Celana Dalam

Celana Dalam
BAB 37


__ADS_3

Rymon pamit pada Ibunya untuk pergi kekantor dan sempat bertanya apakah tidak pulang kerumah.


Ibu yang masih betah tinggal di toko Vika, akan pulang kalau Rymon mau berubah. Dan tidak menginjak kaki di club malam lagi.


Kalau syarat itu bisa Rymon buktikan maka Ibu akan pulang dan jika Rymon mengulanginya lagi. Ibu akan pergi selamanya dari sisi Rymon.


Rymon tidak bisa menjawab takut tidak bisa membuktikan itu kepada Ibunya. Tapi Rymon ijin untuk makan siang lagi besok disini. Karena itu alasannya malas makan makanan diet yang disiapkan Cikko.


Cikko yang sadar itu hanya alasan Tuannya agar bisa menolak makanan diet yang sudah Cikko siapkan.


Setelah pamit disana Rymon sempat melirik Vika yang sibuk melayani pembeli. Ibu yang sadar akan hal itu tersenyum dalam hatinya. Dia ingin menjodohkan Rymon dengan nak Vika.


Ibu yakin Vika bisa membawa anaknya kejalan yang lebih baik lagi. Ibu melihat mobil anaknya yang sudah hilang ditikungan jalan kembali ketoko untuk membantu Vika dan lainnya.


"Sini tasnya nak, Ibu bantu" ucap Ibu Cantika.


"Terima kasih bu, Vika kedalam melanjutkan jahitan yang ada" jawab Vika.


"Ya nak"


Didalam mobil Cikko menanyakan pada Tuannya apakah dia serius akan makan siang setiap hari di toko Vika.


"Serius masa aku bohongin Ibu sih, kamu kira saya bercanda?" mampus kau Cikko, aku jadi bisa makan enak kalau ditempat Ibu.


"Baik Tuan"


Sampai dikantor Rymon naik keruangannya, Cikko menyusul dan masuk keruangannya sendiri.


Rymon duduj dikursi kebesarannya yang nyaman dengan bobot tubuhnya yang besar. Dia mengingat tatapannya yang bertemu dengan Wanita itu ditoko.


Wajah yang selalu hadir dalam mimpinya setiap malam. Dia merasa Tuhan memberikan petunjuk untuk dirinya.


Lama Cikko berdiri didepan Tuannya, sampai Tuannya sadar atas kehadirannya disana.

__ADS_1


"Astagaaa, macam hantu saja kamu. Apa kamu lupa cara bertamu ditempat orang?" kaget Rymon yang melihat sudah ada Cikko dihadapannya.


"Liat Tuan jari saya yang mengetuk sampai merah, takut tuan kenapa-kenapa jadi saya langsung masuk. Tuan melamun, apa yang Tuan lamunkan? Sering sekali Tuan melamun akhir-akhir ini" tanya Cikko.


"Jadi kau sudah mengetuk pintu, maaf lah kalau begitu. Saya juga bingung, karena kamu sudah lama bersama saya. Saya percaya kamu bisa menjaga rahasia ini. Sebelum kita bertemu Vika pemilik toko tempat kita order dalaman saya waktu itu, saya sudah pernah bertemu wanita itu setiap hari. Tapi dalam mimpi saja, hampir tiap malam dia hadir dalam mimpi saya." ucap Rymon menatap Cikko saat menceritakan mimpinya itu.


"benarkah jangan-jangan Nona Vika jodoh Tuan?" jawab Cikko cepat.


"Saya tidak bisa menebaknya, karena awal-awal bertemu kami selalu berantem"


"Itu adalah awal dari sebuah cinta Tuan, kalau Tuan ingin mencobanya kita coba saja melihat reaksi Tuan kalau Tuan ada disebelah nona Vika, Nona Vika itu orang baik Tuan. Dia tidak pernah mengumpat Tuan gendut besar. Bahkan dia mandiri, dia meninggalkan kuliahnya karena dia dibully. Dia bangkit untuk mewujudkan semuanya dari nol. Saya rasa itu pendapat saya tuan"


"Saya juga mulai kagum akan kegigihannya, kebanyakan orang yang bertemu saya pertama kali pasti akan mengunjing tubuh saya yang besar ini"


"Diet saja Tuan, kan kita baru mulai."


