
Suara berisik dari luar membuat danar terpaksa bangun dari tidur panjangnya. Biasanya laki-laki itu memang selalu tidur seharian kala weekend tiba.
Kecuali jika tiba-tiba kawan-kawan nya mengajak danar untuk sekedar hang out pasti laki-laki itu akan setuju, dengan syarat berangkat sehabis maghrib.
Masih sambil menguap danar menuruni tangga menuju ruang keluarga tempat suara gaduh itu berasal. Baru saja kaki danar menapaki lantai dasar , mata pria itu langsung terbelalak kaget.
"pasti gue masih mimpi "ucap danar sambil mengerjap ngerjapkan mata mencoba memastikan apa yang di lihat nya memang benar orang itu.
"pagi sayanggggg "
Teriakkan wanita itu yang menggema di seluru rumah membuat danar yakin jika penglihatan nya tidak salah.
Itu memang dia. Si wanita gila.
Tanpa persiapan apa-apa tiba-tiba saja wanita itu sudah memeluk danar yang masih berdiri di tangga.
"kamu baru bangun tidur aja wangi banget sih " ucap wanita itu tepat di samping telinga danar setelah sebelumnya wanita itu mengendus danar di bagian leher.
Bulu kuduk danar seketika merinding di buatnya. Wanita yang kini sedang senyum-senyum sambil menatap danar betul-betul sudah tidak waras.
"ngapain disini ?"danar bertanya karena dia sangat yakin tidak memiliki janji apapun dengan wanita yang masih memeluknya tanpa tahu malu ini.
"kok ngapain sih, ini namanya kegiatan yang harus di lakukan saat hari minggu. CFD yuk "wanita itu malah tersenyum lebar.
Untuk sepersekian detik danar akui wanita ini betul-betul membuat danar gagal fokus. Cantik banget.
Danar menggeleng-gelengkan kepala mencoba mengusir segala macam fikiran kotor yang berpotensi mengkontaminasi kesucian otak danar.
"dan... Kamu kok malah asik asikkan peluk peluk baby, belum mandi juga " ucap mami danar yang sangat amat bahagia mendapati anaknya berpacaran dengan penyanyi yang wajahnya sering nongol di TV.
Danar langsung melepaskan pelukkannya, eh sebentar yang peluk peluk itu kan baby bukan danar.
Danar berjalan menuju meja makan dimana kedua orang tua nya sudah duduk manis dengan nasi goreng sebagai menu sarapan mereka.
Danar mengernyitkan dahi, setahu danar selama dia tinggal bersama orang tua nya itu, tidak pernah sekalipin mereka sarapan sesuatu yang berat seperti nasi goreng.
Danar terbiasa hanya minum susu sebagai sarapan, papi nya hanya minum kopi dan makan roti bakar begitupun mami nya.
Tapi melihat nasi goreng tersaji di hadapan mereka, danar curiga pasti ini ulah seseorang.
Danar melirik baby yang duduk di sampingnya." lo yang masak ini semua kan ?"tanya danar dengan nada ketus.
Bukannya sedih atau kesal baby malah tertawa. Dia menopang wajah dengan kedua tangan lalu menatap danar lekat-lekat.
"iya dong... Service untuk pacar aku di hari pertama "bisik baby di telinga danar.
Danar sampai harus menelan saliva karena terkejut dengan tingkah baby yang selalu di luar dugaannya.
"duh kalian ini romantis banget, papi jadi iri " ledek papah danar.
Danar hanya bisa diam saja menerima ledekkan papinya yang jarang berkomentar itu. Semakin kuatlah dugaan danar kalau baby sudah mencuci otak orang tua danar.
"gue gak biasa sarapan nasi goreng " ucap danar saat baby baru saja menyendokkannya nasi goreng .
"dan.. Makan ! Baby udah mau repot loh masakin nasi goreng buat kita "mami danar mengucapan kalimat itu dengan penuh penekanan seolah sedang mengancam danar .
Akhirnya dengan terpaksa danar menyuap nasi goreng buatan baby. Dan ternyata rasanya cukup enak untuk ukuran wanita yang danar nilai belum pernah masuk dapur.
