
Gavin Christopher
Gue berlari sekencang yang gue bisa, menabrak orang tanpa perduli umpatan yang mereka layangkan kepada gue. Tujuan gue hanya satu secepatnya menemui wanita yang saat ini sedang berjuang di ruangan itu.
"vin "panggil mertua gue saat gue tiba disana.
Wajah mereka jelas menunjukkan ekspresi khawatir bercampur panik. Gue pun sudah mulai panik sejak membaca pesan yang di kirimkan oleh baby.
Nadin masuk UGD vin
Kira-kira itu bunyi pesan yang membuat gue panik bahkan membuat danar mengemudikan mobil dengan sangat cepat. Beruntung kami tidak mengalami kecelakaan lalu lintas atau bahkan di tilang polisi.
"nadin kenapa mah ?"suara gue masih bergetar sekujur badan gue pun begitu.
Gue jadi terbayang pembicaraan gue dan nadin tempo hari. Pembicaraan yang gue anggap bercanda. Gue langsung mengenyahkan segala fikiran buruk itu, nadin pasti selamat anak kami juga.
"nadin jatuh di kamar mandi vin "hanya itu info yang gue dapat dari mertua gue, karena beliau malah terisak di pelukkan papah nadin setelahnya.
Fikiran buruk terus menerus datang,walaupun gue mati-matian menolak tapi tetap saja gue memikirkannya. Terlebih wajah-wajah mereka menatap gue dengan tatapan iba.
Tidak mau lagi berasumsi sendiri gue putuskan untuk masuk ke dalam ruang operasi. Sebelumnya gue sudah di izinkan oleh suster yang baru saja keluar dari dalam sana.
Gue melangkahkan kaki perlahan kedalam ruangan dingin itu. Disana sudah ada dokter dan beberapa perawat yang sedang mempersiapkan peralatan untuk oprasi.
Dan disana dia berada, di atas brankar dengan pakaian hijau. Gue berjalan semakin mendekat ke tempat dimana nadin berada.
Nadin menoleh lalu tersenyum menatap gue, wajahnya nampak pucat tapi tetap cantik di mata gue.
"nad.. "ucap gue sambil mengambil tangan nadin yang bebas dari infus.
"are you ok sayang ?"gue berbisik lalu mengelus puncak kepala nadin, gue merasakan nadin mengangguk.
"i'am fine , tapi aku grogi vin " dia sedikit terkekeh.
Bisa-bisa nya dalam kondisi begini nadin masih dengan santai bercanda seolah tidak terjadi apa-apa.
"kamu sih aku ajakin latihan gak serius.. Coba sekarang praktekin yang tempo hari kita latihan "nadin kembali terkekeh.
Ya tuhan nadin, bahkan gue bisa merasakan bagaimana dingin nya tangan nadin saat ini dan wanita ini masih bisa tertawa ?
"vin.. Aku gak jadi lahiran normal "nadin mulai berbicara lagi.
"dokter buat jahitan nya secantik mungkin ya , kalau bisa gak keliatan "
Bisa-bisa nya lagi nadin malah membahas masalah itu disaat gue bahkan sudah tidak memikirkan hal lain selain keselamatan nadin dan bayi kami. Gue merafalkan doa semoga semua nya baik-baik saja.
"kamu ngapain komat kamit vin "
"aku lagi doa nad "
"kamu lebih mirip orang yang lagi baca mantra dari pada doa "
Baiklah berada di situasi serius dengan nadin memang tidak akan pernah lama. Situasi yang harus nya menjadi tegang, menjadi cair begitu saja. ini keuntungan atau kerugian sampai sekarang gue tidaj tahu.
"kamu nangis vin ?"nadin mengusap lembut pipi gue.
Masa sih gue nangis ? Gue bertanya pada diri gue sendiri. Sepertinya mustahil cowok seperti gue menangis, nadin pasti halu.
"ini keringat nad.. "ucap gue dengan yakin.
