CEO Rese Dan Secretary Matre Nya

CEO Rese Dan Secretary Matre Nya
Episode 37


__ADS_3

Gaun pengantin bak princess yang selalu nadin bayangkan pun akhirnya bisa terwujud. Sebuah gaun cantik yang bahkan nadin tidak pernah coba sebelumnya. Gaun ini betul-betul berbeda dari apa yang dia coba di butik oskal sebulan yang lalu.


Gaun dengan taburan kristal swarovski yang menyala di dalam kegelapan, sungguh membuat nadin ingin berteriak karena terlalu bahagia. Tatapan mata para undangan yang menatap nya kagum, membuat nadin merasa betul-betul jadi ratu dalam satu hari.


Nadin jadi makin yakin, kalau gavin yang sekarang sudah berstatus sebagai suami nya itu, berbakat jadi cenayang. Terbukti dengan semua hal yang nadin impikan laki-laki itu mampu mewujudkannya.


Setelah acara ijab kabul usai, malam harinya resepsi di adakan di tempat yang sama. Tamu-tamu mulai ramai berdatangan menggunakan dress code white and gold seperti tema yang nadin dan gavin sudah tentukan.


Dengan mahkota di atas kepala nadin berjalan sangat anggun menuju gavin yang sudah mesam-mesem membayangkan sesuatu yang iya iya saat melihat nadin mengenakan gaun yang sengaja dia pilih.


Gavin tahu nadin itu sangat amat memimpikan bisa menikah ala princess seperti salah satu pesohor tanah air yang menikah di sebuah tempat permainan di luar negeri sana. Walaupun tidak bisa memboyong nadin kesana, setidaknya 80 % dari apa yang nadin impikan berhasil gavin wujudkan.


Gavin memang sengaja membiarkan nadin sibuk dengan segala hal-hal mengenai pernikahan mereka. Dan yang nadin tahu selama ini gavin tidak mau repot dan cenderung cuek dengan persiapan pernikahan mereka.


Tapi yang nadin tidak ketahui, diam-diam gavin mempersiapkan sebuah kejutan untuk nadin. Seperti gaun, dia sengaja menyuruh nadin pergi untuk fitting baju terlebih dahulu di tempat oskal. Gavin meminta bantuan oskal untuk mengukur badan nadin lalu meminta designer kondang itu merancang gaun sesuai yang gavin gambarkan.


Lalu untuk venue pernikahan mereka, awalnya gavin memang mengajak nadin ke salah satu hotel bintang 5 di jakarta. Memperlihatkan salah satu ballroom yang luas yang gavin bilang akan jadi venue pernikahan mereka. Dengan alasan tamu yang hadir orang-orang penting gavin tetap pada pendirian nya untuk mengadakan resepsi di hotel itu.


Saat itu nadin setuju walaupun gavin tahu wanita itu terpaksa setuju karena menikah di hotel sebetulnya bukan tempat yang wanita itu inginkan. Karena itu diam-diam gavin sering browsing mengenai sebuah garden yang cocok untuk di jadikan venue pernikahan dengan kapasitas tamu undangan yang banyak.


Untuk itu gavin berterima kasih kepada uang yang sudah berhasil mewujudkan impian gadis yang paling di cintai nya itu. Walaupun harus merogoh kocek yang sangat amat dalam, gavin puas melihat binar bahagia yang terpancar dari wajah nadin yang sangat amat cantik hari ini.


"vin.. Akhirnya jadi juga lo ya "bimo merangkul gavin sambil menepuk pundak lelaki itu.


"iya dong, siapa dulu guru nya "


Bimo melepaskan pelukkannya. "jangan lupa ilmu penting yang gue kasih "bimo setengah berbisik.


Gavin mengacungkan jempol nya."siap bos "


"kalian ngomong apa sih ? Mencurigakan "nadin memicingkan mata, menatap suami dan teman akrab nya itu nampak membicarakan hal rahasia.


"nggak nad, ini si gavin mau traktir gue katanya. Sebagai balas budi "bimo tersenyum lebar begitupun gavin.


