
"jadi papah boleh kan menginap di sini ? "tanya papah gavin dengan wajah yang seolah berkata kalau kalian gak izinin papah bakal tetap menginap.
Nadin yang sejak tadi hanya diam saja karena masih merasa sungkan dengan mertua nya itu hanya bisa mengangguk pasrah.
Entah kenapa walaupun sudah resmi menjadi istri gavin, rasanya nadin masih belum bisa merasa nyaman berada di dekat mertua nya itu.
Mungkin nadin yang terlalu parno atau memang aura seorang christopher hadinata masih saja horor seperti dulu.
"tumben papah mau menginap ? Gavin curiga "tatapan gavin memicing menatap papah nya.
"papah mau deket sama anak dan menantu papah masa gak boleh "jawab papah gavin.
"habis baca buku hidayah ? Atau .. Papah lagi mau mata-mata in aku kan ?"tebak gavin yang masih belum mempercayai perkataan papah nya itu.
Christopher hadinata hanya bisa menghela nafas, pasrah jika sampai kapanpun dia tidak akan betul-betul bisa mendapatkan kepercayaan gavin.
Hubungan mereka memang jauh lebih baik tapi untuk dekat dengan putra nya itu, sepertinya christopher butuh usaha yang sangat keras.
"nad, kamu gak keberatan kan papah menginap di sini ?"tatapan christopher kini tertuju pada nadin.
Nadin mengangguk, memang bisa apa nadin selain menyetujui saja permintaan papah mertua nya itu.
"tuh, istri kamu aja gak keberatan vin "
"bagus dong vin,jarang-jarang kan kamu ketemu papah "kali ini nadin berusaha menjadi penengah walaupun dia tahu gavin masih menjaga jarak pada papah nya.
"pah, aku siapin kamar tamu dulu ya.. Papah udah makan ?"tanya nadin walaupun saat menanyakan itu dia deg deg an setengah mati.
"belum nad "
"aku sama gavin pesen sate kambing, tapi kalau papah... "
"sate kambing kesukaan papah "belum juga nadin menyelesaikan kalimatnya christopher sudah memotong perkataannya.
Tingnong
Pucuk dicinta sate pun tiba, kali ini nadin seratus persen yakin jika yang memencet bell rumah mereka pastilah abang ojol yang mengantarkan sate kambing pesanan mereka.
"nadin ke depan dulu ya, pasti itu abang yang anterin pesanan kita "nadin buru-buru pergi dari ruang tamu menuju pintu utama.
Tinggalah gavin yang masih menatap papah nya dengan tatapan curiga. Puluhan tahun mengenal christopher, rasanya gavin masih tidak percaya papah nya itu datang hanya karena rindu.
"jadi tujuan papah apa ?"tembak gavin yang langsung dapat pelototan dari papah nya.
"astaga masih aja gak percaya "christopher hadinata bangkit dari tempat duduknya lalu duduk di samping gavin.
"papah nggak ada temen nonton bola "jawaban papah gavin betul-betul membuat gavin yakin jika yang duduk di samping nya ini pasti jelmaan bukan papah gavin.
"malam ini pertandingan real madrid gak seru kalau papah nonton sendiri "dengan santainya papah gavin mengambil remot tv lalu memencet tombol salah satu saluran tv luar negeri.
"vin papah pinjem baju kamu dong "
"jujur sama gavin papah kesambet ya ?"gavin memicingkan mata menatap papah nya yang tingkah nya terlalu natural untuk orang yang sedang bohong.
Sebuah jitakan mendarat di kepala gavin. "anak kurang ajar "
"sakit pah "keluh gavin sambil mengelus-elus kepala.
"lagian bilang orang tua kesambet apa namanya kalau bukan kurang ajar. Buruan ambilin baju ! papah mau mandi dulu sebelum nonton bola "
Walaupun masih di penuhi rasa curiga, gavin pergi ke kamar nya untuk mengambilkan baju ganti untuk papah nya itu.
Satu set piyama berwarna biru tua gavin sodorkan lengkap dengan handuk nya. Setelah menerima baju dari gavin,christopher hadinata pergi menuju kamar tamu.
Gavin putuskan untuk kembali duduk di sofa. Layar kaca masih menampilkan iklan-iklan, sepertinya pertandingan sepak bola belum mulai.
