
DANAR ARGANTARA
Jika ada penghargaan untuk wanita licik se-indonesia maka penghargaan itu akan sangat pantas di sandang oleh wanita yang saat ini sedang berdiri di samping gue.
Tangan nya yang seenak nya melingkari lengan gue, membuat kami menjadi pusat perhatian seluruh pasang mata yang saat ini menatap kami bagaikan sebuah santapan.
Tepat pukul 4 sore gadis itu sudah muncul di kamar gue, membangunkan ritual hibernasi gue yang selalu gue jalani di akhir pekan. Dengan menggunakn kekuatan koneksi alias meminta bantuan orang tua gue, baby memaksa gue untuk menemani nya pergi kondandangan.
Gue yang tidak bisa berkata tidak pada permintan orang tua gue, akhirnya menurut saja pada permintaan gadis gila ini.
Itulah kenapa gue katakan gadis ini licik.
"senyum dong sayang, kita kan mau ketemu temen-temen aku "dengan kedua telunjuknya baby menarik sudut bibir gue ke atas.
Entah mengapa firasat gue tidak enak, melihat beberapa orang dengan sengaja memotret apa yang baru saja baby lakukan terhadap gue.
Walaupun masih ragu kalau baby adalah penyanyi yang terkenal, gue mulai mempertimbangkan untuk mempercayai melihat bagaimana respon orang-orang saat melihat baby berjalan di sisi gue dengan tangan yang saling bertautan.
Gue mungkin jarang melihat film-film romantis karena gue lebih suka film perang atau film thriller.
Tapi melihat apa yang sedang baby lakukan ini, gue tahu dia sedang mencoba mempertontonkan sebuah adegan romantis yang dia pelajari dari drama-drama itu.
"beb... astaga udah lama banget kita gak ketemu "baby melepaskan tangannya lalu gadis itu berpelukkan dengan seorang wanita yang baru saja menghampiri kami.
"lo tuh yang kemana, sejak nikah malah pindah ke bandung "ujar baby setelah sebelumnya mereka bercipika-cipiki seperti wanita pada umum nya.
"ya maklum deh, suami gue di pindahin tugas ke rumah sakit di bandung "wanita itu lalu melirik gue, pasti sebentar lagi dua gadis di hadapan gue ini akan ngomongin gue.
"beb, itu calon suami lo ?"bisik gadis itu yang masih bisa gue dengar dengan jelas.
Gue lihat baby tersipu malu, astaga wanita itu betul-betul jago akting rupanya.
"doain aja ya wi "
Teman baby itu mengalihkan pandangan nya kepada gue."mas.. jagain baby ya, sabar aja kalau dia cerewet, tapi sebenernya dia baik banget kok "
Entah karena baby yang menyuruh atau memang apa yang di katakan wanita bernama wiwi itu benar, yang jelas gue sama sekali tidak terpengaruh. Tapi sebagai bentuk kesopanan gue hanya tersenyum menanggapi perkataan teman baby itu.
"cepet nyusul ya, biar lo punya baby juga kayak gue "
Gue lihat baby mengelus perut buncit wanita yang bernama wiwi itu.
"baik-baik ya nak sama bunda, jadi anak yang cantik dan periang kayak tante baby "baby tersenyum sambil terus mengelus perut teman nya itu.
Dari tempat gue berdiri, melihat baby yang mengelus perut wanita itu membuat gue tiba-tiba saja tersenyum tanpa alasan.
"beb.. lo yakin mau tetap masuk kesana ?"ucapan teman baby yang bernama wiwi itu membuat gue sedikit penasaran, memang ada apa di dalam sana ?"
Baby mengangguk. " gue gak mungkin menghindar selama nya wi, lagi pula gue sekarang punya danar yang jauh lebih baik dari pada si... "ucapan baby yang terpotong membuat gue yakin di dalam sana ada seseorang yang punya arti khusus untuk baby.
"gue gak nyangka lo bisa dewasa juga akhirnya beb, pasti laki-laki ini ya yang udah merubah lo " ucapan teman baby yang terkesan meledek itu hanya baby balas dengan sebuah senyuman.
Pandangan gue langsung mengedar dimana tempat ini begitu penuh dengan orang-orang. Dekorasi yang nampak cantik seakan terabaikan karena ratusan tamu yang berlalu lalang. Gue dan baby memutuskan untuk duduk di pojok ruangan saat melihat dua buah kursi yang masih kosong.
Baby mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya, gue menoleh melihat baby yang sedang mengoleskan minyak kayu putih di keningnya.
"lo kenapa ?"akhirnya gue bertanya, anggap aja sebagai rasa perduli sesama manusia.