"buruan bimo. Itu yang antri banyak "istri bimo menginterupsi dengan suara yang kalian tau ala-ala mak tiri.


Bimo langsung belagak anteng, dia takut di marahin oleh istrinya sendiri. Diam-diam gavin menertawakan bimo sambil mendesiskan kata "sukurin " yang langsung di balas oleh pelototan tajam oleh bimo.


Sepeninggal bimo, giliran seorang pria berdiri di hadapan gavin dan nadin. Pria itu nampak gagah dengan jas berwarna putih. Ya dia danar.


"congrats nad "danar menyalami nadin, tentu saja mata gavin yang memicing bak laser langsung melihat interaksi itu.


"ehm jangan lama-lama. Istri orang itu "sindir gavin dengan nada sarkas.


Nadin dengan kejam nya menginjak kaki gavin, lelaki itu berusaha untuk tidak berteriak. Walaupun kaki nya terasa berdenyut efek dari heels nadin yang begitu runcing. Ternyata nadin punya sisi galak juga, pasti mulai ketularan istrinya bimo. Sepertinya gavin harus mulai berfikir untuk menambah polis asuransi.


"iya istri yang boleh merebut punya orang "sindir danar tak kalah ketus.


Untuk beberapa menit kedua pria itu saling bertatapan. Nadin jadi khawatir kalau di biarkan berlama-lama mereka bisa jatuh cinta, eh berantem maksudnya.


"nar.. Udah. Maafin kita ya . Lo pantas mendapatkan yang lebih baik "nadin tersenyum tulus.


Sungguh, mengundang danar ke pernikahannya adalah hal yang berat bagi nadin. Selain karena nadin tahu danar masih mencintainya, juga ada rasa takut di benak nadin. Dia takut danar akan nekat seperti pria-pria yang ramai di instagram itu, datang ke pernikahan mantan sambil bawa bulldozer.


Tapi nadin buru-buru mengenyahkan fikiran itu. Dia yakin danar gak segila itu. Danar pria yang baik, dia tahu bagaimana harus bersikap. Karena itu nadin memberanikan diri untuk mengundang danar. Tentu saja semua itu tidak terlepas dari ulah gavin yang dengan sengaja memamerkan foto lamaran mereka kemudian di tag ke danar.


Saat itu nadin marah bukan main, bagaimana bisa gavin bersikap begitu kekanakan dengan sengaja mentag danar di foto mereka. Tapi tentu saja gavin selalu gavin, dia punya seribu alasan dan bujuk rayu sampai akhirnya nadin berhenti marah padanya.


"gue betul-betul berharap lo menemukan wanita baik nar "nadin memberikan buket bunga pengantinnya.


"cepet nyusul "sambung nadin, kemudian gadis itu tersenyum tulus sambil berdoa dalam hati.


Pernah mengenal sosok danar adalah keberuntungan bagi nadin. Walaupun akhirnya mereka tidak berjodoh, setidaknya nadin pernah bahagia bersama danar dulu. Untuk itu dia berharap danar akan menemukan wanita yang lebih baik darinya.


Danar mengangguk, sorot matanya menyiratkan rasa tidak ikhlas yang sangat terlihat. Bagi danar, nadin adalah wanita paling berharga, satu-satunya alasan kenapa sejak mereka putus danar memilih menghindar dari wanita. Tapi dia harus tetap tersenyum demi menutupi itu.


Dari nadin danar belajar untuk mengikhlaskan sesuatu. Tidak perduli sekeras apapun kita berusaha, kalau memang dia bukan takdir kita, maka tuhan punya 1000 cara untuk memisahkan mereka.


Sambil membawa buket bunga pengantin, danar hendak turun dari pelaminan .Namun sebelum itu dia berbalik, kemudian mendekat pada gavin.


"lo macam-macam sama nadin, gue dengan sigap akan jadi pebinor !"ancam danar.


Gavin melotot mendengar perkataan danar di telinga nya. Belum sempat dia membalas perkataan danar, laki-laki itu lebih dulu menepuk pundaknya.


