
Brak !!
Nadin menutup pintu kamar setelah melempar bouquet bunga beserta kado misterius yang di tujukan untuk gavin.
Gavin berusaha mengejar nadin namun sayang, wanita itu terlebih dulu menutup pintu kamar lalu mengunci nya. Gavin berteriak memanggil nama nadin, namun tidak ada respon apa-apa.
Gavin frustasi.. Sungguh dia tidak tahu menahu siapa orang gila yang mengirimkan bunga dan kado itu. Tapi yang jelas dia yakin, siapapun yang mengirim ini jelas sekali bukan berniat untuk memberikannya hadiah, justru malah sebaliknya.
Gavin lalu mengambil handphone dari dalam sakunya. Dia butuh bantuan, dan dia yakin hanya teman-teman nya yang bisa dia mintai tolong disaat seperti ini.
Langsung saja dia mencari group yang mereka namai Buncin Men's Club . Sempat gavin merasa malu group itu ada di deretan kontak ponsel nya. Tapi karena bimo selalu menyinggung tentang lo keluar dari club lo jadi bahan gibah, dan sukses ancaman itu berhasil membuat gavin tidak jadi mendelete group itu dari whatsapp nya.
Gue butuh ketemu, siang ini di cafe lemon jam 1 siang . Please ini penting
Gavin
Setelahnya gavin kembali memasukan ponsel nya ke dalam saku. Buru-buru gavin menyambar kunci mobil dari atas meja lalu pergi menuju mobilnya.
nad.. Aku tahu kamu marah sama aku, tapi aku berani sumpah nad aku gak selingkuh. Kamu jangan lupa makan ya, minum susu jangan lupa, fikirin dedek bayi kita ya mom, i love you
Gavin
Setelah mengirimkan pesan teks untuk nadin , gavin melajukan mobil nya menuju cafe tempat dia janjian bertemu dengan teman-teman nya. Semoga saja teman-teman nya itu bisa memberikan jalan keluar untuk masalahnya.
"buruan cerita ! "bimo yang pertama datang, lalu setelahnya disusul dito dan danar di belakangnya.
Aneh nya mereka bertiga kompak masih sama-sama mengenakan piyama. Gavin menatap heran ke 4 teman-teman nya yang datang dengan pakaian yang sama lengkap dengan muka bantal mereka.
Ini mereka nggak habis pajamas party kan ?
"kalian lagi pesta kostum ?"tanya gavin melihat kawan-kawan nya yang masih menguap.
"lo sih ngapain ngajak ketemuan jam segini ?"tanya dito yang tau tau menyerobot kopi pesanan gavin yang baru saja datang.
"ini jam 1 dan kalian masih tidur ? Ya tuhan "gavin menggeleng-gelengkan kepala.
"please deh vin, lo kan tau semalam ada pertandingan bola "jawab danar yang juga masih terlihat sangat mengantuk.
"duh ini tuh gawat guys !!! "gavin yang heboh sendiri dengan gaya nya yang terlihat frustasi sambil mengacak rambutnya.
"apaan sih ? Paling lo di kunciin lagi kan sama nadin di luar rumah "bimo menyahuti lalu dito dan danar sama - sama mengangguk menyetujui.
"bukan !! Gue dapet bunga dan kado tadi pagi "gavin memulai ceritanya.
"ah lo yang begitu aja pamer , dapat kado apa emang ? Mobil ? Rumah ? Ah atau bulan madu ke paris sama nadin ?"tebak dito asal.
"iya paling juga itu, gavin kan lebay "ledek danar di bumbui nada sensi karena gavin sudah menganggu acata hibernasi nya.
"bukan malih !! Masalahnya pengirim nya bilang dia pengagum rahasia gue , dan yah bisa kalian tebak lah , nadin ngamuk nya kayak apa "
Dito, bimo dan danar sama - sama ber oh ria. Membuat gavin gondok melihat reaksi kawan-kawan nya yang nampak acuh tak acuh.
"bantuin gue dong buat cari solusi "pinta gavin dengan wajah memelas.
"ada harga ada barang ya "dito yang memang dasar nya matre tersenyum lebar.
Gavin memicingkan mata. " kisana ini tidak pernah nonton sinetron azab rupanya "
"emang kenapa vin ?"tanya danar .
"azab sahabat matre yang tidak mau menolong kawan nya, mayatnya gak dikubur cuma di foto-foto doang buat di jadiin instastory "
"amit amit " dito merinding sementara bimo dan danar menertawainya.
