
Gavin Christopher
Tok tok
"nad .. Please ini gak seperti apa yang kamu fikirin nad "
Gue masih memelas di depan pintu sambil berusaha mengetuk-ngetuk pintu. Nadin masih tidak mau membukakan pintu rumah untuk gue.
Bahkan semua pembantu di rumah seolah sudah nadin suap agar tidak ada yang mau membukakan pintu untuk gue.
Penampilan gue saat ini sudah sangat berantakan. Rambut acak-acak kan, dasi yang sudah tergeletak di lantai lalu kancing kemeja gue yang sudah nyaris terbuka semua.
"nad... Buka dulu dong pintunya, kita kan bisa ngomong baik-baik " gue masih berusaha membujuk walau gue tahu nadin tidak akan luluh kali ini.
Mata gue melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kiri. Jam sudah menujukkan pukul 2 dini hari dan gue masih berada di luar rumah dalam posisi di kunciin sama istri sendiri.
Entah sudah berapa kali gue mengetuk pintu, memelas , memohon bahkan menawarkan pada nadin untuk menemani dia belanja sampai puas.
Tapi tidak mempan.
Akhirnya gue putuskan untuk duduk selonjoran di depan pintu. Angin malam mulai bertiup membuat gue merasa kedinginan sekaligus merasa paranoid.
Gimana kalau tiba-tiba ada penampakkan. Gue belum siap kalau harus bertemu makhluk halus di saat paling memalukan seperti ini.
Eh apapun kondisi nya gue juga gak mau sih ketemu sama lelembut.
Seolah kesialan betul-betul menghampiri gue saat ini, batrai ponsel gue habis dan gue tidak membawa power bank.
Mati gaya gue di tempat sambil menatap kebun kecil tempat nadin menanam cabai.
Kecintaan gadis itu terhadap makanan pedas membuat dia punya ide untuk menanam pohon cabai di depan rumah kami.
Aneh bukan ? Disaat orang lain menanam bunga-bunga yang indah seperti mawar atau anggrek. Istri gue itu malah memilih menanam cabai.
Gue tentu saja tidak melarang apapun yang nadin lakukan. Selama itu membuat nadin bahagia gue selalu setuju. Jangankan hanya menanam cabai, dia menanam pare sampai timun suri sekalipun gue izinin kalau dia mau beralih profesi jadi petani tapi.
Berbicara tentang nadin membuat gue ingat kalau gue masih duduk di teras rumah karena wanita itu mengunci gue di luar rumah.
Rasanya adegan beberapa jam yang lalu masih berputar di otak gue, penyebab gue harus merasakan dinginnya angin malam di depan rumah gue sendiri.
Flash Back
"lo udah di mana sih vin lama banget " teriak bimo di ujung telfon.
Gue menjauhkan ponsel itu dari telinga gue. Bisa putus gendang telinga gue mendengar teriakkan bimo yang menggelegar bagai petir di siang bolong.
"di jalan, tadi gue masih ada kerjaan "jawab gue sambil tetap fokus melihat jalan di depan.
Sial , kenapa di saat gue sedang buru-buru jalanan yang biasanya tidak macet hari ini macet total.
"danar udah mau pulang nih, mana temen lo yang mau di kenalin ke danar ? " suara bimo tersengar berbisik.
"gue udah bilang kok kalau janjian di cafe cemara, dia pakai baju biru muda "
"yang pake baju biru muda banyak gavin "
Gue menggaruk tengkuk, gue lupa kalau gue tidak punya foto baby. Ah gue pasti belum cerita.
Jadi baby itu wanita yang mau gue jodohkan dengan danar. Kasihan gue sama dia terlalu lama patah hati karena nadin gue rebut.
Jadi sebagai bentuk penyesalan gue yang tidak menyesal menyesal banget sebenarnya, gue putuskan untuk membantu danar mencari jodoh.
Dan baby adalah kandidat paling pas. Selain karena dia seorang penyanyi yang terkenal di indonesia. Dia juga salah satu junior gue yang lulus dengan predikat cumlaude.
Cantik dan pintar sudah pasti cocok bersanding sama danar. Apalagi baby ini tipe cewek yang gak neko-neko. Semakin semangat lah gue menjodohkan mereka.
"lo pasti ngenalin dia deh, dia itu sering nongol di TV kok " kilah gue karena memang gue tidak memiliki foto baby.