"gue harap lo gak bikin dia nangis lagi vin. Dan happy wedding"


Danar berjalan semakin menjauh dari tempat pelaminan. Diam-diam gavin menatap punggung danar. Ada rasa bersalah di hati gavin karena sudah merenggut kebahagiaan danar. Tapi gavin bisa apa kalau nadin lebih bahagia dengan dirinya. Dengan tulus gavin juga mendoakan semoga danar bisa mendapatkan wanita baik.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~🐱🐱\~\~\~\~\~\~\~\~\~


"euegg... Eugh.... Vin pelan-pelan dong "omel nadin, wanita itu sudah menunjukan punggung nya yang mulus di hadapan gavin.


Berulang kali gavin harus menahan nafsu melihat punggung mulus istrinya tepat di hadapan matanya. Kalian pasti bingung kan mereka lagi ngapain.


Jadi ceritanya, selesai acara resepsi nadin dan gavin langsung terbang ke maldives dengan pesawat pribadi milik keluarga gavin. Mereka bahkan masih mengenakan pakaian pengantin saat menaiki pesawat tersebut.


Semua ini tidak lepas dari campur tangan mamah nadin dan mamah gavin yang langsung akrab begitu mereka bertemu di acara lamaran. Dengan alasan sama-sama suka brondong mereka langsung jadi akrab seperti sahabat karib.


Awalnya gavin sedikit takut kalau keluarga nadin tidak akan menerima keluarga gavin yang, berantakan. Tapi ternyata orang tua nadin cukup berfikiran terbuka. Toh mereka sekarang sudah akrab.


Karena ulah kedua mami itulah, nadin dan gavin di paksa bulan madu lebih cepat dari perkiraan mereka. Koper dan destinasi wisata sudah mami mereka siapkan. Hanya satu yang mereka minta, pulang dari honeymoon nadin harus segera membelendung. Begitu wejangan para mami saat mengantarkan mereka berdua di bandara.


Sebagai anak mereka berdua hanya bisa pasrah saat akan beristirahat di hotel lalu bingung mendapati koper mereka sudah ada di depan pintu. Lalu dengan santainya para mami nya memaksa mereka untuk masuk ke mobil lalu mereka pergi ke bandara.


Gavin dan Nadin merasa di usir.


"lagian kamu ya, pakai acara masuk angin segala, udah gitu datang bulan lagi. Gagal dong aku acara belah duren nya "protes gavin dengan posisi masih di belakang punggung nadin.


Nadin berbalik badan, merasa tidak terima gavin menyalahkannya begitu saja.


"kamu lihat kan tadi gaun aku kayak gimana ? Dingin nya udara malam itu kayak gimana ? Ya wajar dong kalau aku masuk angin "


Gavin hanya bisa cemberut, pasarah dengan keadaan. Bukannya mencicipi malam pertama, gavin malah di paksa nadin untuk mengerik punggungnya dengan uang logam Rp.1000, bulan madu macam apa itu.

__ADS_1


"vin jangan marah dong "nadin menyadari kalau wajah gavin sekarang pasti suram, wajar sih.


"udah kamu diam deh, aku lagi buat maha karya di punggung kamu. Lagian sejak kapan sih kamu itu kalau masuk angin pakai di kerik segala. Kayak mbah aku aja "


"hehe sejak dulu sih, biasanya si mbok yang suka ngerik aku. Berhubung aku sekarang punya suami yang ganteng dan baik hati. Boleh dong aku minta tolong di kerik sama kamu "nadin mengerjap-ngerjapkan mata nya, berusaha untuk menggoda gavin.


"hish ! Aku curiga kamu mau nikah sama aku cuma mau manfaatin aku jadi tukang kerik aja kan "tuduh gavin.


"haha kayaknya sih gitu.. Vin vin udah udah, kayaknya kamu mau buat badan aku merah-merah semua "


Gavin terkekeh sendiri, dia juga gak sadar kalau mahakarya yang dia buat di punggung nadin bentuknya agak absurd. Tapi setidaknya dengan begitu dia bersyukur, besok pasti nadin gak akan jadi pakai bikini yang sudah mami nya persiapkan. Biarin aja nadin pakai bikini nya di depan gavin aja, mana mau gavin bagi-bagi rezeki ke orang-orang.