Orang tua danar tidak henti-hentinya memuji baby dan bertanya ini dan itu pada wanita yang mereka sudah loloskan sebagai calon menantu .
Danar hanya diam menyaksikan antusiasme kedua orang tua nya. Terlalu malas untuk menanggapi orang tuanya yang terkesan lebay.
Selesai sarapan mami danar menyuruh baby untuk ikut danar ke taman di belakang rumah mereka.
Rumah danar memang di penuhi dengan berbagai jenis bunga, hobi mami nya yang memang gemar mengoleksi bunga menjadikan halaman rumah mereka betul-betul menakjubkan.
"wow "baby menatap kagum saat mereka baru saja tiba di halaman belakang rumah danar.
"ini bagus banget nar "baby melepaskan hells nya, lalu gadis itu berjalan di atas rumput dengan bertelanjang kaki.
Danar mengamati tingkah baby yang dengan cueknya berjalan sambil sesekali melompat di atas rumput.
Dasar norak ! Bocah banget ! Dia fikir lagi shooting film india apa !
Gumam danar dalam hati melihat tingkah baby yang sedang berlarian sambil mengeluarkan kamera.
Danar menebak wanita itu pasti sedang live di IG atau apapun itu karena sekarang wanita itu sedang cuap cuap di hadapan kamera.
Walaupun baby itu katanya sering muncul di televisi, tapi kenapa danar tidak merasa pernah melihat wanita ini. Mungkin danar kudet atau baby ini sekuter alias selebrity kurang terkenal.
"dan.. Kok malah bengong sih " baby sudah berada di hadapan danar dengan senyum lebar nya.
Mungkin jika posisi danar sekarang adalah laki-laki lain, pasti orang itu akan meleleh melihat betapa sempurna nya wanita di hadapan danar ini.
"ini kan hari pertama kita.. As a couple "
"terus ?"danar menaikan sebelah alisnya.
"kok terus sih , inget kan selama 3 bulan ini kita coba buat pacaran "
"ya terus gue harus gimana ?"tanya danar yang memang betul-betul tidak faham dengan sikap baby.
Baby menepuk jidad nya sendiri. "sebenernya kamu ini baru berapa kali pacaran sih nar ?"
Danar berfikir. "mau yang jalur resmi apa yang non resmi ?"tanya danar balik.
Pertanyaan yang sanggup membuat baby tercengang untuk beberapa detik. Wajah danar yang bisa di katakan pria baik-baik yang hidup nya lurus lurus aja, ternyata .. Playboy juga.
Patah sudah asumsi baby yang menganggap danar ini sulit untuk di taklukan. Pria ini hanya bermain hard to get, well seperti lelaki lain pada umumnya.
Gak menarik lagi ah, baby membatin.
"1 kali, gue baru pacaran satu kali, dan itu... "
"sama nadin ?"
Danar mengangguk membenarkan perkataan nya.
"laki-laki gagal move on ini sih " gumam baby dalam hati sambil menatap perubahan ekspresi di wajah danar saat menyebut nama nadin.
Pengalaman baby dalam hubungan memang tidak banyak. Hanya 3 kali dia menjalin hubungan serius dengan pria. Tapi pengalaman hubungan percintaannya membuat baby yakin, semua laki-laki sama saja, tidak setia.
"lo gak ada kerjaan ya pagi-pagi udah ke rumah gue ?"tanya danar dengan nada ketus seperti biasa.
Baby mengambil tempat di samping danar. Mereka duduk berdampingan di sebuah ayunan kayu. Sama-sama menatap bunga matahari yang menjadi primadona di antara banyak nya jenis tanaman yang di tanam oleh mami danar.
"aku jarang ambil job pas weekend, yeah semua orang butuh waktu untuk diri sendiri "baby tersenyum walaupun dia tahu danar tidak akan melihat.
"lo sendiri, weekend begini biasanya ngapain ?"
"tidur "
"gak seru banget" cibir baby.
