CEO Rese Dan Secretary Matre Nya

CEO Rese Dan Secretary Matre Nya
Episode 50


__ADS_3

Seorang pria duduk di tepi jendela sambil memandang gerimis yang perlahan membasahi jendela kaca sebuah restaurant. Di tatap nya orang-orang yang berjalan terburu-buru di trotoar mencari tempat berlindung dari hujan, sementara beberapa kendaran roda dua nampak menepi di sebuah halte.


Lalu dia menyesap kopi yang sudah mulai dingin. Rasa pahit langsung menembus tenggorokan pria itu.  setelahnya, pria itu mengambil sesuatu dari dalam saku jas nya.


"gavin christopher "akbar membaca pahatan yang terukir di bagian dalam cincin yang saat ini dia pandangi.


Kembali tatapan akbar menerawang pada kejadian tempo hari.


Flash Back


"akbar sorry gue gak sengaja "nadin menatap akbar dengan tatapan memelas setelah wanita itu tanpa sengaja menumpahkan wine di baju akbar.


"it's okay nad.. Gue bisa bersihin kok "akbar tertawa sambil membersihkan noda merah di baju nya dengan tissue.


Tapi nihil, noda kemerahan sudah terlanjur tercetak di baju akbar yang berharga fantastis itu.


"ini masih bisa hilang mungkin pakai sabun, ayo kita cari wastafel "nadin tanpa sadar menarik tangan akbar untuk berjalan mengikutinya.


Akbar tersenyum menatap genggaman nadin pada tangan nya.  Dalam hati akbar bersyukur atas insiden yang menyebabkan suite berharga mahal ini ternodai oleh segelas wine.


Mereka berdua sampai di depan wastaffel. Nadin memencet cairan pembersih tangan yang berada tepat di samping kaca. Lalu diusapkan nya cairan berwarna hijau itu ke noda yang tercetak jelas di pakaian milik akbar.


"sorry.. Gue gak sengaja bar "nadin masih berusaha membersihkan noda di baju akbar dengan sapu tangan yang sudah dia beri cairan pembersih tangan.


"it's okay nad.. Gak usah ngerasa gak enak gitu "akbar terkekeh sambil menatap nadin yang sedang sibuk membersihkan kemeja nya.


"bar.. Tunggu disini ya gue cari bantuan "dengan terburu-buru nadin pergi meninggalkan akbar yang masih memperhatikan nadin dengan senyuman.


"hah.. Nad padahal gue tinggal buang baju ini "akbar memperhatikan moda yang memang tidak bisa hilang bahkan setelah di bersihkan dengan cairan pembersih tangan.


Saat itu akbar tanpa sengaja melihat sesuatu yang berkilauan di dekat wastafel.


"cincin nadin ?"akbar bergumam dalam hati lalu mengambil benda tersebut.


Diam-diam akbar memasukkan cincin tersebut kedalam saku jas nya. Seulas senyum terukir di wajah pria itu. Entah apa yang ada di fikiran nya, lalu nadin kembali menghampiri nya.


Flash Back Off


"sorry bar gue telat... "nadin duduk di hadapan akbar sambil mengatur nafas nya.


Akbar sedikit terkekeh melihat wanita di hadapan nya itu. Lalu tiba-tiba akbar berdiri mengambil sebuah sapu tangan di dalam saku nya.


"makan jangan di sisa in gitu dong nad "akbar tersenyum sambil membersihkan sisa makanan yang ada di ujung bibir nadin.


"haha thanks "untuk sepersekian detik nadin tidak menyadari perlakuan akbar barusan membuat pipi nya merona.


"jadi... Ada apa bapak akbar yang terhormat mengajak istri saya bertemu di akhir pekan ?" suara sinis itu terdengar semakin jelas saat sosok tegap yang baru saja datang duduk tepat di hadapan akbar.


Gavin menatap tajam pria yang jelas berpotensi mengganggu rumah tangga nya. Rasanya 1 jam berlatih thai boxing masih belum membuat emosi nya reda, jika di hadapkan lagi pada si sumber masalah.


