CEO Rese Dan Secretary Matre Nya

CEO Rese Dan Secretary Matre Nya
Episode 52


__ADS_3

Gavin tidak berhenti tersenyum saat memberi tahu ketiga sahabat nya jika sebentar lagi dia akan menjadi seorang papah. Karena itu, dalam rangka merayakan nya, gavin sengaja mengajak sahabat-sahabatnya untuk berkumpul di sebuah tempat makan all you can eat di daerah Jakarta Selatan.


Kebetulan mereka juga sudah cukup lama tidak menghabiskan waktu bersama , karena kesibukan mereka masing-masing.Apalagi acara ini seluruhnya di sponsori oleh gavin, tidak heran jika mereka langsung setuju walaupun harus menembus hujan deras siang siang ini.


"vin vin.. Kering tuh gigi dari tadi lo cengar cengir terus "ledek bimo yang baru menaruh daging ke atas panggangan "


"biarin aja bim, kisana ini sedang bahagia ..  Dulu kita juga begitu kan sebelum anak kita berubah jadi monster kecil di rumah "dito ikut menimpali.


"haha gak mungkin , gue yakin anak gue pasti kalem, baik hati , lemah lembut .. Oh dan jelas cakep sekali mengingat dia lahir dari bibit unggul "gavin kembali tersenyum lebar.


"iya sih cakep gue pasti akuin, baik ? Ya pasti ... Tapi... Bakalan nyebelin bin matre kayak ortu nya nggak " bimo dan dito kompak tertawa bersama.


Refleks gavin melemparkan serbet ke bimo dan dito yang nampak nya puas sekali sudah meledek nya.


"aduh nar.. Itu sawi udah mau jadi bubur lo aduk terus "protes dito yang langsung mengambil alih centong dari tangan danar.


Danar hanya menghela nafas sebelum kembali memainkan sumpit membolak balik daging di panggangan.


Rasanya danar merasa separuh jiwa nya pergi gak tau kemana. Dia dulu menertawakan lagu anang yang berjudul separuh jiwaku pergi. Danar selalu bilang lagu itu terlalu mellow untuk cowok yang manly sepertinya.


Tapi siapa sangka, lagu itu sekarang jadi lagu wajib yang danar dengarkan setiap hari nya.


Sungguh ironi bukan.


"kenapa tuh temen lo ? Gue takut dia kesambet setan "bimo berbisik pada gavin.


"iya dia emang kesambet setan.. Setan gengsi "sengaja gavin mengeraskan suaranya biar danar bisa mendengar.


"nih gue yakin ada hubungan nya sama primadona geng kita kan ?"


"primadona ? Maksud lo istri gue ?"gavin sudah melotot merasa kalau mereka sedang membicarakan nadin.


"FYI ya vin.. Sejak nikah sama lo popularitas nadin udah anjlok "dito memberikan penjelasan yang disetujui oleh bimo.


"kenapa gitu ?"


"gimana gak mau anjlok kalau setiap orang yang comment di IG nya nadin lo bales semua dengan hal yang sama "


"NADIN SUDAH PUNYA SUAMI TOLONG TAHU DIRI "jawab bimo dan dito secara kompak.


Seketika itu juga gavin tertawa terbahak-bahak. Harus dia akui dia memang berubah jadi pria yang posesif sejak menjadi suami nadin. Bagi gavin, nadin adalah harta karun yang gak bisa di curi oleh perompak manapun.


"vin.. vin.. Lo gak tau sih temen-temen sekolah kita sekarang julukin lo apa "bimo berbicara sambil menunjuk gavin dengan sumpit.


"emang apa ?"


"gavin si anjing herder"


Bukan nya marah tapi gavin malah tertawa. Julukkan itu terdengar bagus bukan, selain karena anjing herder merupakan ras anjing yang manly abis. Toh dengan begitu tidak ada yang berani ganjen dengan istrinya.


"gitu deh bim kalau orang udah jadi bucin alias budak cinta "


"hello itu disana kaca dit.. "bimo menanggapi dito yang sepertinya tidak menyadari kalau dia juga bucin.


"baiklah, sepertinya salah satu alasan geng ini masih bertahan sampai sekarang karena kita sama-sama jadi bucin "gavin menanggapi dengan bangga nya.


