Cewek Bar-Bar Ku

Cewek Bar-Bar Ku
14


__ADS_3

Zivana yang mendengar namanya disebut oleh kakaknya untuk mengawasi hotel tersrbut selama dia.di malang mrmbuatnya semakin frustasi, brlum lagi menjalankan hukuman dari arya, sekarang ditambah untuk memantau hotel milik keluarganya, kalau zii disuruh memilih dia lebih memilih rebahan dirumah arya dan sesekali memperbaiki tesisnya.


Tapi zii tidak enak untuk menolak terus untuk terjun didunia bisnis, cepat ayau lambat kakak dan papanya akan menyuruhnya mengurus salah satu bisnis keluarganya. dengan menghembuskan nafas kasar zi mau tidak mau menerima tugas dari kakaknya.


"kak al gak bisa gitu donk! zii harus nyelesaiin tesis zii belum lagi hukuman dari om ar kak!" protes zii


"zii kakak hanya minta ini aja, kamu gak harus ke hotel tiap hari, karena sudah ada mas rikza yang akan ngrhendel selama kamu sibuk sama hukuman kamu!" jawab al


"kak maslahnya hukuman aku tuh full seminggu, gila kan om ar kak, dia bener2 ingun zii mati" ucap zii lemas


"husst ngomong apa kamu! mati2, om ar ngelakuin itu pengen kamu jadi anak baik, bisa diatur, gak keras kepala kayak gini yang seenak jidatnya" omrl al pada zivana. zivana yang merasa tidak dibela makin cemberut.


"udah gak usah cemberut kamu, tambah jelek kayak kodok! nanti biar kakak yang ngomong sama om ar, biar jadwal hukuman kamu di potong, biar kamu bisa ngurus hotel juga, kakak tiap bulan akan pantau kerja kamu" tambahnya lagi


"hummbh" dengus zii merasakan bebanya bertambah. zii merasakan sakit kepala memikirkan pekerjaan yang terbeban di hidupnya sekarang, keputusannya untuk menghindar dari pekerjaan bisnis di surabaya malah jadi boomerang, dia sekarang harus menjalani hukuman dari om arya nya dan ngurus bisnis keluarga juga, belum lagi dengan tesisnya.


arrrggggghhhhh bisaaa gilaaaaaaaa batin zii meronta


"ya sudah ayo balik, kak al masih kangen sama om ar, mas rikza tolong hendel ya, saya masih ada urusan keluarga" ucap al pada rikza


"siap pak alfian" jawab rikza sambil terus mengikuti bosnya sampai lobi hotel.


Kini zivana dan Alfian berada didalam mobil, zi semenjak keluar hotel tidak berkata apapun, terlalu sakit kepala untuk ngomong. akhirnya al yang memutus kesunyian diantara mereka.


"udah dek, kamu nikmati aja, lama2 juga terbiasa, anggap saja latihan sebelum terjun beneran didunia bisnis. oh ya kita mampir beli makanan dullu buat makan bersama dengan om sama tante" ucap al


Zi hanya mengangguk, dia merasa malas untuk ngomong, Al memakirkan mobilnya didepan restoran, dia membuka pintu mobilnya, mendapati adek nakalnya tak bergeming dia menutup pintu mobil kembali.


" ayo dek, kamu masih marah??" tanyanya


"gak kak, aku malas turun, kak al aja yang pesanin aku tunggu dimobil" jawabnya malas. Al tau suasana hati adiknya lagi buruk, dia memutuskan untuk membeli makanan sendiri. dia memasuki restoran tersebut dan memesan beberapa menu disana. setelah selesai al langsung menuju mobil, disana zi sedang memainkan ho nya. Al meletakan makananya di jok belakang, zii heran kenapa al membeli banyak makanan.