"tidur adalah hobi gue "
"nar, dimana-mana hobi tuh nonton, olah raga, ya paling nggak nyanyi lah , flat banget hidup kamu "
__ADS_1
"setiap orang punya hobi masing-masing, dan bukan hak lo ngatur hobi gue apa "
"jutek banget sih, jangan terlalu jutek nar, kalau nanti kamu jatuh cinta sama aku repot loh "baby menatap danar kali ini laki-laki itu balik menatapnya.
"kita lihat aja, apa lo bisa bikin gue jatuh cinta lagi ?"tantang danar kali ini dengan seringai meremehkan.
"awas lihat aja danar argantara, aku bakal buktiin kalau aku bisa buat kamu nangis karena aku "
Danar tertawa terbahak-bahak karena perkataan baby yang menurutnya terlalu halu. Menangis karena wanita tidak pernah ada dalam kamus hidup seorang danar argantara.
Bahkan saat patah hati karena nadin dulu danar tidak menangis sama sekali. Sebagai laki-laki pantang bagi danar untuk menangis apalagi karena seorang wanita.
Hell no !
"kayaknya ngobrolnya seru banget "ujar mami danar yang datang membawa sepiring melon yang nampak segar.
"mam.. Jangan repot repot "baby berdiri dari tempat duduk untuk mengambil nampan dari tangan mami danar.
"nggak repot kok baby calon menantu mami "mami danar mengelus puncak kepala baby membuat hati baby menghangat.
"mami apaan sih !"protes danar dengan nada ketus.
"loh emang bener kan. Baby ini pacar kamu ya otomatis dia ini calon menantu mami "
"belum tentu juga "danar melirik baby sekilas sebelum membuang pandangan ke arah lain.
Sekilas danar melihat baby sedikit tersenyum. Pasti dalam hati baby dia sedang menertawakan perkataan mami danar.
Calon mantu ? Mami nya terkadang terlalu berharap lebih. Dulu saat danar membawa nadin ke rumah, mami nya juga memaksa nadin memanggil nya mami dan predikat calon menantu.
Tapi itu dulu sebelum nadin di rebut oleh seseorang..
Argh danar masih merasa kesal terkadang jika mengingat gavin sudah merebut nadin. Tapi bisa apa danar kalau nadin yang menginginkan nya.
"yauda kalian lanjutin aja ngobrol nya mami gak mau ganggu "mami danar tersenyum jahil sambil melirik putra nya.
Danar yang mengerti maksud dari tatapan mami nya itu hanya bisa mendelikkan mata.
Diam-diam baby mulai menyukai keluarga danar. Walaupun baru mengenal mereka, baby sudah merasa nyaman. Danar beruntung memiliki keluarga yang harmonis.
Baby tersenyum miris saat perasaan itu lagi-lagi menganggunya. Baby dan rasa iri nya.
"nar.. Mau nemenin aku gak hari ini ?"
"gak !"
"gak mau di fikir dulu "baby mulai aksi rayuan mautnya.
Danar hanya menoleh sekilas lalu kembali membuang tatapan nya kemana saja kecuali dari wajah baby.
Wanita ini betul-betul sudah merusak waktu liburnya.
"danar, emang kamu gak mau nyoba mengenal aku gitu ? Gak penasaran emang sama aku ?"
Danar masih tidak bergeming, apapun yang baby katakan seolah hanya masuk kuping kiri lalu keluar kuping kanan.
"kita kan udah pacaran, ya walaupun masih tahap percobaan sih "
"tapi setidaknya kita mulai dengan cara yang benar dong, pacaran itu kan ada step step nya "
"...."
"okelah perkenalan kita gak bisa di bilang menimbulkan first immpresion yang baik "
"tapi setidaknya kamu kasih hubungan ini kesempatan dong nar, siapa tau aja kita..... "ada jeda beberapa saat sebelum baby kembali menatap wajah danar dari samping.
Perkataan baby berhasil membuat danar menoleh padanya. Sepertinya dia berhasil merebut sedikit perhatian danar.
