Celana Dalam

Celana Dalam
BAB 7


__ADS_3

Pulang dari rumah ibu kostnya Vika kembali ketoko untuk melanjutkan pekerjaan menjahitnya, hanya berjalan kaki saja Vika dari rumah Ibu kost tadi ketokonya.


Tapi dalam perjalanan pulang Vika melihat salon kecantikan yang lumayan besar dideretan toko-toko seberang tokonya.


Tidak pernah menginjak salon ataupun perawatan. Karena selama ini Ibu kost lah yang selalu membantu Vika untuk memotong rambut panjangnya.


Tidak salahkan aku kesana, sekarang aku punya penghasilan sendiri. Sekali-kali memanjakan diri boleh juga pikirnya.


Menyeberangi jalan raya Vika sampa pada salon kecantikan itu, menarik nafasnya saat membuka handle pintu salon tersebut.


Seorang wanita cantik yang memakai seragam menghampiri Vika, menanyakan kepada Vika ada yang bisa mereka bantu.


Vika tersenyum karena pegawai itu baik dan ramah tanpa melihat Fisik Vika yang nota bene kucel kusam dan tak terawat.


Vika dipersilahkan duduk pada kursi tamu salon. kembali pegawaiitu menanyakan pada Vika ingin perawatan apa?


Karena tidak paham dan tidak pernah kesalon

__ADS_1


Vika menyerahkan perawatan apa saja untuk dirinya.


Pegawai salon paham dan membawa Vika untuk segera dilakukan perawatan dari ujung kaki sampai kepala.


Hampir 2,5 jam Vika menghabiskan waktu disalon itu, saat proses akhir. Vika melihat dirinya dikaca besar, membolak balikan badanya dan memaikan rambutnya yang rapi dan wangi.


Dia merasa dirinya begitu cantik, pegawai salon yang masih mendampinginya tersenyum melihat tingkah pelanggannya.


Pegawai salon itu memuji kecantikan Vika, karena tidak perlu memoles terlalu tebal. Hanya bedak natural dan perawatan badan membuat Vika terlihat fress dan tidak terlihat mata pandanya yang tertutup bedak tipis.


Setelah puas melihat hasil dirinya dikaca, Vika pulang kembali ketokonya untuk mengerjakan jahitan-jahitannya.


Sudah menjadi ****** ***** yang siap jual.


Menguap beberapa kali membuat Vika tertidur didepan alat jahitannya.


Pagi hari saat bangun Vika tersadar kalau dia masih berada didepan alat jahitnya.

__ADS_1


Saat ingin berdiri Vika merasakan sakit dikaki dan punggungnya, karena tertidur dimeja jahit.


Mengambil air putih meneguknya dan mengambil handuk. Cepat Vika membersihkan dirinya agar membereskan hasil kerjanya semalam.


Saat dirasa beres, Vika ingin pergi mencari beberapa makanan yang sudah dikotak untuk acara syukuran kecil-kecilan malam nanti dan hanya mengundang Ibu Kost dan keluarga serta teman-teman kostnya dulu.


Untuk berdoa Vika meminta Pa H.Abdul yang tak lain adalah suami Ibu kost sendiri. Karena Vika tahu kalau Pa H. Abdul juga suatu pendakwah dilingkungan mesjid komplek kostnya dulu.


tidak lupa juga Vika membeli beberapa Roll kain kembali, untuk bahan stock ditokonya. Jadi Vika tidak sering bolak balik pasar.


Vika juga berbelanja kebutuhan dapur selama sebulan, membeli sofa untuk kenyamanan istirahatnya. Membeli tikar dan kursi sederhana untuk tempat duduk kalau Vika menerima tamu.


Alat elektronik lainnya pun tidak luput dari daftar belanja Vika. Satu Pick Up penuh barang belanja Vika beli hari ini.


saat semua barang sudah berada pada posisinya, Vika kedatangan beberapa teman kostnya dulu. Mereka membantu Vika bersih-bersih untuk acara syukuran kecil-kecilan Vika malam nanti.


Dirasa beres semua teman kost Vika pamit pulang dan akan datang kembali saat acara syukuran dimulai.

__ADS_1


Memandang sekelilingnya, Vika merasa sedih semua yang didapatnya tidak dirasakan oleh Ayahnya dikampung. Vika takut memberitahu ayahnya karena ayahnya tahu Vika berkuliah dikota bukan bekerja seperti sekarang ini.


Bersambung


__ADS_2