"psst vin.. "gavin celingukkan mencari suara yang memanggilnya.
"disini "sebuah centong yang melayang-layang di balik tembok membuat gavin menghampiri benda tersebut .
"ngapain kamu disini ? Dari tadi nyiapin sate kambing gak selesai-selesai "ujar gavin saat menemukan nadin di balik tembok dapur.
"sst.. Aku lagi nyiapin mental vin "jawab nadin sambil melirik ke kiri dan kanan memastikan jika mertua nya itu tidak ada.
Gavin yang bisa merasakan alasan ke anehan sikap nadin malah punya niat menggoda wanita itu. Nadin dalam mode ketakutan seperti ini menjadi lebih menggemaskan.
"takut ya sama papah "gavin bersandar di tembok sambil menatap nadin.
Nadin menggeleng. "nggak lah... Aku sih santai, bagaimanapun juga papah kamu kan papah aku juga "
Gavin mengulum senyum, jelas sekali kalau nadin sedang berbohong padanya.
"pah udah selesai mandi "ujar gavin.
"pah makanan udah.. Vin kamu bohongin aku !"nadin memukul dada gavin, dia baru saja di tipu laki-laki itu.
Tawa gavin menggema di dalan ruangan. Melihat nadin yang tiba-tiba langsung memasang sikap siaga, jelas sekali jika wanita itu takut pada papah nya.
"udah gak usah takut.. Papah udah jinak "bisik gavin di telinga nadin.
Perbuatan gavin itu malah membuat bulu kuduk nadin berdiri. Di saat seperti ini sempat-sempat nya gavin malah mengecup pipi nadin.
"modus banget sih "keluh nadin.
"abis kamu gemesin sih kalau lagi ketakutan "jawab gavin yang malah membuat nadin tersipu malu.
"aku gak takut ya "elak nadin yang malah membuat gavin mendekat untuk memeluk wanita nya.
"oh jadi begini tingkah kalian kalau di rumah "suara berat itu membuat pasangan yang sedang berpelukkan tersebut menoleh.
Oow.. Mereka jadi merasa de'javu. Dulu mereka juga pernah tertangkap basah sedang berduaan seperti ini. Tapi setelahnya ada sebuah tragedi mengenaskan.
"main tuh di kamar vin, masa di dapur, nanti cucu papah terbuat dari tepung dong "
Christopher hadinata dengan santainya membuka kulkas lalu mengambil sekaleng softdrink dari dalam sana. Tanpa perduli dengan dua orang yang masih diam saja di tempat mereka berdiri.
"nad.. Mana sate kambing papah ?"
"iitu pah di meja makan "tunjuk nadin ke arah sebuah meja yang sejak tadi sudah dia tata dengan amat rapih.
"jangan bilang mamah kamu ya vin, dia suka bawel kalau papah makan kambing "Christopher duduk di meja makan lalu mengambil 3 tusuk sate kambing.
Gavin dan nadin yang sejak tadi masih berdiri memutuskan untuk bergabung bersama christopher di meja makan.
Ini pengalaman pertama gavin duduk di meja makan bersama dengan papah nya. Tanpa ada perselisihan.
Walaupun masih tidak tahu niat christopher tiba-tiba datang dan menginap di rumah gavin. Tapi perbuatan christopher itu berhasil membuat hati gavin menghangat.
"jadi kalian kapan kasih papah cucu ?"
"uhuk uhuk "gavin dan nadin secara bersamaan terbatuk lalu saling pandang.
Pasangan itu seperti saling melempar kode untuk menjawab pertanyaan papah gavin.
"lagi usaha pah "akhirnya gavin mengalah untuk menjawab pertanyaan christopher.
"yang rajin usaha nya, mamah kamu udah halu tuh minjemin anak tetangga terus "curhat papah gavin.
"kok papah tahu, kan papah dan mamah... "
"bercerai bukan berarti putus tali silaturahmi kan ? "christopher kembali mengambil sate kambing di atas piring.
__ADS_1
"sate nya enak nad, kapan-kapan papah mau dong di kirimin sate kambing ini "masih sambil mengunyah christopher berkata pada nadin.
"iya pah nanti nadin kirimin "jawab nadin dengan sebuah senyuman.
