CEO Rese Dan Secretary Matre Nya

CEO Rese Dan Secretary Matre Nya
Episode 54


__ADS_3

"happy birthday sayang !! "bisik nadin di telinga gavin lalu dia melepaskan pelukkan nya dari gavin.


"nad ... ?"gavin melongo saat dia membuka penutup mata, tiba-tiba di hadapan nya sudah ada kue dan orang-orang sudah berkumpul mengelilingi nya.


"ayo make a wish "nadin tersenyum sementara yang lain hanya bisa tertawa diam-diam melihat tampang gavin yang berhasil mereka kerjai.


Walaupun masih kesal tapi gavin menurut saja, dia memejamkan mata menyebutkan beberapa doa di dalam hati lalu meniup lilin nya .


Setelah itu semua orang bergantian untuk memberikan ucapan selamat. Melihat begitu banyak orang yang mencintainya, membuat gavin terharu.


Apalagi seumur hidup baru kali ini gavin merayakan ulang tahun dengan banyak orang. Terlebih mengingat lokasi pesta ulang tahun nya yang ada di panti, membuat hati gavin semakin hangat.


"selamat ulang tahun dady "nadin membawa tangan gavin untuk mengelus perutnya yang sudah mulai membesar.


"makasih sayang, kamu cepet keluar dong supaya kita bisa rayain bareng "


"sabar ya dady.. Tunggu beberapa bulan lagi "


Semua orang sibuk memakan makanan yang sudah di sediakan. Sementara gavin memutuskan untuk duduk di pojok ruangan, walaupun bahagia tapi dia masih merasa kesal.


"aku masih marah loh ini "gavin merajuk di pojok ruangan sambil bertopang dagu.


Bagaimana bisa nadin bersekongkol dengan teman-teman nya untuk memberikan kejutan. Walaupun judul nya kejutan untuk pesta ulang tahun gavin, tapi tetap saja ini membuat gavin dongkol bukan main.


"ya elah vin.. Udah tua masih aja ngambek "bimo menghampiri gavin dengan kue tart di tangan nya.


"maafin aku dong dady.. Masa momy di cemberutin gitu "nadin ikut duduk di samping gavin lalu melingkarkan tangan di lengan pria itu.


Dasar nya gavin yang sudah menjadi bucin, baru di pancing nadin dengan tatapan puppies dan panggilan dady saja, pria itu langsung senyam-senyum.


"tapi aku masih gak terima di fitnah selingkuh, aku ini kan cowok setia "ujar gavin dengan nada merajuk tapi manja.


Bimo dan dito yang masih menonton adegan sinetron itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Kadang mereka malu temenan sama gavin kalau sikap bucin nya lagi kambuh begitu.


"jadi.. Kita juga gak di marahin kan vin ?"dito menaik turunkan alisnya sambil tersenyum lebar.


Seketika ekspresi gavin berubah, tatapan setajam laser langsung di layangkan pada teman-teman nya yang dengan tega bersekongkol membuat dia nampak bodoh.


"ampun vin, ini ide nadin sumpah kita cuma ikut-ikutan doang " bimo bersembunyi di balik punggung dito.


"awas ya kalian... ! Mana tuh si danar ?!!"gavin mengedarkan mata mencari danar, tapi pria itu tidak ada dimana-mana.


Apa jangan-jangan danar kabur ?


"vin.... Bener apa kata bimo ini semua ide aku, jangan marah ya sama mereka "nadin kembali melayangkan tatapan puppies nya.


Dasar gavin lemah !


"nggak kok sayang, aku mana bisa marah sih sama kamu.. Jadi biarin mereka aja ya yang aku marahin "gavin tersenyum lalu mengelus puncak kepala nadin.


"firasat gue gak enak bim "


"sama, kalau gini ceritanya.. Gue nyesel ikut-ikutan rencana nadin "


"hooh.. Apalagi kalau ujung-ujung nya kita yang kena apes "


"kabur yuk mumpung mereka masih, ayang ayang an "


"mundur perlahan ya satu dua.. "baru saja bimo dan dito melangkahkan kaki, gavin sudah lebih dulu menarik baju mereka dari belakang.


