CEO Rese Dan Secretary Matre Nya

CEO Rese Dan Secretary Matre Nya
Episode 51


__ADS_3

"ada angin apa tiba-tiba gavin ngajakin kita double date gini kak nad ?"baby setengah berbisik pada nadin yang sedang fokus menatap deretan menu makanan.


Nadin mengedikkan bahu nya lalu menyebutkan pesanannya pada pelayan yang sudah menunggu sejak tadi dengan buku catatatan nya.


"duh.. Entah kenapa firasat aku gak enak kak nad , gak biasanya kan gavin begitu"baby merasakan bulu kuduk nya berdiri, bukan karena setan hanya firasat nya saja yang tidak enak.


"hush.. Nggak akan terjadi apa-apa "nadin tersenyum. "mungkin aja gavin mau lebih akrab sama danar "


"akrab dari hongkong ! Kakak gak tau kan kalau pertemanan gavin sama danar itu semacam hubungan tom & jerry " ucapan baby membuat nadin tertawa.


Nadin melirik gavin dan danar yang sedang fokus pada ponsel masing-masing. Pasti mereka sedang duel bersama di sebuah game online yang sedang populer.


"ngomong-ngomong gimana perkembangan hubungan kamu sama danar ?"pertanyaan nadin membuat baby mesam mesem tidak jelas.


"hem... Gimana ya kak , kadang aku ngerasa danar itu suka aku tapi hari berikutnya dia bisa nyuekin aku seolah aku gak ada "baby memulai curhat nya.


"kok gitu ?"


"danar tuh... Kalau udah kumat sifat males nya bisa bener-bener males. Males makan, males keluar rumah, males ngomong, bahkan males mandi "adu baby pada nadin yang kaget mengetahui danar memiliki sifat seperti itu.


"terus kalau dia begitu kamu apain beb ?"tanya nadin yang betul-betul merasa penasaran.


Baby tersenyum lebar. "jelas dong aku nempel sama dia terus 24 jam penuh. Mama papa danar malah nyuruh aku sosor danar sekalian biar mereka cepet punya cucu "


Nadin langsung menyemburkan tawa, dia memang mengenal baik orang tua danar, tapi tidak nadin sangka jika mereka akan segila itu menyuruh baby 'menyosor' danar. Lagi pula memang baby angsa yang bisa sosor menyosor.


"terus beneran kamu lakuin ?"


"mau nya sih gitu, tapi nanti setelah aku culik danar terus aku bawa ke KUA "


Nadin semakin tertawa mendengar semua cerita baby. Gadis itu betul-betul polos dan terlihat sangat amat menggilai danar. Pria itu harus nya merasa beruntung .


Beberapa menit setelah nya baby dan nadin kembali ke meja mereka, membawa pesanan di atas nampan masing-masing.


"makan dulu vin.. "


"nanggung nad.. "gavin masih fokus menatap layar ponsel nya.


"kamu setiap main game selalu begitu... Nanggung nanggung ujung-ujung nya lupa makan "protes nadin tidak di hiraukan gavin karena laki-laki itu masih terus fokus pada layar ponsel nya.


"danar sayang... Makan dulu ya "kali ini baby yang bersuara.


"....." krik krik ... Danar hanya diam tanpa berniat menggubris perkataan baby.


"sayang.... "baby merangkul lengan danar.


"berisik beb "jawab danar datar namun menusuk.


Nadin sampai geleng-geleng kepala sendiri melihat pasangan itu. Semoga saja danar cepat di berikan hidayah, pria itu harusnya bersyukur punya baby yang begitu tulus mencintainya.


"hai.. Kebetulan banget ketemu kalian disini "


Pandangan mata ke empat orang itu langsung tertuju pada suara yang sangat tidak asing di telinga mereka. Bahkan gavin dan danar langsung meletakkan ponsel mereka di atas meja.


Lalu mendadak mereka langsung merangkul pasangan masing-masing. Dengan kompak nya mereka menatap sengit pria berbaju kemeja denim itu dengan mode 'awas anjing galak'.


