CEO Rese Dan Secretary Matre Nya

CEO Rese Dan Secretary Matre Nya
Episode 58


__ADS_3

"aw.. "teriak seorang wanita yang duduk bersila di atas lantai, tangannya mengelus dahi nya yang baru saja mendapat hadiah sebuah setilan pedas.


"kamu emang niat jadi janda ya nad.. Bisa-bisa nya kamu nyaris bikin aku jantungan !"omel gavin sambil berkacak pinggang.


"ini aku mau ngasih kamu kejutan loh vin, malah aku yang kamu kejutin !"nadin beranjak dari atas lantai sambil merapihkan pakaiannya.


"gagal deh kejutan romantis nya, dasar perusak suasana !"omel nadin sambil berlalu dari hadapan gavin.


Saat Nadin sudah menghilang dari hadapannya, Gavin baru menyadari ada sebuah kue tart tergeletak mengenaskan di lantai saat nadin beranjak dari tempatnya. Bukan hanya kue, ada sebuah kotak kecil juga dengan pita merah tergeletak disana, gavin yakin kalau itu kado untuknya.


Sudut bibir gavin tersenyum melihat kejutan yang telah nadin persiapkan tapi gagal karena ulah gavin sendiri. Gavin berbalik badan menyusul nadin yang sedang mencuci tangan di wastafel.


"yeobo... "gavin memeluk nadin dari belakang,kepala nya segaja dia taruh di atas pundak nadin.


"hem "jawab nadin secara singkat, dia masih kesal dengan ulah gavin yang sudah merusak kejutan anniv mereka.


"maafin aku ya ?"


"hem.. "nadin masih pura-pura mencuci tangannya yang sudah bersih, dia ingin melihat sejauh mana usaha gavin untuk membujuknya.


"tulus gak maafin nya ?"gavin masih berusaha membujuk dengan suara yang sengaja dia rendahkan.


"hem "nadin masih kekeuh dengan acting mencuci tangan nya, walaupun dia sudah sangat ingin berbalik badan melihat wajah gavin yang pasti sudah memelas.


"beli tas baru deh, atau sepatu , ah koleksi make up kamu kayak nya kurang banyak tuh, lipstik limited edition yang kemarin kamu ceritain, kayaknya minta di jemput tuh sama kamu "gavin mulai melancarkan aksi membujuknya, nadin dan belanja adalah dua kata yang tidak bisa di pisahkan.


Nadin masih diam saja, tidak berniat untuk menyudahi acting cuci tangan, yang dia lanjutkan dengan mencuci apa saja yang tergelatak di dekat wastafel.


"nadin... Sayang .. Mama princess " gavin masih berusaha untuk membujuk.


Sontak nadin melemparkan kain yang baru saja dia gunakan untuk mengeringkan tangan. Tidak tahan lama-lama nadin acting cuci tangan terus, lama kelamaan tangannya bisa keriput.


Nadin berbalik badan kemudian menatap gavin. Benar saja dugaan nadin, lelaki itu benar-benar menunjukkan wajah memelasnya. Dan tentu saja .. Nadin gak tega.


"udah minta maaf nya ?"nadin berusaha buat tetap stay cool, gavin dalam mode memelas begini biasanya akan jadi super penurut.


Gavin mengangguk. "baikkan deh nad "gavin mengacungkan jari kelingkingnya.


Nadin mengeryitkan dahi, sepertinya seharian kencan ala-ala papa kekinian bersama princess membuat gavin tertular sifat kekanak-kanakkan putrinya.


"nad.. Ayolah masa anniv kita yang tinggal 2 jam ini kita isi dengan berantem sih "


Sejujurnya nadin sudah tidak marah dengan gagal nya kejutan anniv yang sudah dia buat. Akan tetapi melihat gavin dengan mode seperti ini, rasanya nadin jadi teringat saat tahun pertama mereka menikah.


Flashback


"nad.. Kamu liat dasi aku gak sih ? "ujar gavin sambil mengeluarkan seluruh isi lemari nya.


Nadin yang baru saja selesai mengeringkan rambut, langsung melotot melihat setengah isi lemari sudah berpindah ke lantai, dan semua itu ulah gavin.