"Tidak kau menyiksaku, kalau benar Vika jodoh saya. Saya ingin melihat dia menerima saya apa adanya seperti ini"


"Wah kalau malam pertama, kasian Nona Vika pasti gepeng.. Ehh maaf Tuan" Cikko menutup mulutnya dasar mulut tidak bisa diajak kompromi ucap Cikko dihatinya.


"Ini laporan dari bagian keuangan, sudah saya cek Tuan. Semua sesuai dengan laporan kita juga, jadi Tuan bisa langsung tanda tangan" ucap Cikko, membuka lembaran laporan itu satu persatu.


~Sore Hari~


Toko Vika sudah tutup, Vika tidak sabar lagi ingin memegang surat menyurut toko ini. Yang nantinya akan jadi rumah untuknya dan Ayahnya.


Tidak lama Bapak Kost datang dengan seorang notaris untuk melakukan jual beli tanah.


Vika menyambut Bapak Kost dan Pa Notaris yang datang untuk transaksi jual beli. Setelah mendengar aturan jual beli dan yang lainnya.


Kwitansi untuk harga jual beli tanah sudah terselesaikan. Vika dan Bapak Kost berjabat tangan dengan sahnya toko itu milik Vika.


Vika mendekap surat itu didadanya, semua orang tersenyum melihat tingkah Vika.

__ADS_1


"Alhamdulilah, ini hasil kerja Vika bu. Vika ingin serahkan buat Ayah dikampung. Meskipun tujuan awal kesini untuk kuliah."


Vika mendekap Bu Cantika yang ada disebelahnya, merasa dirinya mulai kuat ada orang-orang baik disekelilingnya.


"Ini rejeki kamu nak, karena kegigihan kamu. Siapa pun orang tuamu dan dimana pun mereka berada mereka pasti bangga padamu" ucap Bu Cantika.


Karena melihat Vika menangis didekapan Bu Cantika. Bu Rahma ikut menyabarkan Vika dan mendekap Vika.


Vika beruntung dicintai Banyak Ibu-Ibu yang baik, meskipun tidak dapat memiliki Ibu kandung tapi Vika bahagia memiliki Ibu Kost dan Bu Cantika.


Malam tiba semua orang sedang terlelap tapi Vika dan Ayu masih bergelut dengan jahitan mereka.


Mulai besok Pembangunan toko Vika yang baru akan dikerjakan disamping toko yang lama. Dan toko lama akan menjadi rumah yang menyatu pada toko.


"Istirahat de besok kita harus bangun pagi untuk menyiapkan syukuran pembangunan toko kita." ucap Vika yang membersihkan tempat jahitannya.


"Siap bos" ucap Ayu yang juga bersiap untuk beristirahat.


Dikamar Vika menyempatkan diri untuk sholat dan berdoa agar pembangunan tokonya dapat terlaksana. Mengucap Syukur atas kebaikan Tuhan atas rejeki, kesehatan dan umur yang panjang.


Atas kehadiran orang-orang baik disekitarnya. mendoakan Ayahnya yang lanjut usia dan mendiang Ibu yang sekarang sudah berbahagia bersama sang penciptanya.


selesai berdoa Vika ikut bergabung bersama Bu Cantika untuk menuju alam mimpi.


Malam yang panjang, dikamar lain Rymon tidak dapat tidur. Rumah besar itu bagai kuburan begitu sepi. Pantas Ibu pergi, siapa yang betah tinggal sendiri dirumah ini.


Seandainya aku bisa bergabung bersama Ibu disana, banyak teman ngobrol. bosan kalau selalu mengobrol dengan Cikko. Dia selalu saja memarahiku.


Apa Vika bermimpi seperti aku atau hanya aku saja. Malam itu Rymon sibuk dengan pikirannya sendiri sampai terlelap ditempat tidurnya.


Tidak lama Rymon terlelap lagi-lagi mimpi bersama Vika ditaman yang indah. Senyumnya tawanya saat bercengkrama membuat Rymon tak ingin bangun dari mimpi.


Begitu juga dengan Vika disana, entah kenapa dia pun memiliki hal yang sama. Dibalik tubuh yang besar dan gendut itu ada hal menarik yang membuatnya sangat ingin selalu berada disisinya.

__ADS_1


Hanya Mimpi yang tak pernah orang tahu apakah suatu kenyataan atau bunga tidur atau hanya hal yang terbayang dan masuk dalam mimpi itu sendiri.


Bersambung


__ADS_2