"gue boleh gabung kan sama kalian ?"pria itu sudah duduk sebelum mereka mengucapkan apapun.


"gak usah minta izin kalau lo tetap main duduk aja"gumam danar yang masih bisa di dengar baby.


"hush.. Gak sopan kamu ya "bisik baby di telinga danar.


"kebetulan banget bisa ketemu disini bar "nadin lebih dulu membuka percakapan karena jelas pria di sampingnya tidak akan mau berbasa basi dengan akbar.


"iya, tadi gue habis bermain bowling.  Terus laper eh malah ketemu kalian disini "akbar masih memasang senyuman yang selalu membuat wanita luluh akan pesonanya.


"dunia sempit banget ya "ucap gavin dengan nada sinis.


"jadi.. Kalian abis ini ada rencana apa ?"akbar kembali bertanya saat pesanan nya baru saja di antarkan oleh seorang pelayan.


"pulang"jawab gavin dan danar secara kompak.


"nonton"nadin dan baby menjawab tidak kalah kompak .


Mereka saling menatap pasangan masing-masing. Rencana awal mereka setelah makan memang menonton film, tapi kenapa juga para laki-laki itu malah merubah tujuan.


Sementara itu akbar hanya bisa tersenyum menyaksikan pasangan tersebut. Well akbar tahu persis alasan mereka tidak menjawab secara kompak. Pasti dia salah satu alasan nya.


"awalnya kita emang mau nonton.. "gavin akhirnya buka suara. "tapi gak jadi karena mendadak mood gue rusak karena seseorang "sindir gavin sambil  menatap sinis ke arah akbar.


Sementara danar hanya bisa mengangguk-angguk menyetujui perkataan gavin. Lebih baik dia diam saja dari pada di wawancara baby yang super cerewet itu.


"nggak ! Kita tetap nonton "jawab nadin dan baby dengan penuh ketegasan.


Akbar tersenyum lebar semantara gavin dan danar sudah langsung menunjukan wajah masam. Kenapa juga disaat seperti ini pasangan mereka tidak mengerti kode.


"gue boleh gabung  ? Itupun kalau kalian nggak keberatan "


"boleh kok"


"iya boleh banget malah "baby tersenyum lebar, bukan apa-apa baby memang selemah itu jika di hadapkan dengan pria tampan.


"ehkm ehkm... "gavin dan danar yang merasa terabai kompak berpura-pura batuk demi menarik perhatian pasangan mereka.


"kalian gak apa-apa kan kalau gue ikut ? " tanya akbar yang sebenarnya hanya berbasa basi saja. Dia tahu gavin dan danar tentu keberatan.


"oh santai aja mereka kan katanya mau pulang " jawab baby dengan entengnya, danar langsung mengeratkan pelukkan nya lalu memelototi baby.


"nggak ! "jawab gavin dan danar secara bersama-sama.


Walaupun biasanya pertemanan mereka bagaikan tom and jerry, tapi jika sudah di situasi seperti ini mereka terpaksa harus kompak. Semua demi menjaga wilayah teritorial masing-masing.


"yauda.. Kalau gitu sekarang kita ke bioskop "ajak akbar yang luar biasa bahagia karena rencana nya berhasil.


Mereka berlima keluar dari restaurant bersama-sama . Akbar, nadin dan baby tampak asik berbincang sementara gavin dan danar mengikuti mereka dari belakang.


"tuh lihat gara-gara bini lo tuh nadin jadi ikut-ikutan ganjen "protes gavin.


Danar yang merasa tidak terima mendelikkan mata lalu berkata." heh .. Kalau lo lupa itu orang bos nya bini lo "

__ADS_1


"oke, di situasi ini kita gak boleh berantem, kita harus kompak buat mengusir virus dari wilayah kekuasaan kita "ucap gavin dengan nada berapi-api.