"GAVIN !!! " teriakkan nadin membuat gavin berhenti dengan kegiatannya.


Gavin menengguk saliva nya dengan susah payah. Takut-takut dia berbalik badan, kepala nya sengaja dia tundukkan karena tidak berani menatap wajah nadin yang sudah merah padam. Seakan ada tulisan "awas nadin galak "


"beresin sekarang !" ucap nadin dengan penuh penekanan dan emosi jiwa sambil menunjuk pada tumpukkan pakaian yang berserakkan di lantai.


"tapi nad dasi merah yang garis.. "


"sekarang !"nadin mengulang ucapannya sebelum gavin selesai memberikan alibi nya.


Gavin langsung memunguti satu persatu pakaian yang sudah berserakan di lantai. Dia sekarang tahu rasanya jadi cinderella. Tapi dia juga merasa menyesal karena mencari masalah dengan nadin di pagi hari. Hanya karena dasi merah yang dia sebut bisa membawa keberuntungan. Jika begini ceritanya dasi itu justru pembawa sial.


Walaupun di rumah mereka memang ada pembantu yang bertugas membereskan rumah tapi nadin dan sifat nya yang sangat menyukai kebersihan dan kerapihan, selalu saja mendidik gavin menjadi disiplin. Gavin jadi mereasa dia menikah dengan guru BP jika begini kondisinya.


Selesai dengan acara beres-beres lemari, gavin menghampiri nadin yang sedang sibuk memasak sarapan untuk mereka. Pembantu yang biasa mempekerjakan pekerjaan rumah sedang pulang ke kampung halaman nya, jadi tugas rumah semua beralih pada si nyonya besar rumah ini.


Itulah kenapa nadin jadi lebih cerewet dari pada biasanya, tidak jarang karena masalah kerapihan rumah mereka jadi berdebat. Gavin yang selalu membuat rumah berantakan dan nadin yang selalu akan membereskan kekacauan yang gavin buat.


Aroma omlet dan kopi sudah tercium saat gavin sudah memasuki ruangan makan. Gavin menarik bangku, kemudian duduk disana. Ditatapnya nadin yang sedang membelakangi nya. Tampilan nadin dengan celemek biru, serta rambut yang dia cepol tinggi, entah kenapa membuat gavin semakin jatuh cinta dengan wanita itu.


Bahkan tanpa nadin sadari diam-diam gavin merekam nadin yang sedang sibuk memasak. Bagi gavin, tidak ada pemandangan yang lebih indah dari pada melihat nadin Yang sibuk dengan wajan dan spatula nya. Untuk kesekian kalinya gavin merutuki kebodohan nya sendiri yang sempat membenci nadin tanpa mengenal gadis itu lebih dalam, lihat sekarang semua nya seperti terbalik, gavin sangat amat tergila-gila dengan wanita itu, bahkan saat predikat 'BUCIN' disematkan oleh teman-teman nya, gavin justru merasa bangga. Mungkin itu yang di sebut dengan the power of karma.


"nad... Laper "suara memelas gavin membuat nadin yang tadinya sibuk dengan masakkan nya berbalik, di tatap nya wajah gavin pagi itu.


"bisa nggak ngelatin aku nya gak usah kayak liat hamburger, kamu seperti mau makan aku hidup-hidup tau nggak " nadin terkekeh sambil menaruh sepiring omlete untuk nya dan tentu saja untuk gavin.


Melihat nadin yang sudah bisa tertawa kondisi sudah mulai aman, mood nadin sudah mulai membaik. Sepertinya nadin lupa akan insiden dasi merah.


"aku mau makan kamu aja deh , kayak nya kamu lebih lezat dari pada omlete "gavin mencondonkan tubuhnya ke arah nadin, dia lupa menagih jatah morning kiss nya akibat insiden dasi merah.


Nadin yang sudah faham akan kode suami nya itu tentu saja tidak menolak, apalagi melihat gavin memakai kemeja biru dongker yang pernah nadin berikan, entah kenapa kadar ketampanan lelaki itu langsung meningkat drastis.