Nadin melirik gavin sekilas, dia tahu kalau gavin sangat amat bahagia bisa duduk di meja makan bersama dengan papah nya.
Mungkin benar apa kata orang, setiap orang selalu punya kesempatan kedua. Papah gavin mungkin salah satu orang itu.
"papah masih berhubungan dengan... "
"ariska maksud kamu vin ?"
Gavin mengangguk. "iya ariska "
"udah nggak, papah mau bertaubat vin gak lagi main sama ABG takut kena azab "jawab christopher dengan mantab.
Mendengar jawaban christopher betul-betul membuat gavin shock. Tanpa sadar laki-laki itu sampai membuka mulut nya karena terlalu kaget.
"vin mulut vin "nadin menyuapkan satu sendok nasi supaya mulut gavin tertutup.
"belum lama kan papah sama mamah kamu pergi umroh "christopher tersenyum.
"subhanallah "ucap gavin dan nadin berbarengan.
"gak percaya kan ?"tanya christopher pada anak dan menantunya yang terbengong-bengong mendengar ceritanya.
Gavin dan nadin menggeleng bersamaan. Kedatangan christopher yang mendadak saja membuat mereka terkejut, di tambah cerita kalau papah dan mamah gavin baru pulang umroh betul-betul membuat gavin merinding.
Ini bukan tanda-tanda akhir zaman kan ?
"tuhan selalu kasih kesempatan hambanya untuk berubah vin, papah mau mencoba menata hidup papah lagi. Termasuk hubungan kita "christopher lagi-lagi tersenyum.
Mata gavin sudah berkaca-kaca melihat bagaimana perubahan luar biasa di tunjukan oleh papah nya. Dulu, jangankan duduk bersama, untuk sekedar bertegur sapa saja gavin sangat amat tidak mau.
"maafin papah dan mamah ya vin "christopher memegang bahu gavin yang sudah gemetar menahan tangis.
Nadin yang menyaksikan perdamaian anak dan bapak itu, bahkan sudah lebih dulu meneteskan air mata. dia tahu persis sejarah hubungan gavin dengan papah nya dulu seperti apa.
Gavin yang sudah tidak tahan menghambur ke pelukan papah nya.
"gavin Minta maaf pah "
"papah yang harus nya minta maaf vin sama kamu, kamu gak pernah salah "papah gavin balas memeluk putra nya.
"gavin pernah benci sama papah dulu, gavin ... "gavin semakin erat memeluk papah nya.
"kasih papah kesempatan kedua vin, papah akan berusaha jadi papah terbaik buat kamu "gavin mengangguk menyetujui permintaan papah nya.
Nadin tersenyum bahagia melihat gavin akhirnya bisa berdamai dengan papah nya lagi, setelah berbagai drama yang laki-laki itu lewati.
"vin udah pelukkan nya emang kita telettubies "papah gavin melepaskan pelukan gavin.
"terbawa suasana pah "elak gavin.
"gavin emang gitu pah hobi peluk-peluk "celetuk nadin.
"oh pantesan tadi kalian pelukkan di dapur, kalau papah gak ada kalian pelukkan dimana aja ?"goda papah gavin menatap anak dan menantunya.
"pah pertandingan real madrid udah mulai "gavin kabur karena tidak ingin di introgasi papah nya lebih jauh.
"maafin papah juga ya nad "christopher menyentuh pundak nadin.
Christopher tahu betul menantunya itu masih merasa sungkan padanya. Perbuatan christopher dulu yang pernah tanpa sengaja menampar nadin, pastinya meninggalkan luka di hati wanita itu.
"mulai sekarang bisa kan anggap papah sebagai papah kamu juga ?"tanya christopher.
Walaupun masih sedikit ragu nadin mengangguk menyetujui permintaan christopher.
"beneran pah ?"
Christopher mengangguk. "iya dong "
Nadin tertawa begitu juga dengan christopher. Mereka berdua berjalan beriringan menuju ruang TV, dimana gavin sudah duduk manis dengan semangkuk popcorn disana.
****
"dan.. Please sekali aja "wajah baby sudah memelas berharap pria kaku di depan nya ini mau mengabulkan permintaan nya.