"kamu nangis vin "nadin mengusap bawah mata gue dengan lembut."aku baik-baik saja begitupun anak kita, trust me "wanita itu tersenyum.
Gue tahu saat ini nadin berpura-pura di hadapan gue. Dia hanya tidak mau melihat gue khawatir apalagi membuat gue panik.
Tapi gue rasa laki-laki setangguh apapun, saat berada di posisi gue saat ini perasaan nya pasti sama. Takut, panik, bahagia rasanya nano nano sampai gue bisa merasakan kalau tangan gue tidak bisa berhenti gemetar.
"kamu lucu vin kalau lagi panik "nadin tersenyum.
Gue menggenggam tangan nadin dengan sangat erat. "aku gak panik sayang "
Nadin terkekeh "gak panik tapi keringat dingin begitu "
Berhubung ini pengalaman pertama gue menemani istri melahirkan, gue tidak tahu apa yang saat ini nadin rasakan. Setahu gue setiap orang melahirkan akan panik, takut , nangis , meraung-raung , tapi nadin terlihat santai aja.
Oke gue lupa kalau istri gue itu paling jago acting.
"vin.. Kamu udah mikirin mau kasih nama anak kita siapa ?"
Gue berfikir sejenak, sebulan ini gue memang sudah memilih nama-nama yang cocok untuk anak kami. Bahkan gue sampai melakukan penelitian, penerawangan lalu hitung-hitungan untuk menentukan nama anak kami.Tapi berhubung gue dan nadin belum tahu jenis kelamin anak kami, jadi nama itu masih gue keep dalam hati.
"aku udah mikirin beberapa nama nad, semoga kamu suka "
Nadin kembali mengelus pipi gue dengan tangan nya yang dingin. "aku percaya kamu akan jadi papa yang baik "
"kamu juga akan jadi mamah yang baik , cantik dan tidak sombong "
Nadin terkekeh membuat selang oksigen yang ada di hidung nya sedikit bergeser, dengan sigap gue pelan-pelan membetulkan seperti semula.
Lalu gue dan nadin terdiam, tidak henti-henti nya gue merafalkan doa dalam hati. Semantara nadin hanya diam saja, membuat gue tidak bisa menebak apa yang di rasakan wanita itu saat ini.
"vin.. Kok aku ngerasa lemes ya "nadin berkata sangat pelan nyaris tidak bisa terdengar jika gue tidak mencondongkan tubuh lebih dekat ke arah nadin.
"kamu ngomong apa nad.... "
Akhirnya suara tangisan itu terdengar memecahkan keheningan ruangan ini. Untuk pertama kali nya gue betul-betul mendengar suara yang begitu merdu sampai membuat gue menitikan air mata.
Itu tangisan pertama anak gue !!
"selamat ya pak anak bapak perempuan "gue menatap bayi mungil yang masih berlumuran darah itu.
"hai cantik, ini papah "gue terpana melihat makhluk mungil itu menangis sambil menggeliat di tangan suster.
"nad... Lihat anak kita... Nad.. Bagun nad.. "gue mengguncang-guncangkan lengan nadin.
"nad.. Kamu kenapa ?!! "gue mulai panik mendapati nadin tidak sadarkan diri.
Gue berusaha mengenyahkan segala fikiran buruk yang tadi sempat hilang saat gue mendengar tangisan bayi kami.
"nad nadin !!"gue mulai panik lalu seorang suster menghampiri gue lalu berkata kalau sebaiknya gue menunggu di luar saja.
Gue putuskan untuk mendengarkan apa kata suster kali ini, walaupun gue tidak bisa berfikir apapun mendapati kondisi nadin yang tidak sadarkan diri. Ya tuhan nadin baik-baik saja kan ?
*************
"gimana nadin vin ?"
"anak kalian ?"
"cewek atau cowok ?
"nadin baik-baik saja kan vin ?"