Dito dan bimo hanya bisa geleng-geleng kepala. Entahlah mengapa semakin tua mereka jadi begini. Yang jelas lebih baik mereka untuk saat ini harus memperbaiki gizi. Karena selepas dari ini mereka akan kembali menjadi 'babu' di rumah mereka masing-masing.


"vin.. Baby ada main ke rumah lo gak akhir-akhir ini ?" akhirnya danar membuka suara.


"gue kira lo cuma mau aduk-aduk sayur aja nar di panci "ledek gavin.


"dia.. Udah dua minggu gak ke rumah gue "danar memulai sesi curhat.


"sibuk kali, dia kan bukan pengangguran , penyanyi yang job nya dimana mana "jawab gavin walaupun tangan nya sibuk dengan daging di atas panggangan.


"oh gue kira ... "


"dia jalan sama akbar maksud lo ? " tembak gavin.


"haha peduli amat mau dia jalan sama akbar atau cowok manapun itu hak dia, kita kan gak pacaran seperti yang dia bilang tempo hari"danar yang biasanya irit bicara seketika langsung nyerocos tanpa titik koma.


Bimo dan dito yang sejak tadi menyimak hanya bisa tertawa diam-diam. Rupanya seorang danar argantara lagi kembali jatuh cintrong toh.


"telfon aja nar kalau kangen "


"ogah banget ! Nanti dia GR lagi terus halu bilang kalau gue udah jatuh cinta sama dia , terus dia sebar-sebar di sosmed screenshoot percakapan gue sama dia di whatsapp "danar kembali nyerocos tanpa henti, sepertinya dia tidak sadar kalau secara tidak langsung dia sedang curhat pada teman-teman nya.


"loh emang fakta nya gitu kan ?"gavin berusaha untuk tidak tertawa melihat wajah danar yang kesal tapi berusaha tetap tenang.


Sepertinya danar butuh sedikit minyak tanah untuk menyalakan api di hati nya. Baiklah sepertinya gavin harus memberikan sedikit kejutan pada danar.


Gavin mengutak atik handphone nya. Membuka instagram lalu mengetik nama baby di kolom pencarian. Lalu muncullah instagram baby yang sudah memiliki centang biru di samping namanya.


Gavin melirik danar sekilas melihat apa sudah waktunya dia memberikan bom pada danar. Dan sepertinya ini saat yang tepat.

__ADS_1


"sebenarnya gue tahu sih nar baby mungkin sekarang ada dimana "gavin menggeser ponsel nya mendekat ke arah danar.


Nampak seorang wanita sedang berpose membelakangi kamera, wanita itu menggunakan bando kuping mickey Mouse lalu di hadapan wanita itu ada sebuah kastil yang menjadi icon salah satu arena bermain terkenal di Hongkong.


Danar yang nampak tidak tertarik diam-diam melirik ponsel gavin.


"foto siapa itu ?"bimo dan dito yang mendadak kepo langsung mendekat ke arah gavin dan danar.


"wih.. Dari belakang aja cantik siapa itu vin ?"tanya bimo yang memang sebenarnya ganjen mendarah daging.


"itu baby "jawab gavin masih datar-datar saja.


"coba liat "dito mengambil ponsel gavin untuk melihat lebih jelas.


"saturday night with new friend xoxo"ditto membaca caption yang di tulis baby dalam foto itu.


Tapi sejurus kemudian dito dan bimo saling pandang.


"oow.. Kayaknya bakalan ada yang bahagia kalau tahu siapa yang ambil foto ini, baby nge tag orang nya soalnya "


Danar yang sudah sejak tadi penasaran merebut paksa ponsel itu dari tangan dito.


Seketika danar langsung melotot, dalam sekali tatap saja dia bisa tahu siapa sosok yang ada di foto tersebut .


Lalu setelahnya mereka semua dikejutkan dengan reaksi spontan danar saat membaca nama seseorang yang di Tag oleh baby di foto tersebut.


Dan disaat bersamaan suara seseorang membuat semua mata tertuju pada meja mereka.


"DANAR !!! HANDPHONE GUE KENAPA LO CEBURIN DI KUAH TOMYUM !!!!!!!   "


*********************


"udah dong vin jangan cemberut terus "nadin menowel nowel pipi gavin yang sejak mereka memasuki mall sudah berwajah masam.


