CEO Rese Dan Secretary Matre Nya

CEO Rese Dan Secretary Matre Nya
Episode 57


__ADS_3

"pah.. Aku mau tas itu boleh yaa ... " princess menatap mata papahnya sambil memelas.


Jurus mata puppies yang di tularkan oleh mami nya memang selalu berhasil membuat gavin berkata YA. Apapun demi princess, putri pertama gavin dan nadin, yang sangat amat mewarisi darah dan sifat nadin. Cantik, manja dan luar biasa menyukai barang-barang branded.


Anak kecil berumur 11 tahun itu sekarang sudah menjelma menjadi seorang anak yang cantik, dengan rambut panjang berwarna cokelat , kulit putih dengan mata yang indah . Pemilik nama lengkap Princess Arabella Christopher itu sudah menjadi pusat perhatian seluruh orang sejak hari anak itu di lahirkan.


Toko tas ternama asal italia itu menjadi toko ke sepuluh yang hari ini mereka kunjungi, setelah sebelum nya mereka keluar masuk 10 toko berbeda. Mendadak gavin menyesal mengajak putrinya kencan ala papah kekinian.


Princess lompat kegirangan saat gavin baru saja memasukkan kartu hitam nya ke dalam dompet. Di peluknya clutch berwarna pink itu erat-erat seperti benda yang sangat berharga. Tentu saja dikatakan berharga karena harga clutch itu setara dengan harga motor balap milik valentino rossi.


"kamu masih lama nggak mah ?"gavin berbicara di telfon.


Mereka baru saja keluar dari toko tas itu dengan princess yang di gandeng di lengan kanan , sementara tangan satu nya membawa beberapa paper bag hasil rampokan anak perempuan nya itu, tentu merampok papah nya.


"haha kenapa ? Pusing ya jalan sama princess. Katanya mau kencan, kata nya mau ngikutin ala-ala papah kekinian " nadin terkekeh menjawab keluh kesah suami nya itu.


"mah... Buruan tolong aku, bisa bangkrut nih. Kamu yang ajarin pasti princess begini "tuduh gavin.


"gavin christopher ! " pekik nadin sampai membuat gavin menjauhkan ponsel dari telinga nya, gawat keadaan darurat.


Gavin menarik nafas panjang, mempersiapkan mental sebelum mendengar ocehan istri cantik nya itu yang pasti membuat telinganya terasa panas.


Hidup bersama nadin selama kurang lebih 13 tahun sudah membuat gavin hafal betul sifat istri cantiknya itu . Apalagi dia baru ingat kalau ini sudah tanggal-tanggal nadin mendapatkan tamu bulanan nya. Ya Allah gavin takut di amuk nadin kalau begini ceritanya.


"gak inget siapa yang selalu ngerengek minta bayi ! Gak inget siapa yang selalu ngajak aku begituan seminggu setelah aku halangan ! Gak inget siapa yang modus ngajak honeymoon tiap bulan padahal ada mau nya !" gavin hanya bisa pasrah mendengarkan ocehan nadin.


"sekarang kamu udah di kasih anak lucu, imut , menggemaskan begitu malah protes ! Dulu aja kamu gak masalah sama sifat matre aku ! Sekarang kenapa jadi ngeluh kalau anak kita begitu juga !"nada suara nadin semakin meninggi.


Wajah princess nampak bingung, papah nya hanya duduk di depannya sambil memegang telfon genggam tanpa berbicara apapun. Bahkan saat princess bertanya papah nya mau memesan apa untuk makan siang, lelaki itu hanya menunjuk asal.


"mah.... "ucap gavin berusaha menghentikan kemurkaan nadin, walaupun itu hal yang mustahil.


Entah mengapa sejak melahirkan anak pertama mereka, emosi nadin mudah berubah-ubah. Ada kalanya wanita itu akan bersikap super romantis, super manja dan.. Super galak. Seperti saat ini, saat gavin tanpa sengaja menyinggung prihal anak mereka, nadin langsung nge gas tanpa perduli gavin akan berkata apa.