"jujur ya, gue gak bisa menjanjikan lo apapun dengan hubungan ini karena seperti yang lo tahu,gue belum bisa move on "
"gue gak mau di cap sebagai cowok pemberi harapan palsu yang nantinya bakalan lo benci seumur hidup lo "
"jadi... Lebih baik lo berfikir lagi tentang percobaan hubungan ini. Jangan sampai kita berdua menyesal dan ujung-ujung nya sakit hati "
Danar beranjak dari duduk nya dan dari gelagat nya laki-laki itu akan pergi meninggalkan baby.
"gue gak bisa sakit hati untuk yang kedua kali, jadi .... Lebih baik lo pulang karena lo akan menyia-nyiakan waktu berharga lo hanya demi laki-laki seperti gue "
Danar berdiri di depan pintu penghubung antara taman dan ruang keluarga. Dari sudut matanya danar bisa melihat jika baby masih duduk di tempat yang sama.
"terima kasih untuk nasi goreng nya, kalau lo mau pulang silahkan "ucap danar sambil berlalu masuk ke dalam rumah.
Dari tempatnya duduk baby melihat danar sudah betul-betul menghilang dari balik pintu. Bukan nya merasa sedih baby justru tersenyum lebar.
Mungkin orang lain jika ada di posisi baby saat ini akan dengan senang hati mundur teratur karena tidak sanggup menghadapi pria yang masih terikat dengan masa lalu.
Tapi baby punya fikiran berbeda. Dia yakin pria yang paling susah move on adalah pria yang paling setia di dunia. Mungkin saat ini danar memang masih menyimpan nadin di hatinya.
Tapi suatu saat baby bersumpah menjadikan namanya jadi satu-satunya penghuni di dalam hati danar.
Baby rasa adrenalin nya meningkat, dia kembali menemukan semangat untuk sebuah hubungan. Kali ini baby yakin bahkan sangat yakin kalau danar suatu saat akan jadi penyebab baby tersenyum setiap hari.
Hanya perlu waktu dan usaha yang keras untuk membalik hati seorang danar argantara.
****
"cari siapa ya ?" nadin bertanya pada wanita cantik yang tersenyum lebar di depan nya.
Nadin berusaha mengingat apakah dia mengenal wanita yang sedang berdiri di sampingnya. Tapi sepertinya tidak, nadin baru bertemu wanita ini.
"hem.. Gavin ada ?"
Nadin diam untuk beberapa saat sebelum menganggukkan kepala, menjawab pertanyaan wanita itu.
"aku boleh ketemu ?"
Lagi-lagi nadin dan fikiran suuzon nya muncul kembali. Di saat baru saja dia berniat memaafkan gavin setelah laki-laki itu membuatkan nya spagethi.
Sekarang nadin harus menelan kembali niat untuk memberikan gavin kesempatan.
Siapa yang tidak curiga jika tiba-tiba ada yang berkunjung ke rumah mereka. Seorang wanita cantik yang nadin yakin 100% kalau dia ini idaman semua laki-laki di lihat dari wajah dan proporsi badan nya.
Nadin sampai merasa minder untuk beberapa saat melihat wanita di hadapan nya ini.
"siapa nad ?"teriak gavin dari dalam rumah.
Nadin yang semula berniat berbohong dengan mengatakan gavin sedang tidak ada, jadi harus mempersilahkan wanita itu masuk ke dalam rumah nya.
"masuk aja gavin ada di dalam "
Wanita itu kembali tersenyum lalu berjalan mengekori nadin sampai di tempat di mana laki-laki yang sedang wanita itu cari sedang sibuk dengan Play Station nya.
"vin, ada tamu "ujar nadin pada gavin yang masih belum beranjak dari sofa dan stick PS di tangannya.
"beb ?!"pekik gavin saat menoleh melihat wanita yang berdiri di samping nadin.
Seketika nadin langsung menegang di tempat dia berdiri. Nadin merasa pendengaran nya masih normal. Dan tadi gavin menyebut nama "beb" ?
__ADS_1
Nadin baru akan membuka suara tapi suara gadis itu justru lebih dahulu mendahului nya.
