Celana Dalam

Celana Dalam
BAB 15


__ADS_3

Bahkan Dewi yang anak kandungnya sering cemburu lihat ibunya sayang dengan Vika dan Ayu. Tapi tidak membuat Dewi membenci Vika dan Ayu. Dewi paham akan kasih sayang ibunya terhadap Vika atau Ayu.


Kini Vika dikenal dibeberapa kalangan, bahkan namanya muncul disalah satu koran ternama dikota itu.


Kemunculan Vika disalah satu koran itu, membawa angin segar bagi Cikko. Saat melewati lampu merah, Cikko tidak sengaja melihat koran yang ditawar anak kecil padanya.


Matanya berbinat melihat isi koran itu, karena nama Vika tertulis besar dalam halaman pertama koran tersebut. Seketika itu juga Cikko membeli koran itu.


Saat perjalanan menuju rumah Bosnya, dia memperlihatkan koran itu pada bosnya.


"Cikko.. Wanita ini sama persis seperti yang ada dalam mimpi saya. Hebat kamu, bisa menyelesaikan tugas dari saya" ucap Rymon menepuk pundak sekretarisnya.


Didalam hati Cikko, gue bakal dapat rejeki nomplok kali ini pikirnya.


"Sama-sama bos, jadi aku dapat bonus lagi ne bos" menatap bosnya dibelakang kemudi mobil.


"Tentu, tapi pertemukan saya dengan wanita itu. Baru bonus kamu saya transfer 5 kali lipat" ucap Rymon pada sekretarisnya.


"Apa mau sekarang bos? Atau tunggu pulang kantor"


"Sekarang saja" ucap Rymon semangat.


"Ok bos"


Saat melintas ditoko Vika, mobil Rymon berhenti tepat ditoko Vika yang penuh dengan pembeli.


"Bagaimana bos turun sekarang juga"


"Bawa wanita itu menghadapa saya disini, cepat!"

__ADS_1


"ok bos"


Cikko turun dari mobil hitam itu, menembus pembeli disana. Mencari sosok Vika yang ada dalam koran itu pagi ini.


Saat melirik kesana kemari, mata Cikko malah melirik wanita lain. Yang dimatanya begitu manis, hati Cikko berbunga-bunga. Tanpa Cikko sadari, seseorang menepuk pundaknya.


"Mas.."


"Mas.."


Saat Cikko berbalik, dia melihat wanita yang dicari bosnya tersebut. Sedang berbicara kepadanya.


"Mas" melambaikan tangannya didepan pria yang kebingungan


"Maaf saya mencari nona Vika?"


"Saya Vika, apa ada yang bisa saya bantu" tanya Vika pada pria asing itu.


Vika mengangguk paham, berjalan didepan pria itu dan diikuti Cikko. Saat menemukan tempat yang lumayan tidak ramai. Vika berbalik menghadap pria itu dan menanyakan tujuan mencarinya.


"Ada yang bisa saya bantu mas?"


"Bos saya ingin bertemu dengan anda, dia menunggu didalam mobil. Apa bisa ikut saya sebentar"


"Maaf mas, bukan saya tidak mau. Tapi saya banyak pelanggan. Kasian adik saya menjaga sendirian. Kalau ada perlu silahkan setelah toko sepi" Vika berlalu meninggalkan Cikko sendiri.


"Tunggu nona Vika, bantu saya hanya sebentar saja bertemu tuan kami. Hanya sebentar saya berjanji tidak akan lama" memastikan nona itu agar pekerjaannya dipermudah.


"Baik hanya 5 menit"

__ADS_1


"Silahkan nona, sebelah sini" memberi jalan untuk nona itu.


Mobil terbuka dan Vika kebingungan karena melihat seorang pria gendut yang persis ada dalam mimpinya akhir-akhir ini.


"Nona Vika hanya punya waktu sebentar tuan, silahkan kalau ada yang ingin disampaikan" Cikko membuka pembicaraan karena melihat, bosnya hanya diam menatap wanita didepannya, begitu juga dengan Nona Vika juga terdiam dengan tangan dilipat didadanya.


"Buatkan saya ****** ***** ukuran badan saya, saya akan bayar kalau yang anda buat sesuai dengan keinginan saya"


"Maaf tuan, untuk sekarang tidak bisa saya sibuk dengan pelanggan saya"


"prioritaskan saya karena saya akan membayar mahal waktu anda" dengan omongan yang angkuh, Rymon menggunakan kekayaannya membeli waktu nona itu.


"Anda pikir waktu saya bisa anda beli, saya akan melayani semua pelanggan saya yang sudah meluangkan waktu untuk membeli hasil jahitan saya."


"Jangan sombong kamu, saya bahkan bisa beli toko tempat kamu jualan dan saya pastikan.."


Vika jengah dengan kosombongan pria dihadapannya itu, meninggalkan pria itu dengan segala kesombongannya.


"Heiii sialan saya belum selesai berbicara" ucap Rymon yang seketika juga turun dari mobilnya.


"Kenapa bos berkata seperti itu, berkata yang lembut jangan menyombongi harta tuan. Dia bukan wanita yang melihat harta bos" ucap Cikko yang marah akan sikap bosnya, karena susah payah dia membujuk nona itu tadi.


"Berani kamu marahi saya hahh?? Apa mau dipecat kamu dari posisi sekarang, cepat kejar wanita itu kembali kemari"


"Tapu tuan saya susah tadi membujuknya, kalau sekarang susah untuk membujuk nona itu"


"Cikko!!!" melototi matanya kepada sekretarisnya itu.


"Nona Chika tunggu, nona tunggu" Cikko mengejar nona itu tapi kalah langkah. Karena nona itu sudah hilang ditengah kerumunan orang disana"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2