"pokoknya kamu jaga baik-baik princess. Inget ! Jangan mau buatnya doang ngurus nya gak mau ! "


Gavin masih mendengarkan ocehan nadin. Saat seorang pelayan baru saja datang dan membawa pesanan mereka. Princess langsung melahap waffle dengan ice crean vanila di atas nya. Gavin menengguk liur melihat bagaimana anak itu begitu menikmati makanannya. Dia sangat lapar, tadi pagi nadin dengan kejamnya hanya memperbolehkan gavin sarapan dengan sereal dan jus jeruk, dengan alasan perut gavin yang sudah mulai maju alias buncit.


Nadin bilang, gavin udah gak sexy seperti dulu. Roti sobek yang selalu jadi kebanggannya juga, sudah mulai hilang terganti oleh roti kasur. Itu sebabnya, nadin mengancam gavin, jika tidak mengembalikan si roti sobek, maka jangan harap nadin setuju untuk program anak kedua mereka.


"nadin almira queen, udah dong marahnya. Kamu mau nanti kerutan makin nambah " Ups salah bicara lagi kan gavin, refleks lelaki itu memukul pelan bibir nya sendiri.


"tuh tuh ! Sekarang kamu mau ngatain aku udah tua ! Kamu udah gak cinta aku apa adanya vin ?"kali ini bukan makian, suara nadin malah terdengar lirih, gadis itu pastilah membuat drama lagi, istri yang di dzolimi suami.


Gavin hanya bisa mengelus dada, mencoba sabar menghadapi hormon nadin yang berubah terlalu cepat. Sepertinya tuhan menguji seluruh kesabaran gavin saat bersama dengan nadin. Untung gavin cinta.


"udah ya sayang, aku gak mau ribut lagi. Nanti aku beliin sepatu limited edition yang kamu mau deh " bujuk gavin.


"nggak "


"tas ? Jam tangan ? Apapun deh sayang yang penting kamu gak marah-marah lagi "


"apapun ?"tanya nadin masih dengan nada tinggi. Sepertinya bujukkan gavin kali ini berhasil.


"apapun buat mami nya princess "


Kali ini nadin tidak menjawab, entah nadin mau terbujuk atau tidak. Gavin sudah mulai kehilangan akal. Diet dan mengurangi makanan manis sepertinya berpengaruh pada kinerja otak nya. Gavin mulai merasa akhir-akhir ini dia sering lola alias loading lama alias lemot !


"mah.. Kamu masih dengerin aku kan ?"gavin menatap ponsel nya, sambungan telfon masih belum terputus, tapi nadin masih diam saja.


"princess... Mau ngomong sama mamah gak ?"


Gavin menyerahkan ponsel nya pada princess. Gadis itu langsung mengambilnya dan meletakkan ponsel gavin di samping telinga.


"hallo mami... Mami kapan nyusul incess.. Papah gak asik nih "aduan princess membuat gavin mendelikkan mata.


Katakan kuping gavin gak salah. Baru saja anak kandung nya mengatakan dia gak asik ? Setelah menghabiskan ratusan juta di dalam rekening gavin, anak itu masih bilang papah nya gak asik.


Gavin mulai merenung, kesalahan apa yang pernah dia perbuat di masa lalu. Istri dan anak perempuannya seolah berkonspirasi untuk membuat tekanan darahnya naik sampai ke ubun-ubun.


Mungkin ini pengaruh karena di rumah mereka hanya gavin laki-laki seorang diri. Jadi gavin harus banyak-banyak mengalah, banyak bersabar, dan tentu saja banyak membayar. Gavin mulai serius memikirkan tentang program anak kedua mereka, dia sudah bertekad apapun yang terjadi anak kedua mereka harus berjenis kelamin laki-laki.


Dulu dia memang berfikir memiliki anak perempuan akan membuat dia memiliki sekutu untuk membela gavin di saat nadin mulai kambuh sifat rese nya. Tapi memang benar istilah ekspektasi tidak selalu sama dengan realita. Buktinya sekarang gavin malah merasa dia di jajah oleh dua wanita itu.