"tuh mantan pacar kamu, kalau cemburu handphone orang yang jadi korban "gavin masih saja merajuk sementara nadin hanya tertawa menanggapinya.


Sejak bercerita tentang insiden danar yang menceburkan handphone gavin, nadin tidak bisa berhenti tertawa. Dan akibat nya dia harus menemani gavin keliling mall untuk mencari ponsel baru.


"ya lagian kamu, malah manas manasin danar "


"sayang, itu kan cara supaya danar tuh gak pengecut terus dia balik kejar baby. Masa yang begitu aja kamu gak faham "gavin tidak mau disalahkan atas perbuatan baik yang berujung pahit bagi dirinya.


Nadin mengangguk-angguk. "ini jadi kayak kelakuan nya seseorang di masa lalu ya vin " sindir nadin secara halus.


Mereka berdua masuk kesalah satu toko dengan logo buah sebagai gambar di pintu utama.


"minggu ini kita ke rumah papah yuk vin "nadin memeluk lengan gavin saat seorang spg datang menghampiri mereka.


"papah kamu ? "tanya gavin yang masih menimbang ponsel mana yang cocok untuk nya.


"bukan, papah kamu vin "


Gavin langsung memutar badan menghadap ke arah nadin, membuat rangkulan nadin di lengan nya terlepas begitu saja.


"kamu serius ?"


Nadin mengangguk sambil tersenyum lebar. "aku juga udah kangen banget vin sama mami , aku kok pengen buat brownies bareng lagi ya "


"nggak ! Pokoknya kamu sama mami jauh-jauh dari dapur, gak inget pristiwa itu "ancam gavin yang langsung membuat wajah nadin seketika cemberut.


"ya ampun vin, itu kan aku sama mami gak sengaja. Salahin aja tuh acara gosip yang tiba-tiba bahas baby sama danar "


Gavin menggeleng-gelengkan kepala. Masih jelas sekali di ingatan nya bagaimana istri dan ibu nya itu hampir membuat dapur kebakaran hanya karena menonton acara gosip.


"oke, kita main ke tempat papah mamah tapi kamu jangan sentuh dapur, yang anteng dong nad jadi menantu tuh "


Nadin mendengus sebal, memang apa salahnya kalau nadin mencoba akrab dengan orang tua gavin dengan cara nadin sendiri. Toh setelah tahu jika papah gavin tidak semenyeramkan dulu nadin malah berubah menjadi lebih akrab dengan beliau.


Bahkan bukan hanya sekali papah gavin lebih membela nadin dari pada gavin yang anak kandung nya sendiri. Dan itu selalu membuat gavin iri hati.


"ya lagian kamu, ngapain ajakin papah joget - joget gak jelas di aplikasi apa tuh tok tok "


Seketika tawa nadin keluar begitu saja, membuat beberapa orang yang ada di toko tersebut menoleh padanya. Untung saja dia cantik jadi tidak ada orang yang berani memarahi nya karena tertawa keras-keras.


"itu papah yang minta aku ajarin, orang kata papah rekan bisnis nya sekarang pada main itu sama cucu nya "


"halah.. Tapi emang kamu seneng kan main aplikasi itu "ledek gavin.


"mami juga seneng main itu, kamu nya aja tuh yang ketinggalan zaman "ledek nadin.


"kamu sama mami kan sebelas duabelas "


"maksudnya ?"tanya nadin yang tidak faham omongan gavin.


"iya sama-sama ganjen "lalu pria itu tertawa.

__ADS_1


"tuh nak, nanti kalau kamu udah gede jangan jadi nyinyir ya kayak papah.. "nadin mengelus perutnya seolah  anaknya bisa mendengar nya.


"tuh nak.. Nanti kalau kamu udah gede jangan jadi ganjen kayak mami .. "ucap gavin tidak mau kalah.


Si mbak mbak SPG yang sejak tadi berdiri memperhatikan pasangan itu hanya bisa tersenyum saja. Padahal dalam hati mengatakan jika dia terus menerus melihat pemandangan ini bisa-bisa dia mau nikah juga, sayang nya dia jomblo.