"terus gimana caranya ? Tuh lo gak lihat mereka keliatan asik bertiga "


Gavin ikut menatap ke arah yang danar tunjukkan. Benar memang mereka bertiga tampak tertawa, sementara gavin dan danar jalan di belakang mereka sambil membawa paperbag hasil belanja wanita-wanita itu.


Mereka berdua mengghela nafas bersama-sama . Jika terus di biarkan akbar akan besar kepala karena merasa di atas angin.


"vin.. Lo kan udah pengalaman nih sama situasi begini "


"maksud lo apa ?"gavin mengernyit tidak faham dengan perkataan danar.


"iya pengalaman dalam merebut istri orang"


"lo tau kampret gak nar ! Tuh lo tuh kampret !"


"loh fakta gak boleh lo pungkiri "


"udah ... Lo ya ngajakin gue ribut terus, tuh lo liat mereka udah beli tiket.. Kita gak boleh membiarkan akbar duduk di dekat pasangan kita "


Danar dan gavin langsung berjalan cepat manuju pasangan masing-masing lalu merangkul mereka agar jauh dari jangkauan akbar.


Mereka berlima masuk ke dalam theater 1 , seperti rencana awal mereka. Tidak ada yang boleh membiarkan akbar duduk di samping salah satu dari wanita mereka.


Karena itu walaupun berat terpaksa mereka berdualah yang duduk dengan posisi mengapit akbar.


2 jam sudah mereka habiskan untuk menonton film bergenre horor tersebut. Sepanjang film diputar baik gavin maupun danar sesekali memejamkan mata mereka saat film itu sedang menampilkan sosok hantu yang membuat satu gedung bioskop berteriak gaduh.


"ah.. Tadi harus nya ya si cewek itu sadar kalau suami nya yang bunuh orang-orang "baby berkomentar.


"iya ih, kok ada ya orang psycho kayak gitu.. Serem juga kalau ketemu orang begitu "nadin menimpali sementara yang lain hanya diam saja.


Terlebih gavin dan danar yang memang tidak betul-betul menyaksikan keseluruhan film karena sejujur nya mereka takut. Tapi demi menjaga image di depan akbar mereka mati-mati an berusaha untuk tidak berteriak tadi di dalam bioskop.


"kalian suka banget ya sama film horor ?"tanya akbar yang melihat kedua gadis itu nampak excited saat bercerita.


Dengan kompak mereka berdua mengangguk.


"kok selera kita sama sih, coba kalian masih single, mungkin salah satu di antara kalian bisa jadi jodoh gue "akbar tertawa sementara gavin dan danar sudah melotot.


Nadin dan baby tertawa , mereka melirik pasangan masing-masing yang sudah jelas sekali dari raut wajah nya terlihat murka. Ups sepertinya akan ada hujan badai.


"aku masih... Emmm  belum menikah "jawab baby sambil melirik danar sengaja untuk memanas manasi laki-laki itu.


Tapi reaksi danar sungguh di luar dugaan baby, baby fikir jika di kode in seperti itu danar akan bereaksi seperti pria-pria di film - film yang akan langsung marah lalu menarik si wanita dan berakhir dengan pernyataan cinta.


Tapi kembali lagi dia harus menelan pil pahit saat seorang danar argantara tetap tenang di tempat dia berdiri. Boro-boro marah atau menarik baby, pria itu hanya diam saja menatap akbar.


"oh jadi kamu bukan pacar nya danar ?"tanya akbar kembali memastikan.


Baby menatap danar menunggu jawaban apa yang di ucapkan oleh nya. Tapi danar hanya diam saja hingga baby menggeleng sebagai jawaban pertanyaan akbar.


"kami gak pacaran "jawab baby pada akhirnya.


Senyum merekah langsung terbit di bibir akbar. Setidaknya walaupun gagal mendapatkan nadin, baby lumayan juga untuk dia jadikan pertimbangan.


Akbar baru akan mendekat ke arah baby, namun langkahnya harus terhenti karena danar lebih dulu menghalanginya. Membuat akbar mengerutkan dahi sementara baby melongo di buatnya.


