
Rymon turun dari mobilnya di ikuti Cikko yang kusut karena perintah tuannya yang tidak masuk diakalnya.
Cikko membuka laptopnya, mulai mengetik mencari desainer wanita khusus ****** *****. Tapi tidak ada yang muncul, hanya gambar-gambar ****** ***** saja yang bermunculan disana.
Lagi-lagi Cikko mengetik dibagian pencaharian agar bisa mendapatkan apa yang tuannya ingin.
Hingga waktu menjelang siang, Bel ruangan direktur berbunyi dimeja Cikko. Itu tandanya adalah panggilan dari ruangan direktur untuknya.
Segera Cikko keluar dan masuk keruangan direktur. " Ada yang bisa saya bantu tuan?"
"Dari mana saja kamu heh, kamu biarkan berkas-berkas ini berserakan dimeja saya. Apa gunanya kamu sebagai sekeretaris diluar sana" ucap Rymon yang mulai gusar dengan Cikko, karena sudah siang tidak mengambil berkas yang sudah ditanda tangannya.
"Maaf tuan saya mencoba mencari desainer baru untuk tuan"
"Alaasan saja kamu, cepat belikan saya makan siang. Dan jangan lupa, minuman biasa saya minum juga. Jangan kamu lupa Cikko!"
"Baik tuan, segera saya bawakan" pergi dari ruangan direktur dengan berkas yang banyak dan menelpon bagian OB untuk membeli makan siang bosnya.
__ADS_1
Cikko duduk dengan kasar dikursinya, memijit kepalanya yang hampir pecah. Karena tugas yang tak habis-habisnya.
Kapan pikirnya dia bisa bercinta dengan kekaaihnya kalau full bekerja seperti ini. Mana harus mencari Desainer wanita yang mirip seperti dimimpinya.
Ada-ada saja gumam Cikko dalam hatinya. wajah nama bahkan wujud pun dia tak tahu. Bagaimana dia bisa mendapatkan yang diingini bosnya.
Sial!!! Gaji gue memang besar tapi tidak seperti ini juga, Cikko masih bergumam ria dalam benaknya. Nasib punya bos yang jomblo, kenapa bos tidak mencari pasangannya saja dari pada mencari desainer wanita yang tidak dikenalnya.
~ Toko Vika ~
Jam pukul 1 siang Vika masih berkutat dengan jahitannya, begitu juga dengan Ayu. Yang memang pandai menjahit apa saja, langsung menjahit sesuai model yang diminta Vika.
Sekarang Vika sudah bisa punya 2 alat menjahit dan bahan-bahan jahitan tidak perlu Vika repot-repot kepasar untuk membeli. Karena sekarang bahan-bahan sudah bisa diantar oleh pemasok bahan langganannya awal menjahit dulu.
Bapak yang punya bahan tersebut sekarang tokonya juga maju oleh Vika, karena bahan Vika semua dibeli ditoko bapak tersebut. Karena stock bahan yang dibeli Vika, membantu kemajuan tokonya.
Tokonya juga ramai pembeli, karena mendengar kabar penjahit Vika mengambil bahan bagus dan murah ditempat bapak tersebut.
__ADS_1
Ikut kecipratan rejeki Vika membuat bapak senang membantu mengantar barang ke toko Vika. Dia langsung yang mengantat bahan-bahan itu ketoko Vika.
Vika senang semenjak kehadiran Ayu, ada keringanan beban baginya. Dimana masalah makanan, toko yang selalu bersih ditambah lagi jahitan Ayu yang rapi. Ayu memiliki nilai plus dimata Vika.
Kini orderan ****** ***** dari luar kota mulai berrdatangan, toko Vika pun mulai ramai pembeli. ada yang beli lusinan, ada yang beli grosiran, satuan pun tetap Vika layani.
Pukul 3 Sore toko sudah ditutup Vika, karena waktu istirahat untuknya dan untuk Ayu sendiri. Dia selalu memperhatikan Ayu, dia tidak ingin anak yatim piatu itu bekerja terlalu diporsir.
Ayu selesai Sholat, makan dan istrirahat. Menggunakan waktunya untuk menjahit, terkadang dia malu dengan mba Vikanya yang tidak kenal lelah menjahit dari sore sampai suara ayam berkokok.
Karena Vika melarang Ayu begadang, dimana Ayu harus memiliki badan yang Vit saat menghadap pembeli ditoko. sedangkan Vika berada dibalik layar. Lagi rame pembeli, Vika ikut membantu Ayu melayani pembeli.
Terkadang mereka dua lupa akan makan siang kalau pembeli mulai ramai. Makanan cepat saji jadi andalan mereka mengisi perut ditengah melayani pembeli.
Terkadang juga ibu kost datang membawa bekal makanan untuk mereka berdua. Karena ibu kost selalu memantau anak-anaknya. Bagi Ibu kost Vika dan Ayu adalah anak-anaknya. Dia tidak pernah membedakan Vika dan Ayu.
Bahkan Dewi yang anak kandungnya sering cemburu lihat ibunya sayang dengan Vika dan Ayu. Tapi tidak membuat Dewi membenci Vika dan Ayu. Dewi paham akan kasih sayang ibunya terhadap Vika atau Ayu.
__ADS_1
Bersambung