"ish, lo kan tau gue sekarang sibuk ngurus bayi, boro-boro sempat nonton TV " ujar bimo yang malah terdengar seperti curahan hati.
Bapak dua anak itu memang sedang disibukkan dengan kegiatan mengurus anaknya yang masih kecil. Karena itu bisa di izinkan hang out seperti ini, bagaikan lepas dari penjara kata bimo.
"cari di internet , susah banget , gue masih kejebak macet nih "
Gue mengklason mobil yang baru saja menyalip di depan gue. Sial gue di tikung eh ini bukan karma kan karena gue pernah nikung.
"vin.. Lo masih lama gak ?"bukan bimo lagi yang bersuara, itu danar.
"gue .. Masih kejebak macet nar " akhirnya gue jujur dari pada danar makin emosi.
"ah yauda gue pulang aja, besok gue harus keluar kota "
"eh jangan !!"cegah gue, bisa gawat kalau sampai danar gak ketemu baby.
"abis lo lama "ucap danar dengan nada setengah sensi.
Walaupun hubungan gue dan danar sekarang lumayan baik. Tapi tetap saja bumbu-bumbu sensi masih ada pada danar setiap kali kami berkumpul.
Apalagi saat kita membahas pasangan masing-masing. Danar langsung sensi lalu pergi meninggalkan kami begitu saja.
Maklum diantara kami berempat memang hanya danar yang belum menikah. Jadi tercetuslah misi untuk mencarikan jodoh untuk danar.
Supaya lelaki itu tidak lagi sensi, macam wanita lagi pms saja.
*****
"nar sabar sih lo buru-buru banget apa yang di kejar sih ? " ditho menahan bahu danar yang baru berniat beranjak meninggalkan ruangan.
"lama deh nunggu gavin, gue belum packing besok gue dinas ke makasar "
"yaelah. Lo packing paling juga baju 3 pasang " jawab bimo.
"ya tapi kan tetep aja bim judul nya gue belum siap-siap. Pesawat gue pagi pula "ucap danar sambil bolak-balik menatap jam tangannya.
"sabar sih nar lo kan... Allahuakbaar guys ada bidadari " bimo menunjuk pada arah pintu masuk.
Danar dan ditho lalu mengikuti arah yang bimo tunjukkan. Ditho terpana menatap sosok wanita dengan gaun berwarna biru muda yang baru saja memasuki cafe.
Rambut bergelombang nya dia biarkan tergerai indah membuat pergerakan slow motion yang melengkapi tampilan sempurna wanita itu. Senyuman manis yang wanita itu perlihatkan saat menyapa orang yang berpapasan dengan nya membuat siapapun bisa tahu kalau dia wanita yang ramah dan baik hati.
Sungguh, nikmat tuhan mana yang kau dustakan. Ucap bimo dan ditho bersama-sama.
Walaupun kagum danar hanya bisa bergumam dalam hati betapa cantik dan anggun nya gadis yang baru saja masuk ke cafe itu. Berbeda dengan kedua temannya yang mungkin sudah ileran melihat makhluk yang sudah mencuri perhatian seluruh pengunjung cafe.
Sekilas wanita itu mirip dengan nadin sama sama gadis yang sering menebar senyum ke siapa saja.
Ah danar mulai mellow lagi
Tanpa di duga wanita yang sedang jadi pusat perhatian seluruh pasang mata yang ada di cafe itu, Berjalan semakin mendekat ke meja dimana bimo, danar dan ditho duduk.
Refleks bimo dan ditho merapihkan penampilan sampai rambut mereka juga tidak luput darj acara rapih-rapih.
"hai.. Kalian teman gavin bukan ?"ucap wanita itu saat sudah berada di dekat meja.
Bimo dan ditho kompak mengangguk.
"betul sekali cantik "jawab bimo sambil mengerlingkan sebelah matanya.
Mumpung di izinin hangout sesekali cuci mata boleh dong. Bimo bosan setiap hari di suguhi pemandangan macan yang kadang jinak kadang sangar.Alias istrinya sendiri.
"perkenalkan gue baby temen nya gavin "
Wanita itu menyalami bimo, ditho dan danar bergantian, Lalu kembali tersenyum.