"lo kan bukan pacarnya "akbar tersenyum sinis, sementara danar yang di berikan pernyataan begitu bingung harus berkata apa.


"tapi gue pernah ciuman sama baby "danar tersenyum lebar merasa jika pernyataan nya barusan akan membuat niat akbar untuk mendekati baby buyar.


Tidak disangka akbar malah tertawa sambil menunjuk-nunjuk danar. Bisa-bisa nya hanya karena pernah berciuman danar melarang akbar mendekati baby. Hidup di zaman apa sebenarnya laki-laki itu.


"god... Danar lo tau di luar negeri sana ciuman itu udah hal biasa "akbar menarik tangan baby. "so.. Kalau lo emang bukan pacar nya gue berhak dong buat pdkt sama baby "


Danar hanya bisa diam saat melihat baby sudah berdiri di samping akbar, tangan laki-laki itu tanpa malu menggenggam tangan baby. Dan gadis itu tidak menolak nya.


"thanks ya semua nya , gue boleh kan ajak baby jalan ?"kali ini pertanyaan itu ditujukan untuk gavin dan nadin yang sejak tadi tidak berkomentar apapun.


"gue anggap diam nya kalian tanda setuju "akbar tersenyum menampakkan lesung pipi nya.


"aku .. Pergi ya sama akbar "pamit baby walaupun mata nya menatap danar, laki-laki itu masih diam saja seolah tidak perduli baby pergi dengan akbar atau tidak.


Akbar dan baby pergi meninggalkan gavin,nadin dan danar yang masih diam saja di tempat nya berdiri. Lalu sebuah tepukkan di punggung kembali membuat danar tersadar.


"lo tau nar.. Dulu lo pernah bilang gue


Pengecut, tapi ternyata lo gak ada beda nya "ucap gavin.


"gue sama nadin balik, lo silahkan ratapi kesedihan sendiri, kalau butuh teman curhat rumah gue sedia tissue banyak kok "gavin menepuk pundak danar sebelum berlalu dari hadapan danar sambil menggenggam tangan nadin.


*************


"vin, menurut kamu akbar beneran naksir baby ?"tanya nadin saat mobil mereka baru saja keluar dari parkiran mall.


"nggak lah, akbar tuh emang hobi aja ngerusak hubungan orang "jawab gavin dengan begitu yakin.


Nadin mendegus kesal dengan jawaban gavin yang selalu saja berbau sinis jika sudah menyangkut akbar.


"kamu tuh ya setiap kali aku sebut nama akbar, bawaan nya sensi terus "protes nadin tidak di hiraukan gavin.


"aku jadi curiga sama kamu "nadin memicingkan mata menatap gavin.


"curiga apa ?"


"sensi nya kamu tuh kayak sensi mantan pacar yang belum move on, punya masa lalu apa kamu sama akbar ? Pernah naksir ya !?"cerocos nadin tanpa henti.


Amit amit jabang baby.. Mendengar celotehan nadin bulu kuduk gavin langsung berdiri. Jikalaupun dia penyuka sesama jenis dia tidak akan pernah memilih akbar sebagai pacarnya. Naziz


"iuh..  Emang nya eike cowok apaan "gavin pura-pura menyampirkan rambut ke telinga dengan gaya gemulai.


Nadin yang melihat tingkah suaminya yang terkadang gak jelas itu hanya bisa tertawa. Gimana nggak makin jatuh cinta kalau pria ini selalu berhasil menyulap emosi nya jadi rasa bahagia.


Nadin mengeluarkan paperbag yang tadi di berikan oleh baby. Dia penasaran apa isi nya, karena baby hanya mengatakan itu oleh-oleh dari korea selatan.


"hadiah dari siapa itu ?"gavin yang keppo melongok ke dalam paper bag yang sedang nadin buka.


"parfume vin.. Asik baby tau aja kesukaan aku "nadin membuka botol parfume tersebut lalu menyemprotkan ke pergelangan tangan nya.