Lalu gavin mulai berfikir kalau mereka punya anak laki-laki, kesempatan gavin untuk punya sekutu mungkin saja ada . Biasanya anak laki-laki akan pro pada papah nya kan ? . Gavin senyum-senyum sendiri membayangkan betapa bahagianya dia punya teman senasib, sampai suara princess menyadarkan lamunannya.

__ADS_1


"pah.. Nih mamah mau ngomong "princess menyerahkan kembali ponsel gavin.


"mamah ngomel nggak ? "gavin berbicara sepelan mungkin pada princess agar tidak terdengar oleh nadin di ujung telfon sana.


Tapi respon princess hanya membuat gavin menghela nafas, anak perempuannya itu malah menaik turunkan bahunya, nampak acuh dan malah lebih memilih melanjutkan makan.


Dia lupa kalau nadin dan princess sama, sama-sama menyebalkan kadang. Gavin menarik nafas panjang sebelum kembali menaruh ponsel di samping telinga nya.


"hallo mah, udah ngomong sama princess ? Kamu jadi nyusul kan ? Yeobo "gavin sengaja melembutkan nada suaranya, ditambah dengan panggilan yang sejak dulu dia gunakan kalau mood nadin mulai gak baik.


"gak jadi... Aku masih banyak kerjaan , karena siapa emang aku jadi telat bikin laporan ? Hm " gavin hanya bisa terkekeh, bisa apa dia kalau nadin jadi tertunda pekerjaannya karena dia.


"kamu pulang duluan aja sama princess , enjoy your date "


"kamu mau aku jemput gak ke kantor ? "


"jangan !! "pekik nadin tiba-tiba sampai gavin harus menjauhkan ponsel dari telinganya.


"kenapa sih ? Hayoo kamu nyembunyiin apa ? Mau pulang sama siapa emang ? Jadi curiga aku "tuduh gavin yang langsung di balas cekikkan nadin.


"ck.. Udah tua juga kamu pah, masih aja cemburuan, udah lewat masa ABG nya "sindir nadin.


"cemburu gak mengenal umur mamai nadin "ujar gavin.


"gak mungkin lah aku selingkuh, mustahil. Kalau kamu tuh aku gak tau deh "


"Astagfirullah, kenapa jadi aku ? Aku ini lelaki setia nad.. "ujar gavin dengan suara yang sengaja di dramatisir.


Nadin malah cekikkan mendengar gavin berkata seperti itu. Bukan sekali dua kali mereka menjadikan obrolan itu sebagai candaan. Mereka sesekali memang bertengkar, tapi tidak lebih dari 3 hari, karena mereka meyakini kalau marahan lebih dari 3 hari itu dosa.


Setelah mengucapkan salam di tambah dengan ketchup ketcup di ponsel, nadin menutup telfon nya. Gavin kembali melihat princess yang baru saja menghabiskan waffle nya, padahal baru saja gavin berniat mencicip waffle yang nampak mengoyang lidah itu.


Apalah daya, hanya sayur mayur di dalam mangkuk besar yang di siram dengan olive oil yang bisa di makan gavin. Demi mengembalikan roti sobek, demi program anak kedua, demi tampak lebih muda sepuluh tahun.


Semangat pejuang diet !!


\~\~\~\~\~\~\~\~ 😺😺 \~\~\~\~\~\~\~\~


Nadin Almira Queen


Gavin pasti lupa lagi kalau hari ini tepat 13 tahun usia pernikahan kami. Hah begitulah... Mau kesel juga percuma. Gue faham sih faham banget kalau gavin itu super sibuk, perusahaan kami baru saja melakukan ekspansi ke beberapa negara di Asia.


Akibatnya, gavin bukan hanya super sibuk tapi dia juga jadi sulit membagi konsentrasi antara perusahaan dan keluarga. Hari ini dengan segala bujuk rayu, akhirnya gue berhasil memaksa gavin untuk mengambil cuti 3 hari. Untung saja kerjasama dengan perusahaan jepang dan korea berjalan dengan baik. Jadi suami gue yang terkadang workaholic itu nggak lagi ngoceh masalah pekerjaan di rumah.