"yauda sekarang lo udah ada tersangka nya belum yang lo curigai ?"tanya bimo.
Gavin berfikir sejenak, kira-kira siapa oknum yang paling bahagia jika dia dan nadin bertengkar.
"akbar ! Udah gak ada lagi "jawab gavin dengan sangat yakin.
"vin.. Lo pernah punya hubungan sama akbar ? Ya tuhan vin lo mau jadi bapak vin , yang begini lo kasih tahu kita vin , keterlaluan lo vin. Bapak lo nonton vin, gak gue sensor vin "bimo tertawa setelah menirukan gaya selebram yang sedang viral.
"sarap lo bim "gavin melempari bimo dengan kunci mobil tanpa dia sadari.
"wih beda emang konglomerat kalau marah, langsung di kasih mobil dong gue "tanpa ragu bimo memasukkan kunci mobil gavin ke dalam saku.
"vin gue juga mau dong "dito sudah mengadahkan tangannya dengan wajah yang sok dibuat imut.
"duh lo semua ya ! Bukan nya bantuin gue nyari solusi malah bercanda terus , ini lagi situasi darurat !! " pekik gavin .
"jangan terlalu serius vin, nanti bubar "jawab danar setelah itu dia menyeruput ice coklat miliknya.
Gavin hanya bisa menatap tajam danar tanpa mau berkomentar apapun.
"oke oke jadi lo mencurigai akbar sebagai tersangka utama ?"bimo mulai menunjukan wajah serius.
Gavin mengangguk. "jelas lah.. Demi tuhan gue gak deket sama cewek manapun, jadi udah pasti akbar pelakunya "
"kisana menuduh tanpa bukti "jawab dito .
"gavin bener "danar ikut menimpali. "jelas lah dari wajahnya akbar aja terlihat dia itu playboy, wajah - wajah suka merebut pacar orang . Jadi gue setuju sama gavin kalau akbar pelakunya.
"ini sih mereka emang ada dendam pribadi bim "bisik dito yang disetujui oleh bimo.
"kasian gue sama akbar kalau dia gak bersalah "
"jalas lah, pokoknya akbar salah gak salah tetap salah aja di mata mereka berdua "
"woy !! Gue masih bisa denger ya bisik-bisik tetangga kalian "gavin menggeprak meja membuat dito dan bimo hanya bisa menyunggingkan senyum.
"coba kita pergi ke toko bunga tempat orang itu beli bunga vin, lo masih simpan card nya kan ?"danar memang yang paling bisa di andalkan diantara bimo dan dito.
Kencana Florist
Itu nama toko yang tercetak pada card yang terselip di antara bunga yang gavin terima. Mereka langsung bergegas pergi dari cafe setelah sebelum nya membayar minuman yang sudah mereka pesan.
Berhubung mereka sama-sama membawa mobil. Jadi mereka putuskan untuk menaiki mobil gavin saja dan membiarkan mobil-mobil mereka terparkir di halaman cafe.
__ADS_1
"vin.. Gimana kalau kita ajak baby , dia kan deket sama akbar siapa tau dia punya info " saran bimo membuat dia seketika mendapat tatapan tajam dari danar.
"sorry bro gue lupa "bimo tersenyum bodoh sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah nya membentuk huruf V .
"tapi omongan bimo ada benarnya juga vin "danar berucap dengan wajah datar nya.
"benar apa nih ? Benar kalau lo kangen sama baby gitu ?"ledek bimo yang langsung membuat dito dan gavin tertawa terbahak-bahak.
"udah 2 minggu loh vin mereka gak ketemu "sambung dito.
"pantesan aja kok tumben danar udah dua minggu ini ngajakin gue sama dito jalan terus. Ini toh alasan nya " bimo semakin mengompori.
"gue juga aneh sih awalnya. Biasanya kan mereka itu nempel terus kayak perangko. Yah walaupun lebih banyak baby sih yang nempelin danar terus "
"hello.. Ini yang kalian gosipin orang nya ada disini "akhirnya danar bersuara.
"makanya nar lo sih udah dapet yang modelan baby gitu, pake gengsi segala . Apa lo masih belum move on dari nadin.. Eh lupa ada pawang nya "dito menatap gavin yang sedang menghunuskan tatapan setajam silet.
Mereka berdua tiba di sebuah toko bunga yang bisa di katakan terbilang mewah. Sudah bisa di pastikan berapa harga yang harus di keluarkan untuk membeli satu bouquet bunga disini.