Nadin baru saja keluar dari kamar mandi, setelah 10 menit lamanya wanita itu membersihkan badan. Nadin mengenakan piyama satin yang ternyata couple dengan gavin. Jangan tanya juga siapa yang membeli piyama pink yang begitu mencolok mata gavin itu. Sudah pasti dua mak-mak rempong yang udah ngebet mau punya cucu selusin.


"nad jangan keluar deh aku malu. Masa pria macho kayak aku pakai piyama pink. Untung cuma warna nya doang yang pink, kalau di tambah ada gambar hello kitty nya, sumpah mau aku bakar ini piyama "


Gavin terus saja mengoceh saat memakai piyama itu di hadapan nadin. Nadin diam-diam menelan saliva melihat perut gavin yang kotak-kotak . Baiklah nadin mulai berimajinasi yang aneh-aneh.


"nad.. Kamu kok bengong sih ? "


"iya kenapa vin ?"


"aku laper "


"sama "


"tapi gak mau makan masakan laut, disini ada yang jual indomie gak ya ?"


"ngaco, sekarang aja kita ada di atas laut vin. Sana gih kamu menyelam, kali aja di bawah sana ada harta karun yang isinya sekardus indomie soto "


"haha iya juga ya, terus gimana dong. Aku laper tapi aku gak mungkin keluar dengan baju pink begini, bosen aku sama seafood, tapi aku laper, gimana dong yang "gavin berbaring di kasur sambil mengelus perutnya.


Nadin memutar bola matanya, merasa jengah dengan sikap suami nya yang terkadang super manja itu. Tapi mau gimana lagi, dia harus menerima gavin dengan kelebihan dan kekurangannya. Gak bisa di tuker juga kan suami nya itu dengan ji chang wook.


Nadin ikut berbaring di samping gavin. Rasanya aneh saat mereka berdua ada di satu tempat tidur yang sama, padahal mereka hanya berbaring sambil menatap langit-langit kamar, tidak melakukan apa yang biasa di lakukan oleh pasangan pengantin baru di malam pertama.


"vin.. Kamu tau nggak, rasanya sampai sekarang aku gak percaya kita nikah "nadin mengagkat tangan, menatap cincin berlian yang di sematkan oleh gavin setelah lelaki itu mengucap ijab qabul.


Gavin merubah posisi tidurnya menjadi menyamping, dengan kepala yang bertumpu pada tangan kanan.


"perlu aku buktiin kalau kamu lagi gak mimpi ? "gavin tersenyum smirk.


Detik berikutnya wajah nadin habis di ciumi oleh gavin. Bermula dari kening, kemudian pipi, hidung, mata dan berakhir pada bibir tentu saja. Nadin sampai di buat kegelian dengan tingkah gavin yang malah ndusel-ndusel di ceruk lehernya.


"vin stop, geli hahha "


"nad.. Kenapa sih kamu pakai acara datang bulan , kita kan jadi gak bisa nyicil buat dedek bayi "gavin cemberut tepat di hadapan wajah nadin.


Nadin menangkup kedua pipi gavin. "kamu mau punya anak berapa emang ?"


"hm .. Yang jelas lebih dari 4 aku mau rumah kita rame. Aku suka anak kecil "gavin tersenyum lebar, membayangkan bayi-bayi lucu yang selalu dia lihat di instagram.


Nadin memencet pipi gavin sampai menbuat bibir gavin mengerucut bagai ikan mas koki.


"3 deh yang "


"2 "


"4"


"ngelunjak, kenapa jadi 4 ?"protes nadin.


"ya kali aja kamu gak konsen terus di iyakan gitu, request dari aku"


"request ? Kamu kira lagu di radio "


Gavin menatap wajah nadin dengan seksama. Bukan hanya nadin yang merasa ini bagaikan mimpi, gavin pun merasa begitu. Tidak pernah dia sangka kalau nadin yang dulu sempat dia benci setengah mati, sekarang menyandang status sebagai istrinya.