"jangan gila deh ! Lo nyuruh gue pakai sweater kembaran sama lo ! Norak ! "sembur danar dengan makian-makian pedas nya.
Bibir baby mengerucut, merasa sebal dengan danar yang masih saja kaku. Padahal baby berfikir setelah pristiwa baby yang bertemu dengan nathan kembali, danar menjadi luluh dan jatuh cinta padanya.
Tapi nyatanya danar tetaplah danar. Pria kaku yang jauh dari kata romantis. Robot bernyawa mungkin julukan itu pas untuk menggambarkan sosok danar.
"ayolah dan.. Ini kan pertama kali nya kita kencan normal .. Tanpa paksaan "baby memelankan suara saat mnyebut kata terakhir.
Danar hanya bisa menghela nafas, menyesal karena beberapa hari yang lalu dia seperti kerasukan jin mengiyakan ajakan baby berkencan.
"nanti akhir pekan kita kencan ya "begitu jawaban danar beberapa hari yang lalu setelah pulang mengantar baby ke rumah nya.
Tapi sekarang dia menyesali hal itu, jika tahu baby akan memaksanya memakai sweater couple, demi tuhan danar akan dengan tegas menolak.
"aku kan udah bayangin ini sejak seminggu yang lalu danar "baby memulai aksinya, aksi memelas biasanya selalu mempan membuat pria luluh.
"aku kan pengen kita jadi couple of the year.. Supaya foto kita majang di salah satu akun gosip lagi "Danar melotot menatap baby.
Berbicara tentang akun gosip, setelah acara kondangan yang berujung drama itu. Tiba-tiba saja foto danar dan baby muncul di salah satu akun gosip ter hits di Indonesia.
Dengan caption, "uhuy.. Si cantik bersuara emas sudah ketemu pangeran nya shay, potek deh hati adek #patahhationline "
Berkat gosip itu juga mendadak akun instagram danar ramai dengan beribu komentar juga tambahan followers yang tidak kalah banyak nya.
Danar sampai harus mengunci akun instagram miliknya demi mendapatkan ketenangan jiwa serta menyelamatkan handphone nya dari ancaman lowbatt.
"lo mau tetap kencan sama gue kan ?"tanya danar dengan nada suara meninggi.
Baby mengangguk, pupus deh harapan pakai baju couple. Danar memang cowok ajaib yang tidak mudah di rayu, bahkan dengan cara memelas sekalipun.
"gue mau kencan kita normal. No baju couple, no paparazi "titah danar.
Dengan berat hati baby setuju jika mereka kencan tanpa menggunakan baju couple.
Tapi paparazi ? Baby tidak yakin dengan hal itu. Di era digital dimana semua orang bisa saja jadi paparazi dadakan, baby tidak yakin seseorang tidak akan diam-diam memotretnya lalu di kirimkan ke akun gosip.
"kamu tahu kan aku penyanyi terkenal "
Danar yang dulu sempat menyangka baby ini sekuter alias selebrity kurang terkenal, akhirnya tahu jika baby betul-betul terkenal.
Terima kasih untuk teman-teman kantor nya yang sejak foto danar masuk akun gosip, tiada satu hari di ruangan mereka bahkan kantin memutar lagu milik baby.
Karena intensitas yang terlalu sering mendengarkan lagu milik baby, diam-diam danar mulai hafal dengan lagu milik wanita itu.
"gimana kalau kita kencan ke museum bank indonesia aja ?"ujar baby dengan wajah berbinar.
Danar berfikir sejenak, kencan di museum memang tidak pernah terlintas di fikiran nya. Danar fikir itu bukan ide yang buruk, toh sepertinya tempat itu aman.
"oke "
Baby yang kegirangan langsung merangkul lengan danar, yang hari itu nampak lebih tampan berkali-kali lipat berkat kaus polo berwarna biru dongker.
Setelah membeli tiket masuk mereka berdua berjalan ke dalam museum yang tidak terlalu ramai pengunjung.
__ADS_1
Jujur baru pertama kali bagi danar menginjakkan kaki di museum ini. Walaupun lahir dan besar di jakarta danar memang tidak pernah betul-betul menjelajahi kota itu.
Bagunan museum ini begitu clasic, deretan uang lengkap dengan history nya terjejer rapih di setiap ruangan. Beberapa pengunjung terlihat sedang mengabadikan gambar di salah satu lorong.