"selamat datang "sapa seorang pria yang bisa mereka sebut sebagai ABG kinyis-kinyis.
"mau cari apa kak ? Bunga buat istrinya ? Atau pacar nya ? Saya bisa bantu " ujar pria itu kembali.
"hem.. Saya mau tanya apa orang ini pernah beli bunga disini ?"gavin langsung memperlihatkan foto akbar dari ponsel bimo.
"oh, pak akbar .. Dia anak yang punya toko bunga ini kak "
Seketika mereka ber empat langsung saling memandang, 30 detik rasanya cukup jika lebih dari itu maka mereka akan mual.
"jadi.. Apa dia kemarin datang kesini untuk membeli bunga untuk seseorang ?"
Pemuda itu nampak berfikir sejenak, membuat gavin dan yang lainnya semakin penasaran. Padahal kan tinggal jawab ya dan tidak saja . Kenapa juga pemuda itu harus berfikir dulu.
"sepertinya iya.. "jawab pemuda itu nampak ragu-ragu.
"kamu tau bunga yang dia beli itu untuk siapa ?"tanya danar.
"hem.. Duh maaf kak kalau itu saya nggak tau "
Gavin semakin yakin jika akbar pelakunya. Memang siapa lagi yang akbar sukai selain nadin. Gavin semakin geram, jika terbukti yang memberikan kado itu juga akbar, sungguh gavin akan memberikan tropi pada pria itu atas akting nya yang luar biasa natural sebagai perusak rumah tangga orang.
"terima kasih atas info nya "ucap dito lalu setelah itu mereka kembali ke mobil gavin.
"gue semakin yakin kalau akbar pelaku nya "gavin mencengkram stir mobil emosi nya sudah memuncak.
"ABG itu jawab nya juga ragu-ragu vin, belum tentu kan "kali ini bimo jauh lebih rasional di bandingkan yang lain, tumben.
"kalau gitu kita ke kantor akbar, kita labrak aja sekalian "ucap dito.
"sorry tadi kalian ngomong apa ?"tanya danar yang baru saja masuk ke mobil gavin.
"loh kok lo baru masuk mobil ? Bukan nya kita udah keluar toko dari tadi ?"bimo mengeryitkan dahi sambil menatap danar.
"numpang ke toilet tadi gue "danar tersenyum sementara yang lain hanya ber oh ria.
"terus sekarang kita kemana ?"tanya bimo.
Tapi masalah nya, di jakarta ini outlet nya ada banyak. Tidak mungkin kan gavin dan yang lain nya pergi ke setiap mall hanya untuk bertanya mengenai kemeja itu.
"gimana kalau kita ke kantor akbar ?"usul danar.
"ini kan sabtu, emang dia pergi ke kantor ?"tanya gavin.
"gak ada salah nya kan mencoba, siapa tau kita dapat petunjuk "jawab danar yang disetujui oleh yang lain.
Akhirnya gavin melajukan mobil nya ke kantor akbar. Untungnya Gavin sering kesana untuk menjemput nadin, jadi dia sudah sangat hafal rute yang harus dia tempuh untuk pergi kesana.
Mereka pun tiba di depan kantor akbar. Bangunan yang terdiri dari 20 lantai itu nampak sepi karena ini memang hari libur. Hanya ada security yang berjaga di pos.
"tuh kan sepi, petunjuk apaan kalau begini " ucap bimo.
"ini sih sia-sia namanya. Mendingan kita ke rumah nya aja "usul dito.
"lo pada emang tahu rumah nya ? "tanya gavin.
"nggak sih "jawab bimo.
"wait wait.. Itu kan akbar "dito menepuk pundak gavin cukup keras.
Gavin melotot sebentar ke arah dito lalu pandangan nya beralih pada seorang pria yang baru saja keluar gedung sambil menelfon. Akbar nampak santai menggunakan polo shirt berwarna hitam juga celana jeans.
"oh shit ! "umpat danar tanpa sadar saat melihat seorang wanita dengan kaca mata hitam terlihat baru keluar gedung lalu menyusul akbar yang berjalan menuju mobil.
"ini sih namanya mencari kadal dapet nya biawak "dito melirik danar yang sudah menatap tajam ke arah akbar dan baby.
Wanita itu memang baby, dilihat dari segimanapun. Walaupun sudah menggunakan kaca mata hitam. Dalam sekilas pandang danar bisa mengenali kalau wanita yang baru saja masuk ke dalam mobil akbar itu baby .
"ikuti mereka "perintah danar dengan nada dingin pada gavin yang kebetulan memegang kemudi.