"eits mau kemana kalian "gavin sudah menyeringai bagaikan macan yang baru mendapat mangsa.


"nad.. Tolongin nad "bimo masib usaha mencari pembelaan.


"duh maaf bim, tiba-tiba anak gue ngidam mau dady nya ngerjain kalian "nadin menyeringai.


"tuh kan bim.. Nadin sama gavin tuh sama nyebelin nya... Makanya mereka jodoh "dito menyikut lengan bimo.


"menyesal gue bersekutu sama nadin "


Gavin merangkul pundak kedua teman nya itu, lalu pergi meninggalkan nadin yang sudah cekikikkan karena melihat dito dan bimo yang pasrah saja di tangan gavin.


********

__ADS_1


"beb.. Kamu pulang sama aku !"danar mencengkram lengan baby saat wanita itu baru hendak membuka pintu mobil akbar.


baby menoleh menatap danar yang sepertinya sedang mengatur nafas nya. Apa mungkin danar baru saja berlari untuk mengejar nya ? Tidak mungkin kan ? , baby bergumam dalam hati.


"gue yang jemput baby, jadi gue yang harus antar dia pulang "akbar menginterupsi.


Danar menatap akbar dengan tatapan tajam. Untuk ukuran orang yang sedang berakting, pria iti betul-betul mahir. Sampai sekarang pun dia masih berakting seolah-olah jatuh cinta pada baby.


Padahal danar sangat yakin merka berdua bersekongkol untuk membuaf nya cemburu. Well.. Mungkin lebih tepat nya ini rencana baby, kalau akbar .. Entah kenapa pria itu mau membantu baby.


"udahan ya beb main sandiwara nya, kamu jalan sama dia cuma mau buat aku kesel kan ?"ujar danar dengan begitu percaya diri.


Baby menatap pergelangan tangan nya yang masih di cengkram danar dengan kuat, seolah pria itu enggan melepaskan nya. Sempat baby berfikir danar mulai menyukai nya, tapi baby harus mulai mengenyahkan halusinasi nya.


Sampai kapanpun danar hanya pria gagal move on, yang menjadikan baby sebagai runaway nya. Dan baby sudah lelah berjuang untuk pria yang tidak pernah betul-betul menatap dirinya.


Baby melepaskan tangan danar yang masih mencengkram lengan nya. "aku pulang sama akbar "tegas baby walaupun di hati berkata lain.


"kamu pulang sama aku !"tanpa sadar nada bicara danar mulai meninggi.


"punya hak apa lo nyuruh baby pulang sama lo, pacar bukan , saudara bukan "ucapan akbar semakin membuat danar ingin melayangkan tinju kepada pria itu.


"beb, jangan uji kesabaran aku "danar mengeram menahan emosi.


"kenapa kamu harus perduli ? Akbar benar. Hubungan kita emang gak jelas. Oh .. Kan cuma aku yang menganggap kita punya hubungan " mata baby sudah mulai berkaca-kaca.


Kenyataan yang selama ini selalu baby sangkal akhirnya berani diucapkan dengan lantang di depan danar. Selama ini baby selalu berusaha membuat danar melihat dia sebagai baby, bukan sebagai bayangan nadin.


Tapi pada akhirnya baby ada di titik dimana dia sudah sangat lelah. Seluruh tenaga dan emosi nya sudah berada di titik dimana dia harus tahu diri.


"denger aku baik-baik baby.... "danar menatap baby tepat di manik mata wanita itu.


"pulang sama aku ! "ucap danar dengan nada dingin.


Baby hanya tersenyum lalu membuka pintu mobil akbar dan masuk ke dalam nya. Sesaat kemudian mobil akbar sudah melaju meninggalkan halaman parkir panti asuhan.


Menyisakan danar yang hanya berdiri mematung, melihat baby yang lebih memilih pulang bersama akbar dari pada pulang bersama dirinya.