"oh hai vin, habis nge gym ?"akbar melirik tas yang sengaja gavin taruh di atas meja.


"menurut lo  ? Buat apa gue bawa tas olah raga jika bukan buat olah raga ?" jawab gavin dengan nada sarkas.


"vin "nadin menyikut perut gavin, merasa malu dengan sikap gavin yang jelas tidak sopan mengingat posisi akbar adalah atasan nadin.


"bar.. Jadi ada apa nih ? "nadin mengambil alih pembicaraan.


"gue.. Mau mengembalikan ini "akbar meletakkan cincin nadin di atas meja.


Baik gavin maupun nadin langsung membelalakkan mata. Nadin yang merasa terkejut karena ternyata dugaan gavin benar, sedangkan gavin yang memberikan tatapan ' tuh kan betul dugaan gue ' .


"tuh kan pasti gara-gara aku ceroboh "nadin perlahan melirik wajah gavin yang sudah sangat amat emosi.


"sorry baru sempat kembaliin ke kamu nad "akbar masih tersenyum padahal jelas sekali pria di hadapan nya sudah ingin memakan nya hidup-hidup.


"makasih banget ya bar , gue nyaris aja per... "nadin sedikit terkejut karena tindakan spontan gavin yang menginjak kaki nya .


Nyaris saja nadin kecepolsan mengatakan pada akbar, jika karena hilang nya cincin itu dia dan gavin harus perang dingin selama seminggu .

__ADS_1


Memang sih awalnya gavin tidak mempermaslahkan prihal cincin yang baru nadin ketahui bernilai fantastis itu. Tapi... Gavin secara tidak langsung sering sekali melontarkan nada sindiran terhadap nadin.


Seperti 3 hari yang lalu, saat gavin dengan sukarela menemani nadin nonton drama korea. Awalnya nadin tidak menaruh curiga, malah bahagia luar biasa karena gavin yang notabene anti film menye-menye mendadak mau menemani nya menonton.


Tapi entah mengapa saat adegan dimana si cowok yang merupakan pihak ketiga dari pasangan pemeran utama, menyembunyikan ponsel milik pemeran wanita karena si pria berniat membuat sang wanita gagal pergi kencan dengan si pria pemeran utama.


Tiba-tiba saja gavin berkata. "tuh nad jangan sampai kamu ceroboh kayak cewek itu , bisa-bisa nya dia gak sadar kalau cowok itu keliatan nya aja alim padahal busuk " komentar gavin dengan nada berbau nyinyiran.


Nadin yang entah kenapa akhir-akhir ini menjadi lebih sesitif, langsung beranjak dari sofa lalu berdiri menghadap gavin sambil bertolak pinggang.


"kamu nyindir aku !"


Gavin menggeleng. "nggak kok , kamu nya aja yang baper "


Nadin semakin melotot mendengar nada bicara gavin yang jelas sedang di buat-buat .


"aku gak baper ! Kalau kamu mau aku sekarang terbang ke paris buat nyari duplikat cincin kita , Fine ! "


"kok jadi malah cincin lagi yang kamu bahas ?"gavin ikut berdiri mensejajarkan diri dengan nadin.


"gak usah bohong vin ! Aku tahu kamu masih kesel gara-gara aku ngilangin cicin pernikahan kita ! "


"nggak ! Aku biasa aja "ucap gavin namun tidak berani menatap nadin.


"udah deh berhenti nyindir-nyindir aku , aku bakalan cari cincin itu sampai ketemu ! "ucap nadin dengan berapi-api.


"kamu mau cari kemana ? Aku bilang kan cincin itu limited edition sayang " gavin tersenyum tapi kali ini bukan membuat nadin terpesona tapi senyuman gavin semakin membuat nadin kesal.


Nadin yang masih bingung harus menjawab apa akhirnya hanya bisa diam. Beberapa hari yang lalu dia sempat menghubungi teman nya yang tinggal di paris. Lalu nadin bercerita tentang cincin itu, dan gavin memang benar cincin itu memang cincin limited edition.


Jika tidak ada masalah ini nadin mungkin tidak akan tahu, cincin yang selama ini sering dia pakai untuk mencuci piring walaupun hanya sesekali itu ternyata bernilai fantastis.