"si gavin gak bilang mau kirim malaikat ? Ini cewek cantik banget asli " bisik ditho pada bimo yang hanya di balas lelaki itu dengan anggukan tanda setuju.
__ADS_1
"jadi.. Gavin nya mana ?"tanya baby yang nampak kebingungan karena tidak melihat sosok yang dia kenali.
"si gavin mau selingkuh sama cewek ini ? Gila emang manusia itu !"danar berbisik pada bimo dengan nada geram.
Danar menatap wanita itu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Menilai wanita yang mungkin berpotensi menjadi perusak rumah tangga orang.
Wajah wanita ini terlalu polos untuk jadi pelakor, itu kesimpulan yang danar ambil setelah meneliti dengan seksama wajah gadis yang harus dia akui memang benar-benar cantik.
"sialan si gavin " gumam danar dalam hati.
Emosi danar sudah mulai naik, capek-capek dia merelakan nadin untuk gavin. Belum genap 1 bulan mereka menikah lalu gavin sudah berniat selingkuh ?
Ingatkan danar untuk menghajar gavin nanti saat laki-laki itu sampai dj cafe.
"jadi baby ini yang gavin ceritain penyanyi itu ?"ditho mulai membuka percakapan.
Baby mengangguk."iya gavin itu kakak kelas aku waktu kuliah juga "
Tatapan setajam laser masih danar hunuskan pada wanita itu.
Cih sok lugu padahal pelakor
Gumam danar dalam hati sambil mendengarkan kedua teman nya berbasa basi dengan baby. Baby yang merasa di perhatikan menoleh pada danar yang sejak tadi memang tidak banyak bicara.
Diam-diam baby juga menilai danar dari ujung kaki hingga ujung kepala. Karena sebelum setuju untuk bertemu di cafe ini, gavin memang mengutarakan niatnya untuk menjodohkan baby dengan salah satu sahabatnya.
*Tapi kenapa laki-laki ini jauh berberbeda dari apa yang gavin ceritakan. Dia memang tampan dan rapih, tapi wajahnya itu terlalu jutek. Bahkan untuk ukuran orang yang baru kenal, laki-laki itu cenderung tidak sopan karena mengabaikan lawan bicara nya. *
"yah ini sih namanya zonk " gumam baby dalam hati.
Selang berapa lama pintu cafe kembali terbuka. Sosok yang sejak tadi sedang di bicarakan berjalan sambil tergopoh-gopoh dengan keringat yang bercucuran.
"shory guys.. Tadi gue .. Lari " gavin langsung duduk di samping danar sambil mengatur nafas nya.
Lalu kejadian selanjutnya betul-betul membuat ditho, bimo apalagi gavin yang baru saja tiba langsung tercengang.
"ikut gue sekarang !!"danar menarik paksa tangan baby untuk mengikutinya keluar dari dalam cafe.
"kalian udah cerita ke danar kalau cewek itu mau di jodohin sama dia ?"tanya gavin yang masih menatap ke arah pintu.
Bimo dan ditho kompak menggeleng. "belum bahkan danar dari tadi gak ada komentar apapun " jawab ditho.
"terus, tindakan yang barusan danar lakuin tadi karena dia jatuh cinta pada pandangan pertama gitu ?"tanya gavin lagi pada kedua sahabatnya yang masih sama terkejutnya dengan dia.
Bimo menyeruput ice americano nya." menurut gue itu yang disebut tindakan gercep alias gerakkan cepat "
"kok bisa ?"ditho dan gavin saling pandang masih tidak bisa menangkap maksud perkataan bimo.
"iya, danar takut cewek itu lo embat vin. Secara lo kan ahli tuh dalam hal tikung menikung "jawab bimo dengan santai.
"KAMPRET !!!"gavin yang geram melemparkan bimo tisu bertubi-tubi.
"vin gila lo ya, global warming vin buang buang tisue "bimo menangkis lemparan-lamparan tisue yang mengarah padanya.
"bodo !!"
Ditho hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah orang yang sudah tidak muda lagi itu seperti tingkah anak SD.
****
Baby menghentakan tangannya dari genggaman danar.
"lepasin gue !! Lo gila ya !"teriak baby saat mereka berdua sudah ada di luar cafe.
"lo yang gila !"balas danar kemudian,laki-laki itu bertolak pinggang.