Ini kenapa jadi acara mematai-matai pasangan yang dicurigai berselingkuh . Gavin jadi merasa ada di dalam satu reality show yang menayangkan drama persekingkuhan .
"pantesan gue telfon di reject "danar bergumam sendiri walaupun dia tidak sadar kalau saat ini dia sedang berada di mobil bersama ketiga sahabatnya.
"yang sabar kisana, ini ujian dari Allah SWT "bimo menepuk pundak danar untuk menyemangati sahabat nya yang wajah nya sangat murka.
"gue semakin yakin vin kalau akbar yang ngirim hadiah itu, dia emang punya bakat merusak hubungan orang "lagi-lagi danar nyerocos tanpa henti.
Gavin, bimo dan dito hanya bisa mendengarkan keluh kesah danar. Sungguh mereka baru lihat sisi lain danar saat pria itu sedang cemburu. Ini aneh karena saat dulu cemburu pada gavin, danar tidak secerewet ini.
Sepertinya baby sudah betul-betul merubah sifat seorang danar argantara. Belum bisa di pastikan ini kabar baik atau kabar buruk.
*******
"ayo turun "gavin dan danar terlihat sangat bersemangat dengan kadar kebencian yang kurang lebih sama.
"duh kalian gak mau apa masuk ke sana , itu rame banget loh "tunjuk dito pada bangunan yang ada di hadapan mereka.
__ADS_1
Setelah membuntuti akbar mereka tiba di sebuah bazar di sebuah panti asuhan. Baby dan akbar masuk ke dalam panti itu sambil membawa kue dan minuman.
"tapi kita kan mau buktiin akbar itu yang ngirim kado misterius itu apa bukan "bukan gavin yang berbicara tapi dana, dia menjadi yang paling bersemangat dalam membantu gavin.
"halah.. Kalau lo kan sambil menyelam minum air nar "bimo memicingkan mata sudah mengetahui niat terselubung danar.
"nggak ! Gue kan mau bantuin gavin"sangkal danar , malu dong kalau dia mengakui kalau dia memang mau memergoki baby yang sudah 2 minggu ini menghindarinya.
"lo aja sana berdua yang memang punya maksud dan tujuan yang sama "dito menengahi yang langsung di setujui oleh bimo.
"mana katanya setia kawan. Giliran gibah aja cepet banget "
Bimo dan dito hanya bisa tersenyum bodoh. Mereka sebetulnya mau membantu gavin dan danar, hanya saja kostum mereka bisa membuat mereka jadi bahan tontonan.
Bayangkan saja pria dewasa di sore hari begini berjalan bersama mengenakan piyama, kecuali gavin sih. Apa kata orang-orang nanti ? Mereka kan bukan F4 yang walaupun pakai piyama di pagi siang sore malam akan selalu mendapatkan tatapan kagum dari orang-orang.
"ayolah gengs .. Ini namanya nanggung, ibarat film udah masuk bagian ending "bujuk gavin.
"jadi cuma segini doang solidaritas kalian "danar berdecak.
"bim gimana nih ? Pilih image apa solidaritas "dito menyenggol bahu bimo.
"gue pasang instastory dulu kali ya minta vote followers gue "
"kelamaan bimo !!!"
"hah.. Baiklah dengan sangat amat terpaksa gue bakalan pilih kalian "jawab bimo.
"nah gitu dong dari tadi kek "gavin membuka pintu mobil disusul yang lain nya.
Mereka berempat berjalan di antara orang-orang yang sibuk melihat-lihat bazar. Ada yang menjual makanan, minuman, pernak pernik bahkan ada yang menjual jasa lukis.
"kak beli minuman nya kak ? Kita lagi ada promo beli 2 gratis satu "ucap salah satu anak kecil yang sepertinya berumur 15 tahun.
"boleh, kaka beli 5 box ya "ucap gavin sambil melihat kedalam di stand anak itu.
"makasih ya kaka, udah ganteng baik banget lagi "ucap gadis itu sambil tersenyum.
"ah kamu bisa aja "gavin mengeluarkan 5 lembar uang seratus ribu.
"de kalau boleh tahu ini acara apa ?"tanya dito.
"kita adain bazar untuk membantu anak-anak panti kak, jadi 50 % hasil penjualan akan di sumbangkan untuk mereka "
Gavin, Danar, Dito dan Bimo manggut-manggut mendengar penjelasan anak tersebut.
"kamu salah satu dari mereka ?"tanya danar.
