucap Ibu menggandeng Rymon dan memperkenalkannya pada anak-anak yang ada disana.


"Hai, Rymon anak Bu Cantika. Maaf saya merepotkan karena Ibu saya tinggal disini"


Semua orang menyambutnya dengan senyuman, tidak ada yang menggunjingnya seperti orang diluar sana. Pantas Ibu betah disini pikir Rymon.


"Kami senang Ibu disini, tidak merepotkan. Maaf kami makan beralaskan tikar. Jika tuan susah duduk dilantai silahkan duduk disofa tamu, mungkin tuan Cikko akan menemani" jawab Vika yang sudah menyiapkan makanan dan menunggu Adi berdoa. Karena Adi jadi langganan kalau mereka makan bersama memimpin doa.


"Terima kasih semua atas pelayanannya, saya mohon ijin duduk makan dikursi. Karena perut saya sering terjepit. Sekali lagi saya mohon maaf." ucap Rymon sopan karena orang lain sopan padanya lantas kenapa dia tidak sopan pikirnya.


Cikko menemani Rymon duduk disofa, mengambil piring makanan khusus untuk Tuannya. Makanan sehat yang harus tuannya konsumsi.


"Silahkan Tuan" ucap Cikko pada tuannya.


Rymon menatap Cikko dan mengela nafasnya kasar. Lagi-lagi Cikko memberikan makanan ini, untunglah masih masuk logika gumam Rymon. Nasi Merah, Sayur Bayam dan telur Rebus menjadi menu siang diet Rymon kali ini.


Diam-diam Rymon mengangkat kepalanya menoleh pada mereka yang ramai menyantap makan siangnya. Ternyata mereka makan ayam, daging, tahu, tempe, aneka mie dan sop disana. Rymon meneguk salivanya.


Cikko tersenyum dalam hatinya tapi ini semu demi kesehatan tuannya sendiri. Cikko pun makan makanan yang sama dengan tuannya karena ingin menemani dietnya.


Tak lama Vika berdiri membawa potongan ayam yang dimasak mereka pagi tadi dan sudah dipanasi.


" Maaf ini ada ayam jahe kukus bagus untuk kesehatan tubuh, karena bumbunya alami dari rempah-rempah. Ini resep turun temurun, silahkan dicoba tuan-tuan" ucap Vika yang berlalu kembali duduk untuk makan bersama yang lainnya.


Rymon menatap Cikko seolah meminta persetujuan boleh memakan ayam itu. Cikko yang paham mengangguk tanda setuju.


Senyum merekah dari bibir Rymon, mengambil ayam itu dan menaruhnya dalam piring kosong didepannya.


Satu gigitan terasa nikmat, menyerumput kuah yang lumayan panas. Membuat Rymon merasa hidup.


"Tuan semua orang melihat anda, pelan sedikit dan jangan lupa menu sehat tuan dimakan juga" ucap Cikko berkata pelan.

__ADS_1


"Memang kau jahat Cikko, aku baru merasakan makanan enak itu. Hanya hari ini saja, kau makanlah dan jangan berisik" jawab Rymon yang kembali mengambil potongan ayam.


Bersambung


__ADS_2