Dulu gavin selalu menyangka kalau dia akan menikah dengan aurora. Karena hanya wanita itu yang bisa membuat gavin jatuh hati pada wanita. Tapi takdir ternyata lucu, justru malah nadin, wanita yang dulu sempat gavin hina, gavin selalu sebut matre , sekarang adalah wanita yang sangat gavin gilai.


"nad... "


"iya vin ?"


"kamu tahu nggak "


"nggak "jawab nadin sekenanya.


"serius "


"jangan serius nanti bubar "ledek nadin.


"idih amit-amit, belum juga ada 24 jam masa kamu udah mau bubar sih "


Nadin sedikit mendengus, kesal juga sih. Kadang gavin ini suka gak bisa di ajak bercanda.


"yauda apa ?"


"ehm.. Oke aku mau cerita sesuatu sama kamu. Ini rahasia yang gak pernah aku ceritakan sama siapapun"


Gavin dan nadin sama-sama duduk bersila dengan posisi saling berhadapan.


"oke aku dengerin. Tapi kalau rahasia kamu buat aku kesel. Aku gak segan-segan abisin limit black card kamu beneran "ancaman nadin malah membuat gavin terkekeh.


"kamu inget dong dulu kamu pernah kasih aku kue ? Waktu kamu nembak aku di lapangan kalau gak salah "


"terus ? Yang kamu buang itu kan ?"nadin menaikkan nada suaranya, dia masih ingat jelas kejadian memalukan itu.


"dengerin dulu sayang..."gavin memencet hidung nadin seklias.


"kue nya enak, aku makan sampai habis "


"bohong, pasti kamu cerita begitu cuma buat nyenengin aku doang kan ?"

__ADS_1


"kamu pakai lemon kan di kue yang kamu buat, terus ada sedikit rasa strawberry "


"iya, kok kamu tahu ?"nadin nampak takjub, dia ingat alasan dia pakai bahan itu karena gak mau gavin jadi gendut.


"kan tadi aku udah bilang, aku makan kue kamu sampai habis. Itu pertama kalinya ada cewek yang kasih aku kue"gavin terkekeh sendiri.


Nadin jadi tersipu malu di buatnya. Tidak dia sangka kejadian memalukan itu ternyata gak seburuk apa yang dia fikirkan.


"terus... Diam-diam aku suka lihat kamu bolos pelajaran pak kusnadi, si guru MTK yang terkenal galak itu, kamu pergi ke aula buat latihan dance. Am i right ?"gavin tersenyum lebar.


Nadin sampai terperangah mendengar cerita gavin. Hobi nadin yang suka membolos pelajaran MTK hanya di ketahui oleh dirinya dan tuhan saja. Dan fakta kalau gavin tahu bahkan hafal dengan semua kegilaan yang pernah nadin lakukan, membuatnya semakin jatuh cinta dengan lelaki itu.


"golongan darah kamu A, kamu suka makan pedes tapi kamu selalu bermasalah sama pencernaan karena itu kamu selalu bawa susu strawberry setiap kali makan bakso mang ujang, terus.. Kamu pernah dapat kado valentine kotak musik yang di dalam nya ada beruang kecil lagi nari, bener kan ?"


"kok kamu tahu ?"


"karena kado itu dari aku "gavin mengakuinya.


Nadin sampai speechless dibuatnya. Gavin tahu semua hal tentang nadin ? Bahkan fakta kalau kotak musik itu dari gavin sungguh nadin semakin cinta dengan lelaki yang kini menyandang status sebagai suami nya itu.


"kenapa ?"


"kenapa apanya ?"gavin mengulang pertaan nadin.


"bukan nya kamu benci banget ya sama aku dulu ? kamu bilang aku cewek matre"


"oke.. Aku akuin. aku sebel sama kamu benci sih lebih tepatnya, karena aku gak suka kamu manfaatin temen-temen aku buat jadi ATM berjalan kamu "


"terus kenapa kamu tahu semua tentang aku ?"