Nadin jadi punya niat jahat suatu saat jika gavin macam-macam setidaknya dia punya lebih dari cukup tabungan buat menyokong hidup nya. Ups


"oh.. Aku tahu sih tempat yang kamu bisa datangi untuk menemukan cincin kita "gavin tersenyum.


"rumah akbar atau mungkin di kantor akbar ?" ada nada sinis setiap kali gavin menyebut nama itu.


"oh.. Jadi sekarang kamu lebih bela akbar nad dari pada suami kamu sendiri ?"gavin meninggikan suara nya tanpa sadar .


"aku gak bela akbar vin !! "


"nad.. Fakta nya emang akbar yang ambil cincin pernikahan kita ! "


"kamu jangan nuduh orang tanpa bukti ! Bisa-bisa kamu di laporin dengan tuduhan pencemaran nama baik "


Gavin menghela nafas panjang sebelum melanjutkan argument nya.


"gini ya nad, kami sesama lelaki tahu bagaimana cara laki-laki kalau sedang mendekati wanita, dan jelas aku yakin 100% kalau akbar itu mau merebut kamu dari aku nadin ! "gavin kembali meninggikan suaranya.


Nadin menggelengkan kepala, entah harus berapa kali dia meyakinkan gavin kalau akbar tidak sejahat apa yang ada di dalam benak gavin.


Hanya karena akbar baik memang bisa di jadikan alasan pria itu menyukai nya ? Bisa saja kan akbar memang baik ke semua wanita .


"gini ya vin kamu ... "belum sempat nadin melanjutkan bantahan nya, gavin terlebih dahulu memberikan isyarat pada nadin untuk menghentikkan pembicaraan nya.


Laki-laki itu berjalan ke arah sofa lalu mengambil headphone yang tergeletak di sana lalu memakai nya. Sambil duduk di atas sofa gavin mengunyah popcorn yang tadi menemani mereka menonton drama korea.


"ayo lanjutin marah nya "ucap gavin berhasil membuat nadin terpaku untuk beberapa saat.


Maksud gavin, nadin harus marah-marah di hadapan gavin yang menggunakan headphone sambil memakan popcorn. Sungguh tidak ada yang lebih menyebalkan dari seorang gavin christopher.


Dia fikir nadin apa ?! Badut ?!


Nadin yang kesal meninggalkan gavin di ruang tv sendirian, lalu sejurus kemudian terdengar suara pintu tertutup sangat kencang. Gavin menggeleng-gelengkan kepala menatap kelakuan nadin yang penuh drama.


"tuh liat jef mami kamu lagi marah aja masih tetap imut ya ? Untung papi cinta "curhat gavin pada ikan mas koki kesayangan nya.


 

__ADS_1


Sepanjang perjalanan pulang gavin tidak henti\-henti nya bersiul bahkan sesekali laki\-laki itu bernyanyi mengikuti lagu yang di putar di radio. Jelas sekali mood gavin sedang dalam kondisi sangat amat baik.


Berbanding terbalik dengan wanita di sampingnya yang masih menunjukan wajah masam sejak melangkah keluar dari restaurant.


"jadi.. Aku menang dong "gavin mencolek pipi nadin walaupun tidak ditanggapi oleh wanita itu.


"jangan nangis karena kamu kalah taruhan. Aku belum kefikiran aja nih mau minta hadiah apa dari kamu "gavin memegang dagu nya dengan tangan yang bebas dari kemudi.


"oke, kamu boleh minta apapun , apapun ! Puas !! "ucap nadin dengan nada sinis.


Gavin tertawa melihat nadin yang sedang merana karena kalah bertaruh dari nya. Mereka melakukan taruhan saat tiba\-tiba saja akbar mengajak nadin untuk bertemu.


Gavin dengan pede berkata kalau akbar akan mengembalikan cincin mereka, tapi nadin malah berpendapat jika akbar mengajak dia bertemu untuk membicarakan pekerjaan.


Dan ternyata gavin menang.