Nadin sekarang tidak percaya lagi akan mitos yang bilang kalau membeli baju untuk pasangan akan berakhir putus, iya sih mereka memang putus sebagai kekasih tapi berubah menjadi pasangan pasutri. Catat ya gak selamanya mitos itu benar, kalau memang sudah berjodoh mau apa ? hehe kalian para jomblo jangan iri ya.


Flashback Off


“jadi kamu yang siapin ini buat kita ?”gavin menatap dekorasi yang baru dia sadari saat nadin mengajak nya untuk duduk di meja yang sudah nadin tata sedemikian rupa.


Nadin mengangguk lalu menopang wajah nya dengan kedua tangannya. Wanita itu menatap gavin yang saat ini duduk di hadapan nya. Capek juga lama-lama nadin terus menerus ngambek karena gavin sudah merusak kejutannya, jadi lebih baik mereka berhenti berantem ala ABG. Sampai saat ini rasanya sulit di percaya pria ini bisa menemani hari-hari nadin selama belasan tahun.


Kerutan yang mulai timbul di wajah mereka tidak bisa membohongi kalau faktanya mereka memang sudah bukan anak muda lagi.Tapi walaupun mereka sudah tidak muda, baik nadin maupun gavin masih punya pesona yang tidak bisa hilang walaupun rambut mereka sudah mulai di tumbuhi uban.


“kamu cantik nad “gavin tersenyum mengagumi penampilan nadin yang selalu membuat gavin berdebar walaupun dia selalu melihat nadin setiap hari.


“aku tahu vin “nadin mengedipkan sebelah matanya.”Cheers…”nadin mengangkat gelas wine nya begitu juga gavin.


Mereka masih sama-sama saling memandang, memori-memori kebersamaan mereka sama-sama menjadi hal yang saat ini di putar di otak mereka. Bagaimana dulu mereka bertengkar,menangis,saling jatuh cinta dan berakhir duduk bersama menjadi pasangan suami istri.


“gimana kalau kita main Truth or Dare “ajak nadin dengan penuh semangat.


“oke, Kamu duluan “


“oke.. Gavin Kamu pilih truth or dare ?”

__ADS_1


“truth “


“kenapa gak mau pilih dare ?”


“karena kalau aku pilih dare firasat aku mengatakan atm aku akan bocor karena seseorang “gavin terkekeh walaupun dia tidak serius dengan omongannya.


“ish.. itukan demi menunjang penampilan aku sebagai istri CEO, kan kamu juga yang bangga “nadin berkilah.


“baiklah nyonya gavin Christopher aku bisa apa kalau hidup dan isi saldo ATM aku persembahkan untuk kamu dan princess “


“kok aku agak mual denger nya ya vin “


“what ? nad kamu mual ? kamu hamil ? yes “gavin memekik sambil tangannya meninju udara.


“denger omongan kamu aku jadi mual papah nya princess “


Gavin kembali duduk dengan lesu, dia fikir nadin betul-betul hamil. Kan jadi gavin gak harus diet lagi karena ancaman nadin.


“oke, karena kamu pilih truth aku punya satu pertanyaan “nadin tersenyum lebar, entah kenapa senyum nadin membuat firasat gavin tidak enak.


“oke kamu mau Tanya apa ? “gavin sudah pasrah, biasanya nadin kalau sudah bertanya pasti akan panjang kali lebar, esai 3 lembar saja sepertinya kurang untuk menjawab pertanyaan nadin.


“sejak kapan kamu jatuh cinta sama aku ? “


“kan aku udah pernah cerita “


“nggak, kamu ceritanya setengah-setengah aku mau versi lengkap “


Gavin menghela nafas sepertinya dia harus mulai bercerita dari hulu ke hilir proses terjadinya perubahan pada perasaan gavin pada nadin, yang mengakibatkan gavin mulai memikirkan nadin terus menerus lalu berakhir menikahi wanita itu.


“oke, pada suatu hari di sebuah sekolah ada…”


“vin serius “nadin memicingkan mata.


“jangan serius nanti bubar”


“haha lucu, buruan aku penasaran”nadin setengah memaksa.