"kepala aku pusing, mungkin kurang tidur "baby masih memijat pelan pelipis nya.
"nar, bisa tolong ambilin minum ? aku jagain bangku kita deh "
Melihat baby yang nampak tidak sehat akhirnya gue terima saja permintaan dia untuk mengambilkan nya segelas air minum. Walaupun melihat kerumunan orang itu membuat kepala gue juga ikut berdenyut, tapi gue mencoba menahannya. Toh gue ini laki-laki yang tidak boleh terlihat lemah.
Gue melangkahkan kaki menuju salah satu stand zuppa soup ikut dalam barisan antrian lalu mendapatkan dua porsi untuk gue dan baby.
Gue berjalan kembali menuju tempat dimana gue meninggalkan baby tadi. Setelah mengantarkan dua mangkuk zuppa sup ini gue akan mencari minuman.
Lalu pandangan gue menangkap seseorang sedang duduk di samping baby, pria itu cukup tampan harus gue akui. Dan jika dilihat dari outfit yang dia kenakan tentu saja dia sangat berkelas.
Berhubung gue sudah terlanjur membawa zuppa sup yang lumayan berat dan panas ini, gue putuskan untuk berjalan saja ke arah mereka.
Toh jika gue tidak salah melihat, ekspresi wajah baby menunjukkan kalau dia tidak nyaman berada di dekat laki-laki itu.
"beb "panggil gue membuat dua orang yang tadi sedang terlibat dalam sebuah percakapan terusik karena kehadiran gue.
Dari ekspresi wajahnya gue bisa melihat jika baby bersyukur gue tiba-tiba datang di antara mereka.
Berbeda dengan apa yang laki-laki itu perlihatkan, tatapan menilai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Menilai seberapa mahal outfit yang gue pergunakan.
"nih buat kamu, tadi katanya kamu pusing "gue menyerahkan salah satu zuppa sup yang gue bawa.
"makasih "ucap baby membawa makanan itu di atas pangkuan nya.
Gue berdiri tepat di hadapan baby, laki-laki itu masih mengawasi setiap gerak-gerik gue. Tiba-tiba ide itu muncul di otak gue, dengan tangan kanan gue mengelus puncak kepala baby dengan sangat amat perlahan.
Wanita itu mendongak menatap gue dengan tatapan bertanya-tanya, mungkin dia menyangka gue sedang di rasuki jin sampai gue mau melakukan hal ini padanya.
Laki-laki itu memelototkan matanya melihat adegan yang menurut sinetron romantis ini, gue yakin pria itu sedang kesal karena gue bisa melakukan apa yang tidak bisa pria itu lakukan.
"kalau masih sakit kita pulang aja ya "ucap gue dengan sangat amat begitu lembut di telinga baby karena posisi gue sekarang sedang menunduk.
"dia siapa beb ?"laki-laki itu akhirnya mengeluarkan suara, setelah sebelumnya dia hanya diam dengan berbagai rasa keppo.
"perkenalkan gue danar ..."gue melirik baby sekilas sebelum mengelurkan kata itu."pacar sekaligus calon suami nya baby "
Laki-laki itu mematung di tempat dia duduk, bisa gue lihat bukan hanya laki-laki itu yang terkejut tapi baby juga jadi ikut-ikutan terkejut. Hey ada apa dengan dua orang ini, lagi janjian ya ?
__ADS_1
"dia bohong kan beb ?"laki-laki itu menatap baby tajam.
Baby menggeleng."dia betul, semua yang dia bilang adalah kebenaran. Jadi please.. jangan ganggu aku lagi Nathan "
Gue memasukkan sebelah tangan kedalam saku celana setelah sebelumnya manaruh zuppa sup yang sudah tidak lagi berniat gue makan. Bercanda dengan pria bernama nathan ini jauh lebih menarik.
"oh.. jadi ini nathan mantan kamu ?" ucap gue walapun asal tebak.
"bro.. udahlah yang lalu biarlah berlalu, lihat kan baby sekarang udah bahagia sama gue "
Laki-laki itu berdiri mensejajari gue, karena tinggi kami yang hampir sama gue bisa melihat dengan jelas wajah pria itu mengeras menahan amarah yang bisa saja sebentar lagi meluap.
"beb.. terserah kalau kamu mau jadiin laki-laki ini hanya pelarian "pria itu tersenyum meremehkan gue, sial.
"tapi kamu tahu kemana kamu harus pulang baby sayang "
Gue yang tersulut emosi tanpa sadar menarik kerah baju laki-laki itu." ngomong apa lo barusan !"
