Celana Dalam

Celana Dalam
BAB 26


__ADS_3

Alhamdulilah, panasnya turun ucap Vika dalam hati. Meskipun begitu Vika tetap menjaga Ibu itu mengganti kompresnya. Takut panasnya kembali.


Disela menunggu Ibu itu sadar, Vika menyempatkan untuk menunaikan Sholatnya.


Ibu itu sempat sadar dan melihat Vika sedang sholat subuh.


Ingin bangun tapi tubuh tuanya tidak dapat mengangkat tubuhnya sendiri. Kembali Ibu itu membaringkan badannya dan kembali beristirahat.


Setelah selesai Sholat Vika membangunkan Ayu untuk sholat. Dan Vika menyiapkan makanan. Selesai Sholat Ayu gegas membantu Vika.


"Mba sebelum kesini aku merasakan dahi ibu itu, sepertinya sudah dingin. Apa kita rawat saja atau dibawa kepuskesmas kompleks?" ucap Ayu sambil mengaduk bubur mba Vika yang ada diatas kompor.


"Nanti kita liat keadaan Ibu itu, kalau dia sadar. Kita bawa saja kepuskesmas, biar gak kelamaan sakitnya." Vika sambil melanjutkan jahitannya, karena Ayu sudah selesai Sholat jadi Vika menyelesaikan beberapa jahitan.


"Sepertinya Ibu itu orang kaya mba, bajunya bagus tapi tidak ada identitas. Mungkin dia nyasar nyari rumahnya mba, kan sudah tua." kata Ayu yang sudah lihai mengolah makanan dengan cepat.


"Gak tahu mba, kamu kalau sudah masak bangunkan Ibu itu agar sarapan karena semalam dia tidak makan"


"Siap mba bos"


Ayu pergi kekamar Mba Vika melihat Ibu itu apa sudah bangun. Sepertinya sudah gumam Ayu.


"Selamat pagi bu, apa ada yang sakit? Saya Ayu bu. Ayu liat Ibu berbaring di depan toko, lantas mba saya mengendong ibu dibelakangnya. Meskipun ibu berat hee tapi mba Vika kuat" ucap Ayu yang memperlihatkan ototnya.


"Terima kasih nak, Ibu sangat tertolong. Ibu lapar, apa ibu boleh makan?" pinta Ibu Cantika pada Ayu.


"Tentu saja bu boleh, mba Vika sudah buatkan bubur untuk ibu. Sebentar Ayu ambilkan dulu yaa" pergi meninggalkan Ibu itu kedapur lantas menyiapkan sarapan Ibu.


"Sudah bangun yu?"


"Sudah mba, katanya lapar dan Ayu sedang mempersiapkannya"


"Baiklah kamu siapkan sama minumannya juga biar mba bantu Ibu itu untuk makan"


"Baik mba siap"


Vika meninggalkan jahitannya dan pergi melihat kondisi Ibu itu. Saat sampai dikamar Vika melempar senyum pada Ibu tersebut dan Ibu Cantika membalasnya.

__ADS_1


"***, bu? Bagaimana keadaan Ibu. Saya Vika Bu, maaf dengan Ibu siapa?" tanya Vika yang sudah duduk disebelah Ibu.


"Waalaikumsalam nak, Ibu mulai mendingan sudah tidak merasa dingin seperti semalam. Panggil saja dengan Ibu Cantika, mohon maaf Ibu jadi merepotkan kalian, ibu ingin sekali buang air kecil"


"Jadi ibu ingin ke WC, mari Vika bantu berdiri bu. Karena WC nya ada didapur" cekatan Vika membangunkan dan membantu bu Cantika berdiri, karena masih lemah jadi Ibu Cantika terasa berat.


"Maaf Ibu berat nak"


"Tidak apa bu, Vika meskipun kecil begini Vika kuat angkat galo besar hee"


"Wah kamu hebat, kamu juga kuat menggendong Ibu dipundak mu nak. Maafkan Ibu sekali lagi,merepotkan kamu nak"


"Tidak bu, tidak apa-apa Vika senang bisa bantu Ibu. Nah itu WC Vika dan Ayu bu, maaf jelek begitu bu." ucap Vika yang menutup pintu Ibu dari luar tapi tidak begitu rapat.


"Mba, makanannya sudah siap."


"Bawa kamar aja yu, biar enak Ibu makan karena badannya masih lemah"


"Iya mba, habis ini aku buka toko yaa mba. Biar udara pagi masuk."


"oke yu"


"Mari bu kita kekamar lagi, biar Vika bisa menyuapi Ibu, dan ada obat penurun panas yang harus Ibu makan" Sambil membantu Ibu Cantika Jalan kearah kamar, Vika lekas mengambil Makanan yang sudah Ayu siapkan.