Gue langsung diserang oleh berbagai macam pertanyaan saat gue keluar dari ruang operasi. Setelah sebelumnya gue mengumandankan azan di telinga anak gue, gue putuskan untuk keluar dari ruangan menegangkan itu.
Mami menarik lengan gue untuk duduk di bangku, sementara yang lain nya membentuk lingkaran mengelilingi gue.
"anak kami perempuan "ucap gue membuat orang-orang di sekeliling gue menghembuskan nafas lega.
"yey.. Bisa dandanin cucu kita yang lucu-lucu nih jeng "
__ADS_1
"nanti kita beliin kosutum hewan yuk, terus foto kayak yang di IG itu loh jeng "
Gue hanya bisa tersenyum menatap para mami yang terlihat begitu heboh, sementara papah-papah hanya tersenyun bangga sambil berujar kalau mereka sudah jadi kakek.
"terus nadin gimana vin ?"
"gavin .. Gak tau mah nadin gak sadarkan diri "gue tersenyum mencoba tegar walaupun gue juga gak tau bagaimana kondisi nadin saat ini.
"vin.. Nadin pasti baik-baik aja "bisa gue rasakan tepukkan papah di pundak gue.
" i hope so pah "
Keesokan harinya gue berjalan di lorong rumah sakit, membawa sebuket bunga mawar serta sebuah boneka beruang yang gue yakini tinggi nya lebih dari pada tinggi badan gue sendiri.
Beberapa orang yang kebetulan berpapasan dengan gue mungkin akan menatap gue aneh. Bahkan tidak sedikit anak kecil yang menepuk-nepuk boneka yang gue bawa ini.
Sebagai bentuk rasa syukur gue saat semalam dokter memberikan kabar kalau nadin sudah sadar, dan kemarin nadin hanya pingsan karena terlalu lelah. Gue putuskan untuk memberikan kejutan pada nadin pagi ini.
Boneka beruang raksaksa yang gue beli kemarin atas saran bimo dan dito. Tentu saja dengan buket bunga mawar favourite nadin juga. Gue tersenyum membayangkan reaksi nadin yang pasti akan sangat terkejut, kira-kira hadiah apa yang bisa gue dapat ya dari nadin dengan kejutan manis ini.
Setelah menempuh perjalanan yang sulit dan memalukkan akhirnya gue tiba di rungan VVIP tempat dimana dia berada. Dengan menggunakan boneka beruang yang sedang gue gendong ini gue membuka pintu ruangan tersebut.
"hallo nama aku beruang pengakuan "gue menutupi wajah gue dengan boneka besar itu lalu berbicara dengan aksen lucu.
"aku di bawa oleh papah gavin buat mamah nadin, papah bilang terima kasih udah jadi wanita yang kuat yang sudah melahirkan princess paling cantik di dunia "
Gue bisa mendengar suara tertawa nadin walaupun saat ini wajah bahkan tubuh gue tertutup oleh boneka raksaksa ini.
"papah bilang, papah cinta banget banget sama mamah nadin, mamah nadin yang kuat, mamah nadin yang cantik "
"biasanya kalau muji terus ada mau nya nih "ucap nadin masih belum berhenti tertawa.
"curigaan terus deh kamu nad "gue meletakkan boneka yang lama-lama terasa berat itu ke lantai.
Bisa gue lihat wajah nadin yang sedang tertawa sambil memandang gue yang sedang cemberut. Iya cemberut karena nadin yang merusak suasana.
Gue sengaja mau kasih kejutan dengan bawain dia boneka beruang yang super besar di tambah buket bunga. Cerita nya mau romantis gitu seperti di film-film , tapi gue lupa kalau istri gue ini jago nya merusak suasana.
"kebiasaan deh nad selalu merusak suasana "gue cemberut , jelas kesel lah perjuangan bawa boneka super berat ini gagal begitu saja.
Nadin terkekeh lalu merentangkan tangan nya. "sini peluk dulu papah gavin "
Lemah.. Gue emang lemah
Gue memeluk nadin dengan hati-hati, takut jika mengenai selang infus yang masih tertancap di tangan nadin.
