
Setelah apel selesai semua prajurit bersiap untuk latihan rutin (latihan fisik) zii yang dari tadi menunggu apel selesai hanya bisa melihat dari kejauhan, terkadang juga mengambil beberapa foto untuk kepentingan tesisnya. karena semua prajurit sudah berkumpul dilapangan, zii hendak bergabung dengan mereka, zii tidak mau terkena hukuman lagi sama arya. tiba2 tangan zii ada yang menariknya dari belakang. zii yang sempat kaget karena tanganya di tarik seseorang.
Zii mengerutkan keningnya, pasalnya yang menarik tangan Zii adalah zain. zii menghempaskan tanganya dari cekalan tangan zain.
"apaan sih kak!" bentak zii
"ikut!" jawab zain datar sambil meraih tangan zii yang sempat terlepas, zii memberontak ingin melepaskan tanganya dari zain, tapi kekuatan zii tidak sebanding dengan zain, yang notabenenya seorang tentara.
"lepasin aku! aku mau kelapangan, aku gak mau dihukum lagi sama om ar, lepasin kak!" berontak zii
"kamu gak akan dihukum, sudah sekarang ikut aku sebentar!" ucap zain sambil menarik zii menuju ruangan nya.
Disisi lapangan zaki membulatkan matanya, karena melihat zii tengah ditarik oleh zain, zaki sempat kahawatir dengan zivana, dia ingin sekali berlari ke arah zivana, tapi dia tidak bisa berbuat apa2 sekarang, zaki hanya bisa melihat zii dari kejauhan. sampai akhirnya zii tidak terlihat.
Raut kekhawatiran zaki terlihat jelas, kedua sahabatnya dirga dan aziz menghampiri zaki, yang terlihat tidak tenang.
"kenapa bro!" ucap dirga
Zaki tak menjawab pertanyaan dirga, dia sibuk dengan fikiranya sendiri yang ada hanya zivana
"eh sableng! ditanya juga, lagi mikirin zii ya kamu?? bukanya tadi malam kalian jalan, dan lagi tadi pagi udah bernagkat bareng, hayoo mikirin yang iya iya ya kamu??" ucap dirga
"enak aja main tuduh! tadi aku lihat zii ditarik tanganya sama kapt. zain, apaan sih tuh orang maunya!" dengus zaki
"wahh hati2 bro, kena tikung ntar!" jawab aziz sekenanya, dan langsung dapat keplakan dari dirga
"pletak,, eh kamprett kalau ngomomg jangan main nyletuk aja, kamu mau kena hukuman sama zaki!" bisik dirga pada aziz, aziz langsung kicep, dia takut di hukum sama zaki.
"aku yakin zii gak akan terima kapt zain, kalau pun dia ditembak sama kapt zain!" yakin zaki
"tau dari mana kamu somplak! kayak dukun aja!" ucap dirga
"ya tau lah, zii tadi malam bilang, kalau dia gak mau pacaran maunya langsung nikah!" tegas zaki
"lhaa kalau kapt, zain langsung ngajak nikah zii gimana??" cletuk aziz lagi, zaki langsung menegang mendengar ucapan aziz, benar yang dikatakan aziz, aku harus gimana?? apa aku susulin zii aja, tapi gak mungkin, bisa kena hukuman dua kali aku!" batin zaki dilemaa
" udah jangan khawatir zii gak akan langsung trima, ntar kita introgasi zii, kalau udah istirahat!" ucap dirga menenangkan zaki.
__ADS_1
.
.
.
.
Ditempat lain.
didalam ruangan zain, zii tengah duduk di sofa diruangan zain, zain menatap zii dengan tatapan horor, kenapa mendadak serem gini sih, merinding dehh batin zii..
" Na, apa aku boleh tanya" tiba2 suara zain melembut, zain tau zii sangat ketakutan, zain bisa melihat dari tingkah zii
"i..iya boleh!" jawab zii
"kamu gak usah takut na, kayak diintrogasi aja, santai oke!" ucap zain. zii hanya mengangguk patuh, dia tak berani menatap mata zain, terlalu seram pikir zii
"kamu semalam keluar sama siapa??" tanya zain, to the poin
"kak zain tau" ucap zii memberanikan diri menatap zain, zain mengannguk pasti.
"maksut kamu sertu zaki ramadhan??" tanya zain, zii mengangguk membenarkan. zain mengepalkan tanganya, menahan api cemburu yang bergejolak di tubuhnya, zain menbuang nafas kasar mencoba menenangkan dirinya, dia tak ingin terlihat jahat dimata zivana
" apa kamu punya hubungan spesaial sama dia?? aku lihat kamu cukup dekat denganya??" tanya zain lagi
"eh! enggak kok, aku sama dia gak ada hubungan apa2, cuma temen doank!" jawab zii jujur, zain bisa melihat kepolosan zii dari sorot matanya, zain merasa lega dalam hatinya, karena zii tidak memiliki hubungan spesial dengan zaki.
" terus, apa kamu sudah punya pacar??" tanya zain lagi
kenapa dari tadi malem gue dapet pertanyaan kayak gini terus sih!! apa pertanyaan kayak gitu lagi viral yaa,, kayak di tik tok gitu??" pikir zii
" nggak punya, emang kenapa sih?? heran deh!" ucap zii
"heran kenapa?? wajar donk aku tanya gitu ke kamu Na, karena aku suka sama kamu, upsh!" jawab zain keceplosan dan langsung menutup mulutnya
**** **** kenapa bisa keceplosan sih, gimana kalau Nana dengar, apa dia akan menjauhiku, aku gak mau itu terjadi
__ADS_1
"hah apa kak??" tanya zii
"oh tidak apa2 kok na, ya sudah kamu boleh kembali ke lapangan!" ucap zain syukurr gak dengar kalau dengar ****** aku!
"enak aja langsung ngusir aku, tadi siapa yang narik2 tangan aku, sekarang antar aku ke lapangan!" dengus zii
"kamu gak berani kelapangan sendirian Na, ini kan masih pagi??" goda zain
"ih nyebelin! kalau aku dihukum sam om ar gimana, ayo kak zain tanggung jawab pokoknya!" ucap zii sambil menarik tangan zain dari sofa, zain berdiri pasrah atas kelakuan zivana, malah membuat zain senyum2. Rafi ajudan zain yang berpapasan di koridor ruangan zain, merasa heran dengan sikap zain yang sudah berubah dari tadi pagi.
kayaknya bener deh kapten sedang jatuh cinta hihihi, emang kekuatan virus bucin lebih besar dari virus yang lagi viral hahahaha batin rafi.
Rafi melihat kaptenya kembali tersenyum, hanya dengan perlakuan zivana yang menarik lenganya seperti anaknya yang ingin dibelikan ice crem itu, merasa lega. rafi juga berfikir kok bisa seorang zivana meluluhkan hati zain, yang dasarnya terkenal dingin, acuh bahkan cuek terhadap makhluk yang bernama wanita. dan sekarang malah bikin kepala rafi ikut pusing dengan ekspresi wajah zain..
.
.
.
.
.
.
.
Hai readerrsssssss,,,, wahhh babang zain udah senyum2 gak jelas tuh๐
ehhh sekarang mendung, dan kilat lagi nyamber babang zaki nihh....๐
mau tau kelanjutannyaaaaaaa....ikutin terus ya kisah zivana
jangan lupa like, coment sama vote nyaaa yangg buanyaaakkkk๐๐
author somplak minta vote banyak, maruk nih..๐๐
__ADS_1
gak papa kali yeeeee,, hitung2 sodaqoh ๐
maaf kalau masih ada typoo