"lo kalau suka sama gue gak gini juga caranya, gue tahu gue penyanyi terkenal dan tentu aja cantik, tapi lo gak bisa gini juga " teriak baby.
Sambil mengatur nafas gaby merasakan emosi nya betul-betul naik ke ubun-ubun. Bagaimana bisa laki-laki di hadapan nya ini memperlakukan baby seperti itu.
"penyanyi terkenal ? Kok gue jarang lihat lo di TV ? Ngaku ngaku kali lo "tatapan danar sungguh meremehkan baby.
Danar hanya menggedikkan bahu merasa kalau perbuatan nya kali ini benar. Pelakor ini tidak boleh bertemu dengan gavin.
"gue minta lo jauhin gavin " ucap danar to the point.
Baby nampak bingung, untuk apa dia menjauhi gavin ? Toh selama ini hubungan mereka baik-baik saja. Bahkan baby datang ke pernikahan gavin.
"gue tahu lo itu pasti berniat merebut gavin kan ?"tuduhan danar semakin membuat baby emosi.
"dasar pelakor "umpat danar dengan nada nyinyir.
Baby betul-betul tidak bisa menahan emosi lagi. Setelah di tarik paksa keluar cafe, sekarang pria yang bahkan baby baru kenal selama satu jam ini, menuduh dia PELAKOR
"kenapa diam ? Gue betul ya ? Lo punya niat buat rebut gavin dari nadin kan ?"sekarang danar mengucapkan nya sambil menyilangkan tangan di depan dada.
Baby melepaskan high heels nya, heels seharga 20 juta dengan tinggi 15 cm itu dia jinjing.
Satu
Dua
Tiga
"hiya... !!! Sialan lo kalau ngomong di fikir dulu "baby menghujami danar dengan pukulan high heels nya bertubi-tubi.
Danar mengeram menahan sakit, wanita bar bar pelakor ini betul-betul berutal rupanya. Walapun ingin sekali melawan tapi danar tahan karena dia tidak mungkin memukul perempuan.
"stop !! Stop !!"danar masih berusaha menghalau hantaman dari heels baby yang lumayan membuat pergelangan tangan nya lecet-lecet.
"aw aw aw " danar merasakan rambutnya sekarang yang jadi sasaran amukan baby.
Wanita itu dengan emosi yang masih membara menjambak rambut danar tanpa ampun. Untungnya tidak ada satupun orang yang melihat, jika tertangkap hangpone jadul bisa habis karir baby sebagai penyanyi.
15 menit kemudian mereka berdua duduk di atas trotoar sambil mengatur nafas. Kondisi mereka berdua betul-betul seperti orang habis pulang berperang.
Kacau dan berantakan. Bahkan beberapa goresan tercetak jelas di lengan danar yang tidak tertutup kemeja.
"lo bar bar banget sih jadi cewek "umpat danar sambil meringis menahan perih akibat ulah baby.
"itu belum seberapa, makanya punya mulut itu di sekolahin supaya pintar. Jadi gak nuduh orang sembarangan "baby tidak mau kalah.
Mereka berdua kembali diam, sama-sama masih mengatur nafas juga emosi yang tadi sedang berada di puncak puncak nya.
Baby melirik danar melalui ekor matanya, lelaki itu nampak memahan perih sambil meniup-niup goresan-goresan yang tercetak nyata di kulit lengan nya yang berwarna kuning langsat.
Diam-diam baby merasa bersalah sudah membuat laki-laki itu terluka begitu parah. Salahnya sendiri menghina baby sebagai pelakor, lihat kan akibatnya jika wanita sudah marah.
"itu ... Pasti perih "
Danar mendelik seolah mengatakan udah tau pake nanya !
"di mobil gue ada kotak p3k "
"gak usah "tolak danar tanpa mau menoleh ke arah baby yang sudah mulai merasa bersalah
"biar gue obatin luka lo "
Danar berfikir sejenak sebelum menganggukkan kepala tanda setuju. Bisa infeksi seluruh badan jika luka goresan-goresan ini tidak dia obati segera.
Mereka berdua berjalan beriringan ke arah parkiran mobil. Suasana sudah lumyan sepi karena ini sudah lewat tengah malam.
Mendadak baby di liputi rasa parno, dia melirik kesana kemari takut takut melihat yang seharusnya tidak di lihat.