Lagi-Lagi danar kalah


5 bulan sudah berlalu sejak pristiwa baby meninggalkan danar di parkiran. Sejak itu danar jadi punya hobi baru, mengunjungi rumah gavin. Walaupun pria itu selalu protes, tapi dia tidak tega juga melihat danar yang seolah seperti hachi yang kehilangan ibu nya.


"lo gak ada kerjaan ya nar.. Malam minggu dateng ke rumah gue "gavin bersandar di samping pintu, menatap danar yang datang ke rumah nya membawa sekotak pizza.


" mabar yuk vin "tanpa persetujuan gavin danar langsung masuk ke dalam rumah sahabat nya itu.


"nad.. Gue bawa pizza nih "danar menyerahkan kotak pizza pada nadin yang sedang duduk sambil makan jeruk.


"yess... Faham banget uncle ganteng kalau aku mau pizza "mata nadin berbinar-binar sambil menirukan suara anak kecil.


"ehm ehm.. Inget lagi hamil 5 bulan "gavin yang sudah berdiri di belakang danar pura-pura batuk untuk menyadarkan danar dan nadin kalau gavin ada di sana.


"hehe maaf yaa dady vin vin.. Salahkan aja nih anak kamu yang mau nya ketemu yang ganteng-ganteng terus "nadin tersenyum lebar menunjukkan wajah tidak berdosa.


Oke, gavin akui jika sudah membawa-bawa kata ajaib itu gavin tidak bisa protes. Betul-betul ujian berat memang menghadapi istri hamil yang ngidam nya lain dari pada yang lain.


Disaat wanita hamil pada umumnya hanya ngidam rujak atau buah-buah an langka, nadin malah ngidam bertemu dengan pria tampan. Bagaimana kesabaran gavin tidak di uji, jika setiap kali mereka jalan ke mall dan bertemu pria tampan, nadin akan langsung minta foto seolah-olah baru bertemu idola nya saja.


Bukan hanya itu saja, selain nadin yang jadi hobi dandan. Dengan tega nya nadin menurunkan foto pernikahan nya dan gavin yang tergantung di kamar mereka. Nadin bilang dia selalu mual setiap melihat wajah gavin di foto itu.


Awalnya gavin protes, bahkan ngambek selama seminggu karena ulah nadin itu. Tapi nadin tetaplah wanita yang tidak mau disalahkan, dengan dalih "kamu mau anak kita ngences kalau ngidam nya gak di penuhi" . Gavin langsung nurut, bahkan gavin baru sadar ternyata dia memang terlahir sebagai bucin, buncin pada istrinya dan sekarang pada anak nya.


Bimo benar, kebucinan gavin sudah mendarah daging sampai ke tulang sum sum.


"vin.. Aku kok mau ke korea ya "nadin merangkul lengan gavin, tapi pria itu sedang sibuk dengan handphone nya.


"jangan ngaco deh nad, kamu hamil udah 5 bulan "jawab gavin sekena nya tatapan nya tetao fokus pada game yang sedang dia mainkan, jangan sampai danar menang lagi.


"tapi aku mau liat ji chang wook vin "nadin semakin merajuk membuat gavin harus mempertebal keimanan.


"nad.. Belum cukup apa foto pernikahan kita kamu ganti foto ji chang wook kamu itu "


Gavin langsung mengingat bagaimana nadin dengan bangga nya memamerkan foto ji chang wook yang sudah dia cetak dengan sangat besar. Lalu foto itu yang sekarang jadi pemandangan gavin setiap kali dia bangun tidur.

__ADS_1


"nggak cukup vin.. Aku mau liat ji chang wook langsung. Paling nggak aku mau denger suara nya aja .. Please... "


"shit ! "gavin mengumpat lalu dia sadar dan langsung menutup mulutnya saat nadin sudah menatapnya dengan tatapan laser .


"kamu ngumpat aku ! Marah sama aku !"awalnya nadin hanya menaikkan nada suara nya menjadi 5 oktaf.


