Celana Dalam

Celana Dalam
BAB 40


__ADS_3

"Tuan Cikko, anda sudah datang. Ibu sedang bersiap didalam" ucap Vika yang menatap Cikko tapi tatapannya tak lepas dari Ayu.


"Ehh nona Vika maaf saya melamun" jawab Cikko dengan wajah memerah.


Astaga kenapa aku ini setiap melihat Ayu jadi kaku dan membeku. Malu sekali rasanya ketahuan Nona Vika menatap Ayu yang masih kecil tapi begitu memikat hati.


"Mas Cikko dipanggil, panggil tidak nyahut malah bengong saja" kata Ayu yang masih berdiri depan pintu.


"Maafkan saya, lain kali tidak akan saya ulangi" Cikko menjawab Perkataan Ayu tanpa menatap Ayu tapi melihat Vika.


Sepertinya Tuan Cikko menyukai Ayu, berapa kali Cikko jadi kaku kalau berbicara dengan Ayu gumam Vika dalam hati.


"Masuk Tuan Cikko duduklah dulu, Ibu sedang bersiap." ucap Vika yang menggandeng Ayu agar membuat minum untuk tuan Cikko.


Vika dan Ayu masuk kedalam dan Ibu keluar menemui Cikko.


"Sore Nyonya besar apa jam sekarang kita berangkatnya?" ucap Cikko yang berdiri menyambut kedatangan Nyonya Besar.


"Duduk dulu nak, biar Ayu bikinkan minum. Ibu akan mengajak mereka. Apa Rymon tidak keberatan?" tanya Ibu Cantika pada Cikko.


"Tidak Nyonya, pasti Tuan akan senang kalau nona Vika dan Ayu bisa ikut hadir juga" jawab Cikko.


Dan Ayu datang membawa dua gelas minuman teh. Menatanya didepan Ibu Cantika dan Cikko.


"Silahkan Bu dan Masnya diminum. Sengaja Ayu buat hangat tehnya biar bisa diminum segera" ucap Ayu yang permisi masuk kembali.


"Tunggu nak, bilang sama nak Vika agar kalian bersiap ikut Ibu keacara syukuran dikantor anak Ibu." memegang tangan Ayu yang akan berlalu dan melewatinya.


"Baik bu"


Sepuluh Menit berlalu Vika dan Ayu keluar dengan membawa tas kecil untuk ikut dengan Ibu Cantika.

__ADS_1


"Bu Vika dan Ayu sudah siap, tapi kami minta maaf bu pakaian kami hanya ini yang kami rasa bagus dan sopan. Lain kali Vika akan membeli gaun untuk pergi keacara syukuran" ucap Vika menatap Bu Cantika.


"Hee, kalian mau ikut temani Ibu saja sudah bersyukur nak. Jangan malu dengan apa yang kalian pakai karena kecantikan itu tidak terlihat dari pakaian tapi dari hati" jawab Ibu.


"Ayo nak Cikko kita berangkat sekarang" ucap Bu Cantika yang sudah bersiap berdiri dari kursinya.


"Baik Nyonya saya menunggu dimobil" jawab Cikko yang sudah melangkah keluar pintu toko Vika.


Bu Cantika, Vika dan Ayu mengikuti dari belakang. Mengunci pintu toko agar ditinggal tetap aman.


Didalam mobil Bu Cantika meminta Cikko berhenti dibutik langganannya. Dan Cikko paham lalu melaju dengan cepat kearah butik keluarga Nyonya Besar.


Cikko menyopir sendiri kali ini, tidak ditemani Bodyguard karena mereka ditugaskan menjaga area tempat acara syukuran dan menyopir Tuan Rymon.


Tidak butuh waktu lama Cikko memarkirkan mobilnya dihalaman butik yang luas dan besar itu.


Bu Cantika membawa Vika dan Ayu ikut turun karena dia akan mengganti pakaiannya didalam.


Vika dan Ayu ikut turun dan memandang sejauh mata memandang betapa besarnya toko orang yang ada dihadapan mereka sekarang.


Cikko ikut tersenyum dan tertawa kecil dari dalam mobil melihat mereka saling pandang dan menatap lekat butik yang megah itu.


Sambil berjalan Vika bertanya pada Bu Cantika.