“oke oke, sebenarnya.. aku mulai suka sama kamu sejak.. pertama kali aku lihat kamu di kantin “gavin mengaku pada akhirnya, ini rahasia yang dia tidak pernah bilang pada siapapun karena terlalu gengsi untuk mengungkap fakta itu.


Nadin speechless untuk beberapa saat.”itu bukan pristiwa kamu bilang aku anak selingkuhan papah kamu ?”


Gavin mengangguk saat itu dia tidak tahu kenapa malah bertanya apa nadin itu anak selingkuhan papah nya, mengingat wajah mereka memang mirip.


“bohong ! jelas-jelas kamu waktu itu keliatan banget mengibarkan bendera perang sama aku “nadin membantah, dia tentu ingat pristiwa paling memalukan dalam hidupnya.


“jujur awalnya aku kaget kamu mirip sama aku, tapi kamu gak tahu kan kalau sejak pristiwa di kantin itu diam-diam aku sering liatin kamu “


Nadin masih memicingkan mata, tidak percaya kalau cerita gavin adalah fakta. Bisa saja kan ini hanya akal-akalan gavin .


“aku emang gak nunjukin kalau saat itu aku diam-diam suka curi-curi pandang sama kamu, apalagi temen-temen aku sering curhat kalau kamu matre dll “


Nadin masih menyimak, sulit rasanya mempercayai kalau gavin sudah lama suka pada nadin.


“terus kenapa kamu tolak waktu aku berusaha buat deketin kamu dulu, kamu bahkan permalukan aku di depan orang-orang vin !”tiba-tiba nada suara nadin sarat akan emosi.


“I’ve told you nad, demi solidaritas antar pria “


Nadin mendengus, sepertinya tidak puas mendengar jawaban gavin. “tapi kamu buat aku sedih selama bertahun-tahun vin “


Gavin menggengam tangan nadin.”aku tahu betapa buruk nya aku saat itu..”sorot mata gavin menunjukan penyesalan yang begitu dalam.


“aku minta maaf untuk semua waktu yang aku sia-siakan dulu nad “


Nadin masih tidak bergeming membuat gavin bertanya-tanya apa yang saat ini sedang nadin fikirkan.


“tapi kamu tahu nad apa yang aku fikirkan setelah kita menikah ?”nadin menggelengkan kepala.


“aku berfikir kenapa gak dari dulu aja aku lamar kamu pas kita SMA, jika aku tahu hidup bersama kamu bisa membuat aku sebahagia ini “gavin menarik senyum membuat kerutan di sekitar mata nya terlihat jelas.


“kamu perempuan terbaik dalam hidup aku nad, bukan aku gombal tapi aku jujur. Ah kamu tahu ada satu sifat kamu yang paling buat aku jatuh cinta “


Wajah nadin berubah kembali ceria.”apa ?”


“sifat matrealistis kamu “gavin tersenyum lebar.


“kamu ngeledek “nadin kembali merajuk.


Gavin menggeleng.”nggak sayang aku serius, dari sekian banyak wanita yang aku temui Cuma kamu yang berani jujur apa adanya “


“jujur kalau aku matre maksudnya ?!”


Gavin mengelus puncak kepala nadin, antisipasi aja siapa tahu otak nadin mulai panas karena pembicaraan ini. Biasanya nadin kalau sudah di elus-elus ubun-ubun nya langsung adem hatinya.


“semua wanita pasti punya sifat itu bukan ? tapi ada yang berani nunjukin ada yang diam-diam aja padahal dalam hati begitu “


“….”


“yang bikin kamu istimewa karena kamu berani nunjukin itu nadin, kamu gak perduli orang bilang apa tentang kamu, karena kamu selalu jadi diri sendiri “


“lagi pula, aku tahu kok barang-barang yang dulu di kasih sama pacar-pacar kamu itu kamu sumbangin kan buat orang lain yang membutuhkan ?”


Nadin sedikit kaget mendengar cerita gavin, tidak ada yang tahu kalau nadin memang menjual barang-barang yang dulu di berikan oleh pacar-pacar nadin. Nadin membantu pacar-pacar nya itu dalam beramal, ya anggaplah seperti itu.


