
Rymon dan Cikko sudah sampai dikediaman Rymon, seperti biasa Cikko menginap disana karena Rymon akan membicarakan tentang mimpinya.
Diruang kerja Rymon yang adem dan berhamburan aroma Chamomile sejenis wangi bunga-bungan. Sama persis seperi indahnya taman bunga yang ada dimimpi Rymon.
Rymon mengajak Cikko untuk mengobrol ringan setelah mereka membersihkan diri dan makan malam.
Rymon duduk dibangku kerjanya sedangkan Cikko berada disofa samping Rymon. Tempat biasa Rymon dan Cikko membahas pekerjaan selain dikantor.
"Cikko kamu harus jaga rahasia saya, apalagi dari Ibu. Jangan sekali-kali kamu bocor, jika itu sampai terjadi siap-siap kamu kembali kekampung halamanmu" ucap Rymon mewanti-wanti Cikko karena ini adalah masalah pribadi.
"Baik siap" jawab Cikko yang duduk menatap Rymon. Kerjaannya hanya bisa ngancam gumam Cikko yang mengupat dihatinya.
"Sudah lama sekali sebelum saya mengenal Vika, saya setiap malam bermimpi sosok wanita yang mirip Vika. Bahkan mimpi saya juga, saya dikejar Vika dengan membawa Pakaian Dalaman, karena mimpi itu setiap hari..jadi saya menyuruh kamu mencari wanita yang bisa desainer ****** ***** saya yang cocok dan pas dengan bobot besar saya.
Lantas saya melihat ada berita kecil dikoran harian kota ini, ada anak tidak mampu putus kuliah dan menyambung hidup dari hasil menjahit ****** *****.
Sampai hari ini juga mimpi bersama Vika selalu hadir, bahkan sepanjang tidur saya mimpi itu, itu-itu saja.
Tapi anehnya kenapa saya sering cekcok kalau bertemu Vika dan hanya baru ini kami bisa dekat dan akur seperti yang kamu lihat." cerita Rymon panjang lebar.
Cikko menjadi pendengar setia, menarik menurutnya. Dia yang suka liat Ayu belum pernaj bermimpi Ayu gumamnya.
"Cikko kenapa kamu malah melamun, jangan-jangan panjang lebar saya bercerita kamu tidak menyimaknya, malah pikiran kamu kesana kemari lagi!" Rymon emosi dengan sikap Cikko.
"Saya tidak melamun Tuan tapi saya mencerna semua cerita Tuan yang belum pernah saya alami. Jika dari sudut pandang saya, saya yakin percaya Vika adalah jodoh Tuan." jawab Cikko menatap Tuan Rymon.
"Lalu saya harus bagaimana? Apa Vika suka sama saya, tapi menurut saya itu mustshil." kata Rymon yang menyandarkan punggungnya pada kursi kebesarannya.
Rymon menatap Cikko yang sedang meminum kopinya dan melanjutkan kata-katanya "Dimata saya Vika adalah wanita terhormat, harta dan kekayaan itu bukan hal penting bagi saya. Karena Vika bukan tipe wanita mata duitan. Dia wanita pekerja keras, apalagi sekarang dia sedang meniti lebih dalam lagi usahanya. Yakin dia tidak butuh harta, namun dari cara berpakaian yang sederhana. Membuat Vika spesial dimata saya Cikko."
"Fix anda jatuh cinta Tuan, tuan harus bisa mendapatkan Vika. Karena hanya Vika yang mampu mengubah Tuan yang pria es menjadi lunak" jawab Cikko.
__ADS_1
"Jadi selama ini kamu bilang saya ini manusia kutub hem"
"Betul sekali Tuan, apa Tuan tidak mengakuinya. See Nyonya besar saja tidak sanggup mengubah sikap Tuan yang keras kepala. Tapi Vika bisa membuat Tuan luluh dengan sikap Tuan yang kasar dalam berbicara. Jangan marah atau tersinggung Tuan, jika Tuan ingin saya mendengar Curhatan Tuan" jawab Cikko yang dalam mode serius.
"Maafkan saya.."
"Ituuuu Tuan!!" celetuk Cikko yang mengagetkan Rymon.
"Bisa pelan tidak Cikko!!! Aku lempar berkas ini hem?!" tatap Rymon pada Cikko.
