
Sidang untuk Korry Carolina sedang dibacakan hakim, segala barang bukti CCTV mengarahkan jika Korry melakukan penguncian terhadap korban Vika Putri.
Perbuatan ini merupakan, perbuatan yang tidak menyenangkan bagi orang lain dan merugikan orang lain.
Jadi tersangka Korry Carolina secara spesifik telah melanggar pasal 205 Ayat (1) Tindak pidana "penghinaan ringan" dan akan dipidana penjara paling lama empat bulan.
Jika pelapor merasa keberatan silahkan mengajukan banding setelah sidang pertama ini. (Maaf jika salah dalam pasal-memasal karena ini hanya cerita fiktif jadi hanya karangan saya sebagai penulis saja, terima kasih)
Untuk Pak Gunawan Beki karena telah melakukan pengerusakan terhadap milik orang lain dengan ini kami memberikan pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan atau pidana denda paling banyak Rp. 200 juta.
Jika pelapor merasa keberatan silahkan mengajukan banding setelah sidang pertama ini. (Maaf jika salah dalam pembahasan PASAL atau hukum. karena ini hanya cerita fiktif jadi hanya karangan saya sebagai penulis saja, terima kasih)
Sidang ditutup setelah pembacaan pidana tersebut, pihak Vika dan Rymon tidak membantah apapun yang menjadi keputusan sidang.
Karena mereka tahu, mereka akan mampu membayar denda sebesar itu, tapi bagi Vika dan Rymon sebagai pelapor mereka sudah melakukan sesuai jalur mereka.
Meskipun pengacara hadir disana, semua sudah mereka perkirakan. Untuk kedepannya Vika dan Rymon lebih berhati-hati kepada keluarga Korry.
Semua orang meninggalkan pengadilan, Pa Gunawan bingung kenapa pihak pelapor tidak melakukan penggugatan sama sekali.
Vika, Ayu dan Bu Cantika dibawa kekantor Rymon untuk membahas persidangan hari ini.
Dan untuk makan siang bersama.
Semua orang melihat kedatangan keluarga Rymon Kartanegara.
Hanya Vika dan Ayu yang tidak mereka kenal, wanita sederhana tapi terlihat cantik dalam balutan style mereka.
Vika dan Ayu jadi bahan perbincangan karyawan disana. Ayu yang takut diperhatikan tidak melepaskan pegengannya pada lengan Vika.
Diruang rapat kantor Rymon, Rymon mempersilahkan semua orang untuk duduk. Mempersilahkan semua orang untuk menikmati hidangan yang ada untuk makan siang.
Hidangan sudah disiapakan pihak kantor atas permintaan Rymon sendiri. Setelah makan siang selesai, mereka membicarakan hasil persidangan.
Pengacara membuka pembahasan sidang hari ini, memperkenalkan dirinya pada Vika dan Ayu jika dia adalah pengacara keluaga Ibu Cantika.
__ADS_1
Vika yang tidak tahu kenapa ada pengacara dalam kasusnya, Karena yang Vika tahu dia tidak membutuhkan pengacara.
Sebelum pengacara melanjutkan pembicaraannya jauh, Ibu Cantika memberikan kode agar dia bisa berbicara.
"Nak, Ibu minta maaf mungkin kamu kaget akan kedatangan pengacara keluarga Ibu saat persidangan tadi. Ini semua ibu lakukan karena Ibu tidak ingin terjadi apa-apa dikemudian hari" ucap Bu Cantika menatap Vika.
"Terima kasih bu, saya memang tidak ingin menggunakan pengacara tapi dengan maksud Ibu tadi. Vika mengucapkan terima kasih atas semua yang diberikan untuknya." kata Vika menunduk mengucapkan terima kasih.
"Sama-sama nak, silahkan dilanjutkan nak Fadil" ucap Ibu pada pengacara keluarganya.
"Baik terima kasih, agar kita ketahui jika kita tidak melakukan banding karena dengan sendirinya Keluarga Gunawan Beki memberitahu halayak ramai akan statusnya sekarang ini, apa semua sudah paham sampai disini" tanya pengacara kepada semua orang.
"Saya setuju saja" kata Vika bersuara.
"Saya juga" disusul Rymon.