"kak al, kenapa beli banyak sekali?? mau ada hajatan ya??" tanya zii. al terkekeh mendengar perkataan zii, sambil melajukan mobilnya meninggalkan resto itu al menjelaskan pada zivana


" oh... itu ntar dibagiin aja di sekitar batalyon om, sekalian syukuran atas pembukaan hotel papa, kita kan gak mungkin ngundang mereka semua, lebih baik guni aja langsung dibagiin" ucap al

__ADS_1


"hemmz oke, kak zii gak punya kendaraan, kalau ke hotel, kan gak mungkin zii bolak balik pakek taxi?" kata zii


"terus maunya kamu apa?? apa kakak nyediain mobil aja buat antar jemput kamu" jawab al.


"gak perlu, kak all beliin motor zii aja yaahhh??" ucap zii


"motor lagi?? dek motormu banyak dirumah, kenapa masih mau nambah sih! kak al gak setuju!" tolak al.


" kalau gak mau, zii gak akan mau ngurus hotel!" ancam zii


"kalau gitu gak akan kakak transfer uang jajan kamu" ucap al


"bodo! lagian atmnya disita, zi gak akan bisa belanja, jadi gimana?? setuju??" kata zii


al mau tidak mau harus menuruti permintaan zivana, dia menghembuskan nafas kasarnya.


"oke, ntar kakak kirim setelah acara pembukaan hotel" jawabnya datar


"yeeyyyy, terima kasih kak al,??" ucap zii


"hehehheehe" cuma dibalas dengan crngiran seorang zivana.


Mereka tiba di pos jaga depan, disana masih ada pratu dirga dan pratu bima, ditambah beberapa orang dan zaki. mobil al berhenti, al turun dari qdalam mobil untuk mengambil nasi kotak, al menyuruh zi untuk membantunya, zii terpaksa membantu al membagikan nasi kotak tersebut.


zii membawa 3 kotak di tanganya.


"asalamualaikum bapak2 yang bertugas" sapa al ramah


"waalaikum salam" jawab semua


"bapak2 ini ada sedikit rejeki dari kami, saya minta bapak2 mendoakan supaya adik saya ini bisa jadi lebih baik dan ini sebagai rasa syukur untuk pembukaan hotel keluarga kami" ucap al


"wahhh terimakasih mas alfian, ya kami mendoakan hotelnya semakin sukses" jawab dirga yang sudah heboh


"aminnn" jawab semua

__ADS_1


zi merasa kerepotan, zaki yang melihat zii kerepotan langsung membantunya, sesekali zaki mencuri2 pandang pada zivana, dan tak sengaja zaki memegang tangan zivana, detak jantung zaki berdegup kencang sedangkan zii biasa saja, emang cewek satu ini beda, kalau cewek lain akan seneng, kalau zii hanya datar saja.


"terima kasih" ucap zii pada zaki, zaki tersenyum pada zivana


"sama2, btw selamat atas pembukaan hotel baru nya" jawab zaki


"bukan punyaku! punya papa" ucap zi sambil menyerahkan nasinkotak untuk zaki


"sama aja zii, kamu tidak makan?? jangan lupa besok kam 7 saya tunggu dilapangan," ucap zaki


"iya ntar dirumah, iya bawel!" jawab zi sambil cemberut mengingat hukuman apa yang akan dialaminya besok.


zaki hanya terkekeh melihat ekspresi wajah zii yang cemberut, makin menggemaskan menurut zaki.


"ya sudah saya pamit bapak2 selamat bertugas" ucap alfian pada semua prajurit yang ada dipos jaga


"ya mas alfian, sekali lagi terima kasih" ucap aziz


alfian mengangguk, al masuk mobilnya begitu juga dengan zivana, sedangkan zaki memandang zivana yang mulai memasuki mobil hingga mobil itu hilang dari pandanganya, seulas senyum yang tak luntur dari bibirnya membuat rekan2 heran dengan sikap zaki akhir2 ini


.


.


.


.


.


.


Zaki yang mulai terinfeksi virus2 cinta zivana, gimana kelanjutanyaa... ikutin terus cerita zivana yaaaa😉


jangan lupa like, coment and vote nyaa... yang baaaaanyaaaakkk biar upnya semangatt

__ADS_1


maaf kalau masih ada typo


__ADS_2