"Apa ini mall bu, besar sekali. Vika tidak pernah ke mall selama ada dikota ini. Vika tahunya pasar gede dipinggir kota tempat Vika pesan kain hee" polos Vika mengatakan isi hatinya melihat betapa megahnya toko yang ada dihadapannya. Dan Ayu ikut menggangguk dengan perkataan Vika.


"Ini namanya Butik nak, disini orang menjual khusus gaun dan baju yang dibuat oleh penjahit terkenal kalau orang bilang itu namanya desainer." ucap Ibu menjawab pertanyaan Vika seraya berjalan kearah pintu masuk butik.


"Mba, persis seperti kita mba. Kita juga disebut Desainer karena jahitan kita juga hasil tangan kita. Cuman kita hanya toko kecil, ini sih mirip emol." kata Ayu yang salah mengucapkan mall.


"Haa, kamu lucu nak Ibu bahagia jika selalu disisi kalian. Didalam nanti pilihlah gaun yang cocok untuk kalian. Ibu akan mentraktir kalian,bagaimana?"

__ADS_1


"Asikkkk Ayu dapat gaun baru dan bagus terkenal dijahit oleh???" kegirangan Ayu saat akan dibelikan gaun mahal buatan tangan desainer terkenal.


lebih mangap lagi Vika dan Ayu saat kaki mereka sudah masuk kedalam butik itu. Disambut bagai putri raja oleh pelayan butik.


Mereka yang tahu siapa Ibu Cantika, menyambutnya dengan sopan dan membawa bu Cantika keruangan khusus VIP.


Vika dan Ayu hanya ngekor, saat tangan Vika menggambil kertas yang mencantumkan harga gaun itu. Langsung syok mulut yang mangap tertutup rapat.


Hanya mata ketemu mata yang terjadi dengan Vika dan Ayu saat melihat kembali nominal gaun tersebut.


"Sepuluh Juta" kompak Vika dan Ayu bersuara dan menutup mulut mereka.


Bu Cantika yang mendengar suara Vika dan Ayu. Kembali menarik tangan Vika dan Ayu agar mereka tidak ketinggalan.


Pelayan butik mempersilahkan Bu Cantika, Vika dan Ayu duduk menunggu baju yang akan mereka rekomendasikan.


Pelayan lain datang membawa minuman dan berbagai cemilan sementara menunggu. Saat menunggu diruang VIP tadi Bu Cantika sudah menyuruh pelayanan membawa baju yang cocok untuk anak-anak perempuannya. Karena Bu Cantika memperkenalkan Vika dan Ayu sebagai keluarga.


Pelayan datang membawa troli gantung dan membawa beberapa gaun yang mereka rekomendasikan untuk tamu mereka.


"Maaf menunggu lama, ini adalah Dress atau Gaun yang kami buat baru-baru ini dan hanya ada satu saja, silahkan jika ingin mencoba. Ada ruangan disebelah sana untuk mencoba Dress ini." Ucap Pelayan Butik yang memamerkan karya baru dari butik mereka kepada Bu Cantika yang sudah berlengganan lama.


"Ayo dipilih nak, harus dipilih dan jangan dilihat dari harganya. Tolong lebih cepat kasian Cikko menunggu diluar." kata Bu Cantika yang tahu mereka akan memilih gaun yang murah karena mereka kaget saat melihat harga gaun tadi.


Cepat Vika dan Ayu menggambil gaun yang ada didepan mereka dan mengekori Ibu Cantika yang menuju kamar ganti.


"Loh kok masuk sama Ibu, kaliab harus mencari kamar yang kosong nak. Agar kalian leluasa mencoba gaunnya." ucap Bu Cantika lembut dan memanggil pelayan agar membimbing anak-anaknya untuk mencoba gaun pilihan mereka.


10 menit mencoba gaun lagi-lagi Vika kaget dengan kertas yang mencantumkan harga gaun itu lebih besar dari harga yang mereka temukan tadi.


Tiga Puluh Juta ucap Vika dihatinya yang ditatap langsung oleh pelayan. Pelayan tersenyum saat melihat wajah Vika yang pucat karena melihat harga gaun itu.

__ADS_1


" Sudah siap Nona, anda pas sekali memakai gaun ini. Dengan warna hitam begitu kontras dan elegant dikulit anda yang putih mulus ini. Coba dilepas kacamatanya Nona saya yakin anda begitu cantik malam ini" ucap Pelayanan yang membantu Vika memasang gaun itu.


Bersambung


__ADS_2