"apa aku bilang, cincin kita ada di akbar kan ? Dasar pebinor "umpat gavin tapi sepersekian detik dia merasa seperti de'javu dengan istilah itu.


Nadin memberikan tatapan laser dengan senyum smirk. "oh.. Pebinor ya.. Apa ini karma buat kamu vin ups.. "nadin buru\-buru menutup mulutnya.


"nggak ya ! Mana ada begitu , emang akbar nya aja yang ganjen udah tahu kamu istrinya aku, masih aja usaha !"gavin membela diri walaupun diam\-diam dia juga menduga itu karmanya.


"tapi bisa aja kan emang akbar yang kebetulan nemu ! Berapa kali sih aku bilang jangan nuduh orang tanpa bukti "


"tadi kan juga akbar udah bilang kalau dia nemuin itu di wastafel, kamu masih aja berprasangka buruk vin ? Untung akbar yang menuin coba kalau orang lain, udah di jual mungkin cincin kita "


Gavin menggeleng, heran bahkan disaat sudah terbukti cincin itu ada di tangan akbar istrinya masih saja membela lelaki kardus itu.


"kamu belain akbar terus jangan\-jangan kamu jatuh hati ya sama dia ?"tuduhan gavin langsung mendapatkan pukulan cukup keras di lenganya sampai gavin mengaduh.


"kalau ngomong jangan sembarangan "ucap nadin.


"kok kamu jadi bawel gini sih nad, dulu perasaan kamu manis banget "protes gavin.


"ah biasa aja , kamu kali yang baper "


"emang bener apa kata orang, cewek saat jadi pacar manis nya seperti anak kucing tapi begitu nikah berubah jadi singa betina "curhat gavin langsung mendapat pelototan dari nadin.


"oh.. Jadi kamu ngatain aku singa ? Singa kan gede badan nya ! Itu sama aja kamu ngatain aku gendut ! Iya kan !!"nada suara nadin mulai meninggi.


Tidak ada yang lebih sensitif bagi wanita selain menyinggung prihal berat badan. Jujur salah tidak jujur tambah bikin maslah.


Gavin menyugar rambut nya kebelakang, entah kenapa dia merasa akhir\-akhir ini nadin menjadi moody. Tiba\-tiba marah, tiba\-tiba manis, dan yang lebih aneh tiba\-tiba nangis.


"hiks.. Hiks.. Kamu pasti nggak suka aku gemuk , iya kan vin "


Baru saja dibicarakan langsung terjadi kan , nadin tiba\-tiba saja menangis .


"nggak sayang , maksud aku ngomong tadi tuh bukan begitu "gavin membelai lembut puncak kepala nadin.


"nggak gitu gimana ? Jelas \- jelas tadi kamu secara gak langsung bilang aku sejak jadi istri kamu udah berubah jadi singa " nadin masih sesenggukkan.


"sayang.. Yauda aku minta maaf ya kalau kata\-kata aku menyinggung kamu "


Tidak ada jawaban dari nadin, wanita itu masih sesenggukan sambil sesekali menyeka hidung nya dengan tissue.


"stop vin !"teriakkan nadin membuat gavin berhenti mendadak beruntung tidak ada mobil atau motor di belakang mobilnya, jadi tidak akan terjadi kecelakaan beruntun akibat ulah istrinya.


"kenapa nad ?"tanya gavin saat melihat nadin sudah membuka pintu mobil.


"aku mau makan di mcd ! Berantem sama kamu bikin aku kehabisan energi aku butuh makan Big Mac , Ayam Spicy sama McFlurry Oreo "lalu setelahnya nadin membanting pintu cukup keras.


Bukan nya marah gavin malah tertawa terbahak\-bahak melihat tingkah laku istrinya yang semakin lama semakin ajaib itu.


Gavin memutuskan untuk memarkirkan mobil nya sebelum menyusul nadin masuk kedalam restaurant cepat saji itu.


Sepertinya setelah makan ini dia harus kembali pergi ke tempat gym, mengingat gavin selaku khilaf setiap kali dihadapkan dengan menu\-menu di restaurant cepat saji itu.


**Bersambung**

__ADS_1


 


__ADS_2