"mamam lo vin "danar yang sudah berhasil menang melawan gavin, pura-pura fokus pada handphone nya.


Gavin menatap danar dengan tatapan tajam. Bisa-bisa nya sahabat yang sudah dia selamatkan dari rasa ngenes karena sendirian di malam minggu itu, meledek nya dan tidak membela nya sedikitpun.


Ck.. Benar apa kata orang-orang jangan percaya pada siapapun termasuk pada sahabat sendiri, yang bisa menjadi kamfret sewaktu-waktu.


"nad.. Nggak gitu maksud aku "


"apa ! Kamu mau alasan apa lagi ! Aku tahu vin sekarang aku udah gemuk mirip beruang "nadin yang awalnya marah malah mengeluarkan air mata.


Gawat nadin kok nggak kelar-kelar ya masa-masa sensitif nya ini. Apa semua ibu hamil emosi nya jadi begini ? Gavin nyaris frustasi di buatnya.


"kamu udah gak sayang sama aku vin !!"nadin berteriak lalu berjalan cepat menuju kamar mereka.


Gebrak !!!


Terdengar suara pintu tertutup yang sangat keras. Membuat danar langsung menatap gavin setelah meletakkan ponsel nya di atas meja.


"vin.. "


"gue baik-baik aja nar , jangan khawatir "gavin meletakkan telapak tangan nya di hadapan wajah danar.


"gue gak khawatir sama lo "


"terus ?"


"lo tau vin, baru kali ini gue bersyukur gue gak jadi nikah sama nadin "


Gavin mendelik. "tumben "


"iya, gue kalau disuruh menghadapi nadin versi macan ngamuk gitu gak sanggup gue "


"itu masih belum seberapa nar "


"emang gue akuin vin lo sama nadin cocok "danar menepuk pundak gavin.


"ada angin apa lo begini sama gue ?"


Danar menggeleng. "ini hanya bentuk rasa kemanusiaan gue vin, pada kaum suami-suami takut istri macam lo ini "


"yang tabah ya vin, kadang ujian datang dari mana aja emang, termasuk dari istri sendiri "


"makasih wejangan nya pak ustadz "


"ngomong-ngomong vin.. Temen nya nadin gak ada main kesini ?"tanya danar dengan hati-hati sambil melirik gavin.


"siapa temen nya nadin ?"jawab gavin walaupun dia sudah tahu siapa teman nya nadin yang dimaksud danar.


"teman nya nadin vin "danar menekankan kata demi kata berharap gavin tidak memancingnya mengucapkan nama itu.


"perlu gue perjelas ?"danar malah bertanya balik.


"jangan kasih kejelasan sama gue, mending langsung aja sama orang nya "gavin berusaha menahan tawa.


Sebenarnya sejak tadi baby sudah berdiri di belakang danar. Tapi danar tidak sadar karena fokus dengan game dan curahan hati gavin.


Wanita itu mendengar saat danar mempertanyakan apakah dia berkunjung atau tidak ke rumah gavin. Betapa bahagia nya baby mendengar langsung kalau ternyata danar masih mencari nya.


Tapi mati-matian baby berusaha untuk tidak merespon apapun selama danar tidak memperjelas hubungan mereka. Baby sudah muak menjadi wanita yang selaku di tuduh halu.


"jadi.. Kalian ngomongin gue ?"


Danar terkesiap mendengar suara yang sudah 5 bulan ini tidak dia dengar lagi. Suara yang biasanya selalu memenuhi rumah nya, entah untuk menganggu nya atau tertawa bersama orang tua nya.


Danar menoleh ke belakang. Di saat itu tatapan nya bertemu dengan mata baby yang juga menatap dirinya. Bahkan harus danar akui baby dengan rambut sebahu nya saat ini betul-betul cantik.


Tanpa danar sadari bibir nya tersenyum lebar, lalu dengan begitu lembut dia berkata

__ADS_1


"hai baby "


Bersambung


__ADS_2