"vin.. Keterlaluan lo ya "
Nadin menoleh ke arah wanita itu, jika nadin tidak salah lihat wanita di sampingnya itu sedang melotot menatap gavin.
Perempuan itu duduk di samping gavin lalu merebut salah satu stick Play station yang sedang gavin mainkan.
"temen lo tuh bikin gue kesel "wanita itu membuka suara lebih dahulu.
"dia emang ngeselin "jawab gavin tanpa menoleh menatap lawan bicara nya, pertandingan bola yang sedang gavin mainkan lebih menarik.
"tapi gue suka "
"WHAT !!!"gavin melempar stick PS nya begitu saja, perhatian nya kali ini tertuju pada lawan bicara nya yang tidak lain adalah baby.
"gue bahkan udah pacaran sama dia "
"DOUBLE WHAT !!! " pekik gavin lagi.
"biasa aja vin mulutnya gak usah mangap-mangap, mirip ikan koi tau gak "ucap nadin yang baru datang sambil membawa nampan berisi dua gelas es sirup dan cemilan .
Wanita itu menepuk jidad sebelum tersenyum lebar pada nadin yang ikut duduk di sampingnya.
"ka nadin, maaf aku lupa nyapa kakak "gadis itu memeluk nadin lalu mengecup pipi kiri dan kanan nadin.
Nadin hanya bisa pasrah dan bingung dengan tingkah gadis yang nadin indikasikan sebagai selingkuhan gavin ini.
"dia ini baby nad adik kelas aku inget gak ? Dia juga dateng waktu resepsi kita "
Terang gavin yang saat itu melihat gelagat nadin yang nampak bingung. Nadin akhirnya tersenyum canggung walaupun dia masih tidak ingat kalau gadis ini ada di antara ribuan tamu undangan yang hadir di acara resepsi mereka.
Banyaknya tamu yang datang saat acara resepsi membuat nadin bingung sendiri. Dia bahkan tidak ingat lagi siapa saja tamu yang datang.
"pasti ka nadin lupa lah secara tamu di acara resepsi kalian kan buanyak banget, kak aku minum ya "
Baby yang nampak kehausan menghabiskan seluruh isi gelas hingga tetes terakhir. Mau tidak mau nadin sedikit tertawa melihat wanita ajaib di hadapan nya ini.
"jadi lo ngapain ke rumah gue ? setau gue ini daerah kemang bukan pondok indah tempat danar tinggal "
Baby hanya merengut sambil membawa toples berisi keripik tempe ke atas pangkuan nya.
Untuk ukuran tamu yang baru pertama kali datang ke rumah ini, sepertinya baby sudah sangat nyaman. Mungkin dia anggap rumah ini sebagai rumah nya sendiri.
"gue kemarin ke rumah danar "
"tunggu.. Ini danar ?"tanya nadin yang tidak mengerti arah pembicaraan antara baby dan gavin.
"danar argantara mantan nya ka nadin "jawab baby dengan entengnya lalu gadis itu kembali sibuk dengan keripik tempe.
"gak usah di sebut mantan nya istri gue juga kali, siniin keripiknya !"gavin merebut paksa toples keripik yang isinya sudah tinggal setengah.
"pelit banget astaga ! Ka nadin kok mau sih nikah sama kutu loncat kayak gavin gini "
Nadin yang mendengar ocehan baby langsung tertawa terbahak-bahak. Baru kali ini dia mendengar seseorang meledek gavin, apalagi itu seorang wanita.
"heh ! Sopan ya gue lebih tua dari lo, lo aja panggil istri gue pake embel embel kak masa gue masih aja lo panggil nama "protes gavin tidak di indahkan oleh baby yang baru saja di berikan setoples stik keju.
"ka nadin emang the best "baby tersenyum lebar sambil membawa toples itu ke atas pangkuan nya.
"gue panggil lo kakak ? Ogah ! Gak sudi ! "
"kalian kayak tom and jerry banget sih berantem terus, emang gimana kalian bisa saling kenal ?"tanya nadin yang mulai keppo dengan hubungan baby dan gavin.