Setelah membeli ponsel baru mereja berdua memutuskan untuk makan siang di salah satu restaurant yang terletak tidak jauh dari toko ponsel itu.


"nad .. Kamu gak salah ngajak aku makan all you can eat ?"gavin menahan tangan nadin yang baru saja mau melangkahkan kaki.


"kenapa emang ?"


"kemarin aku baru makan all you can eat nad sama anak-anak "


"ya terus ?"salah satu alis nadin terangkat ke atas .


"aku gak mau makan all you can eat lebih dari 1 kali dalam seminggu, bisa gendut aku nad "


"gavin.. Hanya karena kamu makan all you can eat dua kali seminggu gak akan ngerubah badan kamu kayak beruang "


"ya tapi kan tetep aja nad aku... "


"ini anak kita loh yang mau !"


Fine, gavin langsung mati kutu jika nadin sudah mengeluarkan kata-kata itu. Bagai sebuah titah dari ratu, gavin hanya bisa mengangguk pasrah. Bisa apa dia kalau nadin sudah membawa bawa anak mereka.


Mereka berdua duduk berhadapan, lagi-lagi gavin harus mengalah mengambil makanan ini dan itu lalu membawa nya ke meja. Sementara nadin hanya diam , bertopang dagu laku sesekali bertepuk tangan saat gavin sudah membawakan semua pesanan nya.


"nak.. Ini beneran kamu yang mau kan ? Bukan akal-akalan mami kamu buat ngerjain papi ?"gumam gavin dalam hati sambil memasukkan bakso ke dalam panci.


"vin.. Kamu mau nya anak kita cewek apa cowok ?"


Gavin tersenyum lalu menatap nadin, ada binar bahagia yang jelas terlihat di mata gavin saat nadin membahas anak mereka.


"hem.. Aku sih gak masalah cewek atau cowok yang penting bayi kita sehat dan gak kurang apapun, kamu nya juga sehat "gavin tersenyum lalu sekilas mengacak rambut nadin.


Mata nadin mulai berkaca-kaca , tidak dia sangka gavin yang biasanya gak pernah serius bisa mendadak bijak begini. Apa semua pria yang akan menjadi ayah jadi begini ya sikap nya.


"vin kamu tau nggak ?"


"apa ?"


"kayaknya aku makin cinta sama kamu "


"iyalah.. Kan hanya kamu seorang kasihku "jawab gavin.


"tak mau yang lain, hanya sama kamu.. "


"kamu yang terakhir yang ku cinta "sambung gavin lalu tersenyum, kenapa juga mereka jadi main sambung lagu begini.


Mereka berdua kembali melanjutkan makan siang mereka sambil membicarakan rencana untuk merenovasi salah satu kamar menjadi  kamar bayi.


********************


Ting Nong ...


"iya sebentar "teriak nadin dari dalam rumah, lalu perempuan itu berjalan menghampiri pintu.


"cari siapa ya pak ?"tanya nadin saat melihat seorang pria berdiri di hadapannya.


"betul ini rumah bapak Gavin Christopher ?"


Nadin mengangguk. "iya saya istrinya, ada perlu apa ya pak ?"


"saya hanya mau mengantarkan ini bu "pria itu memberikan sebuah kotak berwarna biru dan sebuah bouquet bunga.


"dari siapa ya pak ?"


"maaf bu saya hanya disuruh mengantarkan, permisi "pria itu berjalan cepat menuju pintu keluar tanpa menghiraukan nadin yang memanggil-manggil nya.


"vin.. Kamu dapet kado nih "nadin berjalan menuju ruang TV dimana gavin sedang asik bermain playstation disana.


"dari siapa nad  ? Loh kok ada bunga juga "gavin mengambil alih kotak fan bunga yang ada di tangan nadin.


"fans kamu mungkin"tebak nadin dengan cuek walaupun dia keppo juga.


"eh ada surat nya nad ... "gavin membuka surat yang diselipkan di antara bunga mawar di tangannya.


*****Last night ... Such a beautiful night . Thank you for everything . A night to remember


Your Secret Admirer***


Seketika itu wajah nadin menatap gavin, mencari kebenaran di wajah laki-laki itu. Terlebih bagaimana ekspresi pria itu. Apa Gavin selingkuh ?


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2