"Sorry Tuan saya terlalu bersemangat, barusan Tuan minta maaf pada saya. Yang sangat jarang Tuan ucapkan selama ini. Apa Tuan merasakan itu? Tanya Cikko
Cikko benar dia tidak pernah minta maaf selama ini, Rymon mengubah dirinya menjadi karakter yang memang bukan dirinya. Ini semua semata-mata agar dia tidak mudah jatuh cinta.
Karena jatuh cinta begitu menyakitkan saat posisi mencintai sudah mulai masuk jenjang serius. Dihianati dan menjadi bodoh..
"Tuan kita istirahat saja dulu, karena besok kita akan mengikuti sidang pertama. Kita harus fit agar mampu melawan Rektor dan keluarganya" ucap Cikko yang menguap tanda mengantuk.
Cikko pamit dan melangkah keluar ruangan kerja Rymon dan menuju kamar yang menjadi tempat biasa Cikko menginap.
Pagi Hari
Vika dan seisi Ruko itu sudah sibuk dengan aktivitas masing-masing.
Ayu menyiapkan sarapan bersama Bu Cantika setelah mereka selesai sholat. Sedangkan Vika berada dimeja kerjanya untuk mencatat barang yang dipesan orang dan barang yang habis dirukonya.
Hari ini setelah urusan pengadilan selesai Vika ingin membeli sebuah Laptop untuk mereka mencatat barang pesanan dan barang yang terpakai diguadang.
Karena selama ini mereka hanya menulis dibuku segala jahitan yang keluar dan barang yang terpakai buat menjahit. Adanya Laptop membantu jika catatan dibuka tiba-tiba hilang basah kotor dan lain sebagainya.
Dan ruko itu nanti akan dibuat batasnya agar mempermudah konsumen melihat barang yang ingin diorder. Dan ruangan khusus mereka menjahit, serta gudang tempat bahan jahitan Vika.
__ADS_1
Dirasa cukup Vika membantu Ayu dan Bu Cantika didapur. Sudah beres urusan dapur, mereka bersiap untuk menyantap sarapan pagi merek.
Waktu menunjukkan pukul setangah 8 pagi, Vika, Ayu dan Bu Cantika bersiap untuk menunggu jemputan untuk pergi menghadiri sidang pertama Vika.
Tidak berapa lama, Rymon dan Cikko datang. Mereka langsung pergi menuju pengadilan Tinggi, karena takut terlambat dijalan yang sering macet.
Hampir saja mereka datang terlambat, karena jalanan benar-benar macet total.
Vika bingung dengan kehadiran seorang pria disamping Cikko. Kursi Vika dan kursi Rymon duduk terpisah karena sidang ini ada 2 laporan yang berbeda tapi memiliki kaitan yang sama. Jadi dibuatlah pergelaran sidang ini bersamaan.
Bu Cantika yang tahu siapa yang ada disebelah Cikko tersenyum sumringah. Dia percaya pada Pengacara keluarga yang sudah membantu mereka dari dulu.
Tatapan mata keluarga Pa. Gunawan begitu tajam, aneh sekali sampai mengundang wartawan yang banyak untuk meliputi hal yang salah gumam Rymon dihatinya.
Cikko berbisik kepada Rymon dan mendapat anggukan dari Rymon yang paham. Cikko mengirim pesan juga untuk Vika tentang hal yang sama saat Cikko membisikkan sesuatu tadi.
Vika melihat kode dari Cikko untuk membuka chatnya. Segera Vika membuka chat tersebut dan melakukan yang sudah Cikko pesankan.
Vika menggengam tangan Bu Cantika dan Ayu "Bu minta doanya" ucap Vika dan mencium takdzim tangan Bu Cantika."
"Pasti nak, Ibu akan selalu mendoakanmu" mencium kening Vika yang sudah dianggapnya anak sendiri.
kejadian itu terlihat oleh mata Rymon, Rymon begitu terharu akan hormat Vika pada orang tua. Dia harus mendapakan hati Vika agar bisa hidup bersama Vika menaungi rumah tangga.
Cepat Rymon mengalihkan pandangannya pada hal lain takut ada yang melihatnya melirik Vika.
Vika juga minta doanya pada Ayu yang sudah dianggap adiknya sendiri. "Mba minta doanya ya de" ucap Vika dan Ayu mengangkat genggamannya dengan Vika.
"Pasti mba, sebelum mba minta aku sudah mendoakan mba. Semangat ya mba. Jawab Ayu yang menjatuhkan kepalanya dipundak Vika.
Bersambung
__ADS_1