Cewek Bar-Bar Ku

Cewek Bar-Bar Ku
67


__ADS_3

zii masih menikamati suapan demi suapan yang diberikan oleh zain, zain semakin yakin akan perasaanya pada. zivana. sesekali dia akan menyuapkan nasi kedalam. mulutnya sendiri.


tak ada obrolan diantara mereka, zii masih asyik dengan fikiranya sendiri yang malu karena terus disuapin sama zain.


"zain tadi yang masak zii lhoo?? gimana enak tidak" tanya iis, seketika itu zii tersedak


uhuk... uhukk.... ucap zain dengan cepat memberikan segelas air pada zivana dan menepuk pelan punggung zivana


."hati2 na kalau makan?? sambil mikirin apa sih? " tanya zain, Zivana menggelengkan kepalanya, mikiran perkataan mak loee woiii bikin keselek aja


"ehem, bukan zii kok yang masak, tante yang masak zii cuma bantu2 doank! " ucap zii, Zain tersenyum mungkin zivana tersedak gegara omongan ibunya.


"hemm masak sieh na, tapi kok beda yaa sama yang biasa ibu masak" jawab zain


" iya beneran bukan aku yang masak tapi tante! " kekeh zivana


"iya iyaa udah ayo makan lagi" ucap zain sambil menyodorkan kembali nasi kemulut zivana.


zii menerima suapan dari zain lagi, ibu iis hanya tersenyum senang.


apa aku tinggal dulu ya mereka, biar tambah romantis hehehe batin ibu iis


" ibu udah selesai, kalian lanjutin dulu, makan yang banyak ya zii?? " ucap ibu iis sambil meninggalkan zain dan zivana.


"kak zain? " panggil zii


"iya na ada apa?? " jawab zain


"tolong jangan hukum fatia, mulai besok zii gak akan datang ke kantor om ar lagi, meskipun kartu zii gak kembali zii gak apa2 kok, zii udah mulai belajar nenggunakan uang dengan bijak" ucap zivana


"kenapa kamu masih baik pada seseorang yang telah berkata kasar sama kamu Na?? " tanya zain


"hufft, aku bukan lah seorang yang putih masih banyak kekurangan didalam diriku, dia berbuat seperti itu karena zaki, dia mungkin cemburu sama aku karena tadi pagi aku berangkat sama zaki. aku bukan tipe orang pendendam biarkan dia berkata kasar seperti itu aku tak memperdulikanya" jawab zii


zain yang mendengar tadi pagi zivana bernagkat denhan zaki, ada sedikit rasa tak enak dalam hatinya.


"kalau gitu kamu jauhin zaki Na!?" pinta zain


"kak zain, aku sama zaki tidaknada hubungan apa2 aku menganggapnya hanya teman, fatia nya aja yang sok, dia bukan pacarnya zaki ini," jawab zii


"iya aku ngerti, tapi kalau bengini terus fatia akan terus mengganggumu na? " ucap zain.


"gak akan lagi kak, ucap zii kan udah memutuskan untuk mundur dari sana, dia gak akan ganggu zii lagi" jawab zivana


"kamu yakin naa?? mau keluar?? " ujarnya sedih, zain tak mau zivana keluar dari mabes

__ADS_1


"yakin donk! malah seneng kalau dapat ijin dari om ar" jawab zivana senag


kamu senang naa aku nelangsa gak ada kamu, kamu penyemangatku! batin zain


"zii udahan kak zain, ucap kenyang" tambahnya lagi, Zain tersenyum pada zivana, ketika zivana berdiri untuk merapikan piring kotor tangan zain mencekal tangan zivana.


"mau ngapain na? " tanya zain.


"mau cuci piring? " jawabnya polos


"gak usah, biar aku saja" ucap zain


"eitzzz kak zain udah suapin aku, darintadi akunya diem aja, ucap udah gak papa zii udah biasa kok, ucap dirumah om ar zii banyak belajar cuci piring dan masih banyak lagi yang lainya" jawab zivana


"ihh pintarnya, gak papa aku bantu bawain kebelakang" ucap zain sambil mengelus puncak rambut zivana. akhirnya zain dan zivana saking membantu mencuci piring, ketika mencuci piring ide jahil muncul diotak zivana, dia dengan sengaja mencipratkan air dari kran westafel kearah muka zain.


