
Cikko mengenali Pa Polisi yang menangani perkara Nona Vika, Cikko berjabat tangan dengan polisi itu dan meminta pa polisi itu membantu nona Vika agar mengusut masalah itu.
Setelah pamit pulang dengan pa polisi, Vika, Ayu dan Cikko menuju parkiran mobil. Saat mereka semua sudah dalam mobil.
Cikko membuka pembicaraan.
"Maaf Nona Vika, kalau saya boleh berpendapat. Sebaiknya cari karyawan laki-laki untuk bekerja ditoko anda. Jadi kalau ada kejadian seperti tadi, ada yang bisa menolong kalian." usul Cikko
"Terima kasih sebelumnya tuan.."
"Cikko, nama saya Cikko nona Vika."
"Ohh maaf, saya lupa. Terima kasih sebelumnya, tuan Cikko mau mengantarkan kami kekantor polisi disela kesibukkan tuan bekerja, untuk karyawan toko menurut saya itu ide yang baik. Karena saya dan adik saya Ayu, tidak memiliki rumah dikota ini. Bahkan toko itu milik Ibu kost saya dulu. Yang disewakan agar saya kelola."
__ADS_1
"Sama-sama Nona, jadi kalian tidur ditoko itu. Apa tidak sempit, maaf kalau saya salah. Toko, dipinggir jalan untuk dijadikan tempat tinggal tidak baik nona. Rawan kecelakaan, nanti saya akan membantu nona Vika mencari toko yang besar dan bisa ditinggali juga. Tapi apa boleh orderan kami yang maaf kemaren ada insiden dengan Bos saya. Saya minta maaf nona Vika, tolong terima orderan kami, kami akan bayar dimuka"
"Untuk toko terima kasih tuan Cikko, saya akan tetap disana. Sampai saya punya rejeki lebih untuk membeli tempat yang besar. Karena menurut saya itu toko yang besar, besar dari kost-kostan saya tempati dulu. Dan untuk orderan bos anda, saya juga minta maaf terpancing emosi. Saya akan menerima orderan itu tapu setelah urusan saya dengan pihak kepolisian selesai" ucap Vika menanggapi usulan Cikko
Mata Cikko saat berbicara dengan Vika, selalu menyempatkan melihat Ayu. Gadis manis yang membuat Cikko terpana saat pertama kali bertemu. Meskipun terlihat muda dimata Cikko. Dimana notabane Cikko tidak pernah pacaran karena waktunya habis untuk melayani tuannya dikantor dan dirumah.
Saat merasa ada getaran pertama kali bertemu, Cikko merasa itu perasaan cinta. Tapi Cikko hanya berani menatap, tidak berani berbicara dengan orangnya langsung.
Vika juga merasa ada yang aneh dengan pria ini dari tadi berbicara dengannya tapi matanya menatap Ayu. Ayu yang tidak paham ditatap, hanya diam sambil merangkul lengan mbanya dan menjadi pendengar obrolan mbanya dengan tuan berjas.
"Terima kasih tuan Cikko atas bantuannya hari ini" ucap Vika sambil menundukkan badannya tanda terima kasih sopannya atas bantuan orang yang baru dikenalnya.
"Sama-sama Nona Vika, apa boleh saya menyimpan no Nona Vika agar bisa berkomunikasi masalah orderan kami"
__ADS_1
"Bisa Tuan, ini no saya" memberikan kartu namanya dari dalam tas.
"Terima kasih nona, sampaikan salam saya untuk Ibu dan yang lainnya" pamit Cikko berlalu dari hadapan Vika dan Ayu.
"Assalammualaikum" ucap Vikadan Ayu membuka pintu samping toko.
Memasuki toko, Vika dan ayu disambut Dewi yang sudah mulai ceria lagi. Setelah tadi ikut panik kejadian ditoko.
"Waalaikumsalam, Biarkan mba-mba kamu masuk dulu nak, jangan dibebani dengan tingkah kamu" ucap Ibu yang ada disofa sedang duduk bersama Bapak kost.
"Eh ada bapak, maaf pak jadi ikut jaga toko Vika. Padahal cape kerja dikantor, bukannya istirahat." ucap Vika menyalami tangan Ibu dan Bapak kost dan ikut duduk disofa.
Sedangkan Ayu setelah bersalaman, pergi kedapur membuat minuman dan menyajikan cemilan juga. Duduk sebelah Vika ikut keramahan orang-orang yang juga sudah Ayu anggap keluarganya.
__ADS_1
Bersambung