“aku pernah lihat kamu jual salah satu tas itu “gavin seperti bisa menebak kalau nadin pasti bingung dari mana pria itu tahu mengenai rahasia nadin.


“jadi udah puas dengan jawaban aku nyonya gavin Christopher ?”


Nadin mengangguk, mendengar pengakuan gavin membuat nadin terharu jujur saja. Dia tidak pernah menyangka disaat dia jadi diri sendiri dengan menunjukan sifat matre nya, justru disitulah dia menemukan cinta sejati.Orang yang menerima sifat nadin dengan senang hati, disaat dulu semua orang memandang nadin sebagai orang yang buruk.


"lagi pula nad, menurut aku cuma cowok pengecut yang bilang cewek itu matre "


Nadin menaikkan sebelah alis nya."kok kamu bisa mikir gitu ?"

__ADS_1


"iya, karena kalau pria yang betul-betul perduli pada pasangannya pasti gak akan mau membuat pasangan nya hidup susah "


"tapi mereka selalu menganggap perempuan seperti aku tidak mau di ajak hidup susah vin "nadin tersenyum.


"i've told you nad , sebagai pria aku pasti akan berusaha semampu aku buat pasangan aku hidup nyaman , mungkin pria di luar sana berfikir begitu, tapi aku nggak . Prinsip aku tetap sama, selama aku mampu membiayai kamu, aku gak masalah kamu punya sifat matrealistis "


"aku gak akan menyia-nyiakan kepercayaan orang tua kamu nad, mereka menyerahkan kamu sama aku tentu aja dengan tujuan membuat hidup kamu lebih bahagia "gavin kembali melanjutkan ucapannya yang berhasil membuat nadin terharu.


Nadin tersenyum lalu menggengam tangan gavin."kamu tahu vin itu kata-kata paling manis yang pernah aku denger dari kamu "


Gavin tertawa sesaat mendengar pengakuan nadin “jadi sekarang bisa aku minta kamu pilih dare ? sekarang giliran aku bukan ?”Tanya gavin.


Nadin mengangguk.”kamu mau aku ngelakuin apa ?”


Gavin tersenyum lalu mengeluarkan handphone dari dalam sakunya.Untuk beberapa saat gavin menatap handphone nya lalu mengetikkan sesuatu. Kemudian lagu ed sheeran yang berjudul perfect pun memecahkan keheningan di antara mereka.


“ini hal yang dulu mau aku tanyakan sama kamu nad tapi aku gak bisa lakuin itu “nadin mengernyitkan dahi saat gavin beranjak dari tempat duduk nya lalu berdiri di samping nadin.


“nadin almira queen, mau kah kamu jadi pasangan aku di prom night “sejurus kemudian nadin terkekeh.


“serius kamu mau tanyakan itu ?”


Gavin mengangguk.”bukan Cuma aku, seluruh pria di sekolah kita bahkan bertanya itu bukan ?”


Nadin mengangguk membenarkan perkataan gavin, memang benar dulu nadin banyak mendapatkan ajakkan sebagai pasangan di acara prom night. Tapi nadin menolak semua pria itu, karena dia berharap gavin yang akan mengajaknya di pesta prom.Lalu karena gavin tidak juga mengajaknya, malam itu nadin tidak menghadiri acara prom night karena patah hati.


“tapi aku ..”


“kamu tolak semua ajakkan mereka, dan kamu gak hadir di pesta prom “gavin memotong perkataan nadin.


Nadin terheran-heran bagaimana bisa gavin tahu hal itu “kamu tahu ?”


“I’am your biggest fans and also your biggest hatters nad, jadi info apapun tentang kamu tentu aku tahu“gavin terkekeh membuat nadin juga ikut tertawa.


“ih gak nyangka aku punya paparazzi ganteng kayak kamu “nadin beranjak dari duduknya lalu berdiri di hadapan gavin.


Gavin sempat tertawa karena ledekkan nadin yang di tujukan padanya, lalu kemudian dia kembali pada mode serius, kali ini tanpa bercanda lagi.