"aku gak pernah kencan di museum dan "baby membuka percakapan setelah cukup lama mereka berdua hanya diam mengamati berbagai jenis uang.
"emang biasanya lo kencan dimana ?"
"standart, makan, nonton, shoping .. Yah dulu terasa menyenangkan "
"termasuk sama nathan ?"pertanyaan danar berhasil membuat langkah baby terhenti.
"bagaimanapun nathan pernah jadi orang baik danar "baby tersenyum.
"lo dulu pasti cinta buta sama dia sampai gak bisa lihat kalau dia brengsek "ejek danar.
Baby mengedikkan bahu. "bisa jadi, tapi aku gak pernah main-main sama suatu hubungan "
"mungkin orang akan bilang kalau aku ini bucin alias budak cinta, tapi aku gak perduli "
Danar masih mengamati baby, menunggu gadis itu selesai dengan pembicaraan nya.
"saat aku jatuh cinta sama seseorang aku bakalan sayang banget sama orang itu, aku bakalan percaya sama dia, manjain dia, perlakukan dia dengan baik.. "ucap baby dengan binar bahagia di matanya.
"jangan cinta sama orang 100% , lo bisa aja di khianatin "danar berkomentar.
"kita gak bisa maksa orang untuk selalu setia danar kalau orang itu sudah gak bisa di sisi kita "
Danar menyimak dengan baik perkataan baby yang tidak pernah dia sangka akan di ucapkan oleh seorang baby, yang selalu danar sangka sebagai cewek manja bin kekanak-kanakkan.
"lebih baik kehilangan kan dari pada ada di satu hubungan yang terpaksa "baby tersenyum.
"kamu cowok baik pasti suatu saat dapat pasangan yang baik "lagi-lagi baby tersenyum.
Untuk sepersekian detik senyuman baby berhasil menciptakan suatu gelenyar aneh di hati danar.
Deg deg deg
"dan di deket sini ada kedai es krim terkenal, gimana kalau kita kesana "
Danar yang masih tidak fokus dengan apa yang baby katakan hanya bisa mengangguk.
Baby berjalan terlebih dahulu, membuat danar menatap punggung gadis itu dari belakang.
Danar baru sadar hari ini baby cantik, hanya dengan pakaian sederhana dan topi saja gadis itu sangat cantik. Tapi danar tidak akan mengatakannya, bisa besar kepala gadis itu jika danar memuji nya.
"danar.. Jalan nya cepetan dong lama banget sih kayak keong "ledek baby sambil menjulurkan lidah nya meledek danar.
Untuk pertama kali nya danar tidak merasa tersinggung sama sekali saat seseorang meledek nya. Laki-laki itu hanya berjalan menuju baby yang nampak antusias pergi menuju kedai es krim legendaris itu.
***
"jalanan nya rame "mereka berdua berdiri di trotoar melihat lalu lalang kendaraan yang tidak juga mau berhenti padahal mereka mau menyebrang.
"lo ngapain sih pakai atribut aneh begitu, masker, kaca mata hitam. lo semakin kelihatan mencolok tau nggak "danar protes melihat baby yang tiba-tiba saja merubah tampilan nya.
"ini jalanan umum, siapa aja bisa kenal aku danar "sambil bertolak pinggang baby memelototi danar walaupun laki-laki itu tidak akan bisa melihat nya.
"ya tapi dengan lo berpenampilan begini lo gak sadar udah jadi pusat perhatian "danar masih teguh pada pendapatnya.
Baby celingukkan mencari oknum mana yang danar maksud sedang memerhatikan nya. Tapi nihil.
Sejauh mata memandang baby hanya melihat orang yang sibuk sendiri dengan ponsel nya.
"dasar tukang boh.. Eh eh "baby merasa kaget tiba-tiba danar menggandeng tangan nya.
Baby menatap danar dari samping, tangan mereka masih saling terpaut. Di lihat dari samping danar memang tampan.
Walaupun tidak setampan artis di tv, tapi pria di samping baby ini mampu membuatnya tersenyum.
"masih betah pegang tangan gue ?"suara danar membuat baby kembali sadar, sial jadi dari tadi dia melamun dengan wajah mupeng ?