"makasih ya sayang "lalu gue bisa merasakan nadin mengecup pipi gue.
Kalau sudah begini gak bisa marah kan gue, luluh lantak gue di perlakukan begini manis nya sama nadin.
"ekhemm masih ada orang disini "
Gue melepaskan pelukkan gue saat mendengar suara batuk yang betul-betul false. Orang ini batuk aja false apalagi nyanyi.
"ngapain lo disini ?"tanya gue dengan sangat amat ketus mengingat pria di hadapan gue ini selalu menjadi ancaman kelangsungan rumah tangga gue dan nadin.
"santai.. Gue cuma mau jenguk karyawan gue "gue menatap tajam ke arah akbar yang sedang santai duduk di sofa.
"udah sana kerja, suami nadin udah datang "gue sengaja menekankan kata suami supaya akbar tahu diri.
Pria itu lalu bangkit dari tempat duduk kemudian berjalan menghampiri kami. Tapi yang gue heran.. Ngapain dia senyam senyum ?.
"gue minta maaf vin "akbar mengulurkan tangan, membuat gue curiga dia lagi kesurupan ?
Belum juga gue menjawab perkataan akbar, suara pintu terbuka. Lalu masuklah dua orang yang sedang terlibat perdebatan. Tidak bisakah mereka melihat situasi. Ini rumah sakit dan mereka masih berdebat ?
"kak nad.... "baby langsung menghambur ke pelukan nadin.
"dia bilang jenguk nadin, tapi gue curiga dia punya modus lain ferguso "
Danar mengangguk."gue juga berpikiran yang sama chiripa "
"heh ! Lo nyamain gue sama nama anjing ?"gue melotot menatap danar yang masih menatap tajam ke arah musuh bersama kami,akbar.
"kok lo nge gas ! ini bukan waktu nya berdebat, tuh lo liat istri lo, baby dan si capebinor lagi asik selfie selfie "
"apaan tuh capebinor ?"
"calon perebut bini orang, masa yang begitu aja gak tau padahal dulu lo pelaku nya "
"ungkit aja terus dan masa lalu .. "gue menjitak kepala danar, laki-laki itu langsung melotot ke arah gue.
"selamat ya nad, semoga anak lo sifat nya gak menuruni sifat bapak nya "danar menyalami nadin.
Tunggu ada yang aneh disini.
"lo sebenernya sahabat apa musuh gue sih dan ?"gue sengaja menyenggol bahu danar saat dia tiba-tiba saja berkata begitu.
Danar menggelengkan kepala."tergantung situasi dan kondisi "
"kak nad.. Princess lucu banget boleh nggak aku gendong ?"baby berucap sambil mengelus pipi bayi kami yang ada di dalam box.
"boleh dong aunty.. "
Lalu dengan hati-hati baby menggendong bayi kami, disaksikkan dua pasang mata yang menatap takjub pada wanita itu. Tapi yang di tatap malah lebih memilih bermain dengan princess. Poor of you guys di cuekin sama baby, gue tertawa jahat dalam hati.
"hai princess ini aunty baby "
"baby kamu udah cocok deh kayaknya punya baby juga "ucap akbar yang bisa gue tangkap kalau itu nada menggoda atau mungkin kode ?
Sementara danar mendengus tidak suka, gue tahu sahabat gue itu cemburu tapi masih aja stay cool padahal udah panas hati sejak lihat ada akbar di kamar rawat nadin. Ingat kan gue dan danar akan akur saat menghadapi musuh bersama kami.
"baby.. Udah taruh lagi princess di box "perintah danar dengan nada yang boro-boro di bilang manis.
Ckck gue semakin prihatin dengan sahabat gue itu.
"gak bisa lihat orang lain seneng dasar "desis baby yang masih bisa gue dan yang lain dengar. Lalu setelahnya baby mengembalikkan anak gue di box.