"kenapa ? lo marah karena gue bilang lo pelarian ? tanya sama cewek lo dia betul-betul cinta sama lo atau.. jadiin lo hanya sebagai pelarian dia aja "ucap laki-laki itu dengan begitu tenang seolah itu adalah fakta yang harus gue dengar.
BUGH
Gue melayangkan sebuah tinju yang langsung membuat laki-laki itu jatuh tersungkur di tanah. Membuat semua mata menoleh menatap gue yang sudah menyebabkan kekacauan di pesta pernihakan orang lain.
"dan udah jangan berantem " baby menarik ujung baju gue, saat gue menoleh mata gadis itu sudah berkaca-kaca.
Oh shit lagi-lagi gue melihat baby menangis di hadapan gue.
Laki-laki itu bangkit lalu menyeka darah yang muncul dari sudut bibir nya, sambil tertawa meremehkan dia menatap gue.
"lo marah karena gue bilang lo cuma pelarian ? men.. kasian banget sih lo "baru saja gue berniat melayangkan pukulan kembali, laki-laki itu sudah lebih dulu melayangkan sebuah pukulan di wajah gue.
Wajah gue terasa berdenyut, dapat gue rasakan jika darah segar mengalir di sudut bibir gue juga. Posisi kami sekarang satu sama.
"gue akan kasih lo waktu, sampai baby sadar kalau cuma gue tempat dia kembali "setelah mengucapkan kata-kata itu pria bernama nathan berlalu dari hadapan kami.
"ayo kita pulang "gue menarik tangan baby cukup keras, membawa wanita itu pergi dari tempat ini sejauh mungkin.
******
"jelasin sama gue, betul yang cowok brengsek itu bilang kalau lo cuma jadiin gue pelarian beb !"tanpa sadar gue membentak baby.
Untung saja mobil gue kedap suara jadi berteriak sekencang apapun tidak akan bisa terdengar. Apalagi kami sekarang sedang berada di pantai. Baby masih diam saja, sambil menunduk dia bermain dengan jari-jari nya.
"kalau di tanya itu di jawab bukan diam saja !"gue yang sudah terseulut emosi malah semakin berteriak memaki baby.
" lalu kalau memang iya kenapa ? toh kamu juga gak suka kan sama aku dan ? seharusnya kamu biasa aja gak perlu emosi hanya karena perkataan nathan !"baby balik membentak gue.
Gue melihat wajah yang biasa selalu ceria itu berubah, kilatan emosi bercampur kesedihan terlihat jelas di mata baby. inikah sosok baby yang tidak pernah gue lihat ?
"bisa gak dan.. sehari aja aku hidup tenang "wanita itu sekarang menangis sambil memukul-mukul dada nya sendiri.
Gue masih menyimak baby yang meracau menumpahkan seluruh emosi nya yang gue yakini bukan hanya karena gue sebagai penyebabnya. Yang bisa gue lakukan adalah menjadi tong sampah peluap emosi.
10 menit berlalu sejak baby mulai diam setelah beribu kali wanita itu mengumpat, memaki , lalu menangis seperti orang gila. Tissue tissue yang berserakan di dalam mobil gue, hanya bisa gue lihat tapi gak bisa protes pada si penyebab sampah tisue berserakan di mobil gue ini.
"aku haus dan.."akhirnya baby bersuara, gimana gak haus jika sejak tadi wanita itu hanya menangis meraung-raung.
Gue keluar dari dalam mobil lalu menghampiri salah satu pedagang kaki lima yang menjual air mineral. Setelah membeli dua botol gue kembali ke dalam mobil, lalu melihat baby yang sudah tenang sambil mengenakan kaca mata hitam.
"lo ngapain pake kaca mata hitam ? "
"aku mau tetap terlihat cantik di depan kamu dan.."jawaban polos itu sukses membuat gue tertawa terbahak-bahak.
"ada 3 alasan kenapa selebrity hobi pakai kaca mata hitam, pertama karena gaya , kedua karena nutupin kantong mata atau belum make up, dan ketiga .. supaya mereka gak terlihat habis menangis "baby memberikan penjelasan yang cukup bisa gue terima.
Gue dan baby saling berhadapan."yang perlu lo tahu, cara membuat gue jatuh cinta sama lo adalah cukup jadi diri lo sendiri "gue melepaskan kaca mata hitam yang baby kenakan.
Dia benar saat mengatakan jika matanya terlihat bengkak akibat menangis tadi. Wajah baby yang tadi cantik dalam polesan make up sekarang hanya menyisakan jejak-jejak hitam akibat maskara dan eyeliner yang meleleh akibat ulah baby.