"bukan kak, aku disini kebetulan bantu mengajari mereka bermain piano "
"oh gitu, hebat kamu ya "puji danar.
"nggak kok kak biasa aja, aku seneng bantu mereka. Oh iya ngomong-ngomong hari ini bertepatan dengan ulang tahun panti kak jadi selain bazar akan ada mini konser "
Mendengar kabar itu mereka semua langsung tersadar tujuan awal mereka datang ke bazar ini untuk membuntuti baby dan akbar.
"dek.. Apa kebetulan kamu lihat baby ?"
"maksud kaka itu kak baby yang penyanyi terkenal itu kak ? "wajah gadis itu langsung ceria saat menyebutkan nama baby.
Mereka semua langsung mengangguk. Akhirnya mereka mulai menemukan titik terang setelah hampir seharian bermain detektif mengusut kado misterius gavin.
"kak baby ada di dalam kak , dia yang akan menghibur kita hari ini. Aku seneng banget deh , kak baby itu bukan cuma cantik tapi juga baik banget udah gitu lucu lagi "
Gadis itu nampak nya merupakan salah satu fans baby. Terbukti selama bercerita mengenai baby mata gadis itu langsung berbinar-binar. Mendengar orang lain memuji baby membuat danar diam-diam tersenyum.
"ini kak minuman dan kembalian nya, makasih banyak ya kak "gadis itu tesenyum lebar.
"sama-sama dek .. Kaka seneng bantu kalian "jawab gavin menerima box-box yang berisi minuman rasa buah itu .
"kakak kalau mau nonton konser nya masuk aja, tempat nya ada di aula "
Mereka berempat pergi menuju ruangan yang di tunjukkan oleh gadis itu. Setelah membuka pintu mereka di suguhkan oleh dekorasi ruangan yang berwarna warni.
Nyaris saja mereka mengira sedang berada di acara ulang tahun seseorang, jika tidak melihat ada sebuah panggung kecil lengkap dengan sebuah piano.
Ada meja-meja berisi snack dan minuman di sisi ruangan. Sementara di sisi yang lain berisi goodie bag entah apa isi nya.
"cewek lo mana ?"bisik bimo di telinga danar.
Pria itu langsung mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. Lalu matanya menangkap sebuah pemandangan yang membuat mata nya panas.
Tepat di pojok ruangan baby dan akbar sedang tertawa bersama. Entah apa yang sedang mereka bicarakan tapi hal itu membuat danar betul-betul di landa emosi.
Belum sempat danar melangkahkan kaki menuju tempat baby, sebuah suara menginterupsi mereka.
"selamat malam semua nya "
Baby sudah berdiri di tengah panggung. Gadis itu terlihat cantik mengenakan dress bermotif floral. Dia menyapukan pandangan ke seluruh ruangan, sampai akhirnya bertemu dengan mata danar yang sudah menatap nya dengan penuh emosi.
"cewek lo cantik banget nar "dito berbisik.
"dia bukan cewek gue "jawab danar dengan ketus.
"hari ini benar-benar special buat aku karena bisa menghibur kalian di acara ulang tahun panti asuhan permata hati "baby kembali tersenyum.
Gavin celingukkan mencari akbar, dia harus meminta penjelasan mengenai kado misterius itu . Tapi pria itu malah tidak tahu kemana padahal tadi dia masih melihat akbar bersama baby sebelum gadis itu pergi ke panggung.
Baby mulai menyanyikan lagu andalan nya, semua orang ikut bernyanyi bersama. Suara merdu baby langsung menggema di seluruh ruangan ditambah alunan piano yang dimainkan oleh gadis penjual minuman menambah special acara malam itu.
Danar yang baru benar-benar melihat langsung penampilan baby di atas panggung hanya bisa diam. Dia sekarang tahu alasan mengapa jutaan orang di luar sana mengidolakan gadis itu. Lalu tanpa sadar irama jantungnya berdetak lebih cepat.
Gavin yang masih sibuk mencari akbar mendadak merasakan seseorang menutup mata nya dengan kain.
"apaan sih ! "gavin mencoba memberontak tapi orang itu malah memeluknya dari belakang.
Gavin tentu bisa merasakan kalau saat ini yang sedang memeluknya adalah seorang wanita. Lalu dia bertanya dalam hati, mungkinkah ini wanita yang menjadi secret admirer nya ?
__ADS_1
Jadi benar gavin betul-betul punya secret admirer ? Berarti bukan akbar pelaku nya ?
Bersambung