Celana Dalam

Celana Dalam
BAB 29


__ADS_3

Ibu Cantika, melihat orang-orang yang berbahagia hanya karena beberapa lembar baju. Namun Ibu Cantika memperhatikan Vika yang begitu baik, bahkan tidak membeli sepotong baju selembar pun untuknya. Baju yang digunakannya pun dapat dilihat hanya itu-itu saja.


Vika keluar karena telepon itu dari Bapaknya.


Vika (***, Halo Bapak. Apa kabar pak)


Bapak (Waalaikumsalam nak, kabar baik nak. Bagaimana kabar anak Bapak sekarang?)


Vika (Baik pak, maaf pak akhir-akhir ini Vika jarang menghubungi Bapak)


Bapak (Maaf nak apa benar kamu mengirim Bapak uang, kenapa nak. Apa kamu kerja tidak kuliah lagi disana?)


Vika (Panjang pak ceritanya, nanti Vika kirim mobil untuk jemput Bapak buat lihat tempat tinggal Vika ya pak kalau tempat Vika sudah selesai.)


Bapak (Baik lah nak, jaga dirimu, Bapak percaya padamu nak)


Telepon dimatikan Bapak Vika dan Vika melanjutkan menjahit orderan yang masuk. Semua orang bersemangat bekerja karena diberi gaji oleh Vika bahkan diberi bonus baju dan bisa makan gratis tiap hari.


~ Ditempat lain ~


Rymon sibuk bekerja dikantor dibantu Cikko untuk meyelesaikan proyek yang akan dilelang perusahaan lain. Cikko ingin sekali menceritakan dimana Ibunya sekarang.


“Chiko bagaimana kabar dari anak buah kita keberadaan Ibu?” tanya Rymon yang bersandar dikursinya.


“Belum ada kabar tuan.” Jawab Cikko


“Aku menyesel karena tidak menghiraukan perkataan Ibunya” ucap Rymon yang menyesal karena mengindahkan keinginan Ibunya.


“Tuan, misalnya tuan bertemu Nyonya Besar. Apakah tuan akan berubah?”


“Tergantung, apa kamu menyembunyikan sesuatu dari saya Cikko?”


“Tidak tuan saya hanya bertanya saja” jawab Cikko yang kembali mengetik pekerjaannya.

__ADS_1


Rymon Curiga dia tahu keberadaan Nyonya Besar, apalagi dia adalah hasil rekrutan dari Ibu dulunya. Gumam Rymon. Maaf Cikko terpaksa saya menyuruh orang untuk membuntuti kamu.


Malam tiba lagi-lagi Rymon pergi dari rumah Ibunya seorang diri menggunakan mobil pribadinya pergi keclub untuk menenangkan pikirannya. Di club malam itu, Rymon terlibat adu mulut dengan pelanggan yang lain. Perkelahian tidak dapat dihindari lagi.


 


Penjaga Club yang mengenal itu adalah Bos dari Cikko menelpon sekeretaris Rymon untuk mengambil Bosnya yang sekarang sedang terkapar dilantai. Setelah berkelahi, meskipun tubuhnya besar Rymon tetap bisa melawan karena sedari kecil Rymon senang mengikuti karate.


Tidak lama Cikko datang dan mendapatkan Bosnya tergeletak dilantai dengan luka lembab dimukanya. Cikko cepat pergi membawa bosnya itu kerumah sakit terdekat. Malam itu juga Cikko pergi ketoko Vika untuk memberitahu Nyonya Besar keadaan anaknya sekarang.


Sampai ditoko Vika, keadaan toko sedang tutup. Tapi Cikko tetap turun dan mengetuk pintu toko dari samping. Tidak lama pintu terbuka oleh Vika dan segera menanyakan kenapa dia datang ketoko malam-malam.


“Ada apa Tuan Cikko datang malam-malam begini?”


“Saya boleh bertemu Nyonya Besar ehh maksud saya ibu Cantika?” ucap Cikko terbata-bata.


“Nyonya Besar, Ibu Cantika?” Vika bingung dan kaget mendengar penuturan Cikko.


Karena Vika lama, Ibu Cantika keluar dengan Daster yang dibeli Vika, betapa kagetnya Ibu Cantika yang datang adalah Cikko dan menyebut Namanya dengan Nyonya Besar. Mendengar Vika yang terdiam pasti mencerna perkataan Cikko. Lekas Bu Cantika keluar. Mungkin ini akhir dari perjalanannya gumam Bu Cantika. Saat melihat Nyonya Besar keluar lekas Cikko mengutarakan kedatangannya.


“Apa anak itu tidak bertobat juga”


“Nak Vika boleh ibu berbicara didalam sebentar?”