"hahahahahahaa kak zain gak mandi yaa sampek main air gitu hahahaha" tawa zivana pecah melihat muka zain penuh cipratan air darinya


"kamu nakal ya na.. sini biar aku balas" jawab zain sambil mencipratkan air juga kearah wajah zivana


suara tawa mereka berdua sampai terdengar ke ruang tamu dimana iis tengah membaca katalog sebuah merk parfum. ucap iis penasaran ada kejadian apa sampai suara tawa zain dan zivana sampai terdengar dari depan.


Ketika iis berada diantara pintu dapur, dia terkejut melihat zain yang tengah bercanda dengan zivana dengan posisi zain memeluk tubuh zivana dari belakang sambil main air, iis tersenyum melihat kejadian langka didepan matanya. sungguh tak sia -sia dia menibggalkan zivana dan zain berdua.


iis kembali keposisi semula, mengendalikan ekspresi nya seperti tak melihat apa2, dia kembali membuka katalog2 didepanya, dan saat itu pula zain dan zivana keluar dari dapur dengan keadaan basah semua.


"lhoo kalian dari mana kok basah gitu?? " tanya iis sok polos padahal dalam hati sudah cekikikan


"ini nih tant ulah kak zain? " adu zivana


"eh mana ada, ucap kamu duluan na yang nyipratin air" jawab zain


"tapikan yang banyak nyipratin air ke muka aku kak zain" ucap zii tak mau kalah, iis yang mendengar perdebatan mereka merasa pusing.


"udah-udah zii ganti baju ya? "ucap iis


"zii gak bawa baju ganti tant" jawab zivana


" hemm, gimana donk uk tante pasti kebesaran sama kamu" ucap iis memberi kode pada zain, jawab zain tak mengerti dengan kode yang diberikan iis dasar anak gak peka dengus iis dalam hati


"zain kamu bisa pinjamkan kaos kamu" ucap iis,


"ya sudah bentar aku ambilkan dulu" jawab zain kemudian melangkah menuju kamarnya, setelah itu menyerahkan kaos oblong berwarna navy pada zivana. zivana menerima kaos dari zain.


"na kamu ganti di kamar tamu aja disebelah sana" ucap zain sambil menunjuk salah satu kamar, zii mengangguk dan berjalan menuju kamar yang ditunjuk oleh zain.

__ADS_1


Karena baju zivana basah hanya bagian atas jadi zii berganti dengan kaos zain yang nampak sedikit kebesaran ditubuhnya. zivana keluar dari kamar itu dengan sedikit canggung karena menggunakan kaos zain, zain yang melihat zivana memakai kaosnya yang kebesaran membuat zain ingin tertawa tapi dia tahan tak mau jika zivana nanti bertambah malu.


"wahhh kamu cocok zii" seru iis yang sebenarnya juga ingin tertawa, karena kaos kebesaran yang dipakai zivana


"hehehe tapi sedikit kebesaran ya tant?? " jawab zii


"kak zain gak balik kantor lagi?? " tanya zii


"gak na, lagian dirumah ada bidadari cangik masak mau ditinggal ya gak bu, jawab nanti bisa kena omel dari kanjeng ibu suri" sindir zain pada ibunya


iis melototkan matanya pada putranya, zain tak menanggapinya dia hanya terseyum geli melihat ibunya.


"emmz kalau gitu zii pamit ya tant, nanti keburu sore, takutnya om ar khawatir" pamit zii


"kok buru2 na?? " tanya zain


"takut om ar khawatir kak" jawab zii


"ya sudah kalau gitu hati2 ya zii, main kesini lagi ya zii biar tabte ada temanya" ucap iis.


"ingsya allah ya tant, kalau gitu zii pamit tante kak zain asalamualikum" ucap zii.


"hati2 na, waalaikum salam" jawab zain sama iis


Zivana meninggalkan rumah zain dan melajukan mobilnya menuju rumah dinas arya dengan memakai kaos zain, zii yang menghirup aroma zain dari baju yabg dia kenakan wangii gumamnya..


zii terus melajukan mobilnya hingga kini sudah berada didepan rumah arya.


.


.


.


.


.


Haii readerssssssss jangan lupa like, coment and vote nyaaa yaaa yang buaanyaaakk πŸ˜‚


.


.


maaf kalau masih ada typo

__ADS_1


__ADS_2