Oke kembali ke kue... Gavin pasti bakalan kaget banget. Ini akan jadi hadiah paling membahagiakan, karena sudah lama gue melarang gavin makan kue tart. Semua itu terjadi akibat gavin yang mulai malas pergi ke gym. Bahkan saat peralatan gym ada di rumahpun, lelaki itu memilih buat menggulung diri di selimut... Bersama gue. Oke bagian yang itu jangan di lanjutin.


Rencananya hari ini gue akan membuat sebuah kejutan untuk annivesary pernikahan kami. Walaupun jelas, gavin pasti lupa lagi dengan tanggal ini, tapi gue tentu tidak akan lupa pada hari bersejarah kami.


Hidup bersama gavin benar-benar bagaikan naik wahana roller coster.Ada kalanya gavin akan bersikap super duper manis binti romantis. Tapi itu terjadi setiap malam jum'at, malam minggu dan malam sabtu. Dengan dalih mengajak ibadah bersama, gavin selalu membuat gue mengangguk setuju dengan ajakan ibadah nya itu. Bisa apa gue sebagai istri kalau suami sudah berkata begitu.


Gavin memang gak pernah lagi kasih gue bunga atau hal-hal yang dulu pernah dia lakukan, waktu zaman-zaman PDKT. Dan baru gue fahami kalau laki-laki itu memang selalu bersikap manis saat zaman PDKT, tentulah namanya juga lagi mancing ikan, ya harus pakai umpan.


Tapi kalian jangan suuzon dulu ya sama gavin. Dia tetap romantis kok, dengan caranya sendiri. Romantis nya gavin itu... Hm ah .. Gue ingat saat pertama tahu gue hamil princess, gavin histeris sampai dia rela cuti 3 hari dengan dalih menemani istri cek kehamilan.


Gimana gak cuti 3 hari kalau di hari yang sama gavin rela menyewa helikopter hanya untuk mengajak gue periksa kehamilan di salah satu rumah sakit di Singapura. Jumawah ( sombong ) sekali bukan suami gue itu.


Berlanjut saat usia kehamilan gue sudah mencapai 5 bulan. Hari itu gavin sedang rapat untuk membahas proyek baru di medan. Dan entah kenapa hari itu gue tiba-tiba ngidam mau lihat gavin nari. Berhubung waktu itu gue baru selesai nonton drakor full house, dengan kejam nya gue minya gavin buat menarikan tarian 3 beruang.


Awalnya gavin menolak, jawab telfon gue aja dia diam-diam. Tapi bukan nadin namanya kalau gak bisa buat papah princess berkata YA. Dengan jurus mata puppies dan sedikit ancaman kalau ngidam nya gak diturutin anaknya bakal ngences, akhirnya gavin berkata YA.


Gue ngakak sengakak ngakak nya saat ryan, sekretaris pengganti gue mengirimkan video gavin yang sedang menari di saksikan orang-orang di ruang meeting. Begitulah cara gavin menunjukkan sisi romantis nya.


Dan tentu itu juga yang buat gue semakin jatuh cinta dengan gavin.


Tapi gavin itu gak sepenuhnya seperti apa yang selalu gue bayangkan dulu. Nyatanya pria yang tampan, kaya, romantis, bisa masak, peka, bla bla bla hanya ada di novel. Setelah hidup bertahun-tahun bersama gavin, barulah gue tahu kalau lagi dalam kondisi terlalu lelah, gavin selalu mendengkur saat tidur.


Belum lagi prihal sifat nya gavin yang kadang gak faham kode. Pernah waktu kami lagi pergi ke sebuah toko tas di plaza indonesia. Sengaja gue menekankan kata ' vin bagus ya tas nya, kayaknya cocok deh buat dress aku yang warna hitam ' . Gavin malah manggut-manggut aja dan berkata cocok.


Tapi bukannya faham kode istrinya minta di beliin tas baru, dengan santainya gavin bertanya ' kamu masih lama nggak belanjanya, kasian princess di rumah mami kelamaan '. Di situ kadang saya merasa sedih.


Tapi mau bagaimanapun sifat gavin yang baru gue ketahui setelah kami menikah, gue tetap cinta gavin apa adanya.