__ADS_1


Tiba-tiba saja gavin menghentikkan mobil nya, laki-laki itu langsung keluar dari mobil lalu memuntahkan sesuatu di pinggir jalan.


Nadin langsung keluar menyusul gavin yang terlihat lemas setelah memuntahkan nyaris seluruh makanan yang baru saja dia makan.


"kamu kenapa ?"nadin mengusap usap punggung gavin.


"aku nggak tau aku mual banget nyium parfum kamu "


"loh kamu biasanya fine fine aja , ini kan yang biasa aku pakai vin "nadin masih mengelus punggung gavin sambil memberikan gavin minyak angin.


Gavin menggeleng dia pun tidak tahu mengapa dia mendadak mual hanya karena mencium aroma parfume.


"aku aja ya yang nyetir, kita pulang ke rumah aja aku buatin kamu bubur "tawaran nadin langsung di angguki oleh gavin.


Nadin memapah gavin sampai duduk di kursi penumpang lalu setelah memakaikan sabuk pengaman nadin mencium kening gavin sekilas sebelum menutup pintu mobil.


Mereka sampai di rumah mereka, belum sempat nadin membuka pintu mobil, gavin terlebih dahulu lari ke dalam rumah nya. Sepertinya pria itu ingin muntah kembali, nadin jadi semakin khawatir.


Benar saja dugaan nya saat sampai di kamar mereka , gavin terduduk di bawah wastafel. Wajah nya nampak pucat sambil sesekali jemari nya memijit pelipis nya yang terasa berdenyut .


"kita ke rumah sakit aja ya .. Aku takut kamu keracunan vin "nadin yang terlihat khawatir membersihkan wajah gavin dengan handuk yang sebelumnya sudah dia beri air hangat.


Gavin menggeleng masih merasa hangover akibat keluarnya seluruh makanan yang dia makan tadi siang.


"yauda kalau gitu boboan dulu ya.. Aku ambilin kamu baju ganti "nadin merentangkan tangan nya untuk membantu gavin berdiri.


Setelah menyelimuti gavin nadin pergi untuk mengambilkan baju ganti untuk gavin, lalu pergi ke dapur untuk membuat bubur.


Untung saja dia sempat mempelajari cara membuat bubur dari youtube. Terima kasih untuk perkembangan tekhnologi yang memudahkannya. Dan semoga saja hasil masakan nya enak.


Setelah beberapa saat nadin kembali ke kamar, gavin sedang duduk sambil mengetik sesuatu di ponsel nya.


"kamu lagi ngapain ?"nadin menaruh baki yang berisi bubur serta susu hangat di atas nakas.


"ini aku lagi order makanan, aku tiba-tiba pengen banget nad makan soto pak kumis "gavin masih sibuk dengan ponsel nya sementara nadin berfikir sejenak.


Kok bisa ? Gumam nadin dalam hati.


"tapi aku udah buatin kamu bubur vin, badan kamu udah enakkan ?"nadin menyentuh kening gavin.


Gavin mengangguk lalu pria itu menaruh ponsel nya di atas nakas.


"tetap aku makan kok sayang bubur buatan kamu.. "gavin meletakkan mangkuk bubur itu di atas pangkuan nya lalu mulai menyuapkan ke dalam mulutnya.


"tapi aku gak tau ya nad, waktu aku bayangin soto pak kumis badan aku langsung jadi seger aja gitu "gavin tersenyum lalu menyuapkan sesendok bubur pada nadin.


"pinter masak ya kamu sekarang "gavin membelai puncak kepala nadin membuat istrinya tersipu malu.


"masak kan tergantung niat vin, toh sekarang udah ada youtube yang ngasih tau tutorial nya "


Gavin menangguk-angguk menyetujui perkataan nadin. Gimana gak makin cinta coba kalau nadin jago masak dan pintar begini.


"tapi ya vin.. Kok aneh ya ?"nadin mengerutkan dahi.