Gue menarik tissu basah dari dalam dashboard, mengambil sehelai lalu mulai mengusapkan perlahan di permukaan wajah baby. Membersihkan setiap bagian wajah yang terkena make up perlahan-lahan.
"sekarang udah bisa cerita sama gue ? "
Baby mengangguk lalu menenggak air mineral sebelum mulai bercerita.
"nathan itu.. mantan pacar aku , dia baik, perhatian, tipikal pria lurus yang aku yakini bisa membuat hidup aku tenang "
"kita bahkan udah menemui WO, Membeli sebuah apartemen, bahkan nathan sudah bertemu dengan nyokap aku untuk melamar aku secara langsung "
"bagi aku nathan itu pria pertama yang mau menerima aku apa adanya, bukan karena aku penyanyi terkanal tapi dia cinta aku sebagai baby "
Gue masih menyimak sambil berasumsi jika pria bernama nathan itu sudah banyak mendoktrin baby dengan semua mimpi indah. Sampai-sampai gadis itu begitu mencintainya.
"sampai waktu itu.. aku sama temen-temen aku ngadain acara bridal shower di sebuah club di kemang "baby sempat melirik gue sekilas sebelum kembali menundukkan wajah.
"aku mabuk karena ternyata temen aku mencampuri minuman aku dengan vodka "
"lalu teman aku menghubungi nathan untuk menjemput aku , akhirnya nathan datang dan dia membawa aku keluar dari club menuju mobilnya "
"awalnya semua baik, aku masih setengah sadar saat berada di mobil nathan, sampai aku sadar kalau nathan tidak membawa aku ke rumah, tapi ke hotel "
Gue sepertinya sudah bisa menebak cerita apa yang akan baby ceritakan selanjutnya. Tapi gue masih menyimak cerita baby, karena bisa saja asumsi gue salah.
Baby meremas ujung bajunya sambil memejamkan mata, gesture tubuhnya yang mengigil membuat gue tahu jika apa yang akan baby ceritakan setelah ini sangatlah berat untuk wanita itu.
"nathan.. dia.. nyaris memperkosa aku dan "
__ADS_1
Dugaan gue benar ternyata, gue mulai terselut emosi jika sudah mendengar wanita di perlakukan begitu rendah nya oleh seorang pria.
Sekarang gue menyesal hanya menghadiahi pria bernama nathan itu dengan satu kali pukulan, Jika tahu seperti ini, gue tidak akan segan-segan membuat nathan si brengsek itu mati hari itu juga.
Baby kembali terisak, lalu entah mendapatkan fikiran dari mana gue membawa baby kedalam pelukkan gue. Mengelus punggungnya perlahan lalu memberikan sebuah kecupan di puncak kepala gadis itu.
"Everything will be alright baby, I'm here "
*****
"bapak mau mampir dulu, saya nggak enak karena membuat bapak antar saya sampai rumah "
"it's okay nad, by the way bisa kan nggak panggil saya bapak , saya gak setua itu loh "protes yang dilayangkan oleh akbar hanya di balas senyuman oleh nadin.
"seminggu lagi jangan lupa cek email, saya sangat amat menantikan bekerja sama dengan perempuan berbakat seperti kamu "
Nadin yang di puji oleh atasannya itu tentu saja merasa tersanjung, belum pernah ada orang yang memuji bakat menilai barang-barang branded selain pria bernama akbar gionino ini.
Nadin jadi merasa menyesal sempat menyangka jika akbar adalah tipikal bos otoriter yang suka menekan bawahan. Pembawaan akbar memang terlihat serius, tapi dia cukup friendly.
"siap pak bos.. "
"nad.."tegur akbar yang langsung di balas kekehan oleh nadin.
"baik akbar "
Lalu setelah turun dari mobil akbar nadin berjalan menuju pintu rumahnya.
"astagfirullahalazim gavin ! kamu ngapain berdiri disitu gelap-gelap an "nadin megelus-elus dada terkejut menemukan gavin sedang berdiri di depan pintu rumah sambil bertolak pinggang.
"siapa cowok yang anter kamu tadi "ucapan gavin terdengar seperti pria yang baru saja menemukan wanitanya berselingkuh.
"dia bos aku, bisa kan kita masuk rumah dulu baru ngomongin ini "nadin tersenyum berusaha menenangkan gavin yang sepertinya curiga.
Setelah mandi lalu berganti pakian menggunakan piyama satin berwarna merah, nadin ikut bergabung bersama gavin yang sedang menonton pertunjukan talk show salah satu pelawak terkenal di indonesia.
"kamu udah makan ?"