"kalau gitu gue pulang dulu ya nad, sekali lagi congrats "akbar menyalami nadin dengan wajah minta di tampol nya. Ngapain tuh dia senyum-senyum.
"kak nad aku juga pulang ya, gak bisa lama-lama di ruangan ini soalnya ada tawon "baby melirik tajam ke arah danar.
"pulang sama gue !"itu suara danar, dia sudah mulai panas saudara-saudara.
"baby pulang sama aku "baru saja akbar mau menggandeng tangan baby tangan danar sudah duluan mencekal tangan nya.
Ya tuhan masih pagi keluarga gue sudah di suguhkan telenovela. Gue putuskan untuk duduk di samping tempat tidur nadin.
"kamu udah sarapan ?"
Nadin menggeleng."nungguin kamu mau sarapan bareng "nadin tersenyum, ah kenapa nadin jadi tambah cantik gini sih.
"ayo pulang sama aku "
"sama gue !"
"sama aku !"
Gue melihat tiga orang itu masih berdebat di depan pintu. Sebagai tuan rumah yang baik hati. Gue putuskan untuk menghampiri mereka.
__ADS_1
"kalian masih mau berantem di kamar istri gue ?"tanya gue yang tidak didengarkan oleh ketiga orang yang masih sibuk saling tarik menarik.
Baiklah dengan memperhitungkan segala kemungkinan. Menimbang-nimbang untung dan rugi. Menerawang.. Alamak gue pidato terlalu panjang sepertinya.
Gue putuskan untuk mengambil tindakkan.
"nih biar kalian pada pergi "gue menciprat-cipratan air seperti sedang mengusir setan.
"vin gila lo ya "protes danar.
"kalau mau berantem urusan rumah tangga jangan di depan anak gue yang masih suci "gue masih mencipratkan air ke mereka bertiga.
"iya iya.. Udah baju gue basah nih !"protes akbar.
"gavin gila emang, kak nad yang sabar ya punya suami begini "baby sedikit berteriak sementara nadin sedang tertawa di tempat nya.
Lalu setelah itu mereka bertiga keluar dari ruangan rawat nadin. Fiuh.. Bisa tenang juga akhirnya.
"kamu keterlaluan tahu vin, masa mereka kamu cipratin air begitu "
"masih mending gak aku siram nad, lagian mereka berisik banget udah kayak kucing kawin aja "
"terus kamu bawa apa itu ?"nadin menunjuk buket bunga yang ada di pangkuan beruang raksaksa, udah tau itu bunga masih di tanya. Ckck
"for you "gue menyerahkan buket bunga mawar yang tadinya sebagai properti kejutan gue.
"thank you papah gavin "nadin tersenyum lalu menyuruh gue mendekat dengan melambaikan tangan nya.
Cup
Gue tersenyum lebar saat nadin dengan manisnnya mencium pipi kiri dan kanan gue. Manis banget kan istri gue yang satu ini.
"makasih ya vin buat semua nya "
"semuanya itu apa nad ? Sepatu ? Tas ? Perhiasan ? Apartement ? "
Nadin tertawa. "kamu nyindir aku nih ceritanya ?"
"nggak "padahal dalam hati gue sedikit menyindir sih.
Kalian gak tau kan selain ngidam yang aneh-aneh, nadin dan sifat matre nya semakin menjadi. Coba kalian bayangkan kalau istri kalian tiba-tiba minta di belikan apartement, yang menghadap barat letak nya, harus di tengah kota di tambah harus di lantai ganjil. Lebih baik gue mencari bola dragonball kan ? Atau membantu sun go kong mencari kitab suci ?
Tapi Untung uang gue gak habis-habis macam tisue, Gue emang niat sombong. Jadi gue pastikan anak gue tidak akan ngences akibat ulah mami nya yang ngidam terlalu aneh.
"forget it ! Aku juga mau bilang makasih banget banget sama kamu nad "gue menggenggam tangan nadin menatap mata nya yang selalu jadi favourite gue.