Untuk merayakan hari special kami gue sengaja cuti satu hari demi membuat kejutan untuk gavin. Untung saja akbar cukup berbaik hati memperbolehkan gue cuti dengan alasan mau merayakan anniversay. Pria itu sebenarnya baik, jika bukan karena cerita masa lalunya mungkin akbar tidak akan melakukan hal itu. Dulu akbar memang mengakui kalau dia memang sengaja mau merusak hubungan gue dan gavin begitu juga dengan hubungan danar dan baby.


Semua itu akbar lakukan hanya karena akbar punya trauma di masa lalu, yang membuat dia mempunyai prilaku dimana dia tidak suka melihat orang lain bahagia. Walaupun dia sudah meminta maaf, tetap saja hubungan kami tidak bisa kembali seperti dulu. Di kantor pun hubungan kami hanya sebatas hubungan pekerjaan, selebihnya pria itu berubah menjadi pria yang pendiam dan cenderung menutup diri.

__ADS_1


Semoga saja akbar bisa menemukan kebahagiaan suatu saat, setiap orang berhak untuk bahagia terlepas dari seburuk apapun masa lalu mereka.


"hallo beb ?"gue menjawab panggilan yang ternyata dari baby diΒ  ponsel.


"kak nad... happy anniversary"


"thank you, kamu kapan balik dari bali ? aku mau ajak kamu shopping "


"mungkin minggu depan, soalnya dia lagi manja banget kak "


Gue terkekeh."yauda sampaikan salam aku untuk om satu itu ya "


"ih ka nad masa dia di bilang om.. eh tapi iya sih emang dia udah om om "baby ikut terkekeh paling bahagia memang dia jika sudah membuly lelaki itu.


"yauda sana kamu urusin si om , nanti dia nyariin kamu lagi "


"hehe iya kak nad , yauda sampai jumpa minggu depan ya kak "


"bye " gue menutup sambungan telfon


Selesai mendekorasi ruangan dengan balon dan pita berwarna warni, gue putuskan untuk pergi ke kamar . Gaun yang sudah gue persiapkan dari jauh-jauh hari ini memang sengaja gue pesan untuk merayakan hari ini. Gaun berwarna hitam dengan tali spagethi di bagian belakang membuat punggung gue terekspos sempurna, lalu dengan sentuhan lipstik warna merah gue kembali merasa kembali menjadi nadin almira queen sekertaris gavin dulu.


Gue yakin dengan kejutan yang sudah gue persiapkan di tambah dengan hadiah yang gue punya hari ini akan sempurna seperti yang sudah gue rencanakan.


Gavin Christopher


Gue baru tiba di rumah tepat pukul 8 malam setelah mengantarkan princess ke rumah opa oma nya. Sehabis membuat papah nya nyaris bangkrut, anak gue yang cantik tapi kadang ngeselin itu pasti juga mau buat opa oma nya bangkrut. Biarin deh toh mereka rela aja kan demi cucu kesayangan mereka, yang semenjak ada princess gue sebagai anak kandung mereka seolah di anak tirikan.


Mereka bilang gue sudah terlalu tua dan sudah expired jadi gak lucu lagi, sementara princess jelas lucu dan menggemaskan. Papah dan mamah juga sangat memanjakan princess dengan dalih princess adalah cucu pertama mereka.Gue tersenyum saat mengingat bagaimana keluarga gue sekarang menjadi keluarga yang bahagia setelah berbagai hal-hal buruk yang dulu sepat membuat hubungan gue dan orang tua gue renggang.


Akhirnya gue merebahkan diri di sofa, lalu menaruh paper bag belanjaan princess di atas karpet. Lampu rumah masih padam, nadin pasti masih ada di kantor. Mendadak gue merasa kejam, iya kejam karena membiarkan istri cantik gue itu kerja, sementara gue ongkang-ongkang kaki di rumah.


Tapi gue bisa apa kalau nadin masih mencintai dunia fashion yang semakin membuat nama nadin beberapa kali muncul di majalah international. Gue jelas bangga dengan nadin, wanita itu betul-betul membuktikan pendirian nya kalau dia bisa sukses dalam karir dan rumah tangga.