“aku gak bisa mengulang masa lalu kita, aku juga gak punya mesin waktu buat mengembalikkan kita di masa SMA kita dulu , jadi walaupun telat aku akan bilang ini sama kamu nad “


“maukah kamu jadi pasangan dansa aku nad ? anggap aja saat ini kita sedang ada di prom night sekolah “gavin mengulurkan tangannya.


Nadin menatap uluran tangan gavin, setelah belasan tahun berlalu bagaimana bisa laki-laki di hadapan nya ini masih membuat wajah nadin bersemu meraj, jantung nya berdetak begitu keras , bahkan nadin sampai terharu di buatnya.


Nadin mengangguk.”aku bodoh kalau aku tolak hal yang sejak dulu jadi impian aku gavin Christopher “


Gavin memeluk pingang nadin lalu nadin melingkarkan tangannya di leher gavin. Mereka berdansa mengikuti lagu ed sheeran yang di putar di ponsel gavin. Untuk beberapa saat mereka merasa kembali ke masa muda mereka. Seolah-olah saat ini mereka sedang ada di aula sekolah mereka, dengan di kelilingi oleh teman-teman mereka yang juga sedang berdansa dengan pasangan mereka masing-masing.


“ I love you nad “


“ I love you too vin “ kening mereka saling menempel dengan senyum yang tidak mau beranjak dari wajah mereka masing-masing.


Kita memang tidak pernah tahu kapan jodoh kita akan datang, mungkin orang itu orang yang tidak pernah kita kenal sebelum nya , orang yang sangat dekat dengan kita atau bahkan orang yang kita benci.


Satu hal yang nadin bisa ambil dari perjalanan cintanya bersama gavin, bahwa cinta sejati itu akan menerima segala kekurangan kita dan tetap memilih untuk bersama kita apapun yang terjadi. Walaupun harus melewati begitu banyak drama pada akhirnya happy ending itu akan ada.


Percayalah suatu saat kalian akan menemukan happy ending kalian juga, jika kalian belum menemukannya berarti cerita kalian masih terus berlanjut.


“jadi …”


“jadi apa vin ?”


“jadi setelah malam romantis kita ini, kamu setuju dong”gavin masih melingkarkan tangannya di pinggang nadin.


“setuju apa ?”


“setuju buat kasih princess adik dong “


Nadin terkekeh lalu melepaskan pelukkan gavin.”nggak ah, kamu buka dulu kado dari aku “


“nanti aja, kamu jawab dulu keburu sihir nya hilang nih mumpung kamu lagi jinak “


Nadin memukul lengan gavin.”jinak emangnya aku macan “


“emang kamu macan, mama cantik “gavin tersenyum lebar.


“udah tua masih aja gombal , buruan buka kado dari aku vin “


“oke oke aku buka ya kado nya “ gavin mengambil kotak yang sudah sejak tadi tergeletak di atas meja.


Nadin mengulum senyum tidak sabar melihat ekspresi gavin saat membuka kotak hadiah dari nya. Hadiah yang membuat nadin betul-betul yakin tuhan begitu berbaik hati padanya.


Gavin membuka kotak dengan pita berwarna merah dengan perlahan, lalu tertegun setelah melihat benda yang ada di dalam nya.


“nad ?”


Nadin mengangguk.”impian kamu terkabul vin “


Gavin langsung memeluk nadin, setelah 11 tahun dia tidak pernah merasa begitu bahagia karena kembali melihat benda itu. Dua garis biru itu berhasil membuat gavin menangis karena terharu. Mengingat umur mereka yang tidak lagi muda, rasnya tidak percaya kalau gavin akan kembali menyandang status sebagai papah.


“makasih nad “gavin mengecup kecing nadin berulang kali membuat nadin terkekeh karena nya.


“tapi…. Kamu masih punya kewajiban ya buat mengembalikkan perut kotak-kotak kamu itu sayang “


Gavin melepaskan pelukkan nya lalu menyeka air mata yang sempat menetes di pipi nya. Pria itu lalu terkekeh karena perkataan nadin.


“demi kamu, berubah jadi ji chang wook pun aku rela “Nadin dan gavin kembali berpelukkan sambil tertawa .


Tamat 💋


 


 

__ADS_1


__ADS_2