Orang yang berjalan di sampingnya juga malah menambah kesan horor. Dia tidak sama sekali mengucapkan apapun sejak dari cafe menuju parkiran.
__ADS_1
Padahal pria ini yang tadi semangat nyerocos tanpa henti. Baby jadi bingung kemana pria yang tadi ngomel-ngomel padanya seperti ibu kos yang nagih duit.
"tunggu sebentar "
Danar mengangguk lalu bersandar pada pintu samping mobil baby. Wanita itu berputar untuk mengambil obat di dalam mobilnya.
"duduk " baby membuka pintu samping mobilnya, lalu danar menempatkam diri di sana.
Wanita itu mengikat rambut panjangnya, sebelum membuka kotak p3k. Danar hanya menatap wanita itu tanpa minat, walaupun harus danar akui wanita ini memang luar biasa cantik.
"siniin tangan lo !"
Danar menjulurkan tangannya yang penuh luka, wanita itu nampak meringis. Wajahnya yang tadi bagai singa lapar kini berubah bagai kucing yang takut tidak di belikan makan oleh majikannya.
"sorry "ucap wanita itu sambil mengolesi lengan danar dengan obat luka.
"enak banget lo ngomong maaf setelah gue babak belur macam korban kdrt "
Takut takut baby menatap danar. "gue minta maaf "
"gak ada yang gratis di dunia ini, apalagi jelas ini tindak kriminal "ujar danar dengan senyum yang mencurigakan.
"lo mau gue bayar berapa ?"gadis itu bertanya dengan polos.
"gue gak butuh uang, gue punya banyak "jawab danar dengan nada singkat, padat dan setengah sombong.
Baby memutar bola matanya merasa jengah dengan tingkah laku lelaki yang ternyata luar biasa sombong ini.
"terus lo maunya apa ?"
"berhenti jadi cewek yang gangguin hubungan rumah tangga orang !"
"lo mau gue pukul pake apalagi ? Kunci inggris ?"baby melotot menatap danar.
"kalau gue mati, gak ada lagi pahlawan yang bakal jagain nadin "ucap danar.
" wait nadin ? Maksud lo nadin istrinya gavin ?" baby menatap lekat lelaki di hadapannya.
Jika benar dugaannya, lelaki di hadapannya ini menyimpan perasaan khusus pada nadin. Sialan gavin, termyata niat dia menjodohkan lelaki ini dengan baby, hanya supaya istrinya berhenti di ganggu laki-laki ini ?
We'll menarik
Baby tersenyum merasa sebuah ide cemerlang baru saja memasuki otaknya.
"gimana kalau kita pacaran aja ?"baby tersenyum lebar, dia yakin kalau danar akan dengan senang hati menerimanya.
Tidak ada satupun laki-laki yang bisa menolak pesona baby.
"lo gila apa kesurupan ?"tanya danar dengan mata memicing.
"gue serius, toh kita sama - sama jomblo "
"kalaupun lo cewek terakhir di dunia ini, gue tetap memilih LAJANG "
Baby mengumpat dalam hati, danar sudah betul-betul menyentil ego baby. Rasanya baby penasaran bagaimana menaklukan hati cowok yang gagal move on ini.
"3 bulan, masa percobaan hubungan ini 3 bulan... "
"gue gak pernah bilang mau setuju "jawab danar masih tetap pada pendirian nya menolak wanita yang dia fikir sudah tidak waras ini.
"ayolah, anggap ini sebuah kontrak kerja. Kontrak bisa kita perpanjang atau tidak itu tergantung nanti. Tapi kalau sampai 3 bulan masa kontrak dan salah satu dari kita melakukan pelanggaran, orang itu harus bayar pinalty "
Danar masih nampak menyimak, walaupun awalnya dia fikir ini ide gila. Tapi sepertinya tidak buruk juga, apalagi jelas wanita ini tidak malu-maluin saat di ajak kondangan ?
"50 juta itu pinalty nya "baby menyunggingkan senyum.
"kasih gue alasan kenapa gue harus menerima penawaran lo "
"we'll kita bisa have fun "
Danar mengeryitkan dahi, apa betul dia bisa bersenang-senang dengan wanita ini ? Kenapa danar merasa sedikit ragu.
"gue anggap diam lo tanda setuju "
".... "
"jadi.. Sekarang kita resmi ya ?"tanya baby memastikan.
