
"Brengsek aku baru saja naik kau malah menurunkan aku, berani sekali kamu. Apa kamu mau saya pecat hah!" ucap Rymon tanpa sadar sudah ada diluar club dan bodyguard membantu Cikko memasuki bos mereka kedalam mobil.
Cepat mobil Rymon meninggalkan tempat Club itu, menuju kediaman tuannya. Sampai disana Nyonya besar sudah menunggu didepan pintu rumah besar itu.
Melihat mobil anaknya memasuki halaman rumah, rasa amarah keluar saat Cikko dan bodyguardnya membopong tubuh anaknya yang dalam keadaan mabuk berat.
letakkan dia disofa saja, jangan membawanya kekamar. Kalian boleh pulang sekarang, biar saya yang mengurus Rymon. Cikko dan bodyguard itu membungkuk dan sama-sama meninggalkan Rymon bersama Nyonya besar.
Cikko bernafas lega karena bisa pulang kerumahnya, meskipun dirumah tidak ada yang menyambutnya seperti Rymon yang pulang selalu disambut Ibunya.
Pagi Hari
Toko Vika sudah dibuka Ayu dengan Bismillah, Vika yang tidak tinggal diam ikut membereskan beberapa hasil jahitannya untuk dipajang.
Ayu pun tidak tinggal diam, membantu membersihkan toko menyapu dan mengepelnya. Tidak lama datang ibu kost membawa rantangan dan cemilan yang banyak beserta dewi anak bungsunya.
"Assalamualaikum" sapa ibu kost yang tersenyum melihat anak-anaknya.
"Wa'alaikumussalam" kompak Vika dan Ayu.
"Wah tumben ade mba ikut ibu kesini, gak kuliah de?" tanya Vika
__ADS_1
"Gak ada dosennya hari ini, aku dengar cerita ibu. Toko mba Vika lagi ramai-ramainya, aku mau bantu donk mba" ucap Dewi pada Vika yang duduk disofa tamu.
"Wah kehormatan bagi mba, sampai ade mba mau ikut jualan"
"iihh mba ini, gini-gini aku jurusan ekonomi lo mba sekalian nyuci mata juga kali aja ada pembeli yang mirip oppa korea, haaa" ucap Dewi yang menyeruput teh yang ada dimeja.
"Anak ini tujuannya aneh-aneh saja, kalau bantu mba mu jangan banyak maunya"
"Udah gak apa-apa bu, ada dewi jadi bisa ada hiburan disini.
"mba kira aku disini ngelawak, hallo mba Ayu gimana betah tinggal disini mba" ucap Dewi yang melihat Ayu ikut duduk disofa juga.
"Ayo makan ibu bawa masakan banyak hari ini, apa kalian sudah makan?"
"Sudah sarapan nasi goreng buatan mba Vika hari ini"
"Berarti ibu simpan didapur saja buat makan siang nanti"
"Bu, Vika nitip anak-anak sama toko ya bu. Vika mau cari mesin jahit. Hari ini ada anak baru masuk buat bantu menjahit. Orderan semakin banyak bu."
"Alhamdulilah nak laris manis jualan kamu, Ibu bangga sama kamu. Pergilah nanti Ibu bantu Ayu jaga"
__ADS_1
Pamit dan mencium tangan ibu kostnya, Vika pergi menaiki becak langganannya.
Vika terseyum bangga meskipun dia belum bisa punya kendaraan sendiri tapi bisa kesana kemari dengan becak andalannya. Bisa memberi rejeki juga buat pa becak.
Sampai dipasar Vika langsung menuju Toko mesin jahit dan pa becak setia menunggu Vika berbelanja. Selesai memilih mesin jahit dan membayar serta memberi alamat tujuan diantarnya mesin jahit.
Vika keluar dari toko melihat banyak gerobak buah-buahan berniat membeli membeli beberapa buah-buahan oleh-oleh pulang ketoko dan membeli beberapa juga buat keluarga pa becak langganannya.
"Maaf Vika lama pa," ucap Vika dan menyodorkan plastik buah-buahan yang dibelinya untuk pa becak.
"Apa ini nak?"
"Ambil pa, untuk orang rumah kebetulan ada rejeki lebih" ucap Vika dan menaiki becak.
"Terima kasih nak, kamu tidak pernah absen memberi apa-apa untuk bapak" menoleh pada Vika yang sudah diposisi duduknya.
"Sama-sama pa, ayo pa biar tidak panas harinya kasian nanti bapak kepanasan ngayuh becaknya." ucap Vika yang tersenyum pada pa becak.
Semangat bapak mengayuh becaknya karena selalu mendapat oleh-oleh dari pelanggannya yang baik hati.
Bersambung
__ADS_1