Rumah tanpa nadin dan princess betul-betul terasa sepi. Biasanya setiap hari selalu ada saja suara yang di timbulkan oleh dua wanita itu. Entah itu princess yang nangis, nadin yang terkadang ngomel karena gue dan princess yang hobi berantakin rumah. Bahkan suara tertawa kami bertiga yang hobi nonton film di akhir pekan.


Sungguh, gue merasa bersyukur memilih nadin sebagai pendamping hidup gue. Nadin selalu membuat gue jatuh cinta setiap hari nya. Dia selalu memberikan gue kejutan yang tidak pernah gue duga. Dan cara dia mencintai gue, sempurna.


Pernah gue berfikir, jika gue tahu menikah dengan nadin bisa membuat gue se bahagia ini, kenapa juga pada saat sekolah dulu nggak langsung gue lamar saja nadin. Kami pasti sudah punya banyak anak dan gak menutup kemungkinan buat kesebelasan.


Tapi mungkin itu yang di sebut dengan istilah semua akan indah pada waktunya. Tuhan sudah membuat skenario terbaik dalam hidup gue. Dan betapa bersyukurnya gue karena tuhan menyertakan nadin sebagai pemeran utama di hidup gue.


Gue mengangkat tangan, menatap cincin yang sudah bertahun-tahun melingkar di jari gue. Sama seperti nadin yang sudah bertahun-tahun ada di hidup gue. Lucu rasanya jika mengingat masa lalu, betapa gue membenci nadin hanya karena dia matre. Padahal gue gak pernah di buat rugi oleh sifat matre nadin.


"aduh "


Gue menatap ke sekeliling saat mendengar suara seseorang. Bulu kuduk gue langsung meremang. Dengan ruangan yang gelap di tambah dengan gue yang hanya sendirian di ruangan ini, wajar kan kalau gue berfikir yang aneh-aneh.


"siapa ya ? Nad kamu udah pulang ?" gue berbicara sendiri, mencoba untuk berfikir positif.


"meong "


Suara kucing yang mengeong membuat gue bernafas lega. Sudah kuduga, mana mungkin ada hantu di rumah gue. Tapi tunggu... Gue kan nggak melihara kucing ?


Tap tap tap


Kali ini gue mendengar suara derap langkah kaki. Kuping gue kali ini nggak mungkin salah. Gue bangkit dari atas sofa. Walaupun takut, gue memberanikan diri untuk berjalan menuju saklar lampu. Semakin mendekat ke arah tembok, semakin gue merasakan hawa-hawa yang tidak enak.


Kaki gue masih berjalan perlahan, mencoba mengingat-ingat letak barang-barang agar gue tidak tersandung. Tembok paling dekat dari tempat duduk gue berada di pantry. Perlahan gue berjalan sambil tangan gue meraba-raba benda-benda di hadapan gue yang sama sekali tidak terlihat karena ruangan yang sangat gelap.


Hap


Gue menelan saliva gue saat merasakan tangan gue menyentuh sesuatu. Walaupun takut gue coba untuk meraba-raba benda yang gue sentuh itu. Teksturnya lembut seperti... Rambut seseorang. Kembali gue raba-raba benda itu, semakin kuatlah dugaan gue kalau benda yang gue pegang itu kepala seseorang.


Dengan cepat gue tarik kembali tangan gue. Ini kenapa juga gue harus mengalami pristiwa horor begini di saat nadin dan princess sedang tidak ada di rumah. Tanpa sadar mulut gue komat kamit membaca ayat kursi yang gue yakini dapat mengusir makhluk halus, itu kata guru ngaji gue dulu.


Tiba-tiba di depan gue ada sebuah cahaya lengkap dengan....


"akkkk !!!!! " teriak gue sekencang-kencangnya.


"mal.... !!!! "nafas gue semakin panjang pendek, ingin rasanya gue berteriak tapi seolah tenggorokan gue tertahan begitu saja.


Nadin princess tolong papah 😱


Eh belum tamat πŸ˜βœŒπŸ‘„

__ADS_1


__ADS_2