Danar mengangguk entah dia akan menyesal atau tidak dengan ikut dalam permainan wanita gila ini. Setidaknya mungkin ini bisa jadi cara untuk mengalihkan perasaan galau nya.
"berhubung gue gak punya kertas dan pulpen untuk membuat kontrak, jadi... "
Danar menunggu ucapan baby selanjutnya. Tapi bukannya melanjutkan omongannya yang tertunda, perlahan wajah gadis itu mendekat ke arah danar.
Danar hanya bisa terbengong saat merasakan sesuatu yang lembut baru saja menempel di bibir nya. Hanya 3 detik, tapi berhasil membuat hati danar jumpalitan.
"welcome to my world danar argantara "ucap baby saat menjauhkan wajah nya dari danar.
***
"si danar lama banget. Gue rasa mereka .... " bimo dan ditho saling menatap di dalam fikiran mereja sudah muncul adegan-adegan yang tidak bisa di ceritakan di depan anak di bawah umur.
"udah biarin aja, biar danar cepet nikah lah, kasian dia selalu jadi obat nyamuk "ujar gavin.
"bilang aja lo was was kan nadin di tikung sama danar " tebakkan ditho yang tepat sasaran hanya di balas cengiran oleh gavin.
Mereka bertiga memutuskan untuk bermain kartu sambil menunggu danar. Tertawa-tawa sambil sesekali saling melempar kacang. Sampai tiba-tiba mereka seperti ingat akan sesuatu.
"guys.. Ada yang tahu ini jam berapa ?"gavin menatap ditho dan bimo bergantian.
Wajah mereka sudah tidak sesantai tadi, kepanikan nampak jelas di wajah mereka.
"mati gue, singa bisa marah "jawab bimo sambil menelan saliva susah payah.
"gawat, alamat tidur di balkon ini sih "sambung ditho.
Gavin malah yang terlihat paling santai diantara mereka bertiga. Dia sudah sangat yakin nadin tidak mungkin tega seperti istri nya bimo dan ditho.
Apalagi status mereka yang masih pengantin baru. Kalau kata orang - orang masih hangat - hangat nya gitu.
"gue balik duluan ya asli pasti sekarang istri gue lagi berdiri di depan pintu sambil bawa kemocheng , siap siap deh di hukum "bimo bergidik ngeri sementara gavin malah tertawa terbahak-bahak.
"apalagi istri gue, duh dia kalau marah sadis. Terakhir dia marah handphone gue dong dia ceburin ke kolam ikan "ditho ikut menimpali.
Gavin semakin tertawa terbahak-bahak, bahagia melihat kedua sohib nya di perlakukan begitu oleh istri mereka. Tentu saja gavin sangat amat yakin nadin tidak akan berprilaku yang sama.
Tapi ekspektasi dan realita terkadang memang tidak sejalan.
"nad... Ini kamu serius ngunciin aku di luar" gavin masih memelas sambil bersandar di depan pintu.
"disini dingin nad, banyak nyamuk lagi , enakkan di dalam kan bisa ndusel ndusel sama kamu "curhat gavin walaupun dia yakin nadin tidak akan semudah itu di luluhkan.
"aku nyesel nad, aku lupa kalau aku pulang telat ada yang nunggu aku, khawatir sama aku.. Mungkin efek terlalu lama menjomblo kali ya "
Selang berapa lama terdengar suara kunci yang terbuka. Buru-buru gavin bangkit dari posisi duduk nya. Wajah memelas sudah dia siapkan supaya tidak kena semprot amarah nadin.
Perlahan pintu terbuka, nadin berdiri di depan pintu sambil menatap tajam ke arah gavin.
"besok-besok kamu gak inget pulang aja sekalian "nadin berlalu setelah membukakan pintu untuk gavin.
Laki-laki itu langsung menerobos masuk lalu tanpa di duga memeluk nadin dari belakang.
"maafin aku nad "
Nadin diam saja saat gavin memeluknya. Perasaan nadin saat ini betul-betul campur aduk. Marah, kecewa, sedih tapi nadin berusaha untuk tidak menunjukkan nya.
__ADS_1
"aku mau tidur "nadin melepaskan pelukkan gavin lalu berlajan tanpa menoleh pada gavin.
Gavin menyugar rambut nya merasa frustasi, ini kali pertama mereka bertengkar setelah menikah.