Cewek Bar-Bar Ku

Cewek Bar-Bar Ku
51


__ADS_3

Zivana kembali ke hotel, dia mulai berkutat dengan dokumen2 itu, dia ingin cepat menyelesaikanya, tapi apalah daya dokumen yang zii kerjakan tak ada habisnya, akhirnya dia mengikuti saran omnya, dia akan menyelesaikan semampunya, zii meletakan kepalanya dimeja, perutnya sakit, dia belum sempat makan siang tadi, dia tidak nafsu makan karena kepikiran tentang pekerjaanya.


Suara ketukan pintu terdengar dari balik pintu ruangan.


tok...tok....tok.......


"Masuk!" jawab zuvana dan kembali menegakan badanya


" permisi mbak zivana, apakah ada dokumen yang sudah terselesaikan??" tanya rikza


"udah mas, sebagian," jawan zii sambil memegangi perutnya, rikza yang mekihat zii tengah menahan sakit, mendekati zii takut terjadi apa2 pada adik bosnya itu.


"mbak zii kenapa??" tanya rikza khawatir


"gak apa apa kok mas, biasa mungkin magg aku lagi kambuh??" jawab zii kembali meletakan kepalanya dimeja kerjanya.


" apa perlu saya panggilakan dokter mbak, muka mbak zivana pucat!" ucap rikza


" gak perlu mas, mas rikza punya obat magg, kalau ada tolong mas bawakan kesini sama makanan!" jawab zivana


"kalau gitu saya akan ambilkan mbak, mbak zii tunggu disini dulu" ucap rikza sambil sedikit berlari keluar ruangan zivana, dia khawatir akan terjadi sssuatu dengan zivana., Tak butuh waktu lama rikza sudah membawa nampan berisi makanan dan juga obat magg. rikza segera menyerahkanya pada zivana.


Zivana meminum obat magg nya terlebih dahulu, awalnya begitu perih, setelah 15 menit kemudian zii memakan sedikit nasi yang dibawa rikza, rikza masih setia menemani zii, zii nampak tak bersemangat menyantap makanan dihadapanya, tapi dia tetap memaksakan diri, dia tak ingin menyusahkan arya dan nia.


"setelah ini, lebih baik mbak zii saya antar pulang" ucap rikza


" kerjaanku belum selesai mas!" jawab zii sambil memasukan nasi kemulutnya


"udah gak perlu mikirin itu, yang terpenting kesehatan mbak zivana dulu" ucap rikza


kalau sampai sakit bisa kena sembur aku sama bos, bagaimanapun mbak zii adik kesayangan bos, apalagi dia besok harus menghadapi ujian dari omnya, batin rikza


" kak al gak akan marah kan mas rikza, zii takut kak al menganggap zii gak bertanggung jawab" jawab zii

__ADS_1


"gak akan, mbak zii gak perlu khawatir" ucap rikza


Zii sudah menyelesaikan makan nya, rikza segera mengantar zii pulang, zii dengan sedikit menahan perih perutnya dia berjalan menuju basement hotel, rikza membukakan pintu mobil zii, zii masuk dan langsung menempatkan dirinya diposisi nyaman sambil memejamkan matanya, rikza tanpa banyak bicara langsung memacu mobilnya menuju rumdis arya.


Mobil zivana terparkir didepan rumdis arya, rikza segera membukakan pintu untuk zivana, zii keluar dari mobil berjalan sedikit gontai menuju rumah arya, dengan sigap rikza mengetuk pintu rumah arya, zii tengah duduk diteras sambil memegangi perutnya.


tok...tok....tok.......


Arya mendengar pintu rumahnya diketuk, dia segera membukakan pintu, pertama melihat rikza, arya mengerutkan keningnya, siapa laki2 yang ada dihadapanya sekarang.


"selamat sore, maaf apa dengan p. arya??" tanya rikza


"sore, iya saya sendiri anda siapa ya??" jawab arya


"saya asisten pak alfian saya kesini mengantarkan mbak zivana pak, mbak zivana mungkin tidak enak badan!" ucap rikza.


"zivana???" kata arya sambil mencari keberadaan keponakanya, arya yang melihat zivana tengah duduk dikursi sambil memegangi perutnya dan matanya terpejam membuatnya panik


" zii gak papa om, magg zi kambuh, zii mau masuk om??" ucap zii lemah


Arya langsung menggendong keponakanya menuju kamarnya diikuti dengan rikza dibelakanganya. nia mendengar suara ribut dari arya langsung keluar kamarnya, dan mendapati arya membopong keponakanya itu kekamarnya.


"zii kenapa mas??" ucapnya panik


"katanya magg nya kambuh, " jawab arha sambil membaringkan zii dikasurnya.


"ya allah zii, mas buruan panggil dokter!" ucap nia dengan raut kepanikanya


"gak perlu tant, zii udah minum obat kok, zii mau istirahat aja!" jawab zii


"tapi zii??" ucap nia lagi


"udah, tante dan om gak perlu khawatir zii tidak apa2 kok!" jawab zii

__ADS_1


Akhirnya nia dan arya keluar dari kamar zivana, membiarkan keponakanya untuk istirahat. nia dan arya menemui rikza yang masih duduk diruang tamu.


" terima kasih ya mas rikza, sudah mengantar zii??" ucap arya


"sama2 pak arya, sudah kewajiban saya mengantar mbak zivana, kalau begitu saya mohon undur diri pak" jawab rikza


"iya mas, sekali lagi terima kasih" ucap arya


"oh ya ini kunci mobil mbak zivana pak" kaga rikza sambil menyerahkan kunci mobil zivana pada arya


"lho terus mas rikza pulangnya gimana??" tanya arya


" saya sudah memesan taxi online pak, kebetulan sudah ada didepan taxinya, mari bapak dan ibu" jawab rikza sambil menyalami arya dan nia


' sekali lagi terima kasih mas" ucap arya sambil.mengantarkan rikza keluar dari rumahnya.


Setelah kepergian rikza, arya kembali masuk kedalam rumah, untuk mengecek keadaan zivana, nia menyiapakan makan malam untuk keluarganya, dan membuatkan bubur untuk zivana. Arya sudah memberitahu nia tentang kejuatan ultah zivana pada nia, nia akan ikut berakting besok untuk kelancaran kejutan ultah zivana.


.


.


.


.


Haiio readeerrrsss sudah nungguin zivana yaaa😂😂 sabar yaa author slalu up kok, jangan lupa like, coment and vote nya yaaaa😂


.


.


maaf kalau masih ada typo

__ADS_1


__ADS_2