“Maaf Nyonya saya akan menunggu dimobil” ucap Cikko dan pamit juga pada nona Vika.


Vika dan Bu Cantika duduk disofa tamu, menggenggam tangan Vika dengan lembut.


“Nak Ibu minta maaf sekali karena selama ini, Ibu menutupi identitas Ibu kepadamu. Sebenarnya Ibu ini lari dari rumah karena anak Ibu tidak mendengar perkataan Ibu. Setiap malam pergi Club pulangnya mabuk”


“Jadi Bos tuan Cikko anak Ibu yang besar itu ehh maaf bu”


“jadi kamu mengenalnya?”

__ADS_1


“Pernah kesini bersama tuan Cikko, tapi kami adu mulut bu karena dia menghina tempat Vika Panas dan kebetulan air the yang diberikan Ayu juga panas waktu itu. Jadilah Bos Tuan Cikko marah-marah dan hanya tuan Cikko yang kembali untuk minta dibuatkan pesanan Bosnya dan meminta maaf atas kejadian adu mulut” ucap Vika menceritakan Panjang lebar.


“Astaga anak Ibu itu memang berbadan besar nak dan emosian. Dulu dia anak yang baik tampan dan badannya juga bagus karena dia selalu menjaga tubuhnya. Entah kenapa setelah diputuskan kekasihnya dia pergi ke club dan minum-minum keras membuat tubuhnya sebesar itu. Ibu minta maaf nak atas sikap anak Ibu.”


“Tidak mengapa bu, saya sudah biasa dihina, hinaan itu aku jadikan semangat untuk maju bekerja. Apa ibu akan pulang dan kembali kerumah Ibu lagi?” tanya Vika.


“Ibu terpaksa kembali nak, karena hanya Ibu yang Rymon punya. Padahal ibu senang tinggal disini, setiap hari ibu kesepian dirumah karena ditinggal Rymon bekerja. Dulu ibu tinggal dikampung neneknya Rymon karena Rymon stress dan mau bunuh diri jadi Ibu pulang kejakarta” jawab Ibu Cantika.


“Aku ingin sekali Ibu bisa tinggal lebih lama disini, maaf bu aku tidak tahu kalau ibu adalah orang tua Bos Tuan Cikko. Jika saya tahu, saya akan membeli makanan yang mahal untuk ibu.” Kata Vika


“Ibu akan kembali nak, ibu sudah betah disini. Setelah anak Ibu sehat, bolehkah ibu tinggal disini?” tanya Bu cantika.


“Tentu bu, begini saja Vika ikut Ibu untuk melihat kondisi Bos tuan Cikko secara tuan Rymon juga pelanggan kami. Setelah itu Vika akan pulang dengan taksi” ucap Vika yang tiba-tiba ingin mengantar bu Cantika. Padahal dia merindukan tuan itu datang dalam mimpinya.


“Ibu senang nak kamu tidak mengambil hati akan sikap anak Ibu. Ayo berangkat, kasian Cikko menunggu” ucap Bu Cantika.


“Tunggu bu, kita ambil jaket dulu nanti ibu masuk angin” berlari kekamar mengambil jaket untuknya dan untuk Ibu. Membawa Ayu juga takut Ayu ketakutan sendirian.


Cikko yang melihat Nyonya besar datang bersama dengan Nona Vika dan Ayu bertanya-tanya kenapa mereka jadi ikut. Apa Nyonya akan balik lagi ketempat Nona Vika setelah dari rumah sakit ucap Cikko dalam hati.


“Masuk nak” ucap Ibu yang membuka mobilnya untuk Vika dan Ayu.


“Terima Kasih bu, sudah dibukakan pintunya” kata Vika yang santun.


“Sama-sama nak, jalan Cikko” kata Ibu.


Mobil melaju membelah jalanan Ibu Kota yang masih ramai meskipun jam sudah pukul 12 malam. Dalam perjalanan semua orang yang ada dalam mobil tidak ada yang berbicara, masing-masing orang sibuk dengan pemikirannya.


Mobil sampai diarea parkiran mobil, semua turun dan Cikko berjalan didepan mereka menuntut mereka sampai di UGD rumah sakit. Karena pasien hanya luka ringan kini pasien sudah dipindahkan keruang rawat inap VIP oleh dokter pribadi Rymon ucap perawat disana.


Semua orang berjalan kembali, menuju ruang inap Rymon. Disana Rymon terbaring dengan ditunggui Bodyguard Rymon. Melihat Nyonya Besar mereka datang, mereka membungkukkan badan dan pamit keluar dari ruangan.


Bersambung

__ADS_1


 


__ADS_2