Buru-buru baby melepaskan genggaman tangan nya pada tangan danar. Lalu pandangan nya dia arahkan kemana saja asalkan bukan ke pria yang kini menatap nya dengan wajah datar.
"dimana sih kedai es krim nya ?"danar celingukkan mencari bangunan yang baby sebut sebagai kedai es krim.
"tinggal jalan 10 menit juga sampai "jawab baby.
"kenapa kita gak naik mobil aja "
Baby diam saja, gak mungkin dong dia jujur pada danar kalau alasan baby mengajak danar berjalan kaki dalam rangka modus.
Kedai es krim itu memang tidak terlalu jauh tidak juga dekat. Tapi berhubung baby mau lebih lama bersama danar, ide untuk mengajak danar berjalan kaki muncul begitu saja.
Walaupun resiko yang harus baby terima adalah capek dan kemungkinan bertemu dengan penggemarnya, baby rela. Misi nya hari ini kan memang berlama-lama bersama danar.
"dan.. Dulu waktu kanu pacaran sama ka nadin gimana ?"tanya baby yang mulai keppo dengan masa lalu danar.
Jujur baby mulai tertarik pada danar, entah kenapa sikap cuek yang danar tunjukkan justru membuat baby merasa tertantang mendapatkan perhatian lelaki itu.
Sikap danar yang cenderung tertutup membuat baby semakin ingin mengenal danar lebih jauh, termasuk masa lalu nya dengan nadin.
"ya kayak lo pacaran, ngapain gitu aja di tanyain sih "danar menyuapkan es krim ke dalam mulutnya.
"ya maksud aku dulu kalian pacaran ngapain aja sampai kamu gak bisa move on "sindir baby.
"korelasi susah move on sama cara orang pacaran tuh dimana ya ?"
Baby mendengus menanggapi danar yang kelwat serius. Padahal pembicaraan ini kan di lakukan di saat situasi sedang santai, tapi cara danar menanggapi seperti orang ingin berdebat.
"aku kan cuma mau tahu alasan kenapa kamu gak bisa move on danar "
Untuk beberapa saat danar diam saja, es krim lebih menarik perhatian nya dari pada baby yang sedang mewawancarai masa lalu nya.
Dalam hati danar sedang mempertimbangkan apa bisa dia mempercayai baby ? Wanita yang bahkan belum genap sebulan dia kenali.
"yauda kalau gak mau cerita aku gak maksa "baby tersenyum samar, sedikit kecewa dengan sikap danar yang belum juga mau terbuka padanya.
Mereka kembali saling diam sambil menikmati es krim di hadapan mereka. Kedai es krim rekomendasi baby ternyata betul-betul menyuguhkan es krim fress yang memanjakan lidah danar.
Untuk ukuran danar yang notabene tidak menyukai es krim, untuk pertama kali nya pria itu harus akui dia suka es krim ini.
Diam-diam danar menatap baby yang masih menunduk sambil memakan es krim miliknya. Danar jadi merasa bersalah pada wanita itu.
Jelas sekali jika wanita itu sudah sangat amat berusaha keras untuk mendekati nya. Tapi danar yang selalu memakai tameng untuk tidak mau melihat usaha baby.
Faktanya hingga detik ini pandangan danar masih tertuju pada satu nama, nadin almira queen.
Danar sadar dia betul-betul tidak waras. Masih mengharapkan mantan pacar yang sudah menikah dan bahagia jelas sekali menunjukan danar laki-laki paling menyedihkan.
Sebuah getaran ponsel membuat danar dan baby yang sama-sama sibuk dengan fikiran masing-masing menoleh.
Handphone baby yang berada di atas meja menampilkan caller ID kesayangan di layar ponsel nya.
Kening danar langsung mengerut memikirkan siapa orang yang baby namai dengan kesayangan di ponsel nya ?
Wajah baby berubah panik, setelah menggeser tombol hijau gadis itu tidak berkata apapun.
"baik mas .. "jawab baby sebelum wanita itu menutup panggilan nya dengan seseorang di telfon.
"dan.. Sorry aku harus pergi "baby langsung beranjak mengambil tas nya lalu dengan tergesa-gesa gadis itu pergi dari kedai es krim.
__ADS_1
Bersambung