"aneh kenapa ?"


"aku nggak ngerasain apapun, tapi kamu malah muntah-muntah terus sekarang malah kayaknya kamu lagi ngidam "


"oh .. Haha iya aneh ya aku udah mirip kayak ibu hamil aja "gavin menghabiskan bubur buatan nadin lalu meletakkan mangkuk nya kembali ke atas nakas.


"jelas aneh vin, soalnya yang ada 'dua garis' biru kan aku. Kok malah kamu yang begini "


Byurrr !!!


Gavin menyemburkan seluruh air yang baru saja dia minum. Tidak tanggung-tanggung nadin yang jadi korban karena sekarang bukan hanya wajah tapi separuh baju nadin ikut-ikutan basah. Keterlaluan memang gavin dia kira dia lagi berperan jadi mbah dukun.


"gavin keterlaluan kamu ya !!!"teriak nadin tepat di depan wajah gavin.


"nad.. Coba ulangin lagi "gavin nampak sumringah , dia tidak salah dengar kan tadi.


"ulangin apa ?! Ulangin adegan pas kamu nyembur aku pakai air ?! "nadin yang masih murka jadi hilang mood untuk memberikan gavin kejutan.


Gavin menggeleng. "bukan sayang.. Tadi aku denger kamu ngomong ... Dua garis biru.. Itu kan berarti .." gavin menggenggam kedua tangan nadin.


Nadin yang masih kesal namun melihat ekspresi bahagia yang gavin tunjukkan akhirnya mengalah. Padahal niat nya setelah double date tadi siang dia akan memberikan kejutan pada gavin, tapi malah nadin sendiri yang merasa terkejut dengan gavin.


"nadin.. Kamu hamil sayang ?"gavin menangkup kedua pipi nadin.


Awalnya nadin diam saja , lalu sejurus kemudian wanita itu mengangguk.


"selamat ya vin, sebentar lagi kamu akan jadi dady "nadin tersenyum dia juga menangkup kedua pipi gavin.


Gavin langsung membawa nadin kedalam pelukannya. Mengecup nadin berulang kali sambil terus berucap syukur. Tidak dia sangka tepat 1 hari sebelum ulang tahun nya, impian nya betul-betul terwujud.


"makasih sayang, ini betul-betul kado paling indah yang pernah aku terima "


Nadin mengangguk semakin mengeratkan pelukkan nya pada gavin. Dia pun juga merasakan hal yang sama pada gavin. Terlebih nadin merasa lega dia tidak mandul seperti yang orang-orang katakan.


Nadin bahkan sampai meneteskan air mata saat melihat langsung bagaimana hasil di testpack itu menampilkan dua garis biru.


Gavin langsung melepaskan pelukkan nya. Lalu beralih mengelus perut nadin yang masih terlihat rata.


"hai sayang.. Kamu baik-baik ya di perut momy.. Jangan bikin momy sakit, biar dady aja yang ngerasaain sakit kalau bisa ya.. "perkataan gavin membuat nadin tersenyum.


"dady jangan sakit, nanti momy sedih "nadin berbicara menirukan suara anak kecil.


Gavin tertawa lalu setelah mengecup perut nadin laki-laki itu duduk di hadapan nadin. Bisa gavin bayangkan sesempurna apa wajah anak nya kelak, mengingat mereka lahir dari bibit unggul seperti dirinya dan nadin.


"nad.. Kamu tau nggak "


Nadin menggeleng . " apa ?"


"kok aku ngerasa... "


"ngerasa apa ?"


"ngerasa mau beli mobil baru yang limted edition itu loh nad, kayaknya ini permintaan anak kita "gavin tersenyum lebar sampai seluruh gigi putih nya terlihat.


Nadin mendelikkan mata, dia tahu persis berapa kocek yang harus mereka keluarkan untuk kendaraan yang gavin maksud itu. Sepertinya belum apa-apa nadin punya firasat kalau anaknya kelak akan menuruni sifat momy nya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2