"makasih kamu udah cinta sama aku, makasih kamu gak pernah nyerah sama aku, makasih buat kebahagiaan yang udah kamu kasih buat aku, makasih sudah melengkapi hidup aku nad... Dengan princess hadir di antara kita aku betul-betul merasa sempurna.. I really love you nad "
Nadin mengangguk. "aku juga vin "
"curang masa aku udah ngomong panjang lebar kamu cuma bales 3 kata doang "
Nadin tertawa."ya abis udah kamu borong semua "
"say something gitu nad, aku lagi jadi suami romantis nih ceritanya "
"oke oke.. Biar kamu gak ngambek lagi, kamu mau minta apa hem ?"tembak nadin secara langsung
Gue langsung tersenyum lebar ternyata benar apa kata orang semakin kita lama bersama dengan seseorang kita akan mampu membaca fikiran orang itu tanpa harus bicara.
"jadi.. Aku punya permintaan yang kamu harus kabulkan "
"hem.. Aku tebak pasti.... Bulan madu lagi ?
"ide bagus, tapi bukan itu "gue masih mengulum senyum.
"kamu mau beli mobil lagi ?"
"no "
"astaga vin, kamu gak niat nambah istri kan ?"nadin sudah melotot.
"mana mungkin ! Kecuali kalau bae suzy yang bilang "gue tersenyum lebar.
"hem.. Kalau gitu tambah anak ?"
"itu next project kita tapi bukan itu yang aku mau sekarang "
Nadin mengerutkan dahi nya pasti dia bingung dengan permintaan gue ini. Jujur saja gue sudah menanti-nantikan ini sejak nadin mulai hamil.
"oke aku nyerah "nadin mengangkat tangannya lalu berkata ."tell me your wish "
"nadin almira queen... Maukah kamu........"gue sengaja menggantungkan kalimat gue membuat nadin penasaran merupakan hal yang menarik.
2 menit
3 menit
4 menit
5 menit
"penasaran ya nad "gue berusaha menahan senyum melihat wajah nadin yang sudah menahan amarah.
"bodo amat ! Udah sana kalau gak mau ngomong lebih baik aku tidur "nadin memutar badan membelakangi gue.
Oke nyonya sudah mulai kesal nampaknya, sebelum gue tidur di teras lagi lebih baik gue ngomong.
"jangan ngambek dong mamah princess "gue menyentuh pundak nadin lalu wanita itu kembali menoleh menghadap gue.
"buruan ngomong "
"oke kali ini aku serius nih "
"hem "
"nadin almira queen christopher... Maukah kamu ......
Membuang foto ji chang wook kesukan kamu itu dari kamar kita "akhirnya gue bisa mengatakan keinginan yang sudah gue pendam sangat lama sampai nyaris 9 bulan.
"hahahahhahaha jadi itu vin yang mau kamu minta ?"
gue mengangguk."mau ya nad.. Aku udah gak kuat setiap pagi setiap aku bangun tidur wajah dia terus yang aku liat "gue merinding sendiri kalau membayangkan itu.
Nadin masih belum berhenti tertawa, puas banget sepertinya dia melihat penderitaan gue.
"oke aku kabulkan permintaan kamu "
"yes ! Akhirnya aku gak harus lihat wajah itu lagi !!"gue memekik karena terlalu bahagia.
"aku bakalan ganti foto itu sama foto yang bagus juga "sambung nadin setelahnya.
"pasti foto aku kan ? Ah foto pernikahan kita dong "gue menaik turunkan alis gue sambil tersenyum lebar.
Nadin tersenyum tapi entah kenapa gue curiga sama senyum nya nadin kali ini. Kok firasat gue tidak enak ya
"aku akan ganti foto ji chang wook oppa dengan foto.... Hyun bin ahjussi "nadin tersenyum lebar sampai gigi putih nya nyaris terlihat semua.
Gue hanya bisa menepuk jidad, siapa lagi itu nad !
__ADS_1
Tamat