"kamu gak pernah denger istilah, haters itu adalah fans nomor satu ya ?"


Nadin menggeleng. "hatters ya hatters fans ya fans. Ngaco deh "


"sebagai hatters kamu, aku gak mau dong asal tuduh orang tanpa bukti. Kalau cuma denger dari gosip orang, itu bukan aku banget. "


"masih gak faham "


"jadi, demi mendapatkan fakta tentang kamu, aku mulai mencari tahu apapun yang berhubungan dengan kamu, dan kalau mengenai aku tahu kamu bolos pelajaran. Itu Karena pas kamu bolos, pas aku lagi pelajaran olah raga, jadi aku selalu lihat , tanpa sengaja "


"ohhh "


"terus tentang kotak musik itu... "


"kamu udah mulai naksir aku kan pas ngasih kotak musik itu ?"nadin memicingkan mata berusaha melihat apakah gavin berbohong atau tidak.


"belum. waktu aku ngasih itu, alasannya karena aku ngerasa bersalah udah buat kamu malu di lapangan "


Gavin berbohong, lelaki itu tahu persis sejak nadin memberinya kue ulang tahun . Diam-diam gavin jadi sering memikirkan nadin. Tapi kalau nadin tahu pasti nadin akan tertawa terbahak-bahak. Jadi gavin putuskan untuk menyimpan rahasia ini sendiri.


"terus kapan kamu mulai naksir aku ?"


"iya ya, kapan ya ? Kamu mulai pakai pelet kapan ? Nah itu pasti pas aku mulai maksir kamu "


"ngeselin "nadin mencubit pinggang gavin tanpa ampun.


Mereka berdua sama-sama terdiam sambil menatap satu sama lain.


"kalau di lihat-lihat kita beneran mirip ya nad ? "


"iya sih, aku dulu mikir jangan-jangan kamu itu kakak aku yang terpisah lama "


"jangan kebanyakan nonton sinetron alay deh nad "


"haha, soalnya cuma ada 2 kemungkinan dua orang bisa berwajah mirip"


"apa ?"


"pertama, karena mereka kakak adek atau kedua, karena mereka jodoh "


"aku pilih yang kedua deh "sambung gavin.


Nadin terkekeh."fix kamu udah bener-bener tergila-gila sama aku vin "


"nad, aku cinta kamu "gavin berbisik tepat di samping telinga nadin.


"sama vin, aku juga cinta kamu "nadin ikutan berbisik di telinga gavin.


"nad, ini serius malam ini kita cuma bobo doang ? Gak ada acara apa gitu "gavin kode keras, dia harap nadin peka.


"ya gimana dong, aku kan lagi menstruasi "nadin jadi cemberut, dia juga kesal sih dengan tamu tak di undang itu.


Gavin merebahkan badan kembali ke atas kasur. Hancur sudah malam pertama yang sudah dia rancang, dengan kiat-kiat yang di berikan bimo. Sepertinya gavin harus lebih bersabar menunggu saat itu.


"vin "nadin berbaring di atas perut gavin yang kata nadin kotak-kotak itu.


"kita kan gak bisa ngelakuinĀ main courseĀ kita, tapi ... Kalau cumaĀ appetizer, aku rasa masih aman deh "


Merasa nadin faham akan kode nya, gavin langsung duduk, sehinga membuat kepala nadin berada di atas kedua paha nya.


"beneran nad ?"gavin tersenyum lebar seperti habis menang lotre.


Nadin mengangguk sambil mengerlingkan sebelah matanya. Gavin yang faham akan kode nadin, tentu tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Ibarat sebuah ladang, nadin harus segera di garap sebelum laham milik gavin itu di ambil orang.


Setidaknya walaupun gagal buat cucu yang lucu, gavin dan nadin sudah melakukan pemanasan lebih dahulu sebelum memulai pertempuran yang sesungguhnya.


怀


怀


Tamat


怀

__ADS_1


怀


__ADS_2