Gavin dan baby saling pandang seolah ada sebuah kabel yang menghubungkan antara fikiran mereka.
"jangan cerita !"larang gavin yang sudah nampak salah tingkah.
Nadin jadi semakin curiga karena perubahan wajah gavin seperti maling ayam yang tertangkap oleh warga, panik.
"jadi ya ka nad, aku kenal gavin itu di.... "baby melirik gavin yang sudah melotot ke arahnya.
"store... Victoria Secret "
Gavin menghembuskan nafas cukup keras sampai bisa di dengar oleh nadin dan baby. Firasat gavin mulai tidak enak, sepertinya akan ada acara tidur di luar rumah jilid dua.
"ngapain kamu di tempat itu vin ?"pertanyaan yang di lengkapi dengan tatapan tajam dari nadin membuat gavin mati kutu.
Pernah dengar istilah makan buah simalakama ? Kira-kira istilah itu pas menggambarkan situasi yang gavin hadapi saat ini. Jujur salah nggak jujur jauh lebih salah.
"beli kado buat pacarnya katanya ka namanya aur.. Aur ..."jawab baby yang belum menyadari perubahan situasi.
"aurora maksudnya ?"nadin masih menatap gavin yang semakin mati kutu.
"nah itu bener kak namanya, kok kak nadin bisa tahu ?"
Dasar baby itu entah terlalu polos atau terlalu bloon. Yang jelas wajah nadin sudah mulai merah padam menahan emosi. Gavin berdoa dalam hati semoga syaiton syaiton itu tidak memperburuk suasana dengan bisikan-bisikan yang tidak-tidak.
"oh jadi kamu pernah beliin aurora underware "
"sayang aku bisa jelasin, ini nggak seperti yang kamu fikirin "
"terus beb, dia beli apa aja disana ?"
"dia beli.... "baby merasa dia sedang di perhatikan oleh seseorang, bulu kuduk baby sampai meremang di buatnya.
Ini rumah gavin nggak berhantu kan ?
"heh lemes ! Lo ya bikin gue sama istri gue ribut aja tau gak !!"semprot gavin yang sejak tadi sudah berniat menumpahkan emosi nya pada baby.
"loh gue kan bicara fakta, emang gue kenal lo di sana kan ?"
"gak usah nyalahin baby. Kenapa kamu jadi panik ?"nadin bicara dengan nada santai walaupun tatapan mata nya jelas seperti ingin makan gavin hidup-hidup.
"itu kan udah masa lalu sayang "gavin mencoba memelas, walaupun dia tidak yakin kalau kali ini nadin akan luluh hanya karena wajah melas gavin.
"tetap aja ya vin, fakta kalau kamu pernah beliin aurora underware bikin aku kesel tau nggak !"
Nadin masih mengatur nafas setelah menghabisi gavin dengan kata kata bernada tinggi.
Baby yang menyaksikan sepasang suami istri yang sedang bertengkar itu hanya bisa diam. Diam-diam dia ambil keripik tempe yang tadi sempat di rebut oleh gavin.
Lalu wanita itu sedikit bersembunyi di balik sofa sambil membawa cemilan miliknya. Menyaksikan pasangan suami istri yang sedang bertengkar secara live ternyata seru juga.
Astaga, jahat banget baby ya ?
Tiba-tiba sebuah ide briliant muncul di fikiran baby yang biasanya di penuhi dengan lirik dan note balok. Wanita itu mengambil ponsel di dalam tas nya lalu memencet speed dial nomor dua yang baru kemarin dia setting di ponsel pintar nya.
Cukup lama baby mendengar nada sambungan sampai suara telfon nya berganti menjadi suara seorang pria.
"nar.. Tolong aku "
Tut.. Tut.. Tut..
Baby kembali meletakkan ponsel ke dalam saku nya. Bisa baby pastikan jika dalam tempo yang sesingkat-singkatnya laki-laki itu akan balik menelfon nya.
Kita hitung mudur, tiga .. dua.. satu..
__ADS_1
Bersambung