"udah tadi aku makan nasi goreng tek-tek waktu aku mau pulang ke rumah "
"oh,.. kamu kok wangi banget sih vin " nadin merangkul sebelah tangan gavin sambil mendusel-dusel di dada bidang laki-laki itu.
"ya iyalah kan aku abis mandi " jawab gavin yang terdengar jutek."jadi udah bisa cerita cowok tadi itu siapa ?"
Nadin menghela nafas, betul kan dugaan nya kalau gavin kembali menjadi gavin si raja possesive. Sejak menikah gavin mulai berubah jadi laki-laki yang mudah parno akan semua hal yang nandin lakukan dan itu berhubungan dengan lawan jenis.
Jangankan yang bentukkan nya macam akbar si hawt guy, yang bentukkan nya mirip ikan bandeng presto saja gavin cemburui. Kalau bentukkann nya macam ikan presto yang ada nadin yang merasa was-was karena bisa saja pria-pria bertulang lunak itu naksir gavin.
"dia bos aku di High Fashion Magazine, aku bakalan sign kontrak ekslusif dengan mereka vin "nadin tersenyum lebar.
"loh kemarin kamu bilang kamu tolak, sekarang kenapa kamu terima ?"
"itu kan sebelum ketemu akbar, tadi aku sama dia berdiskusi mengenai rencana pelatihan di paris selama 6 bulan itu "
"terus ?"
" ya terus akbar faham kalau aku udah berkeluarga dan dia mau menempatkan aku di office yang di jakarta , coba beruntung kan aku "nadin tersenyum semakin lebar terlihat sekali jika gadis itu betul-betul bahagia.
Gavin diam untuk beberapa saat sebelum memeluk nadin. "selamat ya sayang "ucap gavin dengan tulus melupkan kecurigaan nya tadi.
"bukan hanya itu, setiap sebulan sekali aku bakalan pergi ke acara fashion "ucap nadin dengan binar bahagia yang terlihat sekali di wajah nya.
"duh seneng banget sih yang bakat nya tersalurkan "goda gavin yang hanya dibalas nadin dengan senyuman memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"karena itu Gavin christopher " nadin menagkupkan kedua telapak tangan di pipi gavin. "berhenti bersikap posessive oke "
Gavin mengangguk. "aku sih gak khawatir sama kamu, tapi sama laki-laki itu. Orang yang berpotensi jadi pebinor "
Kadang gavin dalam mode cemburu begini nih yang buat nadin gemas sendiri. Dia jadi ingat dulu gavin sama sekali tidak perduli nadin dekat dengan pria A, B , C , D. Mungkin ini yang di sebut karma.
"kamu curiga sama akbar ? Astaga vin sekalipun iya dia naksir aku, aku gak mungkin tergoda lah "
"oke aku akuin dia ganteng pake banget apalagi kalau di liat langsung, ugh cewek mana yang gak melotot " ucapan nadin membuat gavin juga ikutan melotot.
"tuh kan "
"dengerin dulu makanya "nadin menjitak kepala gavin dengan pelan, lagian gak bisa diam.
"perempuan mana sih vin yang gak suka lihat cowok ganteng, mengagumi ciptaan tuhan itu kan gak ada salahnya "
Gavin mengangguk membenarkan perkataan nadin. Dia pun sebagai laki-laki terkadang masih suka melotot saat melihat wanita cantik bin aduhai.
"ya tapi cuma sebatas kagum aja bagi yang sudah punya pasangan "
"iya sih, kok aku jadi sensitif gini ya nad. Apa bawaan bayi ?"ucap gavin sambil mengerling nakal ke arah nadin.
Nadin mencium kode-kode tersirat dari tatapan gavin yang mesum itu. Well sepertinnya nadin akan tidur pagi lagi hari ini.
Gavib mulai aksinya dengan ngedusel-dusel di seputaran leher nadin, membuat wanita itu merasa kegelian.
"ini lagi akting jadi bayi ceritanya kamu vin, ngendus-ngendus gini. Apa lagi jadi drakula ?"nadin mencoba mengalihkan supaya gavin lupa akan niatnya.
"bukan akting buat bayi sayang ... Tapi aku mau kita bikin bayi "bisik gavin tepat di telinga nadin.
Belum sempat nadin menjawab gavin sudah lebih dulu menggendongnya ala bridal style dari atas sofa. Nadin yang kaget langsung melingkarkan tangannya di pundak gavin.
"ready ?"ucap gavin yang langsung di balas anggukan malu-malu oleh nadin.
__ADS_1
Click, lampu kamar merekapun padam.
Bersambung