"Baik jika begitu, kasus ini kita tutup. Jika dikemudian hari dari pihak mereka melakukan kejadian yang sama. Saya yang akan maju labih dahulu, untuk memperkarakan ini semua" kata pengacara menutup pertemuan mereka.
"Bu apa kita pulang, ibu seharian tidak istirahat" ucap Vika disamping Bu Cantika.
Sopir kantor mengantar mereka bertiga pulang, karena Rymon harus menghadiri pertemuan penting diperusahan lain jadi Rymon atau pun Cikko tidak ada yang dapat mengantar pulang.
~Ditempat lain~
Keluarga Gunawan beserta tim pengacaranya berkumpul diruangan kantor polisi. Disana mereka berkumpul untuk merayakan bau kebebasan dirinya dan anak tunggalnya.
Tanpa mereka sadari, hasil sidang tadi disaksikan live ditelevisi swasta. Itu pertanda jabatan Rektor Gunawan akan segera diambang kehancuran.
Diantara mereka tidak ada yang menyadari itu, yang pengacara lakukan hanya pembebasan tapi hal lain dikemudian hari tidak dapat dia jangkau.
Dengan uang semua sudah beres, hanya ratusan juta bisa membebaskan pa Rektor dan anaknya.
Korry yang tersenyum sumringah karena sebentar lagi akan bebas. Mulai memikirkan ide agar bisa membalas semua perbuatan Vika yang mencebloskan dia kepenjara.
Semua direksi dari Universitas ternama dikota itu mengadakan rapat dadakan untuk membahas Rektor mereka yang terjerat hukum.
__ADS_1
Dimana syarat menjadi seorang Rektor diawal jabatan menyatakan salah satu syarat yaitu akan mengundurkan diri jika dikemudian hari terjerat masalah hukum.
Direksi Universitas ternama itu kini sudah mengangkat Penjabat Sementara pengganti Rektor lama. Barang-barang Milik Gunawan dipaketkan dan ditaruh digudang kampus.
Jika suatu saat Pa Gunawan kembali untuk menduduki jabatannya maka pihak Universitas sudah menyiapkan penjaga ketat.
Dan untuk mahasiswi sekaligus anak Rektor Korry Carolina dikenakan sanksi Drop Out dari universitas. Karena terjerat hukum dan sudah lama tidak mengikuti perkuliahan.
~ Hari kebebasan ~
Setelah Proses pembayaran denda atas hukuman Gunawan dan Anaknya kini mereka bisa menghirup udara bebas diluar sana.
Tanpa Gunawan ketahui jika awak media meliputi mereka. Pengacara mereka membawa mereka untuk lekas masuk mobil.
"Pa, tadi mama dengar jika awak media mengatakan perasaan papa jika papa digantikan kini" berkata kepada suaminya.
"Jangan dipikirkan, besok papa akan kembali bekerja dan untuk kamu Korry, papa harap kamu tidak berulah lagi. Semua ini terjadi karena kecerobohan kamu" ucap Gunawan kepada anaknya yang duduk disebelah istrinya.
"Baik pa" jawab Korry yang mengucapkan hal itu seraya menunduk.
Sampai dikediaman mereka, Korry lebih dahulu masuk rumah dan berlari kearah kamarnya. Membaringkan dirinya ditempat tidurnya yang bernuasa Pink itu.
Sedangkan Gunawan masih duduk diruang keluarga, untuk sekedar bercengkrama terhadap istrinya.
Art keluarga Gunawan menyerahkan sebuah amplop yang diantarkan kuriri tadi siang untuknya.
Membuka amplop yang berlambang Universitas tempatnya bekerja dan satunya untuk putrinya Korry.
Gunawan membuka lebih dahulu surat untuknya, membaca dengan seksama. Teriak Gunawan serta meremas kertas itu dengan emosi yang tinggi.
" Ada apa Pa? Kenapa jadi teriak begitu" ucap Istri Gunawan padanya.
"Sialan aku dipecat dari jabatan Rektor ku sekarang, mereka mengetahui aku terjerat hukum" kata Gunawan yang emosi.
Lekas Gunawan membuka surat milik anaknya dan disana anaknya sudah di drop out dari universitas karena terjerat hukum.
__ADS_1
Bersambung