"Vika bantu ibu makan yaa, maaf bu hanya bubur biasa saja." Ucap Vika yang menyendok sedikit-sedikit nasi itu kedalam mulut bu Cantika.


Karena lapar dan tak makan dari malam tadi, nasi bubur itu tandas dimakan.Ibu Cantika. Vika menawarkan apa ingin menambah bubur itu.


Ibu Cantika, menggeleng.


"Sudah nak, Ibu kenyang sampai habis semangkok. Maaf sepertinya ibu lapar"


"Karena sudah makan, ini obat penurun panas untuk Ibu. Kalau ada keluhan, dekat sini ada puskesmas. Bisa Vika antarkan kalau tidak kita kerumah sakit, tapi lumayan jauh bu"


"Tidak-tidak Ibu mau disini saja nak, boleh ibu tinggal beberapa hari lagi disini?" Dalam hati Ibu Rymon itu berkata biar Rymon kelimpungan nyari Ibunya. Aku mau diam disini sepertinya mereka anak-anak yang baik. Merawat dia dengan telaten ucap Ibu Rymon dalam hatinya.


"Tentu boleh bu, tapi keadaannya seperti ini bu. Banyak bahan jahitan dimana-mana. Kalau boleh tahu, ibu tinggal dimana?"

__ADS_1


"Ibu lupa nak, Ibu naik taksi tapi saat Ibu turun Ibu lupa bawa tas Ibu. Uang Ibu habis terbawa sopir taksi" ucap Bu Cantika


"Kasian sekali Ibu, nanti aku belikan beberapa lembar baju agar Ibu bisa berganti tapi agak siang nanti bu. Untuk sekarang Ibu pakai baju Ibu kost Vika saja. Tadi Vika sudah minta dibawakan sama Ibu kost. Sebentar lagi akan kemari bersama anaknya"


"Terima kasih nak, ibu tak tahu kalau sampai Ibu tidak bertemu kalian"


"Sama-sama bu, nanti kalau ibu ingat dimana alamat Ibu kasih tahu Vika, kasian keluarga Ibu pasti sedang mencari-cari"


"Baik nak" ucap bu Cantika yang berbohong, padahal dia tahu dimana rumah anaknya itu.


Vika pamit untuk melanjutkan jahitan. Tidak lama Ibu kost datang bersama dewi yang masih libur kuliah.


"Nak, dimana Ibu yang kamu ceritakan itu. Ibu sudah membawa baju yang kamu minta. Semoga cukup nak" ucap ibu kost yang menyerahkan plastik berisi baju ganti.


"Ayo bu, Vika kenalin. Namanya ibu Cantika dia lupa alamat rumahnya." kata Vika yang sudah berada dikamar Ibu Cantika yang sedang berbaring istirahat.


"Apa ibu sedang istirahat bu? Aku membawa ibu kost kami yang mau kenalan katanya" senyum Vika saat mengatakan itu dan memandang Ibu Kostnya.


"Ibu sudah bangun nak, mari masuk bu. Saya minta maaf merepotkan anak ibu"


"Tidak mengapa anak saya ini adalah anak yang baik, bahkan sudah saya anggap anak sendiri. Perkenalkan nama saya Rahma, anak-anak suka memanggil saya Ibu kost karena tidak jauh dari sini. nak Vika pernah ngekost ditempat saya"


"Dan toko ini juga milik Ibu kost ini bu" jawab Vika yang datang membawa ember yang berisi air hangat dan handuk kecil.


"Wah pantas anak-anak ini baik, ternyata punya ibu kost yang baik seperti anda, Oh iya nama saya Cantika Bu, Biar tua asal nama Cantik seumur hidup, hee." ucap Bu Cantika yang tertawa kecil dalam baringnya.


"ibu Cantika bisa saja, saya hanya Ibu kost. Orang tua mereka lah yang mendidik mereka sehingga menjadi anak-anak yang baik seperti ini. Jika ada anak cowok saya ingin menjodohkan anak saya dengan nak Vika. Sayang anak saya semua perempuan, hee" ucap bu kost tertawa juga.


"Wah jadi keluarga nak Vika dikampung"


"Benar Bu, Vika disini mau kuliah tapi sementara terputus. Maaf bu, Vika membersihkan badan Ibu sambil ngobrol ya, biar bisa mengganti pakaian Ibu dengan yang baru"


"Terima kasih nak, kenapa nak? putus kuliah?"


"Panjang Ceritanya bu"


"Maaf Ibu dan Vika. Ibu pamit keluar dulu ya, bantu Ayu dan Dewi melayani pembeli" ucap Ibu kost berlalu keluar.

__ADS_1


"Terima kasih bu sudah bantu Vika"


Bersambung


__ADS_2